Author Archive: admin

Semusim, Barcelona Gaji Pemain Rp9 Triliun

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona menjadi salahsatu klub yang paling boros menggaji para pemainnya. Dalam semusim, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp9 triliun.

Dikutip Pojoksatu.id dari laman Marca, dana yany harus dikeluarkan pihak manajemen Barca itu sudah termasuk untuk menggaji para staf termasuk tim pelatih yang dikepalai Ernesto Valverde.

Besaran pengeluaran raksasa Catalonia ini pun mencuat setelah perusahaan akuntansi KPMG mengeluarkan sebuah studi baru berjudul “The Football Benchmark” yang berisi tentang keuangan yang dimiliki oleh delapan tim juara di Eropa.

Dari deretan tim tersebut, Barcelona harus mengeluarkan dana segar sebesar EUR 562 juta atau setara Rp9 triliun, sekaligus menjadikannya sebagai tim dengan pengeluaran gaji paling tinggi setiap tahunnya.

Sementara Paris Saint-Germain nenempati peringkat kedua dengan beban pengeluaran tahunan sebesar  EUR 332 juta atau setara Rp5,3 triliun. Alokasi terbesar untuk menggaji Neymar.

Sedangkan diurutan ketiga, raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City menjadi klub yang paling besar mengeluarkan dana untuk menggaji skuatnya.

Adapun duo bintang Les Parisiens, Neymar dan Kylian Mbappe menjadi pemain dengan gaji paling tinggi diikuti sang megastar Catalonia, Lionel Messi.

(qur/pojoksatu)

Inter Milan Siap “Booking” Peraih Ballon D’Or

POJOKSATU.id, MILAN – Inter Milan rupanya masih punya harapan bisa menandatangani gelandang Real Madrid, Luka Modric.
Namun, Nerrazurri akan coba menandatanganinya pada bursa transfer pemain musim panas mendatang atau setelah kompetisi musim ini berakhir.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal,  Calcio Mercato melaporkan jika CEO Inter, Giuseppe Marotta berharap bisa menyegel tanda tangan kapten timnas Kroasia itu akhir musim ini.
Atletico Madrid Siap Sambut Alvaro Morata, tapi …
Meski peraih Ballon d’Or 2018 itu kontraknya di Santiago Bernabeu baru akan berakhir pada 2020 mendatang, namun, Moratta optimistis Los Blancos akan bersedia melepasnya.
Saga transfer Luka Modric ini sendiri dipandang punya peluang besar terealisasi, mengingat ia akan banyak bertemu dengan para kompatriotnya di timnas Kroasia, sebut saja Ivan Perisic, Marcelo Brozovic dan Sime Vrsaljko.
Inter Milan memang terus mengidentifikasi sejumlah pemain buruannya untuk menambah kekuatan skuat Luciano Spalletti.
Selain itu, mereka juga berupaya untuk mengambil langkah-langkah antisifasi di tengah polemik masa depan sang bomber, Mauro Icardi yang masih dibumbui intrik dan drama dari agennya, Wanda Nara.
(qur/pojoksatu)

Tak Sampaikan Surat Panggilan Komdis PSSI, PSMP: Krisna Adi Darma Sulit Dihubungi!

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Manajemen PS Mojokerto Putra melalui kuasa hukum klub, M. Soleh mengklarifikasi terkait surat pemanggilan Komdis PSSI untul Krisna Adi Darma yang tak pernah disampaikan kepada pemain bersangkutan.

Soleh mengemukakan jika yang bersangkutan sulit dihubungi karena kompetisi sudah berakhir. Pihak klub disebutkannya praktis putud komunikasi dengan sang pemain.

“Kebetulan saat itu kontrak Krisna bersama PSMP juga kan sudah berakhir,” ujar Soleh.

Selain itu, ujar Soleh, klub kesulitan berkomunikasi dengan para pemain termasuk Krisna karena sedang libur panjang usai kompetisi.

“Sejak awal kami juga sudah menyampaikan seharusnya Krisna mengajukan banding terhadap putusan Komdis PSSI,” katanya.

Pihaknya malah balik memertanyakan dalam rangka apa Krisna dipanggil dan kenapa surat pemanggilan ditujukan ke klub bukan langsung dikirimkan kepada pemain yang bersangkutan.

“Faktanya yang dihukum kan tidak hanya pemain tetapi klubnya juga,” tandasnya.

Krisna Adi Darma sendiri kini masih tergolek di atas tempat tidur karena mengalami kecelakaan hebat setelah sepeda motor yang dikendarainya menambrak truk.

