ac milan

Gonzalo Higuain Berang Ditanya Soal Chelsea

POJOKSATU.id, SAN SIRO – Striker AC Milan, Gonzalo Higuain rupanya tak senang dan gusar terkait saga transfer dirinya ke Chelsea.
Bahkan, saat sejumlah media memertanyakan langsung soal kebenaran kabar tersebut, pemain internasional Argentina itu terlihat berang.
“Jika Anda mencari masalah dengan saya, maka Anda tak akan mendapatkannya,” ucap Higuain saat ditanya soal perasaannya akan segera bereuni dengan Maurizio Sarri (manajer Chelsea).
Kabar kepergian Higuain dari San Siro menuju Stamford Bridge sendiri memang semakin santer, bahkan kedua pihak, AC Milan dan Chelsea telah mencapai kesepakatan transfer pemain berusia 31 tahun itu.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Sky Sport Italia, Chelsea berencana akan meminjam dulu Higuain hingga akhir musim dengan opsi kontrak permanen di musim panas Juni mendatang.
Untuk meminjam tenaga penggawa timnas Argentina itu, The Blues harus menebus tanda tangannya dengan nilai EUR 9 juta dan kewajiban mempermanenkan statusnya senilai EUR 36 juta.
Dengan kesepakatan ini, AC Milan pun diuntungkan karena tidak harus membayar penuh EUR 18 juta kepada Juventus atas peminjaman sang pemain.
I Rossonerri juga bisa menghemat beban gaji, karena El Pipita memiliki gaji sebesar EUR 9 juta per musim, dan sebesar EUR 4,5 juta sudah dibayarkan selama paruh pertama musim.
Namun tidak dibahas terkait rencana barter pemain dalam kesepakatan itu sebagaimana yang berkembang selama ini dengan Alvaro Morata.
Sebelumnya, AC Milan berharap bisa menandatangani Alvaro Morata sejurus kepergian Higuain ke London barat itu.
Namun Chelsea rupanya belum mengambil langkah-langkah strategis terkait masa depan Morata yang juga mengalami musim yang pelit.
(qur/pojoksatu)

Beda Pendapat Pelatih dan Kapten AC Milan Soal Kinerja Wasit

POJOKSATU.id, JEDDAH – AC Milan gagal merengkuh titel juara Piala Super Italia 2018 setelah takluk 0-1 dari Juventus di parta final di King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Kamis (17/1) dini hari WIB.
Sundulan Cristiano Ronaldo di paruh kedua menit 61 membuyarkan asa Rossonerri meraih gelar tersebut musim ini.
Kapten AC Milan, Alessio Romagnoli menegaskan kekecewaan, namun ia lebih kecewa atas kinerja wasit Luca Banti yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Juventus Juara Piala Super Italia, Kapten AC Milan Kuliti Kinerja Wasit

Romagnoli menilai, sang wasit banyak mengambil keputusan yang merugikan timnya, dan di sisi lain menguntungkan tim lawan.
Romagnoli menyoroti keputusan Banti mengeluarkan kartu merah langsung untuk rekan setimnya, Franck Kessie di menit 72.
Padahal, Romagnoli menilai, apa yang dilakukan Kessie tidak pantas langsung diganjar kartu merah karena yang terjadi hanya sebuah kontak yang minimal.
Pasalnya, diakui dia, kehilangan seorang pemain cukup berdampak para performa timnya di pertandingan tersebut.
“Cara dia (Luca Banti) memberikan kartu tidak bisa karena kami mendapatkan kartu dan diusir dari lapangan pada setiap kontrak yang minimal,” ungkapnya seperti dikutip dari Milan TV.
Namun, pendapat berbeda justru datang dari sang pelatih, Gennaro Gattuso. Jika biasanya sang allenatore paling sengit mengomentari kinerja wasit jika merugikan timnya, kali ini Gattuso tampak lebih legawa.
Gattuso bahkan menilai keputusan wasit memberikan kartu merah untuk Frankie Kessie tersebut sudah tepat.
Gattuso lebih tertarik untuk menyoroti pemakaian VAR di pertandingan tersebut untuk menentukan offside atau tidaknya seorang pemain.
“Saya bukan siapa-siapa untuk memberikan penilaian terhadap insiden itu. Saya mengakui bahwa kartu merah untuk Kessie itu keputusan yang adil,” ujarnya.
“Saya hanya mengkhawatirkan penggunaan teknologi (VAR). Juventus mencetak dua gol dan satu dianulir karena offside, mereka diperbolehkan untuk melanjutkan dan membuat keputusan setelahnya. Itu yang membuat saya terganggu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Juventus Juara Piala Super Italia, Kapten AC Milan Kuliti Kinerja Wasit

