Monthly Archive: January 2019

Neymar Cedera, Penggawa Manchester United Ini Malah Sedih

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United secara tidak langsung diuntungkan dari cedera parah yang tengah dialami bintang Paris Saint-Germain, Neymar.
Neymar sendiri telah dipastikan akan absen di dua leg di babak 16 besar Liga Champions saat kedua tim bentrok di pertengahan Februari dan awal Maret mendatang.
Namun, reaksi tak diduga ditujukkan striker Setan Merah, Romelu Lukaku. Alih-alih senang tim lawan akan ‘pincang’ di laga mendatang, penggawa timnas Belgia itu malah sedih.
Duh, Neymar Bisa Akhiri Musim Lebih Cepat

“Kami sebetulnya lebih senang bermain menghadapi pemain terbaik dunia, jadi level di pertandingan bisa meningkat,” ujar Lukaku seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Saya harap dia akan segera pulih. Jika dia tampil, itu akan jadi pertandingan yang bagus untuk seluruh fans,” sebut dia.
Man United sendiri dipandang punya kans untuk memenangkan pertandingan kontra PSG, namun Lukaku tak ingin melihat itu apalagi jemawa.
Ditegaskannya, skuat besutan Thomas Tuchel bukan sembarang tim yang bisa dianggap enteng. “Favorit (menang) lawan PSG? Tidak! Ini akan jadi laga yang rumit, melawan tim yang punya banyak talenta, yang bermain di level tertentu dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya.
“Tim yang punya pemain juara dunia, para pemain yang telah memenangkan banyak trofi dan banyak pengalaman. Ini akan jadi laga sulit, tapi jadi tes bagus bagi kami untuk mengetahui seberapa primanya kami,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Duh, Neymar Bisa Akhiri Musim Lebih Cepat

POJOKSATU.id, PARIS – Megastar Paris Saint-Germain, Neymar dipastikan akan absen di babak 16 Liga Champions karena cedera cukup parah yang tengah membekapnya.
Pemain termahal sejagat itu kembali dibekap cedera metatarsal di kaki kanannya kala membela Les Parisiens menghadapi Starbourg di babak 16 besar Coupe de France pada 23 Januari lalu.
PSG sendiri akan menghadapi Manchester United di fase knock-out pentas paling bergengsi di benua biru itu pada pertengahan Februari mendatang dan awal Maret.
Neymar bahkan berpeluang mengakhiri musim ini lebih cepat, setelah tim medis menyebut cedera Neymar di luar dugaan sebelumnya (lebih parah).
Dikutip Pojoksatu.id dari laman BBC Sports, penggawa Selecao itu harus menepi paling lama sepuluh pekan ke depan.
Awalnya, tim medis mendiagnosa Neymar akan menepi paling lama empat pekan. Namun, cederanya didiagnosis lebih parah dari ekspektasi setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim medis PSG.
Idealnya pemain internasional Brasil itu baru bisa merumput dalam bentrok kontra LOSC Lille di Ligue 1 Prancis, pada 13 April mendatang.
“Paris Saint-Germain berkumpul bersama para ahli medis terkenal di dunia di Pusat Pelatihan Ooredoo untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap cedera pada kaki kanan Neymar Jr,” demikian pernyataan klub.
“Setelah analisis terperinci oleh para spesialis, dicapai konsensus mengenai perawatan konservatif cedera Neymar Jr. pada metatarsal kanan kelima,” sebutnya.
Pihak klub sendiri menginformasikan jika sang pemain telah menyetujui untuk istirahat panjang setidaknya dalam sepuluh pekan ke depan.
“Paris Saint-Germain mengirim dukungan dan dorongan terkuatnya kepada Neymar Jr untuk mengatasi cedera ini, dengan keberanian dan tekad yang selalu ditunjukkan pemain,”
Kenyataan ini tentu menjadi mimpi buruk buat skuat Thomas Tuchel. Kendati PSG tampil superior di pentas domestik, namun kehadiran Neymar di pentas Liga Champions sangat dibutuhkan.
Sejauh musim ini, Neymar telah mengemas 20 gol dan menyumbang sepuluh assist dari 23 penampilannya bersama PSG di semua ajang.
(qur/pojoksatu)

