as monaco

Edinson Cavani Tampil Garang, Thierry Henry pun Meradang

POJOKSATU.id, MONAKO – Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani benar-benar mempersembahkan mimpi buruk bagi pelatih AC Monaco, Thierry Henry.
Tampil dihadapan publik AS Monaco di Stade Louis II, Senin (12/11/2018) dalam lanjutan Ligue 1 pekan 13, Cavani tampil garang mengobrak-abrik barisan pertahanan tuan rumah dengan mencetak hat-trick.
Les Parisiens pun sukses mencuri poin penuh menutup laga dengan skor telak tak terbalas 4-0 setelah Neymar menggenapkan kemenangan lewat gol penutup di menit 64 lewat titik putih.
Tekuk Rival Sekota, Manchester City Kokoh di Puncak Klasemen
Bungkam Fulham, Liverpool Tempel Pemuncak Klasemen

Dengan hasil gemilang ini, skuat besutan Thomas Tuchel makin digjaya di puncak klasemen sementara dengan raihan 39 poin atau unggul selisih 13 angka dari pesaing terdekatnya Lille.
Sementara hasil minor yang diperoleh AS Monaco semakin menenggelamkan juara Ligue 1 Prancis 2016/17 itu ke dasar klasemen, berbagi tempat dengan Guingamp yang memeroleh poin sama, 7.
Hasil buruk ini juga semakin mengancam posisi Henry yang baru saja ditunjuk sebagai suksesor Leonardo Jardim yang dipecat Oktober lalu.
Sejak itu, Henry pun belum pernah mempersembahkan kemenangan untuk tim racikannya. Sebelumnya, AS Monaco juga telah menelan empat kekalahan beruntun di pentas domestik, dan dua kali bermain imbang di semua kompetisi.
AS Monaco kini menempati runner up juru kunci dengan raihan tujuh poin dari satu kemenangan, empat kali bermain imbang dan delapan kali menelan kekalahan.
(qur/pojoksatu)

Jadi Pelatih AS Monaco, Thierry Henry: Ini Klub Spesial!

POJOKSATU.id, MONAKO – Malang melintang meniti karier di dunia kepelatihan membawa Thierry Henry pada jabatan baru sebagai pelatih kepala AS Monaco.
Salahsatu klub raksasa di Ligue 1 Prancis itu resmi menyegel tanda tangan sang legenda Arsenal ini sebagai pelatih menggantikan Leonardo Jardim yang didepak.
Penunjukan Henry sebagai juru racik AS Monaco sendiri terasa emosional bagi Henry mengingat klub tersebut adalah klub pertamanya saat memulai karier sebagai pesepakbola profesional.

Pihak manajemen klub sendiri telah mengumumkan penunjukkan Henry tersebut lewat laman resmi mereka.
“Thierry Henry, 41 [tahun], bakal mengambil alih tim mulai Senin (15/10). Dia akan memimpin tim bersama (stafnya) Joao Carlos Valado Tralhao, pelatih U-23 Benfica, dan Patrick Kwame Ampadu, pelatih di Akademi Arsenal,” demikian pernyataan resmi AS Monaco seperti dikutip dari Goal.
Henry pun terlihat emosional mengomentari penunjukkan dirinya tersebut. Terlebih Les Rouge et Blanc merupakan klub yang memiliki tempat khusus di hatinya.
“Saya berterima kasih pada (manajemen) AS Monaco karena telah memberi kesempatan untuk melatih klub yang sangat spesial buat saya. Saya sangat bahagia dan sudah tidak sabar untuk menghadapi tantangan yang ada di depan saya,” ungkapnya.
Thierry Henry sendiri akan menahkodai AS Monaco hingga 2021 atau selama tiga musim ke depan dan diharapkan bisa kembali membawa kejayaan klub sebagai pesaing kuat Paris Saint-Germain.
(qur/pojoksatu)

Konsisten di Jalur Minor, AS Monaco Depak Sang Pelatih

POJOKSATU.id, MONAKO – AS Monaco memecat sang pelatih, Leonardo Jardim setelah dinilai gagal mengangkat performa timnya musim ini.
Sejauh ini, AS Monaco baru mengoleksi enam poin dari sembilan pertandingan sehingga tak cukup memuaskan dewan klub dan pihak manajemen.
Dikutip dari Goal, AS Monaco telah mengonfirmasi kabar tersebut dan membenarkan soal pemecatan sang pelatih.
Sejurus keputusan tersebut, sosok legenda hidup Arsenal, Thierry Henry langsung dihubungkan dengan AS Monaco sebagai suksesor ideal Jardim.
Jardim memimpin klub merajai Ligue 1 Prancis 2016/17 yang mematahkan dominasi Paris Saint-Germain dan berhasil melangkah ke babak empat besar Liga Champions di musim yang sama.
Namun, sejak itu kekuatan skuat muda sarat bakat timnya terus mengalami penurunan dengan Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Thomas Lemar, Fabinho dan Benjamin Mendy yang pergi  satu per satu meninggalkan klub.
Akibatnya, performa AS Monaco pun anjlok di awal musim ini dengan mengoleksi enam poin dari sembilan pertandingan sementara, termasuk di Liga Champions mereka terkapar dihadapan Atletico Madrid dan Borussia Dortmund.
Sang pelatih, Jardim sendiri telah menyampaikan salam perpisahan sekaligus ucapan terima kasih kepada klub dan suporter AS Monaco.
“Saya berterima kasih dan merasa bangga menjadi pelatih AS Monaco lebih dari empat tahun,” sebut Jardim lewat laman resmi klub.
“Saya selalu memberikan yang terbaik dan bekerja penuh semangat. Kami berhasil menciptakan sejumlah kemenangan hebat bersama dan kenangan itu akan selalu disimpan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)