bima sakti

Soal Nasib Bima Sakti, Ini Garansi Edy Rahmayadi

POJOKSATU,id, MEDAN – Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku belum memutuskan soal keberlangsungan Bima Sakti bersama Timnas Indonesia pasca gagal di ajang Piala AFF 2018.
Pernyataan Edy ini sekaligus untuk meredakan spekulasi pemecatan Bima Sakti sebagai pelatih skuat Garuda senior itu.
Pihaknya bahkan berencana akan mengirimnya ke Eropa untuk menimba ilmu. “Bukan berarti Bima Sakti tidak jelas, karena Piala AFF kalah,” katanya.

“Dia tidak diberhentikan. Malah tanggal 30 (Desember) nanti saya mau tambah ilmunya. Dia akan diberangkatkan ke Inggris,” ujar Edy.
Bima Sakti memang tengah mendapat sorotan dari publik sepak bola tanah air usai gagal mempersembahkan hasil terbaik timnya di ajang paling prestisius se Asia Tenggara itu.
Bima yang ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan sosok Luis Milla yang memilih mundur meski kontraknya diperpanjang PSSI dinilai belum layak menjadi juru racik skuat Merah-Putih.
Sejumlah anggota Expo PSSi bahkan sempat menyuarakan desakannya agar PSSI melengserkannya sejurus mencuatnya sejumlah nama sebagai suksesor ideal mantan pemain Primavera itu.
(qur/pojoksatu)

PSSI Mau Pengganti Bima Berpengalaman tapi Gajinya Standar

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi mengungkapkan masih belum tahu bagaimana nasib Bima Sakti ke depan setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos fase Group Piala AFF 2018.
Pihaknya masih akan merundingkan masalah tersebut dalam Rapat Exco yang akan dilakukan pada 25 November ini.
’’Agendanya ada tiga, yang pertama agenda rutin, yang kedua persiapan kongres tahunan, yang ketiga baru membahas terkait evaluasi timnas di Piala AFF, di dalamnya juga tentang nasib Bima,’’ jelasnya.
BACA JUGA:
Lawan Filipina Lalu Mundur Sebagai Pelatih Indonesia
‘Football For Peace Indonesia’ Warnai Kemenangan Telak Eibar Atas Real Madrid
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Prediksi PSM Makassar Vs Bali United : Rebut Kembali Singgasana
Namun, Yoyok punya pendapat pribadi. Pendapat itu rencananya juga akan dijabarkan pada rapat Exco PSSI. Dia ingin Timnas tidak menggunakan lagi jasa Bima.
’’Dia sudah diberi mandat jadi pelatih kepala tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Bima paling pas di asisten pelatih, atau diberi kesempatan untuk menangani timnas yang lebih muda,’’ katanya.
Lantas siapa yang akan jadi pengganti? Pria yang juga menjabat sebagai CEO PSIS Semarang tersebut berpendapat tidak perlu muluk-muluk cari pengganti sekaliber Milla lagi. Tidak perlu repot cari pelatih berkelas dunia. ’’Saya mengusulkan pelatih yang lebih berpengalaman. Yang punya jam terbang di timnas,’’ tuturnya.
Selain itu, pelatih yang ditunjuk juga harus punya harga ‘standar’. Alias sesuai dengan kantong PSSI. hal tersebut tidak terlepas dari kasus Milla yang harganya selangit hingga tidak mampu dibayar oleh PSSI. ’’Percuma kalau pelatih mahal tidak mampu bayar,’’ ungkapnya lantas tersenyum.
Seperti diketahui, perkiraan gaji Milla ketika menangani timnas selama sebulan adalah Rp 2 Milliar. Harga yang cukup tinggi. Bandingkan saja dengan harga Bima Sakti yang kemungkinan besar mirip dengan Pelatih Timnas Junior seperti Indra Sjafri, sekitaran Rp 40 juta – Rp 50 juta per bulan.
Sebenarnya, Yoyok mengakui sebelum penunjukan Bima ada beberapa kandidat yang diusulkan. Diantaranya adalah Pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago, Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan, hingga pelatih yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim lalu Simon McMenemy.
Sayang, nama ketiga pelatih itu terpental. Dalam rapat Exco PSSI, Yoyok mengatakan pertimbangan memilih Bima adalah masalah waktu. Pemilihan pelatih Timnas sangat mepet dengan waktu penyelenggaraan.
’’Bima dianggap bisa menerjemahkan strategi Milla. Maksudnya biar bisa langsung jalan, kalau ujuk-ujuk ganti bisa berantakan,’’ terangnya.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Beda Pendapat Exco PSSI dan Dirtek Soal Bima Sakti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Teknik PSSI, Danurwindo menilai tak bijak rasanya jika menumpahkan kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 kepada seorang Bima Sakti seorang.
Dikatakan Danur,  Bima tak pantas menjadi kambing hitam dari semua hasil minor timnas yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, Bima punya potensi besar untuk menjadi seorang pelatih kelas atas karena telah menyerap ilmu dari mantan pemain Timnas Spanyol, Luis Milla Aspas.
“Bima adalah pelatih masa depan kita. Tak bisa karena gagal (di Piala AFF) dia tak dapat kesempatan lagi. Kami justru membutuhkan banyak pelatih. Bima salah satu dari 24 pelatih yang lulus Lisensi A bahkan dengan nilai bagus,” tuturnya.
Bima, dikatakannya hanya minim pengalaman, sehingga butuh jamb terbang, karena sebelumnya hanya bertugas sebagai pelatih sementara Timnas U-19 Indonesia.
Di tangannya, Garuda Muda kalah telak dari Jepang U-19 dengan skor 0-4 saat melakoni laga uji coba. Namun hasil itu tidak memengaruhi keputusan PSSI untuk mempekerjakannya.
Bima Sakti yang awalnya ditunjuk sebagai asisten Luis Milla, naik jabatan menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia. Meski banyak kritik, dikatakan Danur, PSSI masih mengakui kinerjanya sebagai juru taktik.
“Sebagai pelatih, dia layak dipertahankan. Tapi kan bukan saya saja yang bicara dalam hal ini,” imbuhnya.
Keinginan Danur ini berbeda pendapat dengan sejumlah anggota Exco PSSI, seperti Gusti Randa dan Yoyok yang ingin segera melakukan rapat evaluasi terkait kinerja Timnas Indonesia, termasuk keinginan mereka mengganti Bima Sakti yang dinilai gagal membesut performa Merah-Putih.
(jpc/qur/pojoksatu)