Mulai Jengah, Chelsea Persilakan Eden Hazard Pergi

POJOKSATU.id, LONDON – Spekulasi kepergian Eden Hazard dari Stamford Bridge rupanya mulai mengganggu performa Chelsea yang tengah berjuang dalam perebutan zona empat besar Liga Primer Inggris.
Tak ayal, sang manajer, Maurizio Sarri mulai memerlihatkan kejengahannya, dan kini ia memersilahkan bintang timnas Belgia itu untuk pergi jika memang ingin meninggalkan skuatnya.
“Eden sudah 28 tahun dan jika dia ingin pergi (ke Madrid), saya pikir dia memang sebaiknya pergi,” tutur Sarri kepada BBC Sports seperti dikutip Goal.
Walau begitu, Sarri masih berharap sang gelandang andalan timnya itu punya keputusan sebaliknya, kendati ia tak akan menahan-nahan keinginannya (hengkang).
“Tentu saja, saya berharap Eden membuat keputusan sebaliknya. Saya berharap dia bertahan dan berkembang bersama kami,” harap Sarri.
“Dia punya potensi jadi pemain terbaik Eropa. Dia juga kadang tetap bahagia dengan sesuatu yang kurang sempurna,” sebutnya.
Sarri pun siap membesutnya jika Hazard mau mengurungkan niatnya dan memilih tetap bersama Chelsea untuk beberapa musim ke depan.
“Adalah tugas saya untuk meningkatkan kualitas dan menempatkan Eden pada posisi di mana dia bisa melakukan yang terbaik. Bagaimanapun, saya dibuat bahagia dengan performa terkininya,” ungkapnya.
Spekulasi kepergian Eden Hazard dari Chelsea memang telah berembus sejak musim dingin tahun lalu, dan Real Madrid telah dihubungkan dengan sang pemain.
Hazard sendiri tak pernah menyanggah ketertarikannya untuk bergabung dengan Los Blancos, namun ia juga tak menutup kemungkinan untuk terus membela The Blues bahkan hingga gantung sepatu.
(qur/pojoksatu)

Maaf Pep, Real Madrid Klub Terbaik, Bukan Sedekade Terakhir tapi Sepanjang Sejarah!

POJOKSATU.id, MADRID – Sejauh ini musim ini penampilan Real Madrid masih terbilang fluktuatif, terutama di pentas domestik LaLiga Spanyol.
Langganan juara LaLiga dan pentass Eropa itu kini masih tertahan di urutan ketiga dalam perburuan titel juara LaLiga musim ini.
Los Blancos yang telah mengemas 39 poin terpaut selisih sepuluh angka dari Barcelona yang masih kokoh di puncak klasemen sementara.

Skuat besutan Santiago Solari itu pun sejauh musim ini telah menelan enam kekalahan, dan tiga bermain seri. Sisanya sukses memenangkan pertandingan.
Terlepas dari kenyataan klasemen saat ini, bagi sang pelatih sendiri, Real Madrid adalah klub terbaik sepanjang masa.
“Real Madrid adalah klub terbaik sedekade terakhir, seabad terakhir dan sepanjang sejarah,” ucap Solari dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Pernyataan Solari itu sendiri sebagai tanggapan atas pernyataan Manajer Manchester City, Pep Guardiola yang tak menyebut timnya sebagai salahsatu tim terbaik dalam sedekade terakhir.
Sebelumnya, Pep memang dengan lantang menyebut terbaik dunia dalam sedekade terakhir adalah Barcelona, Bayern Munchen, dan Juventus.
Mantan pelatih Barcelona itu tak memasukkan nama Real Madrid, juara tiga kali beruntun Liga Champions di musim terakhir.
“Saya pikir pelenyapan nama Real Madrid (dalam pernyataan Pep) sengaja dilakukannya,” sebut Solari.
“Namun kita tidak perlu beradu argumen soal siapa klub terbaik dalam sedekade terakhir, ketika tahu Madrid adalah yang terbaik dalam sebad terakhir dan sepanjang sejarah. Itu semua terjadi karena Madrid tidak pernah meremehkan lawan-lawannya,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Exco PSSI Bicara Soal Wacana Calon Ketua Umum

