antoine griezmann

Ballon D’Or 2018: Luka Modric, Ronaldo dan Griezmann dalam Angka

POJOKSATU.ID, PARIS – Luka Modric baru saja dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2018, mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann, Selasa (4/12/2018) dini hari WIB. Penghargaan yang sekaligus meruntuhkan dominasi Lionel Messi dan Ronaldo di ajang ini.
Gelandang asal Kroasia itu menjadi bintang negaranya di Piala Dunia 2018, meski kalah dari Prancis di final. Sementara di Liga Champions, Modric adalah kunci sukses Real Madrid jadi kampiun untuk kali ketiga secara beruntun.
BACA JUGA:
Inilah Tim Terbaik Serie A 2017/18: Juventus Sumbang 4 Pemain
Allegri Jadi Pelatih Terbaik Serie A untuk Kali Ketiga
Kapten Inter Milan Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Serie A
Jadwal Bola Hari Ini, 4 Desember: Semen Padang Vs PSS Sleman, Watford Vs Man City
Kemenangan Modric mengakhiri satu dekade dominasi Ronaldo dan Messi, yang masing-masing telah memenangkan Ballon d’Or lima kali selama 10 tahun terakhir.
Dikutip Pojoksatu.id dari Omnisport yang menggunakan data Opta untuk melihat performa ketiga finalis ini sepanjang 2018. Pantaskan Modric raih Ballon d’Or edisi kali ini?
Antoine Griezmann (Atletico Madrid)
Antoine Griezmann – Striker timnas Prancis

Pahlawan Liga Europa Atletico Madrid adalah pemain pertama yang mencetak gol baik di final Piala Dunia dan final kompetisi antar klub Eropa di tahun yang sama sejak Jorge Valdano melakukannya untuk Argentina (final Piala Dunia) dan Barcelona (final Piala UEFA) pada 1986.
Tidak ada pemain yang terlibat dalam lebih banyak gol di Piala Dunia 2018 dari Griezmann, yang mencatat empat gol dan dua assist. Sama dengan Harry Kane, yang mencetak enam gol sebagai kapten Inggris.
Meskipun 2018 masih tersisa satu bulan, Griezmann telah menyamai tahun terbaik karirnya dalam hal keterlibatan gol – dia telah terlibat dalam 28 gol liga sejauh ini pada tahun 2018 (17 gol, 11 assist)- angka yang sama dengan tahun terbaiknya di 2015 (25 gol, 3 assist).

Cristiano Ronaldo (Real Madrid / Juventus)
Cristiano Ronaldo – Bintang Juventus.(@juventusfc/twitter)

Ronaldo mencetak 45 gol hanya dalam 47 pertandingan untuk klub dan negara pada 2018. Dia terlibat dalam gol setiap 70 menit rata-rata sepanjang tahun ini di semua kompetisi dengan menggambungkan penampilannya bersama Portugal, Real Madrid dan Juventus.
Pada April 2018, Ronaldo memecahkan rekor di Liga Champions dengan selalu mencetak gol dalam 11 pertandingan berturut-turut. Dimulai dengan golnya di final 2017 melawan Juventus dan berakhir dengan penalti menghadapi lawan yang sama di leg kedua perempat final musim 2017/18.
Ronaldo menjadi pemain Eropa pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam delapan pertandingan turnamen besar berturut-turut (Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa).

Luka Modric (Real Madrid)
Gelandang Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric. (The Real Champs)

Modric mencatat umpan terbanyak (422) dan menciptakan peluang gol terbanyak (18) untuk Kroasia pada Piala Dunia 2018, yang berakhir dengan kekalahan 4-2 dari Prancis di final.
Faktanya, selama Piala Dunia, Modric adalah gelandang dengan umpan terbanyak (484), paling banyak menyentuh bola (624) dan meng-cover pergerakan lawan (56).
Modric juga memenangkan penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2018, menjadi pemain pertama dari Kroasia yang meraih gelar tersebut. Modric juga merupakan orang Kroasia pertama yang masuk tiga besar Ballon d’Or sejak Davor Suker menempati posisi kedua pada 1998.

(fat/pojoksatu)

