anggota exco pssi

Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini Peran Hidayat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola Polri kembali mengungkap tersangka baru kasus mafia skor. Yakni Mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.
Hal ini diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Dikatakan, Hidayat menjadi tersangka ke-16 dari kasus tersebut juga pertama dugaan pengaturan skor di Liga 2 Indonesia.
“Ini tersangka pertama di Liga 2,” ujarnya, dilansir JawaPos.com.
Dijelaskan, penetapan tersangka itu dilakukan setelah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 15 saksi. Kemudian, dilakukanlah gelar perkara pada Jumat (22/2).
Hidayat disangka mengatur pertandingan antara PS Sleman dan Madura United dalam Liga 2, 2018 silam.
“Ini tersangka ke 16 (kasus mafia skor), saudara H,” sambung mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.
Sementara itu, soal peran Hidayat, Dedi menyebutkan cukup masif di dalam pertandingan dua klub itu.
Hidayat berkolaborasi dengan perangkat pertandingan untuk melakukan pengaturan skor. Dia meminta agar PS Sleman dimenangkan baik di pertandingan di kandang maupun di kandang Madura United.
Untuk memuluskan keinginannya itu, Dia pun menawarkan Manajer Madura FC, Januar Hermawan sejumlah uang agar PS Sleman dimenangkan.
“Mulai dari Rp 100 juta. Kalau tidak turuti keinginan H, maka saudara H agak mengancam. Kalau tidak nurut, dia siapkan dana Rp 150 juta bahkan mengancam beli pemain agar PS Sleman menang dari Madura,” beber Dedi.
Lebih lanjut, tim Satgas Antimafia Bola Polri berencana akan memanggil Hidayat untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai tersangka pada Rabu (27/2).
Diketahui, saat ini Hidayat belum dilakukan penangkapan. Tersangka terlebih dahulu akan menjalani proses penyidikan untuk mencari fakta-fakta baru.
(jpc/pojoksatu)

Soal Para Kandidat Calon Ketum PSSI, Exco PSSI: Siapapun Boleh Maju, Asal…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Menyusul rencana ini sejumlah figur pun kembali mencuat ke permukaan yang digadang-gadang sebagai kandidat ideal calon Ketua Umum PSSI.
KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Mantan ketua INASGOC, Erick Thohir dan Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri, Khrisna Murti mencuat ke permukaan sebagai calon ketum PSSI.
Menskikapi hal ini, salahseorang nggota Exco PSSI, Refrizal menilai, pihaknya menampung siapa saja yang berminat untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum yang baru selama memenuhi kriteria yang ada di statuta PSSI.
“Yang minat-minat (menjadi ketua umum PSSI) kemarin kami tampung seperti Erick Thohir, dan Krishna Murti,” kata Refrizal seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
“Pokoknya yang berminat kami tampung nanti supaya yang berhak memilih,” sebutnya.
Menurut Refrizal, KLB sendiri sebelumnya akan memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Nantinya setelah itu bila disepakati baru akan diadakan pemilihan ketum baru.
“Pilihannya bisa memilih semua dari ketua umum, wakil ketua umum, dan seluruh Exco. Bisa juga hanya memilih ketua umum yang kosong,” tutup Refrizal.
Agenda KLB PSSI itu muncul setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif, Selasa (19/2) malam . KLB yang akan digelar nanti memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua yaitu penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru PSSI.
(qur/pojoksatu)