bentrok suporter

Lagi, Suporter Dikeroyok Hingga Sekarat, Untung Ada TNI

POJOKSATU.id, MALANG – Pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10) sore berlangsung dengan tensi tinggi. Bukan hanya para pemain di atas lapangan, pun suporter di tribun. Padahal, Kanjuruhan dipenuhi Aremania karena Bonek memang sepakat tak datang ke Malang.
Beberapa kali tampak keributan di tribun penonton. Berdasarkan pantauan JawaPos.com, lebih dari lima kali keributan terjadi. Kericuhan kecil merata terjadi di beberapa bagian. Bahkan hingga ke tribun VIP.
Sementara itu, di tribun tampak kerumunan massa yang berlari-lari ke arah yang sama. Tidak jelas apa yang melatar belakangi kejadian itu. Usai kericuhan di tribun berdiri sisi selatan, kemudian berganti ke tribun berdiri sisi timur.
Bahkan, sempat terjadi keributan antarsuporter. Informasi awal, diduga ada oknum Bonek yang menyusup. Kemudian, Aremania yang mendengar isu itu spontan hendak main hakim sendiri.
Melihat kejadian itu, personel keamanan yang tampak berjaga sigap mengamankan kejadian. Ada beberapa penonton yang diamankan. Termasuk di antaranya oknum yang dituding sebagai Bonek. Langkah antisipasi itu dilakukan agar kejadian seperti yang menimpa Haringga Sirla tidak terulang.
Rupanya, keributan itu memang benar antarsuporter. Salah satunya nekat meneriaki yang lain dengan sebutan Bonek. Akhirnya Aremania yang di sekitarnya tersulut dan hendak ikut berbuat anarkis.
“Dua kami keluarkan dari tribun agar tidak menciptakan keributan lebih besar. Bukan Bonek atau apa. Mereka ini sesama Aremania yang berkelahi karena mabuk,” beber Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda kepada JawaPos.com.
Keributan kembali terjadi pada jeda babak pertama. Dua pentolan Aremania sempat masuk ke lapangan.
Saat itu, pemain cadangan Persebaya seperti Alfonsius Kelvan, Robertino Pugliara, dan Rishadi Fauzi melakukan pemanasan. Pemanasan tersebut terusik karena salah satu pentolan Aremania menantang Alfonsius Kelvan.
Akibatnya, kiper Persebaya pun terpancing dan mendekati salah satu suporter tersebut. Pihak panpel dan keamanan berhasil memisahkan keduanya dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Insiden penonton yang masuk ke area lapangan tidak hanya terjadi sekali. Beberapa saat ketika laga berakhir, insiden itu kembali terjadi. Bukan hanya satu atau dua suporter, melainkan ribuan Aremania merangsek masuk ke lapangan usai laga berakhir.
Dalam video yang viral di media sosial, tampak puluhan Aremania mengeroyok salah seorang suporter. Mereka menendang, menginjak, dan memukul suporter yang sudah terkapar dan sekarat di tanah.
Beruntung korban kebengisan Aremania tak senasib Jakmania yang dikeroyok hingga tewas di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Insiden itu tak sampai menelan korban jiwa karena beberapa anggota TNI langsung melerai. TNI menyelamatkan korban dari amukan Aremania.
Berikut ini video detik-detik pengeroyokan suporter dalam laga Arema FC dan Persebaya Surabaya:

(tik/jpc/pojoksatu)

Seisi Pakansari Doakan Arwah Haringga Sirila sebelum Laga Indonesia Vs China

POJOKSATU.ID, BOGOR – Pertandingan terakhir PSSI Anniversary Cup U-19 antara Timnas Indonesia U-19 kontra China U-19 di Stadion Pakansari, Selasa (25/9/2018) malam, diawali dengan mendoakan arwah Haringga Sirila. Seisi stadion mengheningkan cipta sejenak, sekaligus sebagai bentuk turut berduka atas meninggalnya suporter Persija Jakarta itu. Seperti diketahui, Haringga Sirila (23 tahun) warga Cengkareng tewas mengenaskan usai dikeroyok oknum anggota Viking Persib di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) lalu.
Terkait Penghentian Liga Indonesia, Ini yang Dilakukan PSSI Agar Terhindar Sanksi FIFA
Bentrok suporter berujung maut ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh insan sepak bola Tanah Air. Tak terkecuali mereka yang hadir di Stadion Pakansari tadi malam. Mereka mengheningkan cipta sebelum kick off Indonesia U-19 vs China U-19.
Timnas Indonesia U-19 kalah 0-3 dari China U-19 pada laga pamungkas PSSI Anniversary Cup U-19 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (25/9/2018). (adi/pojokbogor)
Pertandingan ini sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk China U-19. Pada laga sebelumnya, Garuda Muda hanya bermain imbang lawan Thailand. Sementara itu, terkait kasus Haringga, Menpora Imam Nahrawi sudah meminta PSSI menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan. Namun oleh PSSI diputuskan dihentikan sampai waktu yang tidak ditentukan.
Haringga Sirila, suporter Persija Jakarta yang tewas dikeroyok oknum anggota Viking di GBLA, Minggu (23/9/2018). (ig jktinfo)
Iman mengatakan dalam akun Instagramnya beberapa waktu lalu kecewa atas kejadian pengeroyokan yang menewaskan seorang The Jakmania, Haringga Sirila.
Laga Pamungkas PSSI Anniversary Cup, Indonesia Dibantai China
“Tak ada satu pun pertandingan yang seharga dengan nyawa, saya sangat kecewa karena kita tahu ini bukan yang pertama,” tulisnya di Instagram pada Minggu (23/9/2018). Sementara itu Sementara itu dalam kasus pengeroyokan Haringga, polisi telah menetapkan 16 tersangka. Delapan diantaranya masih dibawah umur. (adi/fat/pojoksatu)