POJOKSATU.id, JEDDAH – AC Milan gagal merengkuh titel juara Piala Super Italia 2018 setelah takluk 0-1 dari Juventus di parta final di King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Kamis (17/1) dini hari WIB.
Sundulan Cristiano Ronaldo di paruh kedua menit 61 membuyarkan asa Rossonerri meraih gelar tersebut musim ini.
Kapten AC Milan, Alessio Romagnoli menegaskan kekecewaan, namun ia lebih kecewa atas kinerja wasit Luca Banti yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Piala Super Italia jadi Trofi ke-26 Cristiano Ronaldo
Bawa Juventus Juara Piala Super Italia 2018, Ronaldo: Ini Baru Awal!
Romagnoli menilai, sang wasit banyak mengambil keputusan yang merugikan timnya, dan di sisi lain menguntungkan tim lawan.
Romagnoli menyoroti keputusan Banti mengeluarkan kartu merah langsung untuk rekan setimnya, Franck Kessie di menit 72.
Padahal, Romagnoli menilai, apa yang dilakukan Kessie tidak pantas langsung diganjar kartu merah karena yang terjadi hanya sebuah kontak yang minimal.
Pasalnya, diakui dia, kehilangan seorang pemain cukup berdampak para performa timnya di pertandingan tersebut.
“Cara dia (Luca Banti) memberikan kartu tidak bisa karena kami mendapatkan kartu dan diusir dari lapangan pada setiap kontrak yang minimal,” ungkapnya seperti dikutip dari Milan TV.
Selain soal kartu merah Kessie, Romagnoli juga memertanyakan keputusan wasit yang mengganjarnya dengan kartu kuning hanya karena memprotes keputusannya.
“Jika saya sebagai kapten mendapat kartu karena protes, maka itu sungguh menjengkelkan,” tandasnya.
Selain itu, Romagnoli menilai, Milan pantas mendapat hadiah penalti karena Andrea Conti mendapat pelanggaran keras dari Emre Can di dalam kotak terlarang.
Namun, Banti tidak memberikan penalti. Bahkan, saat Romagnoli melakukan protes dan meminta VAR, sang wasit bergeming.
“Wasit mengatakan kepada saya jika itu bahkan tidak layak untuk dilihat lewat VAR. Tapi, saya yakin bahwa kita harus melihatnya kembali. Kami tahu kualitas kami dan kami bisa melakukan lebih baik lagi,” geram Romagnoli.
(qur/pojoksatu)

Juventus Vs AC Milan : Laga Penentu Rekor Terbanyak

POJOKSATU.id, JEDDAH – Final Supercoppa Italiana akan digelar Kamis (17/1) dini hari di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi keduanya di kompetisi ini.
Sebelumnya, Juve mampu mengatasi Milan pada 2003 di New Jersey. Pada 2016 lalu, giliran AC Milan yang menumbangkan Juve di Qatar.
Dan, di pertemuan ketiga ini, pemenang tidak hanya berhak menyandang status juara tapi juga peraih trofi terbanyak di kompetisi tersebut.
Diketahui, baik Juve maupun Milan, keduanya sama-sama mengoleksi tujuh trofi.
Terkait laga nanti, meski diunggulkan, Juventus tentu tidak bisa mengabaikan kekuatan Milan.
Terlebih, dikabarkan Juve tidak akan diperkuat sejumlah pemain. Diantaranya, Mandzukic dan Juan Cuadrado yang cedera.
Tak jauh berbeda, Milan juga dilaporkan tidak diperkuat sejumlah pemain. Salah satunya, Higuain yang ketidakhadirannya justru dikait-kaitkan dengan transfer ke Chelsea.
(zul/pojoksatu)