Antoine Griezmann Pernah Dibuat Galau oleh Barcelona

POJOKSATU.id, MADRID – Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann mengaku belum bisa melupakan keputusannya menolak pinangan Barcelona pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini.
Griezmann mengaku menolak tawaran klub sekaliber Blaugrana bukanlah perkara mudah. Namun, dukungan yang ia terima dari publik Atletico membantunya mantap memilih bertahan.
Kendati begitu, penggawa Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 Rusia itu mengaku sempat tersiksa selama beberapa waktu atas keputusan tersebut, dengan Barca dilaporkan siap menebusnya seharga EUR 100 juta.
“Sulit menolak Barca? Sangat sulit,” tegas Griezmann kepada Canal Plus seperti dikutip dari Goal.
“Ada Barca yang menginginkan Anda, yang menghubungi Anda, yang mengirim pesan. Tapi kemudian ini adalah klub di mana Anda berada, di mana Anda adalah pemain Anda dan di mana mereka membangun proyek di sekitar Anda,” tuturnya.
Pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan, perhatian klub terhadap dirinya yang membuat ia menolak pinangan raksasa Catalonia tersebut.
“Melihat rekan setim dan terutama pelatih setelah pertandingan di mana saya disiuli, ia datang ke rumah secara mengejutkan untuk menenangkan saya dan bicara dengan saya dan menunjukkan saya memiliki kepercayaan darinya,” tuturnya.
“Rekan setim saya dan orang-orang di klub melakukan segalanya, mereka datang untuk bicara kepada saya, menaikkan gaji saya. Mereka melakukan segalanya untuk menunjukkan ini rumah saya dan saya tidak perlu pergi,” sambungnya.
Griezmann menilai, menjadi pilihan kedua di belakang Lionel Messi juga menjadi faktor yang melatarbelakangi keputusannya.
“Tanpa disadari, menjadi pelapis Messi mungkin juga memainkan peran (menolak tawaran Barca),” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jika Bukan Antoine Griezmann yang Dapat, Ballon D’Or Sudah Irasional!

POJOKSATU.id, MADRID – Veteran Atletico Madrid, Gabi mengaku tak habis pikir dengan tak disertakannya Antoine Griezmann dalam tiga besar nominasi penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
Gabi bahkan menyebut, Ballon D’Or menjadi irasional alias tak masuk akal jika bukan Griezmann yang membawa pulang Bola Emas tersebut.
Pasalnya, menurut dia, penggawa Timnas Prancis itu sudah memenuhi semua kriteria sebagai pemain terbaik, sehingga pantas mendapatkan Ballon d’Or tahun ini.
“Bila mereka tidak memberikan (Ballon d’Or) kepadanya tahun ini, saya tidak akan memahami alasan apapun,” tutur Gabi seperti dikutip dari Goal.
“Sebagai contoh, Cannavaro memenangkan Ballon d’Or karena ia menjuarai Piala Dunia dan tidak ada pemain yang menang sebanyak Griezamann di tahun ini,” sebut dia.
Sebagai catatan, musim lalu, di level klub, Griezmann sukses mempersembahkan trofi Liga Europa dan finis sebagai runner up La Liga untuk Rojiblancos.
Griezmann bahkan sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia 2018 Rusia untuk Timnas Prancis setelah sukses membungkam Kroasia di final dengan skor meyakinkan 4-2.
“Dia memenangkan Piala Dunia, Supercup, Liga Europa, menjadi yang terbaik di final, dia menang banyak,” ucapnya.
“Saya pikir bila Griezmann tidak menang, Ballon d’Or sudah tak punya makna lagi,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

El Clasico, Antoine Griezmann Jagokan Barcelona Meski tanpa Lionel Messi

POJOKSATU.id, MADRID – Laga sarat gengsi dan tensi tinggi bertajuk El Clasico akan tersaji dalam lanjutan LaLiga Jornada kesepuluh saat Barcelona menjamu Real Madrid, di Camp Nou, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Namun, El Clasico kali ini akan sedikit berbeda karena dipastikan tidak akan melibatkan dua maestro lapangan hijau, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Leo Messi tidak akan memperkuat Barca karena harus menepi selama tiga pekan ke depan akibat cedera parah pada lengannya di laga sebelumnya.

Sementara Los Blancos harus kehilangan Ronaldo musim ini setelah sang pemain memutuskan hengkang ke Juventus.
Kendati minus dua pemain terbaik dunia, namun menurut striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann, El Clasico akan tetap menarik untuk dinantikan.
Soal kans pemenang nantinya, Griezmann dengan mantan menjagokan Barcelona. Meski tanpa Messi, tegas dia, Los Cules tetap memiliki kemampuan untuk memenangi laga.
“Ini akan menjadi laga besar seperti El Clasico lainnya,” tutur Griezmann kepada ESPN FC seperti dikutip dari Goal.
“Sangat disayangkan Messi tidak tersedia untuk Barca, namun mereka tetap memiliki pemain untuk memenangi laga ini. Madrid butuh kemenangan untuk melangkah, ini akan menjadi laga menyenangkan untuk ditonton,” paparnya.
Terkait posisi timnya saat ini, Griezmann optimistis, Rojiblancos akan kembali ke jalur kemenangan setelah tumbang di tangan Borussia Dortmund dengan skor telak tak terbalas 0-4 di ajang Liga Champions.
Griezmann pun bertekad akan membawa kembali timnya bersaing dengan Barca di papan atas. “Kami harus terus bekerja dan meningkat di lapangan, jadi kami bisa ada di sana, dekat dengan Barcelona dan Real Madrid,” sebutnya.
“Kami harus memiliki konsistensi selalu berada di tiga besar. Kami telah melakukannya selama beberapa tahun, dan tentu saja, dalam tahun spesifik semuanya dapat terjadi dan khususnya kali ini ketika semua orang memulainya dengan kehilangan poin,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)