bali united

Bali United Tumbangkan Persebaya Surabaya 2-1

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bali United berhasil meraih kemenangan pada laga perdana Liga 1 2019, Kamis (16/5) malam WIB.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United menang dengan skor 2-1 atas Persebaya Surabaya.
Pada pertandingan tersebut, tuan rumah unggul lebih dulu berkat gol yang diciptakan Illija Spasojevic di menit ke-15.
Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Sebab, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan.
Gol penyama kedudukan dicetak Mokhamad Syaifuddin di menit ke-31. Skor 1-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, tuan rumah kembali unggul. Gol yang dicetak Paulo Sergio di menit ke-49 membuat kedudukan menjadi 2-1.
Hingga pertandingan berakhir, Bali United sukses mempertahankan keunggulan.
Dengan ini, mereka kini ada di posisi dua klasemen di bawah PSS Sleman dengan skor sama, yakni tiga.
Sedangkan Persebaya Surabaya sementara ada di posisi 17, di atas Arema FC yang ada di posisi ke-18.
(zul/pojoksatu)

Lini Serang Bali United Menakutkan, Persebaya Punya Senjata Rahasia

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bali United tampaknya akan turun dengan komposisi lini serang terbaiknya saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5/2019) malam ini.
Striker Bali Uniuted, Ilija Spasojevic sudah pulih dari cedera. Dia bisa menjadi target man setelah dalam beberapa waktu lalu, Bali United hanya mengandalkan Stefano Lilipaly sebagai ujung tombak.
Yang masih dibekap cedera adalah Melvin Platje. Dalam beberapa kali sesi latihan, Melvin bahkan tidak terlihat latihan dengan tim.
Bahkan, dia lebih dulu pulang daripada rekannya yang lain. Dengan kembalinya Spaso, ada kemungkinan lini depan Bali United akan diisi Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly di sisi sayap dan Paulo Sergio sebagai gelandang serang di belakang Spaso.
Selama ini, keempatnya belum sempat bermain bersama. Ada kemungkinan mereka berempat bisa bermain secara bersamaan sejak menit awal.
Tetapi apakah strategi tersebut tepat? Ini yang perlu dipikirkan oleh Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra.
Dari beberapa skema, tidak mungkin keempatnya bisa turun cepat untuk membantu tim ketika mendapatkan serangan balik.
Skema serangan balik inilah jadi senjata rahasia yang coba diterapkan Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman untuk meredam Bali United di kandang mereka sendiri malam ini.
Kebetulan, Persebaya memiliki penyerang sayap lincah. Saat ditanya mengenai peluang tersebut, Coach Teco mengatakan peluang tersebut masih ada. Tetapi dia tidak mau membeberkannya secara jelas.
“Saya pikir semua pemain punya kesempatan untuk bermain bersama. Yang jelas, semua tergantung dalam latihan dan yang paling siap tentu mendapatkan kesempatan bermain,” ucapnya seperti dilansir Radar Bali (Pojoksatu/Jawa Pos Group).
Dalam sesi latihan beberapa hari terakhir, Yabes Roni Malaifani tampaknya sudah dipersiapkan sebagai starting line up.
Irfan sepertinya akan menjadi cadangan kali ini. Tetapi Coach Teco lagi-lagi tidak mau membenarkan analisa tersebut.
“Semua bisa terjadi dan kami tidak akan memberi tahu siapa pemain yang akan main atau dicadangkan. Nanti tim lawan akan lebih mudah tahu kekuatan kami,” tegasnya.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Bali United Rubah Jadwal Latihan Selama Ramadan

