alfonsius kelvan

Kiper Persebaya Ungkap Mulut Dirigen Aremania Bau Miras

POJOKSATU.id, SURABAYA – Pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (7/10/2018) petang WIB diwarnai dengan sejumlah insiden yang melibatkan suporter tuan rumah, Aremania.
Insiden yang paling menyita perhatian publik adalah invasi seorang dirigen Aremania bernama Yuli Supil  bersama rekannya ke tengah lapangan untuk kemudian melakukan provokasi terhadap sejumlah pemain Persebaya yang tengah melakukan pemanasan.
Insiden itu pun nyaris berujung baku pukul jika ofisial pertandingan dan beberapa pemain Persebaya lainnya tidak segera melerai friksi antara kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan dengan seorang Aremania.
Pernyataan Sikap Bonek Mania Soal Insiden Kanjuruhan Malang

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Sang kiper, Alfon mengungkapkan, sang dirigen bersama rekannya itu diduga dalam kondisi mabuk saat memprovokasi dirinya dan beberapa pemain Persebaya lainnya.
Pasalnya, ia mengaku sempat mencium bau minuman keras saat diprovokasi oleh Yuli dan rekannya itu. “Kayaknya sih mabuk. Karena kalau tidak mabuk tidak mungkin berani masuk ke lapangan,” tutur Alfon.
Diceritakan Alfon, ketika kedua Aremania itu masuk ke lapangan, ia langsung memanggil rekan-rekannya untuk menjauh.
Namun, karena ia berdiri dalam posisi paling dekat sehingga ia tak terhindar untuk berhadap-hadapan dengan dua Aremania itu.
Yuli Supil, sang dirigen diakui dia mengeluarkan kata-kata kotor sembari membuang berlembar-lembar uang ke lapangan.
“Saya tunjuk dan bilang, ‘Di sana pintu keluar, kamu keluar’,” katanya. Namun, rekan Yuli langsung merangsek untuk terlibat adu mulut dan nyaris terlibat kontak fisik.
“Tangan saya sudah dipukul. Saya langsung refleks mengelak. Dia maki-maki saya. Tetapi saya tidak balas memaki. Saya diam. Saya sengaja mundur selangkah karena saya pikir dia mau berhenti. Tetapi dia tidak berhenti,” ungkapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Diprovokasi Dirijen Aremania, Begini Reaksi Alfonsius Kelvan

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Derby Super Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB diwarnai sejumlah insiden yang dilakukan kelompok suporter tuan rumah, Aremania.
Bahkan, dirijen Aremania bernama Yuli Sumpil sempat melakukan invasi ke tengah lapangan untuk melakukan provokasi kepada sejumlah pemain Persebaya yang sedang melakukan pemanasan saat jeda.
Provokasi sang dirijen dilakukan dengan membuang-buang uang di hadapan pemain Persebaya. Tak ayal, kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan terpancing dan nyaris baku pukul dengan rekan sang dirijen yang juga masuk ke tengah lapangan.

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Sejumlah pemain Persebaya dan petugas lapangan pun coba melerai friksi tersebut agar tidak melebar dan menimbulkan kisruh yang lebih besar lagi.
Alfonsius sendiri mengungkapkan ia awalnya tidak terpancing oleh provokasi tersebut, namun sepertinya situasi berubah karena ulah pendukung Arema FC itu yang tampak berlebihan.
“Saya sudah berusaha tenang, tetapi bisa lihat di videonya,” tutur Alfonsius seperti dikutip dari JPNN.
Reaksi sang kiper itu pun sontak memicu komentar dukungan dari Bonek Mania. Di lini masa, Alfonsius dipuji Bonek atas keberaniannya menghadapi provokasi suporter tuan rumah tersebut.
Penjaga gawang jebolan kompetisi internal Persebaya berusia 29 tahun itu pun mengucapkan terima kasih atas sambutan Bonek.  “Berasa juara banget ini. Matur suwun, Rek,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)