Monthly Archive: February 2019

Dikalahkan Atletico Madrid, Juventus Optimistis Balikkan Keadaan di Leg Kedua

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus dalam situasi kurang diuntungkan di Liga Champions musim ini usai menelan kekalahan atas Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar di Wanda Metropolitano, Kamis lalu.
Namun begitu, Juve masih punya asa membalikkan keadaan jika mereka mampu menang lebih dari dua gol saat menjamu wakil La Liga itu di Allianz Stadium di leg berikutnya.
Bek Juve, Giorgio Chiellini pun menaruh optimisme tinggi dan yakni timnya bakal bangkit meski harus kalah dua gol pada leg pertama melawan Atletico Madrid.
“Kami tahu mereka sangat berbahaya dari set-piece dan kami harus lebih fokus di situasi tersebut,” tutur Chiellini seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Chiellini menegaskan kini saatnya Juve harus bekerja ekstra keras di leg kedua. “Kami harus tetap tenang,” katanya.
“Kami masih dapat melakukannya. Kami harus mengatur ulang pikiran kami dengan cepat dan berusaha menang di Turin,” imbuhnya.
Dari lima kesempatan terakhir Juventus kalah pada leg pertama fase gugur kompetisi Eropa, mereka selalu tereliminasi, namun Chiellini yakin kali ini I Bianconeri dapat mengakhiri periode kelam itu di leg kedua nanti.
(qur/pojoksatu)

Diserang Suporter Schalke 04, Fan Manchester City Kritis

POJOKSATU.id, SCHALKE – Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Schalke 04 kontra Manchester City di Veltins Arena, Kamis lalu diwarnai kekerasan antarsuporter.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, seorang suporter City mengalami luka cukup serius dan kini dalam penanganan medis intensif usai dianiaya pendukung tuan rumah.
Fan The Citizens ini diduga mendapatkan serangan dari suporter klub rival selepas pertandingan yang dihelat di Veltins Arena tersebut.
Pihak manajemen The Citizens sendiri telah mengonfirmasi kabar tersebut dan menyebutkan tengah memberikan dukungan atas pemulihan korban.
Bahkan, staf City akhirnya memutuskan untuk bertahan di Jerman untuk memberikan sokongan dan bantuan pada keluarga fan yang mengalami cedera ini.
Dalam rilis resminya, City mengonfirmasi adanya dugaan penyerangan setelah pertandingan di Veltins Arena, Jerman itu.
“Siapa pun yang memiliki informasi yang bisa membantu polisi, mohon hubungi 101,” demikian pernyataan mereka lewat akun remisnya.
Pihak City sendiri saat ini sedang bekerja sama dengan Polisi Manchester dan Polisi di Jerman untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai penyerangan terhadap seorang fan.
Di pertandingan itu, City menang secara dramatis atas Schalke. Duta Liga Primer Inggris ini sempat tertinggal 2-1 dari wakil Jerman sebelum membalikkan keadaan jadi 3-2 dengan kondisi bermain sepuluh pemain.
(qur/pojoksatu)

Geram, Presiden Atletico Madrid Sebut Ronaldo Cuma Punya 3 Titel Liga Champions

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo menunjukkan kemarahannya atas ejekan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo terhadap klubnya.
Ronaldo menunjukkan gesture dan simbol yang telah memancing kemarahan publik Wanda Metropolitano dalam momen leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis kemarin.
Di pertengahan pertandingan dan usai laga Ronaldo memerlihatkan kelima jarinya yang merujuk pada raihan titel juara Liga Champions yang telah diraihnya selama ini.
Bos Rojiblancos pun tak terima dengan sindiran pedas Ronaldo tersebut. Dia pun lantas menyebut Ronaldo sebenarnya tidak mendapatkan lima titel melainkan hanya tiga.
“Ronaldo tidak memenangkan lima trofi Liga Champions, tapi hanya tiga trofi. Dia tidak menang pada dua final Liga Champions menghadapi kami,” tutur Cerezo seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Lantas siapa yang memenangkan final tersebut? Saya akan berikan jawabannya di wawancara selanjutnya,” ujarnya kepada Radio Crc.
Atletico memang jadi korban tersering Ronaldo di final Liga Champions, dengan mengalahkannya pada musim 2013/14 dan 2015/16 saat masih menjadi bagian dari penggawa Real Madrid.
Namun gesture provokatif Ronaldo tersebut bukan tanpa sebab, mengingat sepanjang pertandingan ia kerap menerima ejekan dan hujatan dari suporter tuan rumah.
Ronaldo sendiri terlihat frustasi di pertandingan tersebut sehingga tampil majal tanpa mampu mencetak satu pun gol. Alhasil, Juventus harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 atas Atletico Madrid.
(qur/pojoksatu)

