Monthly Archive: October 2019

Bela Pepe, Wilfried Zaha Minta Fans Sabar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wilfried Zaha meminta pennggemar Arsenal bersabar terkait penampilan Nicolas Pepe.
Diketahui, Pepe mendapat kritik karena penampilannya meski sudah mencatk satu gol dan dua assist untuk Arsenal.
Menanggapi itu, Zaha tetap yakin akan kemampuan Pepe. Saat ini, rekannya di Pantai Gading itu hanya butuh waktu.
“Saya melihat di media sosial, saya melihat segalanya dan itu adalah hal dimana ia membutuhkan waktu,” ujarnya dilansir BBC Afrika.
“Dia datang dari liga lain, dia masih muda.
“Aku tidak punya apa-apa selain percaya padanya, aku punya keyakinan bahwa dia akan menghasilkan hal yang sama yang dia lakukan sebelumnya karena kita berdua bermain untuk Pantai Gading dan aku sudah melihat bakat yang dia miliki, tetapi tidak semua orang melihatnya,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Zaha juga menanggapi terkait batalnya transfer ke Arsenal pada musim panas lalu.
“Saya akan menghambat kemajuan saya sendiri dengan mengeluh. Saya terlalu menghormati manajer saya, penggemar dan rekan tim saya untuk memperlakukan mereka seperti itu,” ujarnya.
(zul/pojoksatu)

Jika Terjadi Pelecehan di Kualifikasi Piala Eropa 2020, Inggris Ancam Lakukan Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kualifikasi Piala Eropa 2020 akan kembali bergulir mulai Jumat (11/10) mendatang.
Timnas Inggris dijadwalkan akan menghadapi Republik Ceko dan Bulgaria.
Laga kedua yang dimainkan di Sofia menjadi salah satu perhatian khusus, sebab para penggemar Bulgaria telah beberapa kali melakukan pelecehan rasial saat timnya menghadapi Ceko dan Kosovo.
Sejumlah pemain Inggris pernah menjadi korban pelecehan rasisme. Contoh teranyar dialami Raheem Sterling dan Danny Rose yang diejek dengan suara-suara kera dalam pertandingan di markas Montenegro Maret silam.
Karena itu, melalui Tammy Abrahan diketahui timnas Inggris bakal bersikap tegas soal tindak pelecehan rasialisme.
Dikatakan, Kapten Inggris Harry Kane bakal memimpin timnya walk out dari pertandingan jika terdapat pemain yang menderita pelecehan rasialisme dalam laga kualifikasi Piala Eropa.
“Harry Kane mengatakan jika hal (pelecehan) itu terjadi, dan kami tidak senang, kami berbicara kepada sang pemain dan jika ia tidak senang, kami semua meninggalkan lapangan,” kata Abraham kepada The Mirror.
“Itu adalah urusan satu tim. Jangan mengisolasi satu orang, kami adalah satu tim. Jika itu terjadi terhadap salah satu dari kami, itu terjadi kepada kami semua,” imbuhnya.
Terkait pelecehan rasialisme, sebenarnya badan sepak bola Eropa UEFA telah menerapkan langkah protokol.
Pertama dengan memberi pengumuman kepada para pemain bahwa terdapat pelecehan rasial, kemudian yang kedua, para pemain meninggalkan lapangan saat pesan kedua disampaikan kepada para penggemar, sebelum akhirnya diambil keputusan untuk meneruskan atau menghentikan pertandingan.
(ant/jpnn/pojoksatu)

