Monthly Archive: November 2018

Jadwal Bola Hari Ini, 16 November: PSM Vs Persija, Persela Vs Arema Hingga Maroko Vs Kamerun

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pecinta Bola Tanah Air akan kembali disuguhkan sejumlah pertandingan menarik hari ini. Sesuai jadwal bola hari ini, Jumat (16/11/2018) sore hingga Sabtu (17/11/2018) dini hari, ada sejumlah pertandingan dari dalam dan luar negeri.
Dari lanjutan Go-jek Liga 1, sore ini ada super bigmatch dua tim papan atas, PSM Makassar akan menjamu Persija Jakarta. Laga yang dijadwalkan pukul 15.30 WIB ini disebut-sebut sebagai duel penentuan juara.
Sementara nanti malam ada pertandingan Persela Lamongan menghadapi Arema FC.
BACA JUGA:
Lumat AS, Pelatih Timnas Inggris Tetap Tak Puas
Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar
Maradona Ungkap Penyebab Sebenarnya Madrid Jual Ronaldo ke Juventus
Dari ajang Piala AFF 2018 penyisihan Grup A, duel seru diprediksi tersaji kala Vietnam menjamu Malaysia.
Nanti malam juga ada pertandingan kualifikasi Piala Afrika. Mesir akan menghadapi Tunisia, dilanjutkan dengan duel Maroko lawan Kamerun.
Berikut jadwal bola hari ini, Jumat (16/11/2018) sore sampai Sabtu (17/11/2018) dini hari WIB:
Jumat (16/11/2018)
Go-jek Liga 1
15:30 WIB – PSM Makassar vs Persija Jakarta – Indosiar, Usee TV (Live)
18:30 WIB – Persela Lamongan vs Arema FC – Indosiar, Usee TV (Live)
Liga 2
15:30 WIB – PSS Sleman vs Persita Tangerang – tvOne, Usee TV (Live)
Piala AFF 2018
19:30 WIB – Vietnam vs Malaysia – K-Vision (Live)
Kualifikasi Piala Afrika
23:00 WIB – Mesir vs Tunisia – beIN Sports 3 (Live)
Sabtu dini hari WIB
02:00 WIB – Maroko vs Kamerun – beIN Sports 3 (Live)
(fat/pojoksatu)

Tumbangkan Rusia, Jerman Kembali ke Cita Rasa Sesungguhnya

POJOKSATU.id, LEIPZIG – Timnas Jerman membawa bekal positif jelang laga kontra Belanda di ajang UEFA Nations League dengan menumbangkan Rusia dalam laga uji coba internasional dengan skor telak 3-0.
Tiga gol juara dunia 2014 itu di Red Bull Arena Leipzig, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB itu masing-masing disarangkan Leroy Sane di menit 8, Niklas Sule menit 25,  dan gol Serge Gnabry di menit 40.
Hasil impresif skuat besutan Joachim Low ini pun seakan sinyalemen kebangkitan Der Panzer setelah terpuruk di Piala Dunia 2018 Rusia.

Jerman memang perlu menjaga tren kemenangan untuk menghadapi Belanda jika take ingin terdegradasi ke UEFA Nations League B.
Jerman sendiri tampil cukup mendominasi di pertandingan tersebut. Terbukti, babak pertama mereka telah sukses menyarangkan tiga gol.
Leroy Sane mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali di menit 8 setelah dengan mudah menyambut  umpan datar Serge Gnabry.
Konsisten melancarkan gelombang serangan, Jerman menggandakan keunggulannya di menit 25 lewat kreasi Niklas Sule, yang tampil jadi protagonis setelah menyambut umpan tandukan Antonio Rudiger.
Jerman pun akhirnya sukses menutup duel dengan kemenangan telak 3-0 berkat gol pamungkas gelandang Bayern Munchen Gnabry.
Mantan penggawa Arsenal ini sukses memenangkan situasi one on one dengan kiper Rusia usai lolos jebakan offside menyambut umpan manja Kai Havretz di menit 40.
Skor 3-0 untuk Jerman yang terpampang kala turun minum, bertahan hingga laga usai karena juara dunia empat kali itu gagal menambah gol di paruh kedua.
(qur/pojoksatu)