Gonzalo Higuain Bersiap Kemas Koper Menuju Stamford Bridge

POJOKSATU.id, LONDON – Striker Juventus yang dipinjamkan ke AC Milan musim ini, Gonzalo Higuain terus dihubungkan dengan Chelsea.
Kabar terbaru yang dikutip dari Marca, Higuain bahkan telah menyatakan kesediannya untuk menjadi bagian dari skuat Maurizio Sarri di pertengahan musim ini.
Sang manajer, Sarri sendiri memang berharap bisa menjadikan Higuain sebagai bagian dari komposisi pemainnya sejurus ketidakpuasannya atas pelayanan Alvaro Morata dan Olivier Giroud.
Terbukti, Sarri kerap memasang Eden Hazard sebagai hulu ledak lini depan, padahal penggawa timnas Belgia itu seorang gelandang.
Bagi Sarri, sendiri sosok Higuain bukan profil baru baginya karena ia pernah membesutnya saat keduanya masih bersama-sama di Napoli musim 2015/16.
Kala itu, Higuain bahkan tampil sebagai top skorer Serie A dengan rekor gol terbanyak semusim melalui 36 gol.
Pihaknya sendiri berencana mendaratkan striker berusia 31 tahun asal Argentina itu di Stamford Bridge sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim dengan opsi kontrak permanen.
Sementara El Pipita terus dihubungkan dengan The Blues, penggawa Chelsea, Alvaro Morata dikabarkan akan pulang kampung ke negaranya untuk bergabung dengan Sevilla.,
(qur/pojoksatu)

Januari, AC Milan Ajak Chelsea Barter Pemain!

POJOKSATU.id, MILAN – Kehadiran Gonzalo Higuain yang dipinjam dari Juventus musim ini ternyata tak cukup membuat performa AC Milan gemilang.
Sejauh ini, I Rossonerri masih tampil inkonsistensi di pentas domestik Serie A. Terbaru, skuat besutan Gennaro Gattuso hanya sanggup bermain skor kacamata dengan klub debutan penghuni papan bawah, Frosinone.
Milan sendiri kini masih tertahan di peringkat enam klasemen sementara dengan raihan 28 poin atau terpaut jarak 22 angka dari Juventus yang kokoh dipuncak klasemen.
Luka Modric Beri Sinyal Tinggalkan Santiago Bernabeu!

Tak ingin berada dalam situasi yang tak bagus tersebut, pihak manajemen pun langsung berupanya untuk membuka rencana menandatangani pemain baru jelang bursa transfer pemain musim dingin Januari mendatang.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Sport Mediaset, Milan tengah membidik bintang Chelsea, Alvaro Morata yang gagal bersinar di Stamford Bridge sejak kedatangannya dari Real Madrid musim lalu.
Mereka berharap, Chelsea mau menerima skenario menukar Gonzalo Higuain dengan penggawa timnas Spanyol tersebut.
Pasalnya, Milan mendengar kabar jika Maurizio Sarri telah menginginkan Gonzalo Higuain sebelum awal musim saat sang pemain masih bermain untuk Juventus, namun gagal terealisasi.
Karena itu, Milan berharap bisa memenuhi keinginan mantan pelatih Napoli tersebut, asalkan mau menukarnya dengan Alvaro Morata yang digadang bisa bersinar di San Siro.
Buruknya performa Higuain selama setengah musim ini, jadi alasan Milan untuk enggan mempertahankan dan mempermanenkannya. El Pipita cuma mampu lesatkan lima gol dari 14 penampilannya di Serie A Italia.
Bak gayung bersambut, masih dalam laporan tersebut, Gonzalo Higuain pun telah meminta klub untuk melepasnya ke Chelsea musim dingin ini.
(qur/pojoksatu)