Juventus Siapkan Dua Pemain Demi Boyong Pogba

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juventus belum menghentikan keinginannya untuk memboyong pemain Manchester United, Paul Pogba.
Demi memuluskan rencana tersebut, Juventus dikabarkan menawarkan Mario Mandzukic dan Emre Can ke Manchester United sebagai bagian dari kesepakatan.
Kesempatan tersebut terbuka, lantaran menurut laporan Metro dari Tuttosport, Pogba masih memiliki keinginan untuk hengkang dari Old Trafford.
Laporan itu juga mengklaim bahwa Daniele Rugani juga bisa ditawari ke United karena tidak jadi pilihan Maurizio Sarri.
Namun, Setan Merah diyakini tidak mungkin menginginkan Rugani mengingat Ole Gunnar Solskjaer sudah memiliki beberapa opsi sebagai bek tengah.
Mulai dari Harry Maguire, Victor Lindelof, Axel Tuanzebe, Phil Jones, Marcos Rojo dan Eric Bailly.
Sementara itu, Pogba saat ini absen karena cedera pergelangan kaki dan dalam pemulihan di Dubai selama jeda internasional.
Dirinya melewatkan dua pertandingan terakhir United tetapi akan berusaha untuk kembali untuk pertandingan timnya melawan Liverpool pada 20 Oktober mendatang.
(zul/pojoksatu)

Dianggap Bek Terburuk, Begini Respon Shkodran Mustafi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Shkodran Mustafi buka suara soal polling yang menyebut dirinya sebagai salah satu bek terburuk di dunia.
Polling ini dilakukan oleh media asal Spanyol, Marca. Mustafi ada di urutan kedua setelah bek ​Manchester United Phil Jones.
Mustafi menuturkan, dirinya tidak menampik adanya penurunan penampilannya bersama Arsenal serta beberapa kali melakukan kesalahan.
Akan tetapi, menurutnya anggapan bek terburuk merupakan kritik yang bersifat irasional.
Mantan pemain Valencia ini menganggap dirinya hanya target agar bisa disalahkan saat tim menelan kekalahan.
“Di dua tahun pertama setelah saya memutuskan untuk hengkang ke ​Arsenal di tahun 2016, semua berjalan dengan sangat baik, namun kemudian ada penurunan mulai Natal 2018,” ujarnya dilansir​ Goal.
“Ya, saya memang melakukan beberapa kesalahan dan para suporter menciptakan kekacauan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.
“Saya merupakan sosok yang juga kritis terhadap diri sendiri saat melakukan kesalahan. Saya juga bukan pribadi yang tak bisa menerima kritik, tetapi saat ini kritik bersifat irasional. Saya menjadi target dan kemudian orang-orang menyalahkan saya andai tim menelan kekalahan, bahkan ketika tidak bermain,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Jelang Lawan UEA, Simon McMenemy Ungkap Kondisi Pemain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (10/10) malam WIB.
Jelang pertandingan yang digelar di Stadion Al Maktoum, Dubai, pelatih timnas Simon McMenemy sebut pemain dalam kondisi baik.
Bukan hanya, Simon juga memastikan jika pemain siap meraih hasil positif dari tuan rumah.
Hal ini tak lepas dari persiapan yang dilakukan. Diketahui, skuad Garuda sengaja datang lebih awal pada 3 Oktober ke UEA.
“Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” ujar Simon dikutip dari laman resmi PSSI.
“Tantangan yang besar bagi Timnas Indonesia melawan UEA di laga tandang ini. Tapi kami percaya bisa improve untuk terima tantangan ini dengan baik. Tentu butuh kerja keras dan ingin mendapat hasil positif,” sambungnya.
Meski begitu, Simon mengingatkan para pemainnya untuk tetap fokus. Pasalnya, UEA memiliki tim dan pelatih yang bagus.
“Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA. Kami harus fokus dan hati-hati dalam bermain nanti. UEA punya tim dan pelatih yang bagus. Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Lenglet Pastikan Griezmann Tidak Memiliki Masalah di Barcelona