POJOKSATU.id, DENPASAR – Bulan puasa tahun ini kebetulan bertepatan dengan bergulirnya Liga 1 2019 yang akan dimulai pada tanggal 15 Mei mendatang.
Tercatat, setidaknya ada tiga pertandingan yang akan berlangsung di bulan puasa ini.
Dengan mayoritas pemain Muslim di semua tim kontestan Liga 1, tentu saja akan ada perubahan jadwal latihan yang diberikan masing-masing tim.
Salah satunya dilakukan Bali United. Mereka mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang agar tidak mengganggu ibadah puasa para pemain Serdadu Tridatu yang beragama Islam.
Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra mengatakan, jadwal latihan akan dimundurkan menjadi malam setiap harinya.
Dijelaskan Teco, hal ini dilakukan agar para pemain bisa beribadah puasa dengan nyaman. Rencana Coach Teco ini cukup berbeda dari Pelatih Bali United sebelumnya seperti Indra Sjafri dan Widodo Cahyono Putro.
Kedua pelatih tersebut menggelar sesi latihan sekitar pukul 17.00 selama bulan puasa sehingga saat adzan Maghrib tiba, sesi latihan juga sudah berakhir.
“Kami akan ubah sesi jam latihan pada malam hari setiap hari. Kami tidak ingin menganggu pemain yang puasa. Kalau sore hari, cuaca di Bali sekarang cukup panas. Mereka pasti akan kewalahan,” paparnya.
(jpnn/pojoksatu)

Bali United Perkenalkan Rekan Ronaldo di Sporting Lisbon Sebagai Pemain Anyar

POJOKSATU.id, BALI – Bali United memperkenalkan pemain anyar mereka, yakni Paulo Sergio.
Rekan Cristiano Ronaldo di Sporting Lisbon ini menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Serdadu Tridatu.
Diketahui, kabar kedatangan Paulo Sergio ke Bali United sudah lama muncul. Bahkan, dirinya pernah memposting foto bersama bos Bali United.
Akan tetapi, kepastiannya baru Sabtu (2/2) kemarin. Bali United benar-benar secara resmi mengumumkan Paulo Sergio sebagai pemain mereka.
Paulo Sergio dalam dua musim terakhir bersinar di Liga 1 bersama Bhayangkara FC. Dia membawa The Guardian juara Liga 1 2017 dan membawa tim yang sama bertengger di papan atas Liga 1 2018.
Dia mengawali karir sepak bola di tim junior Sporting Lisbon. Bahkan, Paulo Sergio merupakan rekan satu tim Cristiano Ronaldo ketika masih bermain bersama Sporting Lisbon.
Pada musim pertama di Indonesia, Paulo Sergio tampil moncer. Tak hanya mengantarkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017, dia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga 1 2017. Total selama dua musim memperkuat Bhayangkara FC, Paulo Sergio mengoleksi 19 gol dan 12 assist.
Sebelum mengepakkan sayapnya di Indonesia, Paulo Sergio bermain bersama klub Brunei Darussalam, DPMM FC. Di klub yang berkompetisi di Liga Singapura itu, Paulo Sergio total tampil sebanyak 40 laga dan mengemas 19 gol.
Selain di Sporting Lisbon, Paulo Sergio juga sempat bermain di sejumlah klub Portugal lain yakni Academica, Belenenses, Estrela Amadora, Aves, Portimonense, Olhanense, Vitoria Guimaraes, dan Arouca. Dia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Spanyol bersama Salamanca. Di Liga Siprus, Paulo Sergio membela klub AEL Limassol.
(jpc/pojoksatu)

Pisah dengan Persija, Teco Merapat ke Pulau Dewata

POJOKSATU.id, GIANYAR – Teka-teki soal masa depan Stefano Cugurra Teco usai berpisah dengan Persija Jakarta mulai menemui titik terang setelah Bali United membuat pernyataan soal ketertarikan mereka pada pelatih asal Argentina itu.

Dikutip Pojoksatu.id dari laman Bolalob, Serdadu tridatu itu telah melakukan penjajakan dan komunikasi efektif dengan sang pelatih yang proyek kompetisi Liga 1 2019.

Teco bahkan dikabarkan kini tengah berada di Pulau Dewata itu dalam rangka merampungkan proses negosiasi dengan pihak manajemen Bali United.

Namun Bos Bali United, Yabes Tanuri saat dikonfirmasi terkait keberadaan Teco di Bali ogah mengomentari, kendati ia tak menampik jika Teco masuk dalam kandidat ideal pelatih klubnya jelang bergulirnya kompetisi musim ini.