Satu Kaki Sudah di Perempat Final, Pep Guardiola Malah Bilang Ragu

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola menyimpan keraguan atas kiprah timnya di pentas Liga Champions musim ini.
Padahal, The Citizens secara dramatis sukses mengawali babak 16 besar Liga Champions dengan hasil positif dengan memenangkan pertandingan atas Schalke 04 .
Bermain dengan dengan sepuluh pemain dan dihujani dua kali tendangan penalti lawan, The Citizens sukses menyegel kemenangan atas tuan rumah, Schalke 04 di leg pertama babak 16 besar di Veltins Arena, Kamis kemarin.
Kemenangan 3-2 atas tuan rumah di laga tersebut tentu menjadi modal penting Sergio Aguero dan koleganya menatap leg berikutnya yang akan digelar di Etihad Stadium awal Maret mendatang.
Meski berada di atas angin dan sudah menempatkan satu kaki di babak perempat final, sang manajer Pep Guardiola ternyata ogah jemawa.
“Itu hasil bagus, namun kami memberikan penalti pertama, kami memberikan penalti kedua, kami memberi kartu merah. Di kompetisi ini, hal itu tidak bagus, terlalu banyak,” tutur Pep kepada BT Sport seperti dikutip Goal.
Pep bahkan menilai City masih membuat banyak kesalahan yang seharusnya tak dilakukan di Liga Champions sehingga dipandang masih belum siap bersaing di Liga Champions.
Alasannya, kebobolan dua gol adalah sesuatu masalah besar, dan ia menegaskan timnya harus mampu mereduksi kesalahan jika ingin bersaing di Eropa.
“Kami masih belum siap untuk bertarung di tahap akhir, itulah kenyataannya, tapi hasil ini sangat bagus.” sebutnya.
“Kami main bagus namun kehilangan beberapa bola mudah, yang tidak diizinkan dalam kompetiis ini,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Manchester City Masih Belum Siap Juara Liga Champions

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City secara dramatis sukses mengawali babak 16 besar Liga Champions dengan hasil positif.
Bermain dengan dengan sepuluh pemain dan dihujani dua kali tendangan penalti lawan, The Citizens sukses menyegel kemenangan atas tuan rumah, Schalke 04 di leg pertama babak 16 besar di Veltins Arena, Kamis kemarin.
Kemenangan 3-2 atas tuan rumah di laga tersebut tentu menjadi modal penting Sergio Aguero dan koleganya menatap leg berikutnya yang akan digelar di Etihad Stadium awal Maret mendatang.
Kalah di Leg Pertama, Asa Juventus di Pentas Eropa belum Tamat
Meski berada di atas angin dan sudah menempatkan satu kaki di babak perempat final, sang manajer Pep Guardiola ternyata ogah jemawa.
“Itu hasil bagus, namun kami memberikan penalti pertama, kami memberikan penalti kedua, kami memberi kartu merah. Di kompetisi ini, hal itu tidak bagus, terlalu banyak,” tutur Pep kepada BT Sport seperti dikutip Goal.
Pep bahkan menilai City masih membuat banyak kesalahan yang seharusnya tak dilakukan di Liga Champions sehingga dipandang masih belum siap bersaing di Liga Champions.
Alasannya, kebobolan dua gol adalah sesuatu masalah besar, dan ia menegaskan timnya harus mampu mereduksi kesalahan jika ingin bersaing di Eropa.
“Kami masih belum siap untuk bertarung di tahap akhir, itulah kenyataannya, tapi hasil ini sangat bagus.” sebutnya.
“Kami main bagus namun kehilangan beberapa bola mudah, yang tidak diizinkan dalam kompetiis ini,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Kalah di Leg Pertama, Asa Juventus di Pentas Eropa Belum Tamat