Tragisnya, insiden tersebut dialami sang pemain sehari setelah ia menerima sanksi larangan seumur hidup dari Komdis PSSI itu.

(jpc/qur/pojoksatu)

Atletico Madrid Siap Sambut Alvaro Morata, tapi …

POJOKSATU.id, MADRID – Striker Chelsea, Alvaro Morata semakin gencar dihubungkan dengan Atletico Madrid.
Sempat santer dikaitkan dengan saga transfer striker AC Milan Gonzalo Higuain, namun Chelsea rupanya melihat Atletico Madrid menjadi opsi paling realistis untuk melepas pemainnya itu.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sports, Chelsea bahkan telah membuka pembicaraan serius dengan manajemen Rojiblancos terkait potensi melepas Morata ke Wanda Metropolitano pada musim dingin awal tahun ini.
Kendati gayung bersambut, namun Atletico baru mau melayangkan opsi pinjaman bukan pembelian secara permanen pada jendela transfer pemain musim dingin awal tahun ini.
Namun, sebagai bentuk keseriusannya, Atletico pun menawarkan dua pemainnya, Nikola Kalinic dan Gelson Martins dalam penawaran untuk Morata tersebut.
Atletico sendiri sedang tengah mencari sosok striker baru menyusul kondisi Diego Costa, yang masih harus berjuang untuk fit pada musim ini dan baru mencetak satu gol di pentas La Liga.
Sementara Alvaro Morata memang tampil kurang mengesankan sejak dipinang The Blues dari Real Madrid pada musim panas 2017. Sejauh ini baru mencetak 16 gol dari 47 penampilan di ajang Liga Primer Inggris.
Perannya masih kalah pamor dari penggawa Chelsea lainnya, dan ia merasa sepakbola Inggris tidak cocok dengan gaya permainannya.
Sang manajer, Maurizio Sarri sendiri telah memberikan sinyalemen tidak akan mengoptimalkan peran Morata, sehingga segera berkemas koper dari Stamford Bridge menjadi opsi realistis untuk menyelamatkan masa depan penggawa la Furia Roja itu.
(qur/pojoksatu)

Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Itu Tak Pernah Terima Surat Panggilan Komdis PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Krisna Adi Darma, pemain PS Mojokerto Putra yang dihukum larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI ternyata tidak pernah menerima surat panggilan.

Dari tiga surat panggilan yang dikirim Komdis PSSI terkait pemeriksaan kasus dugaan pengaturan skor, semuanya tak pernah sampai ke tangan sang pemain.

Fakta baru ini pun sebagaimana dikemukakan pihak Komdis PSSI sendiri setelah menggali informasi dari pihak manajemen PS Mojokerto Putra.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menuturkan, pihaknya baru tahu kalau surat resmi pemanggilan kepada Krisna tidak pernah sampai kepada yang bersangkutan.

Padahal surat tersebut sudah dikirimkan dalam kurun dua bulan, antara November hingga Desember 2018. Artinya, selama ini surat resmi itu dipegang oleh pihak PSMP.

’’Ternyata surat yang kami kirim ke PSMP untuk disampaikan ke Krisna tidak pernah sampai,’’ sebut Asep.

Fakta ini dikatakan Asep didapat setelah pihak Komdis PSSI berkomunikasi dengan Presiden PSMP, Firman Efandi beberapa waktu lalu.

’’Ketika kami panggil dia (Firman) bilang ‘Ini pak surat pemanggilannya hanya ke Adi bukan ke PSMP’ sambil menunjukkan bukti suratnya. Berarti kan selama ini memang disimpan PSMP, tidak diberikan ke Krisna,” tuturnya.

Komdis PSSI sendiri awalnya mengaku geram dengan sikap Krisna yang seakan tidak punya itikad baik untuk memenuhi panggilan.

Pasalnya, keterangan Krisna sangat dibutuhkam terkait pinalti ‘aneh’ yang dilakukannya ketika melawan Aceh United pada 19 November 2018 lalu.

Namun ternyata sang pemain tidak pernah menerima surat tersebut, dan Komdis PSSI keburu menjatuhkan sanksi berat melarang sang pemain beraktivitas di lapangan bola seumur hidup.

“Jadi wajar kalau Krisna mengatakan tidak pernah ada pemanggilan,’’ imbuhnya.

Krisna Adi Darma sendiri kini masih tergolek di atas tempat tidur karena mengalami kecelakaan hebat setelah sepeda motor yang dikendarainya menambrak truk.

Tragisnya, insiden tersebut dialami sang pemain sehari setelah ia menerima sanksi larangan seumur hidup dari Komdis PSSI itu.