“Iya memang, coach Teco menjadi salahsatu nominasi untul menjadi pelatih Bali United,” sebut Yabes kepada Bolalob, Senin (7/1/2019) siang WIB.

Namun begitu, pihaknya tidak bisa berbicara lebih lanjut soal kepastian pelatih baru klubnya, karena baru akan diumumkan dalam waktu dekat ini.
Satu hal yang pasti, ditegaskan Yabes, komunikasi pihaknya dengan Teco sudah intensif. “Komunikasi sudah (intensif),” ucapnya.

Saat ini, Bali United belum punya pelatih definitif setelah mereka memecat Widodo Cahyono Putro jelang kompetisi musim 2018 berakhir.

Widodo didepak setelah dinilai gagal mengangkat performa timnya untuk bersaing di papan atas dalam perebutan titel kampiun Liga 1 2018.

Sementara Teco sendiri secara mengejutkan memilih berpisah dengan Persija setelah sukses mempersembahkan trofi Liga 1.2018 dan Piala Presiden 2018 untuk klub ibukota berjuluk Macan Kemayoran itu.

(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Bali United Pecat Widodo Cahyono Putro

POJOKSATU.id, GIANYAR – Widodo Cahyono Putro alias WCP secara mengejutkan berpisah dengan Bali United di momen-momen krusial.
Publik pun banyak bertanya-tanya perihal faktor penyebabnya, dan kini rasa penasaran publik mulai terkuat setelah bos Bali United, Peter Tanuri buka-bukaan.
Peter mengungkapkan, salahsatu alasan keputusan klub memutus kerjasamanya dengan WCP karena sang pelatih tidak bisa menguasai ruang ganti.
Dikatakan Peter, WCP Dia tidak bisa mengontrol perilaku anak buahnya di dalam dan di luar lapangan. Salahsatu buktinya, saat Irfan Bachdim jengkel kepada WCP di beberapa pertandingan. WCP sebagai pelatih terlihat tidak berani menegur pemainnya itu.
“Pemain lokal akhirnya berpikir, kok lu sama asing dan naturaliasasi seperti itu, gak adil,” katanya.
Bahkan, ketika masalah itu muncul, diakui Peter, sang pelatih malah meminta tolong padanya agar bisa mengatur perilaku Irfan.
“Ya saya akhirnya bilang tidak ada murid yang buruk, yang ada guru yang buruk,” tandasnya.
Peter menjelaskan, sikap Widodo yang cenderung menyalahkan pemain juga sebagai akibat kekalahan demi kekalahan yang dialami Bali United. Akibatnya, pemain kehilangan respek.
“Ini kan artinya pemain asing tidak ada yang nurut sama dia. Pelatihnya siapa, kok selalu saya yang turun tangan,” ujarnya.
Peter pun sekaligus mengonfirmasi kabar yang menyebutkan jika WCP mundur, karena yang benar, Bali United telah memecatnya.
“Ya, dia memilih bilang mundur karena malu kalau dipecat. Kami juga punya sopan santun,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, WCP membantah pernyataan Peter kalau dirinya tak bisa mengendalikan ruang ganti Bali United. Dengan Irfan Bachdim misalnya, memang sempat ada friksi, namun itu semata untuk melindungi sang pemain dari cedera parah.
“Saya protect dia karena punya cedera yang tidak mau dioperasi. Supaya tidak ada benturan yang nantinya seumur hidup tidak bisa main,” ujarnya.
Menurutnya, Irfan sudah meminta maaf padanya. “Saya ini lebih memilih menyelamatkan 31 pemain daripada satu pemain. Kalau saya mainkan Irfan, yang lain ngamuk karena berimbas pada permainan. Jadi tidak ada istilah yang disebutkan oleh Pak Peter itu,” tandasnya.
(jpc/jpnn/qur/pojoksatu)