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus dalam situasi kurang diuntungkan di Liga Champions musim ini usai menelan kekalahan atas Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar di Wanda Metropolitano, Kamis lalu.
Namun begitu, Juve masih punya asa membalikkan keadaan jika mereka mampu menang lebih dari dua gol saat menjamu wakil La Liga itu di Allianz Stadium di leg berikutnya.
Bek Juve, Giorgio Chiellini pun menaruh optimisme tinggi dan yakni timnya bakal bangkit meski harus kalah dua gol pada leg pertama melawan Atletico Madrid.
“Kami tahu mereka sangat berbahaya dari set-piece dan kami harus lebih fokus di situasi tersebut,” tutur Chiellini seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Chiellini menegaskan kini saatnya Juve harus bekerja ekstra keras di leg kedua. “Kami harus tetap tenang,” katanya.
“Kami masih dapat melakukannya. Kami harus mengatur ulang pikiran kami dengan cepat dan berusaha menang di Turin,” imbuhnya.
Dari lima kesempatan terakhir Juventus kalah pada leg pertama fase gugur kompetisi Eropa, mereka selalu tereliminasi, namun Chiellini yakin kali ini I Bianconeri dapat mengakhiri periode kelam itu di leg kedua nanti.
(qur/pojoksatu)

Kasus-Kasus Match-Fixing yang Ditangani Satgas Antimafia Bola, Berikut Daftar Terlapor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola terus menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan praktik Match-Fixing.
Sejumlah nama telah ditetapkan sebagai tersangka atas skandal pengaturan skor tersebut termasuk plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan dokumen temuan Satgas Antimafia Bola di bekas kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan atas lima kasus skandal match-fixing.
Disebutkan dia, total ada lima laporan yang tengah diselidiki, diantaranya, laporan dari mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani dengan 10 tersangka. Kemudian laporan polisi model A yang dibuat oleh Satgas dengan tersangka Vigit Waluyo.
Selain itu, sebut Dedi juga ada laporan polisi model A dengan terlapor Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, disusullaporan polisi model A yang juga dibuat oleh Satgas dengan terlapor Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.
Laporan terakhir, sambung Dedi adalah laporan polisi dengan empat orang  tersangka pencurian, perusakan, penghilangan barang bukti, dan masuk ke area penguasaan penyidik tanpa izin.
Salah satu yang ditersangkakan adalah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri yang diduga kuat sebagai aktor intelektual.
(jpc/qur/pojoksatu)

Tak Hanya Soal Mencari Sosok Ketua Baru, Anggota Exco PSSI Juga Harus Dirombak Total!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut sebagai respon atas penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola beberapa waktu lalu.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola soal match-fixing atau pengaturan skor.
KLB PSSI, Karpet Merah Sudah Dibentangkan
Soal KLB PSSI, Sesmenpora: Jangan Sampai Kejadian seperti Edy Rahmayadi
Fiks, Ini Jadwal Kongres Luar Biasa PSSI
Sejumlah pihak pun memberikan respon beragam atas rencana tersebut. Ada yang antusias namun tak sedikit yang menanggapinya biasa-biasa saja.
Manajer Madura FC Januar Herwanto bahkan menilai, selain untuk mencari posisi ketua umum, pihaknya berharap anggota Exco PSSI dirombak total.  Dengan kata lain, pengurus yang ada saat ini tak boleh naik lagi menjadi anggota Exco.
“Jangan ada perwakilan klub juga di Exco, rangkap jabatan, dan lain-lain. Kalau anggota klub mau jadi Exco, ya lepas jabatannya di klub,” ujarnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari pun menyatakan keinginannya untuk maju sebagai anggota Exco PSSI. Asalkan calon-calon Exco lain memang tidak kredibel dan dianggapnya kurang memenuhi syarat.
“Kalaupun saya terpilih, jabatan di Persijap saya lepas. Tapi, secara pribadi saya lebih nyaman di sini (Persijap),” ucapnya.
Soal siapa kandidat ideal Ketum PSSI mendatang, keduanya menyebut sosok Erick Thohir. Erick dipandang sebagai figur yang sudah terbukti kiprahnya dalam sepak bola.
Selain di Inter Milan dan DC United, ET tercatat menjadi bagian dari direksi Oxford United dan wakil komisaris di Persib Bandung. Pengetahuan tentang sepak bolanya dinilai bagus. Ditambah, saat ini Erick menjadi ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2014-2019.
“Benar-benar ingin berbakti untuk negara lewat sepak bola,” sebut Januar.
“Saya dukung siapa saja dengan syarat itu. Entah Erick Thohir atau Umuh Muchtar (Manajer Persib). Yang terpenting integritasnya ada,” sahut Esti.
(qur/pojoksatu)

