berita Timnas U-19

Buat Kepanikan di Kotak Penalti

Catatan kecil Hazairin Sitepu untuk pertandingan Indonesia U19 melawan Uni Emirat Arab U19
Indonesia harus mencetak gol di 15 menit pertama. Ini untuk menaikkan kepercayaan diri  dan mental bermain Egy Maulana dan teman-temannya. Bila perlu lebih dari satu gol. Dengan begitu Indonesia akan lebih taktis dan lebih menguasai permainan pada menit-menit selanjutnya.
Begitu wasit meniup peluit pertama, langsung menekan. Secara terpola. Mengacak-acak pertahanan Uni Emirat Arab (UEA). Entah oleh Egy Maulana, entah oleh Saddil Ramdani.
Saddil dengan kecepatannya, melakukan tekanan dari sayap kanan. Secara paralel Witan Sulaiman atau lainnya sudah bersiaga di tengah menunggu umpan tarik dari Saddil.
Tekanan juga dapat dilakukan dari sayap kiri oleh Egy. Sebenarnya Egy lebih kemistri dengan Rivaldo, pemain mungil dari Papua itu.
Rivaldo memiliki kualitas individu yang luarbiasa. Ia dapat meliuk-liuk, menggiring dan memutar bola dengan cepatnya di antara kaki-kaki lawan.
Kalau Indonesia mengacak pertahanan UEA, maka dua hal bisa terjadi:  menciptakan peluang untuk mencatak gol dan kepanikan yang dapat saja melahirkan pelanggaran oleh lawan.  Bisa melahirkan tendangan penalti.
Serangan harus bertubi-tubi, tetapi mengantisipasi serangan balik adalah wajib. Ahmad Fawzi Abdallah, pemain UEA bernomer punggung 16 itu harus diwaspadai. Dialah yang mencetak satu gol ke gawang Qatar pada laga pekan lalu. Dengan sangat cepat dia bergerak dari lapangan tengah. Nomer punggung 10, Hamdan Alzaabi adalah pemain berbahaya. Ia jangan dibiarkan liar bergerak.
Sebenarnya penjaga gawang UEA Suhail Abdullah tidaklah istimewa. Dalam melawan Qatar saya melihat dia beberapa kali tidak tepat antisipasi. Karenanya, jika ada kemelut di depan gawangnya, Indonesia bisa mengambil untung.
Witan juga dapat membuat panik lawan dengan tendangan jarak jauhnya. Ketika melawan Taiwan, anak Palu itu menyarangkan dua gol dari lapangan tengah.
Kalau melihat melawan Qatar, pemain-pemain  Indonesia memiliki kualitas tinggi dalam tendangan bola-bola mati. Rivaldo, Saddil dan lainnya.
(hs)