Abdul Rahman Gurning

Gurning Out! Manajemen Setujui Permintaan Mundur Sang Pelatih

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Gonjang ganjing mundurnya Abdul Rahman Gurning dari kursi pelatih PSMS Medan akhirnya menemui kejelasan.
Gurning telah menyampaikan permintaan mundur langsung ke manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, usai PSMS menuntaskan laga lawan Perserang dengan hasil kekalahan 1-2, Jumat (6/9/2019).
“Secara lisan iya Gurning sudah tidak pelatih PSMS. Dia mengajukan mundur, sudah bicara sama Pak Mulyadi, setelah tanding. Sebagai manajer beliau sudah bicara dengan Gurning. Untuk meresmikan pengundurdirian itu, Gurning kami minta menuliskan surat tertulis. Tim hari ini kan balik ke Medan, mungkin besok dia serahkan suratnya,” ujar Sekretaris Umum, Julius Raja kepada Pojoksumut, saat dihubungi Sabtu (7/9/2019) sore.
Manajemen kata Julius Raja, tak punya banyak pilihan selain mengiyakan permintaan Gurning. “Dia sudah minta mundur, masak kita bilang enggak. Hatinya sudah enggak di sini lagi. Artinya juga harus ada perubahan dengan tim ini,” lanjutnya.
Jika, tidak ada halangan, besok manajemen akan mengadakan konperensi pers soal mundurnya Gurning termasuk kemungkinan mengumumkan pelatih baru.
Seperti diketahui Gurning sudah jauh hari mengatakan mundur dari PSMS, namun masih disampaikan ke mantan pengurus/pemain PSMS yang disebutnya merekomendasikan namanya pada awal musim sebagai pelatih PSMS.
Dan, hingga akhirnya usai laga lawan Perserang, Gurning mengungkapkan mundurnya ke manajemen.
Saat ini, PSMS masih mengemas 24 poin dari 15 laga, dan menduduki peringkat 7. Posisi yang rawan tergusur oleh pesaing lainnya Babel United yang hari ini akan menuntaskan laga ke-15. (nin/pojoksumut)

MENGEJUTKAN! Abdul Rahman Gurning Ajukan Mundur dari PSMS, Ini Alasannya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pengakuan mengejutkan datang dari Pelatih Kepala PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning.
Usai timnya kalah 0-3 dari Cilegon United, Gurning dikabarkan sudah melepaskan jabatannya. Dan, fakta lebih mengejutkan, niatan tak lagi melatih PSMS sudah diungkapkannya jauh hari sebelum PSMS melawan Cilegon, bahkan sebelum lawan Persibat Batang, di Stadion Teladan.
Gurning telah menyatakan mundur tersebut kepada mantan/legenda pemain PSMS yang musim ini dilibatkan dalam klub. Namun, belum mendapatkan lampu hijau dari para mantan.
Gurning mengaku mengutarakan niat mundur ke mantan, karena memang mantan pemain yang merekomendasikannya sebagai pelatih pada awal musim. “Aku belum nyatakan mundur sama manajemen. Cuma ke mantan yang mengangkat. Sudah aku usulkan sejak minggu kemarin, tapi mereka enggak kasih,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/9/2019).
“Sebelum lawan Persibat Batang sudah ada niat mundur, aku sudah bilang kalah atau menang aku mundur. Aku harus lapor ke mantan, biar mereka yang bicara ke manajemen. Tapi mereka bilang jangan, akhirnya aku berangkat juga dampingi anak-anak lawan Cilegon,” bebernya.
Gurning menguak ada persoalan yang membuatnya sudah mulai tak nyaman lagi menjadi pelatih tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Diantaranya soal intervensi soal pemain juga soal hak, dan termasuk soal desakan suporter.
Diakui Gurning, manajemen belum ada mengultimatumnya. Hanya saja, dia tahu ada pengurus yang meminta ke mantan agar dirinya dievaluasi. Gurning tak menyoal tentang ini, sebab dia paham pelatih harus siap kapapun dengan risiko dievaluasi. “Manajemen belum ada mengultimatum,” tegasnya.
Lalu bagaimana posisi Gurning saat ini? “Aku masih di sini bersama pemain menuju Perserang. Tapi aku akan nelepon mantan lagi, masih mau diskusi lagi. Kalau mantan bilang dampingi aku akan dampingi tim lawan Perserang. Tapi dari pribadi aku nanti maunya di tribun aja. Biar tim sama manajer saja,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan manajemen acap kali mengintervensi soal pemain yang akan diturunkan, yang membuatnya sebagai pelatih tidak nyaman. Namun, satu sisi, dia mengaku salah karena mengikuti alur tersebut hingga pertandingan lawan Cilegon yang  berimbas pada fungsi pelatih tak lagi sepenuhnya memiliki wewenang ke timnya.
Selain itu juga soal hak untuk tim yang juga jauh dari harapan. Misalnya kebutuhan tim untuk uang harian saat away yang biasanya diberikan empat hari dipotong menjadi dua hari yang berimbas kemana-mana.
“Keluarga juga sudah melarang saya berangkat lawan Cilegon. Sudah enggak nyaman dengan tekanan masyarakat, intervensi manajemen soal pemain, dan lainnya. Jadi sekarang ini ya saya masih di PSMS, tapi saya sudah ajukan mundur ke pemain mantan PSMS yang mengangkat aku dulu, soal bagaimananya, aku masih menanti saran dari mereka,” ujarnya.
PSMS bersama Gurning berhasil di peringkat tiga dengan 24 poin dari 14 kali main. (nin/pojoksumut)