Lumat AS, Pelatih Timnas Inggris Tetap Tak Puas

POJOKSATU.id, LONDON – Timnas Inggris sukses membungkam Amerika Serikat dengan skor telak 3-0 dalam laga uji coba internasional di Wembley Stadium, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol The Three Lions masing-masing didonasi Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Kendati menang telak, sang pelatih, Gareth Southgate ternyata tidak terlalu puas. Ia bahkan tak sungkan mengkritik performa pemainnya.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia
Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney bersama Timnas Inggris
Salahsatu yang jadi sorotan juru racik berusia 48 tahun itu adalah permainan timnya yang terlalu terbuka sehingga dengan mudah dipenetrasi oleh serangan lawan.
“Kami bermain dengan terlampau terbuka. Jika kami melakukan hal itu dalam bentrok kontra Kroasia, kami bakal kalah,” sebut Southgate seperti dikutip dari The Telegraph.
Jika kondisi tersebut tak lantas diperbaiki, sebut Southgate, timnya bisa menghadapi bahaya saat bentrok dengan Kroasia di UEFA Nations League di Wembley akhir pekan ini.
“Jika kami ingin jadi tim top, kami tidak bisa meraih keunggulan 3-0 dengan tidak bermain tanpa bola. Kami harus bermain dengan cerdas sepanjang pertandingan,” sebut dia.
Southgate pantas khawatir mengingat calon lawannya, Kroasia baru saja tampil impresif dengan membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2.
“Kemenangan Kroasia atas Spanyol? Tidak mengejutkan. Sekali lagi, mereka menunjukkan kualitasnya. Bentrok di Wembley esok bakal sangat ketat dan krusial,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney Bersama Timnas Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Kemenangan telak Timnas Inggris atas Amerika Serikat dengan skor 3-0 mewarnai momen perpisahan Wayne Rooney.
Tuan rumah menyegel kemenangan lewat donasi Jesse Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Rooney melakoni caps pamungkas bersama The Three Lions dalam laga uji coba internasional yang digelar di Wembley Stadium, Jumat (16//11/2018) dini hari WIB.

Kemenangan Timnas Inggris itu pun menjadi momen perpisahan yang indah buat legenda hidup Manchester United itu.
Rooney sendiri masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan peran Jesse Lingard yang menyumbang satu gol.
Sontak, tribun penonton riuh untuk memberikan tepuk tangan tatkala sang kapten kembali mentas untuk membela negaranya.
Rooney sendiri tampil cukup baik, ia bahkan nyaris mengoyak jala lawan di menit 72 jika sepakannya take mampu diamankan kiper AS, Brad Guzan.
Dengan penampilan terakhirnya ini, Wayne Rooney yang kini berkiprah di DC United, klub MLS telah menorehkan 120 caps dan mengemas 53 gol untuk The Three Lions Inggris.
(qur/pojoksatu)

Kalah dari Kroasia, Luis Enrique Klaim Timnya Bermain Lebih Baik

POJOKSATU.id, ZAGREB – Spanyol harus menelan kekalahan dramatis dari runner-up Piala Dunia 2018 Rusia, Kroasia dengan skor ketat 2-3.
Sang pelatih, Luis Enrique sendiri mengaku sangat kecewa dengan hasil pertandingan di laga lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB itu.
Pasalnya, Enrique menegaskan, la Roja bermain lebih baik dari tuan rumah. Di paruh kedua, timnya bahkan bermain cukup mendominasi.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia
Ini Rahasia Sukses Kroasia Taklukkan Spanyol di Menit Akhir
Dengan hasil minor tersebut, Spanyol gagal menyegel satu tiket ke babak empat besar lebih cepat, kendati posisinya kini masih beradap dipuncak Grup 4.
“Paruh kedua berjalan luar biasa untuk kedua tim. Pada babak pertama, kami memang bermain buruk dengan terlalu banyak hadirkan ancaman buat diri sendiri. Akurasi operan jadi masalah di situ,” tutur Enrique seperti dikutip dari Marca.
“Namun di babak kedua, kami lebih baik. Sayangnya kami tidak menekan dengan maksimal. Walau begitu kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik, setidaknya tidak kalah. Kemenangan bahkan bisa saja kami raih,” ujarnya.
Mantan pelatih Barcelona itu menilai, gol tuan rumah lahir dari kesalahan para pemainnya. “Gol kedua dari situasi bola mati, sedangkan gol ketiga terjadi karena kami sama-sama memburu gol tersebut. Secara keseluruhan kami bermain lebih baik dan pastinya kekalahan bukanlah hasil yang pantas,” tuturnya.
“Kami juga menghantam mistar dan beberapa peluang kami secara luar biasa tidak berbuah gol. Saya pikir sepakbola telah berlaku tidak adil untuk kami malam ini,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Rahasia Sukses Kroasia Taklukkan Spanyol di Menit Akhir