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI kini tengah dinahkodai Joko Driyono sebagai plt ketua umum menggantikan peran Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, belum lama ini.
Edy sendiri baru akan habis masa jabatannya tahun depan, dan kini sejumlah nama telah mencuat kepermukaan yang digadang-gadang sebagai bakal calon ketum.
Beberapa nama yang kini santer digadang-gadang sebagai calon Ketum PSSI  periode mendatang adalah  mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir dan politikus PKB, Muhaimin Iskandar.
Dijagokan JK jadi Calon Ketum PSSI, Erick Thohir Bereaksi Begini
Gusti Randa – Anggota Exco PSSI (Faceclips.com)
Erick bahkan telah terang-terangan dijagokan Wakil Presiden RI, Jusuf Kala. JK menyebut, Erick adalah figur ideal penerus tampuk kepemimpinan PSSI.
“Mungkin yang punya pengalaman bola internasional, Erick (Thohir),” sebut JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, belum lama ini seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Mensikapi dinamika tersebut, Anggota Executive Committee (Exco) PSSI Gusti Randa memandang sah-sah saja selama tetap berada dalam koridor yang ada.
”Silakan saja, siapa pun bisa jadi ketua umum PSSI. Saya sih terbuka,” sebut Gusti Randa.
Pemilihan calon Ketum PSSI sendiri, tegas dia tentu harus berdasarkan mekanisme yang ada yang telah digariskan dalam aturan, salahsatunya bisa melalui Kongres Luar Biasa (KLB), atau menunggu masa jabatan ketum sebelumnya habis yakni pada kongres 2020 mendatang.
”Yang penting voters (pemilik suara) atau anggota PSSI menginginkan hal tersebut (pemilihan ketum baru),” ujarnya.
Pihaknya juga tak membatasi siapa pun untuk mengajukan diri sebagai calon ketum dengan berbagai latar belakang, mulai dari politikus, pengusaha, birokrat, maupun orang-orang yang justru ada di luar sepak bola.
“Tapi, tentu syaratnya tetap harus mengikuti statuta PSSI. Selama itu ditepati atau dipenuhi, tidak ada masalah,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)

Dijagokan JK Jadi Calon Ketum PSSI, Erick Thohir Bereaksi Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI kini tengah dinahkodai Joko Driyono sebagai plt ketua umum menggantikan peran Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, belum lama ini.
Edy sendiri baru akan habis masa jabatannya tahun depan, dan kini sejumlah nama telah mencuat kepermukaan yang digadang-gadang sebagai bakal calon ketum.
Salahsatu nama yang kini dihubungkan dengan calon Ketum PSSI mendatang adalah mantan Presien Inter Milan, Erick Thohir.
Nama Erick Thohir sendiri digaungkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kala. Menurut JK, Erick adalah figur ideal sebagai suksesor Edy Rahmayadi.
“Mungkin yang punya pengalaman bola internasional, Erick (Thohir),” sebut JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, belum lama ini seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Erick Thohir sendiri mengucapkan terima kasih atas penilaian JK terhadap dirinya yang dianggap pantas menjadi nahkoda federasi sepakbola tanah air itu.
”Kalau Pak JK bicara begitu, tentu saya sangat menghargai karena beliau juga yang selama ini membina saya di banyak hal,” kata Erick seperti dikutip dari Jawapos.
Namun, untuk saat ini ia tidak ingin berbicara lebih jauh soal kandidat Ketum PSSI tersebut karena sedang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Mantan bos DC United itu mengaku tak ingin ada kesan sepak bola dicampuradukkan dengan urusan politik. ”Ya, kita ngobrol lagi (selepas tugasnya di TKN Jokowi-Amin). Kan belum tahu,” ucapnya.
Terlepas siapapun pemimpinanya nanti, Erick menilai PSSI dan persepakbolaan nasional harus dikelola dengan profesional dan transparan.
Dia pun berharap semua yang terlibat dalam sepak bola juga bisa menganut dua asas tersebut. Agar sepak bola tanah air bisa lebih berprestasi.
”Teman-teman di sepak bola siap nggak dikelola dengan profesional dan transparan?” ujarnya balik bertanya.
Pujian JK terharap Erick sendiri tidaklah berlebihan mengingat Erick punya pengalaman mumpuni dibidang sepakbola internasional.
Erick tercatat pernah menjadi presiden Inter Milan, pemilik DC United, salah seorang direktur Oxford United, dan wakil komisaris di Persib Bandung. Saat ini Erick juga menjadi ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2014–2019.
(qur/pojoksatu)