Sesuai Kesepakatan, Bali United Putus Kontrak Sang Pelatih

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bali United secara mengejutkan memutuskan kontra Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih.
Widodo sendiri membenarkan perihal kebijakan klub tim berjuluk Serdadu Tridatu itu, kendati kompetisi Liga 1 masih menyisakan dua laga tersisa.
Per hari ini, Kamis (29/11/2018) jelang laga kontra Persija Jakarta, manajemen Bali United memutuskan kontraknya.
“Menginformasikan per hari ini manajemen mengakhiri kerja sama dengan saya,” tutur Widodo seperti dikutip dari Goal Indonesia.
Widodo pun mengatakan keputusan tersebut sebagai konsekuensi atas kesepakatan kedua belah pihak yang tertuang dalam klausul kontraknya.
“Mengacu pada perjanjian kontrak yang telah disepakati, kalah tiga kali berturut-turut berakhirnya kerja sama, sekian infonya dan terima kasih,” ucapnya.
Widodo pun mengaku siap menerima konsekuensi dari kesepakatan tersebut, dan selanjutnya ia akan berpamitan dengan seluruh pemain Bali United sore ini.
Kinerja Widodo bersama tim Pulau Dewata itu sendiri sebenarnya tidak buruk. Mereka bahkan sempat menjadi runner-up musim lalu, dan peringkat Bali United di papan klasemen tak telalu mengecewakan, berada di urutan ketujuh.
Namun adanya komitmen atas kesepakatan tersebut, dan fakta Bali United menelan kekalahan tiga kali di laga-laga sebelumnya mendesaknya harus angkat koper dari ruang ganti I Wayan Dipta saat kompetisi masih menyisakan dua laga tersisa.
(qur/pojoksatu)

Cukur Bali United 4 Gol tanpa Balas, PSM Kembali ke Puncak

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – PSM Makassar sukses mendulang poin penuh kala menjamu Bali United di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (25/11/2018) sore. Pada laga pekan ke-32 Go-jek Liga 1 musim 2018/19 itu, Juku Eja menang telak 4-0.
Kemenangan ini sangat penting bagi PSM karena hasil tersebut membuat mereka kembali mengambil alih posisi puncak klasemen sementara Liga 1 yang sempat dikuasai Persija Jakarta.
Pada laga sore tadi, Ferdinand Sinaga yang baru masuk di pertengahan babak kedua mencetak dua gol. Sementara dua gol sebelumnya dicetak Zulham Zamrun dan penalti Marc Antonio Klok.
BACA JUGA:
Pemain Keturunan Indonesia Ini Tak Menyesal Pernah Tolak Klub-Klub Raksasa
Musim Dingin, Chelsea Siap Kuras Brankas
Kemenangan telak PSM juga tidak lepas dari penampilan gemilang kiper muda, Hilman Syah yang diturunkan Robert Rene Alberts pada laga genting ini.
Hilman setidaknya menggagalkan tiga peluang emas Bali United di babak kedua.
PSM yang memburu kemenangan pada laga ini langsung unggul saat laga baru menginjak menit ke-10. Dari Zulham yang leluasa menguasai bola di kotak penalti Bali United menemukan celah untuk melepaskan tendangan keras dari jarak dekat. 1-0 PSM unggul.
Enam menit sebelum jeda, kiper Bali United, Wawan Hendrawan melakukan pelanggaran terhadap Marc Antonio Klok di kotak terlarang. Klok sendiri yang maju sebagai algojo penalti dan sukses menggandakan keunggulan PSM menjadi 2-0.
Di babak kedua, Bali United mencoba bangkit dan mengejar ketinggalan. Namun penampilan gemilang kiper PSM, Hilman membuat sejumlah peluang emas tim Serdadu Tridatu gagal berbuah gol.
Malah PSM yang menambah dua gol lagi oleh Ferdinand, masing-masing pada menit 84 dan 90. Skor 4-0 menjadi hasil akhir laga ini.
Tambahan tiga poin membawa PSM kembali ke puncak dengan 57 poin. Unggul satu angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.
Dengan kompetisi yang menyisakan dua laga lagi, persaingan PSM dan Persija dipastikan akan sangat ketat.
(fat/pojoksatu)