POJOKSATU.id, JAKARTA – Antoine Griezmann mendapat sorotan karena penampilannya yang dianggap menurun.
Hal ini terjadi disinyalir karena kini ia ditempatkan di posisi sayap kiri, pasca kembalinya Lionel Messi dan Luis Suarez dari cedera.
Menanggapi ini, rekan Griezmann di Barcelona Clement Lenglet angkat bicara. Ia menyatakan tidak ada masalah dengan mantan pemain Atletico Madrid itu.
“Kami sering menghabiskan waktu bersama bercanda dan tertawa. Antoine Griezmann senang bercanda dan itu tidak berubah ketika ia datang ke Barcelona,” ujarnya dikutip dari AS.
Namun begitu, Lenglet menekankan perlunya pemahaman bahwa Griezmann perlu beradaptasi dengan peran baru yang dijalaninya.
“Kita semua harus paham bahwa perubahan posisi memberikan pengaruh terhadap performanya, Griezmann berkembang di Barca dan menjalani peran baru, termasuk bermain di posisi sayap kiri,” paparnya.
Hal yang perlu diingat, tambah Lenglet, Griezmann termasuk sosok selalu bekerja keras untuk tim.
“Griezmann selalu bekerja keras untuk tim dan memberikan bantuan dengan kerja keras dan pengorbanannya. Bagi saya, sama sekali tidak ada masalah dengan Griezmann di Barcelona,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Pengen Buru-buru Gantikan Solskjaer, Alasan Allegri Masuk Akal

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Kursi manajer Manchester United tengah digoyang. Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa duduk tenang karena performa anak asuhnya buruk. Tidak heran jika sekarang muncul wacana calaon pengganti. Salah satunya, Massimiliano Allegri.
Bahkan dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri telah menetapkan batas waktu bagi Manchester United jika klub Premier League itu berminat mengangkatnya jadi manajer baru.
Mantan pelatih Juventus itu punya alasan tersendiri mengapa ingin buru-buru bekerja sebagai manajer MU.
Manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer berada di bawah tekanan yang cenderung meningkat dan mencuat wacana bahwa Max Allegri berpotensi jadi suksesor.
Namun dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri akan menolak tawaran menggantikan Solskjaer kecuali jika proposal datang beberapa pekan ke depan.
Mantan bos Juventus ini memang sedang tidak bekerja alias pengangguran setelah meninggalkan Stadion Allianz pada akhir musim lalu.
Di sisi lain, Solskjaer dalam tekanan berat untuk menyelamatkan pekerjaannya setelah hasil buruk yang membuat mereka berada di urutan ke-12 di klasemen Liga Premier hingga pekan ke-8 musim 2019/20.
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (BBC)
Setan Merah baru dua kali meraih kemenangan, 3 kali imbang dan sudah 3 kali kalah.
Wakil ketua eksekutif MU, Ed Woodward, yang menyerahkan Solskjaer kontrak tiga tahun pada bulan Maret, dianggap kehilangan kesabaran melihat performa tim.
Tetapi jika Allegri adalah orang yang United ingin menggantikan Solskjaer, mereka mungkin harus bertindak cepat.
Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa pelatih berusia 52 tahun itu tertarik untuk mengambil pekerjaan di Old Trafford secepatnya agar memiliki banyak waktu untuk mengubah tim.
Allegri saat ini dalam cuti panjang dan diyakini bahwa ia akan menolak jika MU baru mengajukan penawaran pada pertengahan musim. Tawaran harus datang sebelum akhir Desember.
Pendekatan harus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, yang berarti Woodward harus membuat keputusan tentang masa depan Solskjaer dalam waktu dekat.
Sementara itu, mantan bintang Arsenal Paul Merson mengingatkan Allegri bahwa mengambil pekerjaan di United bisa berisiko bagi seorang manajer dengan reputasi sebaik Allegri.
Ia mengklaim bahwa seorang manajer baru akan membutuhkan 700 juta poundsterling untuk mengubah nasib tim.
“Siapa yang mengambil pekerjaan ini (manajer MU)?” kata Merson, berbicara di The Debate on Sky Sports.
“Ini adalah pekerjaan sekali seumur hidup. Anda mengelola Inggris, Man United dan mereka berdua.”
“Sekarang, saya tidak akan melihat antrian di sekitar blok. Mereka berada satu juta mil jauhnya.
“Ini adalah pekerjaan seharga 700 juta poundsterling. Jika seseorang seperti Allegri masuk, dia ingin menghabiskan 700 juta poundsterling. Mereka membutuhkan setidaknya tujuh pemain baru,” kata Merson.
(fat/pojoksatu)