KLB PSSI, Karpet Merah Sudah Dibentangkan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut sebagai respon atas penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola beberapa waktu lalu.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola soal match-fixing atau pengaturan skor.
Soal KLB PSSI, Sesmenpora: Jangan Sampai Kejadian seperti Edy Rahmayadi
Fiks, Ini Jadwal Kongres Luar Biasa PSSI
Sejumlah pihak pun memberikan respon beragam atas rencana tersebut. Ada yang antusias namun tak sedikit yang menanggapinya biasa-biasa saja.
Manajer Madura United Haruna Soemitro menilai, KLB nanti bisa menjadi momentum hadirnya sosok-sosok baru pengelola federasi.
Haruna bahkan menyebut saat ini karpet merah sudah disiapkan bagi siapa pun yang mau mencalonkan diri menjadi ketua umum, wakil ketua umum, dan pengurus PSSI lainnya.
Voters juga ditegaskan akan mendukung siapa pun yang dianggap kredibel. “Calonnya? Gak tahu. Tapi, katanya kan harus bersih. Mungkin yang pas dari kepolisian,” sebut Haruna seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Pendapat Haruna tersebut memiliki dasar. Dia melihat beberapa ketua umum PSSI terbelit persoalan hukum.
Sebelum Joko Driyono, ada Nurdin Halid dan La Nyalla Mattalitti yang juga sempat tersandung kasus hukum.
“Ada baiknya siapa-siapa yang akan memimpin PSSI ke depan harus siap dengan risiko itu. Jangan nanti sedikit-sedikit mundur, KLB lagi,” tuturnya.

Kemenpora Punya Kriteria Sendiri Soal Figur Ideal Calon Ketum PSSI Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut sebagai respon atas penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola beberapa waktu lalu.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola soal match-fixing atau pengaturan skor.

Mensikapi soal rencana KLB PSSI tersebut, Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto berharap federasi sepakbola di tanah air itu nantinya bisa mendapatkan sosok pemimpin yang mampu memajukan sepakbola Indonesia.
Secara khusus, ia mengharapkan sosok Ketum PSSI yang baru nanti adalah yang punya cukup waktu untuk mengelola organisasi dan mengembangkan sepak bola Indonesia ke tingkat lebih tinggi.
Terpenting, ditegaskan Gatot, ketua baru nantinya memenuhi sosok yang ideal dan sesuai dengan statuta PSSI.
Ia mengaku sosok tersebut harus berintegritas tinggi, memiliki waktu yang cukup, dan tidak memiliki kepentingan apapun dalam menjabat Ketua PSSI sehingga benar-benar mengurus bola.
“Jangan sampai kejadian seperti Edy (Rahmayadi) kemarin. Beliau ada di Medan, kantornya ada di Jakarta. Itu merepotkan sekali,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Kendati demikian, dikatakan Gatot, sah-sah saja seorang Ketum PSSI punya profesi lain. Karena tentunya, dia tidak bisa bekerja hanya untuk PSSI.
“Namun, dia harus tetap fokus mengurus PSSI,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)