Terkait Penghentian Liga Indonesia, Ini yang Dilakukan PSSI Agar Terhindar Sanksi FIFA

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Keputusan penghentian sementara Go-jek Liga 1 Indonesia sudah dikoordinasikan PSSI dengan semua pihak. Termasuk dengan AFC dan FIFA agar terhindar dari sanksi, serta semua langkah tetap pada aturan yang ada.
Seperti diketahui, Menpora Imam Nahrawi telah memerintahkan PSSI dan PT LIB untuk menghentikan sementara Liga Indonesia, selama dua pekan. Keputusan itu menyusul insiden pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila di GBLA Minggu (23/9/2018) lalu.
Oleh PSSI, titah Menpora itu dilaksanakan dengan menghentikan kompetisi sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan untuk menghindari sanksi FIFA, karena bisa dianggap diintervensi pemerintah, PSSI berkoordinasi dengan organisasi di atasnya, mulai AFC sampai ke FIFA sendiri.
Persib Terancam Sanksi Berat Ini, Buntut Pengeroyokan Haringga
Dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/9), Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengumumkan perihal penghentian Liga 1 musim ini.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menambahkan dalam masa penghentian, PSSI telah berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk AFC dan FIFA.
“Penghentian ini juga tak lepas dari koordinasi kami dengan FIFA dan AFC,” kata pria yang karib disapa Jokdri ini.
Menpora Resmi Hentikan Sementara Liga Indonesia, Ini Alasannya
Selama penghentian kompetisi ini, PSSI akan membentuk Tim Investigasi. Personelnya terdiri dari Eksekutif Komite (Exco) dan seluruh unit yang ada di PSSI.
“Jadi ada komite kompetisi, komite legal, ada juga divisi security PSSI. Tidak ada tim khusus, tapi ini fungsional terhadap struktur yang ada di PSSI,” jelas pria yang akrab disapa Jokdri ini.
Adapun dalam tim investigasi nanti, Jokdri memastikan tidak ada dari luar PSSI. “Tidak ada perwakilan dari profesional,” katanya.
(fat/pojoksatu)

Persib Terancam Sanksi Berat Ini, Buntut Pengeroyokan Haringga

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Ulah oknum anggota Viking yang mengeroyok anggota Jakmania, Haringga Sirila hingga tewas akan berdampak buruk bagi Persib Bandung. Klub berjuluk Maung Bandung itu bahkan terancam sanksi sangat berat, didiskualifikasi dari Go-jek Liga 1 2018.
Terkait insiden yang menewaskan Haringga (23 tahun) di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) itu, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi telah merekomendasikan hukuman untuk Persib kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Mulai sanksi paling ringan berupa denda uang, sampai hukuman paling berat, mencoret Persib dari kompetisi kasta tertinggi Tanah Air itu.
Laga Pamungkas PSSI Anniversary Cup, Indonesia Dibantai China
“PSSI tidak bisa memutuskan suatu persoalan karena dalam organisasi ada Komdis, Komdis akan segera sidang, tapi Ketum PSSI dan Exco dapat memberikan rekomendasi ke Komdis,” ujar Edy pada konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).
Haringga Sirila, suporter Persija Jakarta yang tewas dikeroyok oknum anggota Viking di GBLA, Minggu (23/9/2018). (ig jktinfo)
“Rekomendasi sudah dibicarakan, dan ada aturan main. Ada hukuman paling rendah, finansial sampai tingkat diskualifikasi. Sampai ke sana hukumannya,” imbuh Edy.
Menpora Resmi Hentikan Sementara Liga Indonesia, Ini Alasannya
Pemerintah Indonesia juga sudah bersikap atas insiden Haringga ini. Melalui Menpora Imam Nahrawi telah memutuskan untuk menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan.
(fat/pojoksatu)

Pemerintah Hentikan Liga Indonesia, Siap-siap Kena Sanksi FIFA (Lagi)