POJOKSATU.id, ZAGREB – Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic menyebutkan kesabaran menjaga tempo menjadi faktor keberhasilan timnya membekuk Spanyol dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Penggawa Barcelona itu mengungkapkan gol di masa injury time dari Tin Jedvaj menjadi bukti kesabaran timnya dalam menanti satu kesalahan kecil yang dilakukan Spanyol.
“Suporter kami telah menyaksikan pertandingan yang hebat. Kami terus berjuang sampai akhir untuk menanti Spanyol membuat satu kesalahan,” tutur Rakitic seperti dikutip laman resmi UEFA.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

Rakitic tidak menampik jika La Roja tampil lebih dominan bahkan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
“Spanyol selalu membawa kontrol pada pertandingan, karena mereka selalu terlihat seperti sudah bermain bersama setiap hari. Kami terus menunggu momen kami, kami bisa memperbesar keunggulan jadi 3-1, tapi itu urung terjadi,” tuturnya.
“Satu kesalahan yang kami tunggu akhirnya datang dan kemenangan ini pun terasa luar biasa. Ini memberi banyak kekuatan untuk kami dan kami pantas menang di laga ini. Kemenangan atas Spanyol adalah hasil besar buat kami,” ungkapnya.
Rakitic pun senang dengan hasil tersebut karena Kroasia kini bisa menjaga asa untuk tidak terdegradasi ke Liga B bahkan lolos ke putaran empat besar.
“Sekarang kami menatap bentrok di Wembley [kontra Inggris] dan melihat apakah kami bisa mengakhiri grup di posisi pertama,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Brace Jedvaj Bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

POJOKSATU.id, ZAGREB – Kroasia sukses membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2 dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol tuan rumah disarangkan Andrej Kramaric di menit 54 dan brace dari Jedvaj di menit 69 dan masa injurty time menit 90+3.
Sedangkan dua gol tim tamu didonasi Dani Ceballos di menit 56 dan sang kapten, Sergio Ramos di menit 78 lewat titik putih at au tendangan penalti.

Dengan hasil ini, runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu menjaga asa untuk tetap bertahan di UEFA Nations League A.
Pertandingan itu sendiri berlangsung seru sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai. La Furia Roja tampil lebih dominan sejak menit awal.
Namun, sejumlah peluang gagal dimanfaatkan dengan baik, dan laga sepanjang 45 menit lebih pun berakhir tanpa satu pun gol tercipta.
Memasuki interval kedua, tuan rumah coba bangkit untuk mencari momen. Terbukti di menit 54 Kramaric membuka keran gol Kroasia lewat golnya usai menyambut umpan Ivan Perisic.
Namun, dua menit berselang Spanyol merespon melalui gol penyeimbang Dani Ceballos menyambut umpan Isco dengan sepakan kaki kiri dari bagian tengah kotak 16 ke arah tengah gawang.
Laga semakin menarik ketika Kroasia kembali memimpin di menit 59. Umpan manja Luka Modric berhasil dijangkau Tin Jedvaj dan sang bek sentral itu mengemas gol internasional perdananya.
Spanyol menjaga asa untuk membawa pulang poin setelah mendapat hadiah penalti. Sang kapten, Sergio Ramos yang maju sukses menjalankan tugas algojonya di menit 78.
Sayang, Spanyol harus pulang dengan kepala tertunduk setelah jelang bubaran, Jedvaj kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk yang kedua kali dengan golnya pada menit ketiga tambahan waktu.
De Gea sempat menggagalkan usaha Josip Brekalo, tapi sang penggawa Bayer Leverkusen muncul menyambar bola pantulan dan sukses menjadi pahlawan kemenangan.
(qur/pojoksatu)

Maradona Ungkap Penyebab Sebenarnya Madrid Jual Ronaldo ke Juventus

POJOKSATU.ID, TURIN – Kepindahan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus masih saja jadi perbincangan. Kali ini, legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona angkat bicara. Menurutnya, petinggi Los Blancos memang sudah tidak senang dengan CR7.
Maradona mengklaim, Presiden Real Madrid, Florentino Perez tidak puas dengan performa Ronaldo yang rata-rata hanya mencetak satu gol per pertandingan. Padahal untuk ukuran striker pada umumnya, capaian seperti itu terbilang produktif.
Dikutip Pojoksatu.id dari Marca, Maradona mengomentari penjualan Ronaldo senilai 100 juta euro ke Juventus pada jendela transfer musim panas lalu.
BACA JUGA:
Swafoto Bareng Ronaldo, Ada Penampakan Chiellini Telanjang, Bek Milan Minta Maaf
Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar
“Saya pikir itu adalah langkah yang baik untuk Cristiano. Dia memberikan semuanya untuk Madrid, dia tidak menikmatinya seperti yang dia lakukan sekarang di sepakbola Italia dan Florentino sudah merencanakan. Ketika dia melihat Ronaldo hanya mendapatkan satu gol dalam satu pertandingan,” kata Maradona.
Ketika ditanya apakah Real merindukan Ronaldo, ia menambahkan, “Jelas ya tapi saya selalu mengatakan bahwa seorang pemain tidak pernah lebih besar dari klub. Madrid akan pulih, mereka akan menang lagi, mereka memiliki tim yang hebat.”
Cristiano Ronaldo – Bintang Juventus.(@juventusfc/twitter)
“Tetapi kenyataannya adalah bahwa CR7 terus mencetak gol dan orang-orang akan mengatakan mengapa dia dijual. Saya selalu mengatakan bahwa Florentino pintar dan jika dia membiarkannya pergi itu karena suatu alasan,” tutur pria yang identik dengan gol ‘tangan Tuhan’ itu.
Pernyataan Maradona ini mungkin ada benarnya. Jika dicocokkan dengan pernyataan Ronaldo beberapa waktu lalu, soal alasannya pindah.

Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – Persija Jakarta akan melakoni laga krusial kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (16/11/2018) besok sore. Jelang pertandingan pekan ke-31 Go-jek Liga 1 musim 2018 itu, suporter Persija, Jakmania diminta tidak berulah.
Hal itu disampaikan Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco. Ia mengimbau kepada Jakmania agar siap menerima hasil apapapun dalam laga menghadapi PSM Makassar.
“Kami mau suporter (Jakmania) yang datang ke Makassar tidak ada masalah di dalam stadion. Karena stadion pasti penuh. Suporter mendukung secara baik. Harus terima hasil dari pertandingan besok,” imbau Teco dalam jumpa pers sebelum pertandingan di Makassar, Kamis (15/11/2018).
BACA JUGA:
Barcelona Kalah, Lionel Messi Kecewa Namun Senang!
Dikaitkan dengan MU dan Juventus, Zidane Malah Merapat ke Klub Ini
PSM Siap Mental dan Fisik Kalahkan Persija
Menurutnya, apapun hasilnya, baik menang, seri ataupun kalah dalam laga kandang maupun tandang merupakan sesuatu yang biasa dalam pertandingan. Teco menegaskan sesama suporter harus saling merangkul dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.
“Dua kelompok suporter adalah teman. Datang ke Stadion untuk dukung tim masing-masing. Hasil apapun harus diterima. Kami di beberapa pertandingan sebelumnya, di tempat lain, suporter dilarang datang. Di sini, kami tidak. Karena dua suporter besar adalah teman,” ucap Teco.
Saling rangkul antara dua kelompok suporter dalam warna yang berbeda disebut Teco merupakan cerminan yang baik untuk memajukan sistem sepak bola di Indonesia. Jika itu bisa berjalan lancar, Teco yakin kekhawatiran gesekan antarsuporter tidak lagi terjadi.
Di luar itu Teco tetap optimistis untuk mendapatkan poin melawan Juku Eja. Dia pun telah mempersiapkan tim secara penuh untuk diturunkan meredam kekuatan tuan rumah.
“Setiap tim yang bertanding semua pasti sudah siap. Begitu juga dengan kami,” pungkas Teco.
(jpc/fat/pojoksatu)

Barcelona Kalah, Lionel Messi Kecewa Namun Senang!

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Kembalinya Lionel Messi ke dalam skuat Barcelona setelah menepi selama tiga pekan tak cukup membantu timnya memenangkan pertandingan.
Barca menyerah 2-3 dari Real Betis di lanjutan La Liga Spanyol pekan 12 akhir pekan kemarin. Namun hasil minor Blaugrana tak memengaruhi posisinya di puncak klasemen.
Barca masih kokoh dipuncak klasemen dengan raihan 24 poin kendati dibayangi ketat oleh tiga tim di bawahnya, Sevilla, Deportivo Alaves dan Atletico Madrid yang sama-sama terpaut selisih satu angka.
Kendati kecewa, Messi menilai hasil tersebut justru menyebabkan persaingan di papan klasemen semakin ketat nan sengit.
“Sangat bagus bahwa liga ketat dan kompetitif musim ini. Tidak ada yang mudah dan siapa pun bisa mengalahkan orang lain. Saya harap itu tetap seperti itu, itu baik untuk semua orang,” tutur Leo Messi seperti dikutip dari Goal.
Terkait comeback-nya, messi sangat senang meski ia mengaku masih belum bisa bergerak secara leluasa karena baru benar-benar pulih.
“Saya merasa baik, meskipun pada awalnya saya sedikit khawatir tentang kejatuhan. Tapi saat permainan berlangsung, aku melonggarkan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)