Pesan Allegri buat Manchester United: Kalau Mau, sebelum Desember!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Massimiliano Allegri menetapkan batas waktu bagi Manchester United jika klub Premier League itu berminat mengangkatnya jadi manajer baru. Mantan pelatih Juventus itu punya alasan tersendiri mengapa ingin buru-buru bekerja sebagai manajer MU.
Manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer berada di bawah tekanan yang cenderung meningkat dan mencuat wacana bahwa Max Allegri berpotensi jadi suksesor.
Namun dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri akan menolak tawaran menggantikan Solskjaer kecuali jika proposal datang beberapa pekan ke depan.
Mantan bos Juventus ini memang sedang tidak bekerja alias pengangguran setelah meninggalkan Stadion Allianz pada akhir musim lalu.
Di sisi lain, Solskjaer dalam tekanan berat untuk menyelamatkan pekerjaannya setelah hasil buruk yang membuat mereka berada di urutan ke-12 di klasemen Liga Premier hingga pekan ke-8 musim 2019/20.
Setan Merah baru dua kali meraih kemenangan, 3 kali imbang dan sudah 3 kali kalah.
Wakil ketua eksekutif MU, Ed Woodward, yang menyerahkan Solskjaer kontrak tiga tahun pada bulan Maret, dianggap kehilangan kesabaran melihat performa tim.
Tetapi jika Allegri adalah orang yang United ingin menggantikan Solskjaer, mereka mungkin harus bertindak cepat.
Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa pelatih berusia 52 tahun itu tertarik untuk mengambil pekerjaan di Old Trafford secepatnya agar memiliki banyak waktu untuk mengubah tim.
Allegri saat ini dalam cuti panjang dan diyakini bahwa ia akan menolak jika MU baru mengajukan penawaran pada pertengahan musim. Tawaran harus datang sebelum akhir Desember.
Pendekatan harus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, yang berarti Woodward harus membuat keputusan tentang masa depan Solskjaer dalam waktu dekat.
(fat/pojoksatu)

Hari Ini Resmi Diperkenalkan Sebagai Pelatih Milan, Segini Gaji Stefano Pioli

POJOKSATU.id, MILAN – AC Milan baru saja memecat Marco Giampaolo. Sebagai gantinya, Rossoneri menunjuk eks pelatih Fiorentina dan Inter Milan, Stefano Pioli. Rencananya, pelatih 53 tahun itu akan diperkenalkan secara resmi pada Rabu (9/10/2019) malam ini atau paling lambat Kamis besok.
Pioli sendiri sudah tiba di Milan tadi malam. Ia akan menjadi pelatih baru Milan, menurut laporan Calciomercato.com.
Setelah pertemuan kemarin sore antara dengan manajemen Rossoneri, Pioli tiba di Milan pada malam hari ditemani oleh stafnya. Dia kemudian makan malam bersama Zvonimir Boban dan Frederic Massara.
Pengumuman resmi Pioli sebagai pelatih baru Milan diharapkan malam ini atau besok paling lambat.
Masih dari laporan Calciomercato, Pioli akan diberikan kontrak dua tahun dengan gaji sekitar 1 juta euro atau sekitar Rp16 miliar untuk tahun pertama dan 1,5 juta euro pada musim kedua.
Video kedatangan Pioli di kota Milan beredar luas di media sosial tadi malam. Calciomercato memberi judul videonya: Milan, ini Pioli: pelatih baru Rossoneri terciduk di pusat kota Milan!
Milan memutuskan memecat Giampaolo setelah klub tampil buruk di awal musim ini. Dari tujuh laga Serie A yang sudah dilakoni, Rossoneri menelan empat kekalahan dan 3 kali menang.
Salah satu kekalahan yang tak bisa diterima fans dan manajemen adalah tumbang 0-2 dari tim sekota, Inter Milan pada giornata keempat lalu.
AC Milan pun terpuruk di peringkat 13 klasemen sementara Serie A dengan 9 poin.
Pertandingan pekan ke-8 melawan Lecce di San Siro pada 21 Oktober mendatang akan menjadi laga debut Pioli sebagai pelatih baru Milan.
(fat/pojoksatu)