Di Tangan Gennaro Gattuso, AC Milan Catat Rekor Terburuk dalam 34 Tahun Terakhir

POJOKSATU.id, MILAN – AC Milan majal menghadapi tim promosi penghuni papan bawah dalam lanjutan Serie A Italia pekan 18, kemarin malam.
I Rossonerri hanya mampu bermain imbang 0-0 saat tandang ke Stadio Benito Stripe, sekaligus untuk mencatatkan rekor buruk permainan dalam 34 tahun terakhir.
Ironisnya, 90 menit lebih pertandingan skuat besutan Gennaro Gattusso tampil mendominasi dengan melesakkan 25 tembakan, sedangkan tuan rumah hanya 13 kali.
Dengan hasil kurang memuaskan ini membuat Milan berpeluang terlempar dari peringkat lima besar klasemen sementara Serie A.
Selain itu, dikutip dari Opta, majal mencetak gol ini sekaligus menorehkan rekor baru bagi mereka yang mandul ke gawang lawan dalam empat laga beruntun dan yang terburuk dalam 34 tahun terakhir.
Kala itu di musim 1983/84, AC Milan juga mengalami hal serupa dan hanya finis di peringkat kedelapan klasemen akhir Serie A.
Persoalan yang krusial yang dimiliki Milan musim ini adalah mandulnya lini depan. Gattusso nyaris tak punya sosok bomber yang konsisten mencetak gol kendati musim ini mereka kedatangan Gonzalo Higuain yang dipinjamkan Juventus.
Tak ayal, Milan merupakan klub dengan jumlah gol paling sedikit di antara penghuni sepuluh besar klasemen sementara dengan kemasan 24 gol.
Mensikapi kondisi ini, sang allenatore pun langsung pasang badan dan menegaskan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas performa kurang mengesankan timnya.
“Kami berada dalam periode yang tidak bagus dan hasilnya pun begitu. Saya Tak bisa menerima performa seperti di paruh pertama,” tutur Gattuso seperti dikutip dari Goal.
“Perhatian saya adalah tim saya. Saya tak memikirkan posisi saya sendiri. Saya dinilai berdasarkan hasil dan saya akan memajukan wajah saya. Saya adalah kapten kapal ini, jadi sudah tepat jika saya mengambil semua tanggung jawab,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Lini Depan Tumpul, Bos Chelsea Bidik Mantan Anak Asuhnya, Korbankan Morata

POJOKSATU.ID, LONDON – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri dikabarkan ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya di Napoli, Gonzalo Higuain. Penyerang Argentina yang kni berseragam AC Milan itu akan ditukar dengan Alvaro Morata.
Pertukaran pemain ini diharapkan bisa terwujud pada jendela tranfer Januari mendatang.
Lini depan klub yang bermarkas di Stamford Bridge terbilang tumpul. Meski memiliki penyerang sekalier Morata dan Olivier Giroud namun performa keduanya jauh dari harapan. Total hanya 12 gol dari 48 pertandingan yang dihasilkan dari kedua pemain ini.
BACA JUGA: Sir Alex Ferguson Kembali ke Man United, Ini Tugasnya
Performa yang kurang baik dari kedua pemain itu membuat Sarri terpaksa memainkan Eden Hazard sebagai false nine.
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri.
Dikutip dari Sport MediaSet, Gonzalo Higuain telah diidentifikasi sebagai target ideal Maurizio Sarri untuk mengatasi masalah lini depan The Blues.
Reuni striker Argentina dengan mantan bosnya diyakini ‘tak terhindarkan’ setelah kesepakatan yang dicapai antara Chelsea dan Milan. Sementara Higuain untuk sementara dalam masa peminjaman dua tahun bersama Rossoneri dari Juventus, kesepakatan itu akan membuatnya menghabiskan enam bulan berikutnya bermain untuk The Blues.
BACA JUGA: PSM Ingin Pulangkan Irfan Jaya, Sikap Winger Persebaya Tegas…
Kepindahannya ke Chelsea akan mengurangi beban gaji bagi Milan. Tim besutan Genaro Gattuso telah menarik perhatian otoritas FFP dan terancam larangan tampil di kompetisi Eropa selama satu tahun jika klub gagal menyeimbangkan neraca keuangannya hingga akhir musim nanti.
Sementara, Alvaro Morata akan pergi dengan kontrak pinjaman 18 bulan. Pemain asal Spanyol diharapkan bisa kembali pada performa terbaiknya di Milan, seperti yang dilakukan ketikan bermain untuk Juventus pada medio 2014-2016.
(fat/pojoksatu)