Pecundangi Juventus, Atalanta Ikuti Jejak Real Madrid dan Barcelona

POJOKSATU.id, ATALANTA – Atalanta mengikuti jejak Real Madrid dan Barcelona sebagai tim yang pernah mempecundangi Juventus dengan skor telak tak terbalas 3-0.
Atalanta sukses membungkam Bianconerri sekaligus menghentikan langkah Cristiano Ronaldo dan koleganya di pentas Copa Itallia.
Tiga gol Atalanta yang tercipta di di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Kamis (31/1/2019) dini hari WIB di babak perempat-final Copa Italia itu sendiri didonasi Duvan Zapata di menit 39 dan menit 86, dan gol pembuka Timothy Castagne di menit 37.
Atalanta Hancurkan Asa Treble Winner Juventus
Dikutip Opta, Paolo, atas pencapaian gemilang Atalanta tersebut, mereka pun kini bisa disejajarkan dengan Real Madrid, duo raksasa LaLiga yang juga pernah menang 3-0 atas Juve.
Los Blancos menang 3-0 atas Juve pada April 2018 dan Blaugrana memenangkannya pada September 2017 lalu.
Pelatih Juve, Massimiliano Allegri yang diusir wasit di laga itu karena terlibat friksi dengan pejabat pertandingan mengaku tim lawan pantas menang.
“Atalanta sepenuhnya layak lolos (semifinal) karena memiliki lebih banyak semangat untuk bermain,” ucapnya.
Max Allegri pun menyebut, timnya bermain di bawah standar karena mengalami kelelahan. “Kami kehabisan tenaga. Itu bisa terjadi setelah melalui perjalanan panjang dengan kesuksesan,” katanya.
Meski begitu, Allegri menegaskan tak terlalu menyesali hasil minor tersebut, karena mereka harus kembali fokus pada Serie A dan persiapan menghadapi babak 16 besar Liga Champions.
“Ini bukanlah sesuatu yang harus didramatisir, karena ini hanya sebuah hari yang buruk. Atalanta sepenuhnya pantas untuk lolos dan memiliki semangat lebih,” ucapnya.
Allegri juga kembali menanggapi santai kekalahan perdana timnya di pentas domestik musim ini tersebut.
“Saya tidak merasa ini menjadi alarm untuk dikhawatirkan, karena mustahil bisa memenangkan setiap laga,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Massimiliano Allegri: Pemain Kami Kehabisan Tenaga!

POJOKSATU.id, ATALANTA – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengungkapkan faktor yang menyebabkan timnya tersingkir dari Copa Italia setelah dibungkam Atalanta 0-3 di perempat-final di Bergamo, Kamis (31/1/2019) dini hari WIB.
Max Allegri menyebut, salahsatu faktornya adalah soal stamina timnya yang terkuras habis karena padatnya jadwal pertandingan.
“Kami kehabisan tenaga. Itu bisa terjadi setelah melalui perjalanan panjang dengan kesuksesan,” kata Allegri usai pertandingan kepada Rai Sport.
Diusir Wasit dan Juventus Kalah, Massimiliano Allegri Cuma Bilang Begini
Juventus Tersingkir dari Copa Italia, Massimiliano Allegri Diusir Wasit
Atalanta Hancurkan Asa Treble Winner Juventus
Massimiliano Allegri – Pelatih Juventus (@juventus/twitter)
Namun begitu, Allegri mengaku mendapatkan pelajaran atas kekalahan sekaligus kegagalan timnya di ajang Copa Italia itu.
“Saya pikir pelajaran seperti ini (kalah dari Atalanta) bisa berguna untuk tim,” ucapnya.
“Musim lalu, kami bermain imbang melawan Cutrone dengan kesulitan yang nyata, lalu jatuh di tangan Napoli. Anda selamat satu kali, dua kali, tapi pada akhirnya akan terjatuh juga,” tuturnya.
Meski begitu, Allegri menegaskan tak terlalu menyesali hasil minor tersebut, karena mereka harus kembali fokus pada Serie A dan persiapan menghadapi babak 16 besar Liga Champions.
“Ini bukanlah sesuatu yang harus didramatisir, karena ini hanya sebuah hari yang buruk. Atalanta sepenuhnya pantas untuk lolos dan memiliki semangat lebih,” ucapnya.
Allegri juga kembali menanggapi santai kekalahan perdana timnya di pentas domestik musim ini tersebut.
“Saya tidak merasa ini menjadi alarm untuk dikhawatirkan, karena mustahil bisa memenangkan setiap laga,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Diusir Wasit dan Juventus Kalah, Massimiliano Allegri Cuma Bilang Begini