Winger Arsenal Disebut Punya Kualitas Sama dengan Ronaldo

POJOKSATU.id, LONDON – Winger Arsenal, Nicolas Pepe sempat mendapat kritik dari legenda The Gunners, Martin Keown karena kontribusinya minim di awal musim 2019/20 ini. Namun ada juga yang menilai Pepe adaalah calon pemain kelas dunia. Ia Bahkan disetarakan dengan Cristiano Ronaldo.
Banyak yang menaruh harapan besar pada penyerang sayap asal Pantai Gading ini. Apalagi karena Arsenal berani merogoh kocek hingga 72 juta pound atau sekitar Rp1,3 triliun untuk memboyongnya dari Lille musim panas lalu.
Sejauh ini, Pepe telah bermain dalam 10 pertandingan di semua laga bersama Arsenal. Dalam kesempatan itu, pemain 24 tahun baru membukukan satu gol, itupun lewat titik putih, serta menyumbang tiga assist. Catatan yang dianggap Keown belum setara dengan harganya.
Tapi direktur olahraga Lille, Luis Campos, yang menjual pemain itu ke The Gunners di musim panas menyebut mantan pemainnya itu punya kualitas yang sama dengan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo.
Campos tidak ragu bahwa pemain berusia 24 tahun itu akan sukses di Emirates, seperti halnya Ronaldo di Manchester United.
“Menurut saya, salah satu karakteristik pemain papan atas adalah mereka menyukai sepakbola,” kata Campos kepada Sky Sports.
“Saya ingat bekerja dengan Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe: mereka tahu segalanya tentang sepakbola. Mbappe tahu semua hasil dari divisi kedua di Prancis.”
“Nicolas Pepe seperti itu. Dia adalah contoh lain tentang pentingnya seorang pemain yang menyukai sepakbola.”
“Setelah pertandingan dia menonton seluruh pertandingan lagi dua kali, untuk membuat dirinya lebih sempurna.”
Pepe kesulitan menunjukkan kualitasnya ketika Arsenal bermain imbang dengan Man United pekan lalu, tetapi tampil lebih baik dalam pertandingan terakhir melawan Bournemouth.
Ia memberi assist untuk satu-satunya gol pada laga tersebut melalui sepak pojok yang disundul sempurna oleh David Luiz.
Dan mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger merasa Pepe masih punya banyak potensi yang belum muncul bahkan bisa lebih baik dari yang dipertunjukan di Ligue 1 musim lalu.
“Saya suka pemain dan saya pikir itu keputusan yang bagus [untuk mengontraknya],” kata Wenger kepada OmniSport (via Goal).
“Dia belum sepenuhnya beradaptasi dan Anda harus memberinya waktu.”
“Dia terlihat sedikit bermain bukan dengan kebebasan yang dia lakukan di Prancis saat ini.”
“Saya melihat beberapa karakteristik permainannya, terutama pergerakan tanpa bola, yang tidak terjadi saat ini.”
Tetapi pelatih asal Prancis itu memperingatkan bahwa Pepe harus segera mengeluarkan kemampuan terbaiknya, atau berisiko kehilangan tempatnya di starting XI.
“Di sisi lain, saya harus mengatakan kami memiliki pemain muda yang baik yang dapat bermain di sayap, [dan] bahwa ia harus berjuang untuk mempertahankan posisinya,” pungkas Wenger.
(fat/pojoksatu)