Perebutan Scudetto, Kiper AC Milan Ini Kibarkan Bendera Putih!

POJOKSATU.id, MILAN – Serie A Italia musim 2018/19 masih setengah jalan, namun kiper AC Milan, Pepe Reina rupanya sudah pesimistis terlebih dahulu dalam perebutan scudetto.
Bicara pada Sky Sport Italia, Reina ternyata lebih memilih Juventus sebagai kandidat kuat juara. Prediksinya mengacu pada penampilan impresif nan konsisten yang ditunjukkan Bianconeri sejauh musim ini.
“Sebelumnya saya minta maaf harus mengatakan ini. Di Serie A musim ini, hanya ada satu tim favorit, yakni Juventus,” ucapnya yakin.

Dikatakan Reina, apa yang ia ucapkan semata fakta yang terjadi di lapangan. Jika Juve terus tampil seperti sekarang ini, mereka akan menyegel scudetto pada April mendatang.
“Mereka begitu konsisten dan sangat luar biasa,” puji kiper asal Spanyol itu.
Penilaian Reina tentu tak berlebihan mengingat skuat besutan Massimiliano Allegri itu masih kokoh di puncak klasemen hingga giornata 14.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kini telah mengemas 37 poin atau unggul selisih delapan angka pesaing terdekatnya, Napoli yang menguntitnya di urutan kedua.
Sementara timnya Reina, AC Milan, masih bertahan diperingkat lima. Sejauh ini Rossoneri baru mengumpulkan 22 poin.
(jpc/qur/pojoksatu)

Andai AC Milan Punya Ini, Cristiano Ronaldo Pasti Sudah Gabung!

POJOKSATU.id, MILAN – Cristiano Ronaldo diklaim tinggal selangkah lagi bergabung dengan AC Milan pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini.
Mantan Direktur Olahraga AC Milan, Massimiliano Mirabelli menilai, andai Elliott Management saat itu sudah mengakuisisi saham klub, Ronaldo dipastikan resmi gabung.
Pasalnya, Mirabelli mengatakan, saga transfer Ronaldo tinggal selangkah lagi, namun saat itu, Yonghong Li tak punya dana besar untuk merealisasikannya.
“Itu (transfer) merupakan sesuatu yang kami bicarakan dengan Jorge Mendes (agen Ronaldo),” ungkap Mirabelli kepada Sportitalia seperti dikutip dari Goal.
Ia mengatakan, saat ini Ronaldo sudah mendesak ingin segera meninggalkan Real Madrid dan bersedia untuk hijrah ke San Siro.
“Kami tahu bahwa ada masalah yang terjadi antara Real (Madrid) dan Ronaldo. Kami melakukan segalanya, tapi kemudian pemilik klub asal Tiongkok mencegah transfer tersebut karena tidak berkelanjutan,” katanya.
“Dengan pemilik klub sekarang ini maka CR7 seharusnya bakal menjadi pemain Milan,” sebut dia.
Mirabelli juga mengungkapkan bahwa sebenarnya Milan berusaha untuk menggaet Antonio Conte sebelum akhirnya menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pelatih permanen pada November tahun lalu.
“Kami mendengarkan (Antonio) Conte, kami berbicara secara langsung. Itu hanyalah percakapan yang tidak menghasilkan apa-apa,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)