POJOKSATU.id, ATALANTA – Atalanta memberikan kejutan di ajang Copa Italia setelah sukses membungkam Juventus di babak perempat-final dengan skor telak tak terbalas 3-0, di Bergamo, Kamis (31/1/2019) dini hari WIB.
Duvan Zapata tampil mengesankan di laga ini setelah menyumbang dua gol di menit 39 dan menit 86. Sementara gol pembuka tuan rumah disarangkan Castagne di menit 37.
Dengan hasil minor ini, praktis Juventus gagal bersaing dalam perburuan gelar Copa Italia musim ini sekaligus memupus asa mereka untuk merengkuh treble winners musim ini.
Juventus Tersingkir dari Copa Italia, Massimiliano Allegri Diusir Wasit
Atalanta Hancurkan Asa Treble Winner Juventus
Laga itu sendiri diwarnai dengan pengusiran Massimiliano Allegri. Sang allenatore Bianconerri itu diusir wasit dari sisi lapangan akibat melakukan protes yang dianggap berlebihan terhadap ofisial keempat pertandingan.
Terkait insiden tersebut dan hasil akhir yang diterima timnya, Max Allegri menanggapi dengan tenang. Ia menyebut Juventus hanya sedang kurang beruntung saja.
“Kami punya beberapa pemain yang baru kembali dari cedera, sedangkan yang lainnya sedang absen. Anda bisa kembali pulih dari situasi negatif di satu atau dua pertandingan, tapi pada akhirnya anda akan tetap kalah,” tuturya kepada Rai Sport.
Karena itu, kekalahan Juventus atas Atalanta dianggapnya wajar, dan ia mengajak seluruh skuat melupakan kekalahan dan kembali fokus menatap laga berikutnya.
“Ini bukanlah sesuatu yang harus didramatisir, karena ini hanya sebuah hari yang buruk. Atalanta sepenuhnya pantas untuk lolos dan memiliki semangat lebih,” ucapnya.
Allegri juga kembali menanggapi santai kekalahan perdana timnya di pentas domestik musim ini tersebut.
“Saya tidak merasa ini menjadi alarm untuk dikhawatirkan, karena mustahil bisa memenangkan setiap laga,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Satgas Antimafia Bola Juga Sita Dokumen Transaksi Keuangan PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola menyelesaikan giat penggeledahan di dua kantor PSSI, tadi malam WIB.
Dari hasil penggeledahan yang berlangsung selama 17 jam itu, petugas menyita sejumlah barang sebagai alat bukti kasus match-fixing.
Sedikitnya ada 224 barang yang disita dari dua lokasi kantor PSSI, yakni di kawasan Kemang dan FX Sudirman, Jakarta Selatan.
Kantor PSSI Digeledah, Begini Reaksi Komite Ad Hoc Integritas PSSI
Ini Dia Barang-Barang yang Disita Satgas Antimafia Bola dari Kantor PSSI
Barang-barang sitaan itu terdiri atas dokumen fisik, digital, termasuk unit CPU komputer dan barang lainnya.
Selain itu, petugas juga berhasil menyita dokumen-dokumen terkait transaksi keuangan.
Humas Satgas Antimafia Bola, Kombes Sahar Diantono mengemukakan, seluruh barang yang telah disita itu telah dikelompokkan berdasarkan materinya.
“Satgas sudah mengelompokan dokumen ada 153 kelompok dokumen di antaranya terkait dengan seluruh dokumen Liga 3 Liga 2 dan Liga 1,” sebutnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Selain dokumen-dokumen itu, pihaknya juga mengamankan dokumen-dokumen terkait organisasi dan dokumen tentang wasit.
“Termasuk daftar wasit dan legalitas wasit (juga turut disita),” ucapnya.
“Nanti kami cek lagi mana yang terkait penyidikan akan kami dalami, akan ada pengembangan lanjut dari dokumen ini,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)