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Keputusan Pemerintah Indonesia menghentikan sementara Liga Indonesia bisa saja berdampak pada jatuhnya sanksi FIFA. Apalagi jika induk organisasi sepak bola dunia itu menilai pemerintah mengintervensi PSSI.
Seperti diketahui, pada 2015 silam, PSSI mendapat sanksi dari FIFA dilarang mengikuti semua kompetisi yang diadakan FIFA dan organisasi di bawahnya. Sanksi itu diberikan setelah pemerintah Indonesia membekukan PSSI.
Kini, situasi hampir serupa kembali terjadi. Pemerintah menghentikan sementara Liga Indonesia sebagai kebijakan atas terjadinya insiden pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila di parkiran Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018) lalu.
Liga Indonesia Dihentikan Sementara: Keputusan Panik! Dirut Persija Protes
Bukan cuma itu, BOPI juga mengancam akan menghentikan sepenuhnya kompetisi sepak bola Tanah Air.
Atas berbagai kebijakan itu, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez angkat bicara.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez. (persib.co.id)
“Kenapa harus dihentikan sekarang? Kenapa tidak kemarin? Kenapa tidak ketika lawan Arema atau ketika lawan Persija? Kenapa harus sekarang ketika sudah ada korban jiwa?” kata Gomez dikutip dari Simamaung.
Menurutnya kompetisi harus diselenggerakan sampai tuntas serta sesuai dengan kalender FIFA dan AFC. Jika tidak maka bukan tak mungkin Indonesia akan kembali dihukum oleh induk sepakbola di dunia tersebut.
Liga Indonesia Dihentikan Sementara: Keputusan Panik! Dirut Persija Protes
Begitu pun jika liga dihentikan sementara, maka kompetisi akan selesai setelah Desember dan itu berpengaruh pada jatah tim Indonesia di kompetisi antarklub Asia.
“Rumor kan? tidak bisa, jika kamu memulai kompetisi kamu harus menyelesaikannya. Kamu tidak bisa menghentikannya karena di FIFA ini selesai Desember. Jika ini tak selesai maka nanti tidak bisa bermain di AFC Cup. FIFA pasti bilang tidak,” ujarnya.
“Karena mereka juga pasti akan bertanya alasannya. Masalah ini tidak bisa liga menghentikan begitu saja, ada FIFA yang punya aturan. Bukan peraturan Indonesia tapi FIFA,” lanjutnya.
Persib sendiri saat ini sedang memimpin klasemen sementara dan unggul 6 poin dari pesaing terdekatnya, PSM Makassar.
Kans Persib untuk jadi juara dan meraih jatah satu tiket ke kompetisi mancanegara pun sangat terbuka. Gomez tidak setuju jika jerih payah timnya sirna karena kompetisi dihentikan.
“Saya tahu kejadian kemarin sangat buruk. Bukan hanya untuk kita tapi di tempat lain. Tapi menghentikan liga itu sangat buruk. Karena ada polisi yang sudah mengamankan, selesai. Polisi sudah ambil pelakunya bukan? Itu kriminal bukan sepak bola,” kata Gomez.
(fat/pojoksatu)

Daftar Korban Tewas Bentrok Antarsuporter Persib dan Persija

POJOKSATU.id, BANDUNG –  Kancah sepak bola tanah air sedang dirundung duka menyusul insiden pengeroyokan sejumlah oknum Bobotoh terhadap Haringga Sirila, salahseorang anggota Jakmania.
Korban meninggal dunia akibat dikeroyok oknum pendukung Persib jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Ternyata, Haringga bukan korban pertama kali fanatisme kebablasan antara suporter dua tim besar tanah air itu.
Pernyataan Resmi Viking atas Kematian Anggota Jakmania, Haringga Sirila
Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
Haringga Sirila adalah korban ketujuh bentrok antarsuporter yang melibatkan Bobotoh dengan The Jakmania tersebut.
Dikutip dari Save Our Soccer atau SOS, terhitung sejak 2012, sudah ada tujuh orang suporter kedua belah pihak yang meninggal dunia akibat bentrok antarsuporter, di antaranya:
1. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Usia: 29 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
2. Lazuardi (Bobotoh)
Usia: 17 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
3. Dani Maulana (Bobotoh)
Usia: 17 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
4. Gilang (Jakmania)
Usia: 24 tahun
Tewas saat perjalanan pulang usai laga Persija vs Persib di Solo (6/11/2016)
Penyebab: Jatuh dari kendaraan
5. Harun Al Rasyid (Jakmania)
Usia: 30 tahun
Tewas saat perjalanan pulang usai Persija vs Persib di Solo (6/11/2016)
Penyebab: Pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon
6. Ricko Andrean (Bobotoh)
Tewas saat Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (22/7/2017)
Penyebab: Pengeroyokan
7. Haringga Sirila (Jakmania)
Usia: 23 tahun
Tewas jelang duel Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (23/9/2018)
Penyebab: Pengeroyokan
(jpc/qur/pojoksatu)