(jpc/qur/pojoksatu)

Kapan Liga 1 2019 Digelar, Ini Bocoran Bos Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memastikan jika jadwal kick-off Liga 1 2019 mundur dari jadwal semestinya karena berbagai faktor.

Namun begitu, operator liga itu belum bisa menggaransi kapan tepatnya kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu akan digelar.

Terkait hal itu, bos Persija Jakarta, Gede Widiade justru membocorkan kapan kompetisi akan digelar yang disebutkannya baru akan kick-off pada pertengahan Mei mendatang.

“Sebenarnya saya ingin launching tim sekaligus dengan jersey. Namun, karena kegiatan kompetisi Insyaallah baru dimulai 9 Mei, jadi idealnya April baru launching,” tutut Gede.

Namun begitu, belum ada pernyataan resmi soal kepastian kick-off ini karena keputusannya baru akan diambil dalam Kongres PSSI di Bali pada 20 Januari mendatang.

COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy sendiri memaklumi atas mundurnya jadwal Liga 1 musim ini, karena melihat berbagai faktor.

Ditegaskannya, faktor diundurnya kompetisi untuk musim ini bukan keputusan operator melainkan dari luar atau internal.

“Entah itu dari televisi, klub, izin keamanan, dan sebagainya,” imbuhnya.

(jpc/qur/pojoksatu)

Tegas, Bantahan Pelatih Barcelona Terhadap Tudingan Levante

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde angkat suara menanggapi tudingan Levante di ajang Copa del Rey.
Levante melaporkan Barcelona ke RFEF karena menurunkan pemain ilegal yang sedang dalam masa suspensi, yakni penggawa Barcelona B, Chumi.
Ditegaskan Valverde, timnya yakin tidak melakukan hal yang salah seperti yang dituduhkan kubu Levante tersebut.
Barcelona Anggap Tudingan Levante Konyol
Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid

Dikatakannya, pemain yang dipersoalkan tersebut boleh diturunkan di ajang Copa del Rey karena suspensi yang diterimanya hanya berlaku di liga (Segunda B) dimana sang pemain bermain.
“Kami tidak punya keraguan apa pun tentang status Chumi. Bagi itu sebelum, atau sepanjang atau setelah pertandingan,” tegas Valverde dikutip Pojoksatu.id dari laman Marca.
“Kami yakin bahwa kami tidak melakukan kesalahan. Kami tahu betul bahwa dia mendapat sanksi dan kami tidak bisa memainkannya di laga melawan Eibar tapi di ajang ini (Copa del Rey) kami bisa,” tegasnya.
Sebelumnya, Levante melaporkan Barcelona ke federasi sepak bola Spanyol karena raksasa Catalonia itu telah menurunkan pemain ilegal.
Chumi mendapatkan lima kartu kuning di pentas Segunda B, sehingga secara otomatis sang pemain mendapatkan sanksi larangan bermain dalam satu laga.
Atas tudingan itu, Levante merujuk pada dua pasal dalam Kode Disiplin sebagai dasar laporan mereka, yakni pasal 56.3 dan 76.
Jika Barcelona terbukti bersalah dan melanggar aturan, Lionel Messi dan koleganya terancam didiskualifikasi dari ajang Copa del Rey, sebagaimana yang pernah dialami Real Madrid.
(qur/pojoksatu)