Imbang Lawan Bali United, Persib Bandung Disalip Persija Jakarta

POJOKSATU.ID, BALIKPAPAN – Persib Bandung kembali menjalani hukuman laga kandang usiran dengan hasil minor. Menghadapi Bali United di Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (30/10/2018) malam WIB, Maung Bandung hanya bisa bermain imbang 1-1.
Hasil ini membuat posisi Persib semakin merosot ke peringkat tiga klasemen sementara Go-jek Liga 1 musim 2018 dengan 46 poin. Posisinya di peringkat dua digusur Persija Jakarta yang sore tadi menang atas Barito Putera.
Dalam pertandingan pekan ke-28 di Stadion Batakan, Persib tertinggal lebih dulu. Itu terjadi saat Stefano Lilipaly mencetak gol pada menit ke-22. Beruntung Persib mampu mencetak gol cepat di awal babak kedua.
BACA JUGA:
Digadang-gadang Jadi Pengganti Neymar, Bintang Barcelona Ini Malah Akan Dijual Murah
Lopetegui Resmi Dipecat, Solari Pelatih Sementara Real Madrid
Sudah Bulat, Akhir Musim Mario Gomez Tinggalkan Persib
Gol penyeimbang Maung Bandung dicetak Supardi. Gol pada menit ke-47 itu membangkitkan semangat para pemain Persib.
Sayangnya sampai pertandingan selesai, Persib tidak mampu menambah gol. Begitu juga dengan Bali United tidak menambah rekening gol.
Skor 1-1 membuat kedua tim harus puas dengan tambahan satu poin. Dengan demikian, sudah lima pertandingan beruntun, Persib gagal mendulang kemenangan.
Bali United pun juga tidak memperbaiki posisinya. Tim Serdadu Tridatu saat ini menempati peringkat 7 dengan 42 poin.
Pada laga selanjutnya, 3 November mendatang, Persib akan bertandang ke markas sang juara bertahan, Bhayangkara FC.
(fat/pojoksatu)

Kembali ke Batakan, Persib Bandung Siap Jajal Bali United

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung akan kembali ke Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur untuk melakoni laga kandang usiran pekan ke-28 mendatang.
Skuat besutan Mario Gomez akan menjadi Bali United dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 itu yang sedianya akan digelar pada 30 Oktober mendatang.
Dikutip dari Bolalob, pihak manajemen Maung Bandung sendiri telah mengajukan permohonan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk memakai stadion tersebut.
Dalam surat permohonan bernomor 24/DIR-PBB/X/2018 yang telah dikirimkan Senin lalu itu, Persib melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyebutkan Stadion Batakan akan dijadikan venue pertandingan menghadapi Bali United.
“Memperhatikan surat Liga Indonesia Baru, Nomor: 293/LIB/X/2018, tanggal 10 Oktober 2018 perihal permohonan penyampaian venue pertandingan. Bersama ini disampaikan bahwa venue pertandingan Go-Jek Liga 1, Selasa 30 Oktober 2018 antara tim Persib Bandung dan Tim Bali United diselenggarakan di Stadion Batakan, Balikpapan,” demikian isi surat PT PBB yang ditandatangani langsung direkturnya, Teddy Tjahjono.
Meski tak dijelaskan spesifik soal alasan pemilihan stadion tersebut, namun kualitas stadion termasuk rumput di lapangannya ditenggarai menjadi faktor dipilihnya Batakan oleh Maung Bandung.
Sebelumnya, Persib juga sempat meminjam markas Persiba Balikpapan itu saat melakoni laga pekan ke-24 menghadapi Madura United.
Namun, saat menjamu Persebaya akhir pekan lalu, Persib memilih untuk menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Dalam dua laga usiran itu, Supardi Nasir Bajang dan koleganya harus menelan kekalahan karena kehilangan banyak pemain pilarnya akibat larangan sanksi bermain dari Komdis PSSI.
(qur/pojoksatu)