Barcelona Anggap Tudingan Levante Konyol

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona mengaku tak habis pikir dengan laporan Levante ke federasi sepak bola Spanyol atau RFEF yang melaporkan indikasi pelanggaran yang dilakukan Barca di pentas Copa del Rey.
Levante melaporkan Barcelona ke RFEF karena menurunkan pemain ilegal yang sedang dalam masa suspensi, yakni penggawa Barcelona B, Chumi.
Mensikapi langkah Levante tersebut, Barca pun menganggapnya lucu dan menggelikan, karena tudingan Levante tidak mendasar.
Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid
Barca pun menegaskan, mereka punya dasar yang kuat mengambil keputusan tersebut (menurunkan Chumi di leg 1 Copa del Rey kontra Levante).
“Yang lucu adalah bahwa seorang dari federasi belum memberi tahu apa pun kepada kami. Itu logika kami untuk melihat situasi Chumi,” tutur juru bicara Barca, Josep Vives dikutip pojoksatu.id dari Marca.
Karena itu,  pihaknya mengaku terkejut dengan munculnya pengaduan ini, karena Barca belum pernah mendapatkan peringatan sebelumnya dari federasi.
“Kami terkejut (tertawa). Kami mendapatkan kabar dari media, kami tidak menerima surat apapun di atas meja. Kami menganalisis kasus ini dan membuat kesimpulan bahwa Chumi memenuhi syarat untuk bermain di Copa del Rey. Federasi juga tak menuntut apa pun,” ungkapnya.
Ditegaskan Josep, Chumi memang sedang dalam suspensi atas akumulasi kartu kuning di pentas Segunda B, sehingga larangan tersebut tak berlaku di ajang lain termasuk Copa del Rey.
“Kami percaya bahwa dia punya lisensi untuk bermain di Segunda B dan dengan mempertimbangkan aturan tahun lalu, sanksi harus dijalankan dalam kompetisi yang mereka mainkan (Segunda B),” ebut dia.
Karena merujuk pada aturan itulah, ditegaskan Vives, Barca memutuskan menurunkan sang pemain dan hal itu jelas tidak melanggar aturan apapun. “Jadi, itulah posisi kami (atas pelaporan Levante),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona berpotensi mengikuti jejak seteru abadi mereka, Real Madrid terdiskualifikasi di ajang Copa del Rey.
Memastikan lolos ke perempat-final Copa del Rey musim ini, Blaugrana terancam dicoret keikutsertaannya karena menurunkan pemain yang sedang dalam suksensi (hukuman bertanding).
Hal ini sebagaimana laporan Levante yang telah melaporkan Barca menurunkan bek Chumi, penggawa Barcelona B saat laga leg 1 kontra Levante di Ciutat de Valencia, pekan lalu.
Apabila komplain Levante ini didengar dan diterima pihak RFEF untuk kemudian menyatakan Barcelona bersalah, maka Lionel Messi dan koleganya terancam mengalami nasib serupa dengan seteru abadi mereka, Real Madrid pada 2015.
Kala itu, Los Blancos pun didiskualifikasi dari kompetisi akibat menurunkan Denis Cheryshev saat menghadapi Cadiz.
Pasalnya, pemain Rusia itu sedang dalam hukuman menyusul akumulasi tiga kartu kuning di Copa, dan Copa del Rey musim itu pun akhirnya jatuh ke tangan Barcelona sebagai kampiun.
Namun, Barca berkeyakinan keputusan mereka tersebut (menurunkan Chumi) tidak melanggar aturan, karena suspensi yang diterima sang pemain hanya berlaku di liga.
(qur/pojoksatu)

Lolos Perempat Final Copa Del Rey, Barcelona Malah Terancam Didiskualifikasi

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Kemenangan telak Barcelona atas Levante sekaligus untuk menyegel satu tiket babak perempat final Copa del Rey terancam sia-sia setelah Barca terancam terdiskualifikasi di ajang tersebut.
Potensi dicoretnya Los Cules dari Copa del Rey musim ini setelah kedapatan menurunkan pemain yang sedang dalam suspensi di laga leg pertama kontra Levante.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, Barca menurunkan bek Juan Brandariz alias Chumi, penggawa Barcelona B saat laga di Ciutat de Valencia pekan lalu.

Chumi yang tampil selama 58 menit saat Barca menyerah 2-1 dari tuan rumah itu ternyata masih menjalani suspensi karena akumulasi lima kartu kuning di Segunda Division B.
Namun, Barca saat itu berkeyakinan langkah tersebut tidak melanggar aturan, karena suspensi yang diterima sang pemain hanya berlaku di liga.
Reaksi pun datang dari kubu Levante yang telah melayangkan protes keras kepada pihak federasi sepakbola Spanyol atau RFEF.
“Ini bukan situasi mudah, sebagai orang yang berkecimpung di dunia olahraga kami lebih senang meraih kemenangan di lapangan,” tutur presiden Levante, Quico Catalan.
“Apa pun yang terjadi (dalam laga leg kedua), Levante akan menghadap federasi dengan situasi ini besok hari ini). Akan ada komplain jika kami tidak lolos. Dan jika kami lolos, akan ada laporan kepada federasi untuk menjelaskan apa yang telah terjadi,” paparnya.
Apabila komplain Levante ini didengar dan diterima pihak RFEF untuk kemudian menyatakan Barcelona bersalah, maka Lionel Messi dan koleganya terancam mengalami nasib serupa dengan seteru abadi mereka, Real Madrid pada 2015.
Kala itu Los Blancos didiskualifikasi dari kompetisi akibat menurunkan Denis Cheryshev saat menghadapi Cadiz.
Pasalnya, pemain Rusia itu sedang dalam hukuman menyusul akumulasi tiga kartu kuning di Copa. Piala Raja musim itu pun akhirnya jatuh ke tangan Barcelona sebagai kampiun.
(qur/pojoksatu)