Nasib Bima Sakti Akan Diputuskan Besok Lusa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI bukan suara terkait performa minor pelatih Bima Sakti bersama Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
Bima Sakti gagal membawa timnya menembus babak semifinal kendati masih menyisakan satu laga pamungkas kontra Fipilina di fase Grup B.
Anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi mengungkapkan, pihaknya masih belum tahu tentang masa depan Bima Sakti bersama timnas.
Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur
Pihaknya masih akan merundingkan masalah tersebut dalam Rapat Exco yang akan dilakukan pada 25 November mendatang.
“Agendanya ada tiga, yang pertama agenda rutin, yang kedua persiapan kongres tahunan, yang ketiga baru membahas terkait evaluasi timnas di Piala AFF, di dalamnya juga tentang nasib Bima,” tutur Yoyok seperti dikutip dari jpnn.
Namun begitu, Yoyok menilai, sang pelatih memang harus diganti menyusul hasil buruk di ajang kompetisi paling bergengsi se-Asia Tenggara itu.
“Dia sudah diberi mandat jadi pelatih kepala tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Bima paling pas di asisten pelatih, atau diberi kesempatan untuk menangani timnas yang lebih muda,” sebut dia.
Soal sosok suksesornya, Yoyok mengaku belum mendapat gambaran, namun ia menyarankan calon pelatih berikutnya tak perlu muluk-muluk sekaliber Luis Milla.
“Saya mengusulkan pelatih yang lebih berpengalaman saja, yang punya jam terbang di timnas,” tuturnya.
Selain itu, sebut dia, pelatih nanti juga harus punya harga ‘standar’ alias sesuai dengan kondisi keuangan federasi.
“Percuma kalau pelatih mahal tidak mampu bayar,” sebut Yoyok merujuk pada kasus tunggakan gaji pelatih timnas sebelumnya, Luis Milla.
(qur/pojoksatu)

Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 menyeret sosok sang pelatih, Bima Sakti.
Sejumlah pihak termasuk Exco PSSI menginginkan jebolan Primavera itu diganti karena gagal membawa Merah-Putih berkiprah lebih dalam di ajang paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Timnas gagal melaju ke babak semi-final kendati menyisakan satu pertandingan lagi kontra Filipina yang baru akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11/2018) petang WIB.
Kegagalan Indonesia melaju ke fase knock-out tidak terlepas dari hasil pertandingan antara Filipina dengan Thailand yang berkesudahan seri 1-1.
Atas hasil buruk tersebut, Bima pun siap meletakkan jabatannya jika diminta PSSI. “Kalau memang PSSI sudah memutuskan, kami mundur dan kami siap,” kata Bima.
Bima menilai, mendapat banyak pelajaran selama kiprahnya menukangi timnas untuk meneruskan kinerja Luis Milla.
“Saya harap media dan masyarakat mengerti bahwa ini proses yang tak mudah. Thailand dan Vietnam, contohnya, dari usia dini mereka dibentuk jadi sudah memiliki dasar yang bagus,” sebut dia.
Jika memang publik dan PSSI menginginkannya mundur, Bima berharap penggantinya bisa mendapat dukungan penuh dari suporter.
“Siapapun pelatihnya, mau asing atau lokal ya harus kita dukung semaksimal mungkin,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Indonesia Dipastikan Tersingkir, Bima Sakti Malah Janjikan Ini Saat Lawan Filipina

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti janji anak asuhnya akan tetap tampil ngotot dan mengincar kemenangan saat menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/2018) mendatang. Padahal tim Garuda sudah dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF 2018.
Harapan Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018 pupus sudah. Hal itu dipastikan setelah Filipina bermain imbang 1-1 lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Rabu (21/11/2018) malam.
Dengan demikian Thailand dan Filipina tetap bertahan di peringkat satu dan dua klasemen sementara Grup B dengan 7 poin. Raihan yang tidak mungkin lagi bisa dikejar Indonesia yang baru mengemas tiga poin dari tiga laga.
BACA JUGA:
Inter dan Milan Berebut Gelandang Klub Inggris Ini
Kejutan..Mbappe Tidak Masuk 5 Besar Kandidat Peraih Golden Boy Award
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Menanggapi kegagalan timnya melaju ke semifinal, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Bima Sakti tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya meminta maaf kepada PSSI dan pecinta bola Tanah Air.
“Pertama saya minta maaf kepada PSSI dan pecinta sepak bola Indonesia,” katanya, Rabu (21/11/) malam dikutip Pojoksatu.id dari Jpnn.com.
Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti memimpin latihan skuat Garuda Skuat di Lapangan ABC, Senayan, Selasa (20/11) pagi. (Pssi.org)
Dia mengakui, rasa kecewa dan sedih pasti menyelimuti negeri ini. Namun, dia berjanji di satu laga yang tersisa, Indonesia bakal tampil maksimal.
“Semua pasti sedih, tapi saya pesan kepada pemain, perjuangan belum selesai dan kami harus tutup pertandingan hari Minggu dengan kemenangan,” ucapnya.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik
Laga yang dimaksud adalah pertandingan terakhir grup B melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kegagalan Indonesia ini, diyakini bakal menjadikan atmosfer pertandingan sepi dan penonton malas datang ke stadion.
Kegagalan menembus semifinal Piala AFF 2018 merupakan yang keempat sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen yang sejak 1996 sampai 2004 bernama Piala Tiger ini.

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF, Bima Sakti Minta Maaf!

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018 pupus sudah. Hal itu dipastikan setelah Filipina bermain imbang 1-1 lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Rabu (21/11/2018) malam.
Dengan demikian Thailand dan Filipina tetap bertahan di peringkat satu dan dua klasemen sementara Grup B dengan 7 poin. Raihan yang tidak mungkin lagi bisa dikejar Indonesia yang baru mengemas tiga poin dari tiga laga.
Menanggapi kegagalan timnya melaju ke semifinal, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Bima Sakti tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya meminta maaf kepada PSSI dan pecinta bola Tanah Air.
BACA JUGA:
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Kejutan..Mbappe Tidak Masuk 5 Besar Kandidat Peraih Golden Boy Award
“Pertama saya minta maaf kepada PSSI dan pecinta sepak bola Indonesia,” katanya, Rabu (21/11/) malam dikutip Pojoksatu.id dari Jpnn.com.
Dia mengakui, rasa kecewa dan sedih pasti menyelimuti negeri ini. Namun, dia berjanji di satu laga yang tersisa, Indonesia bakal tampil maksimal.
“Semua pasti sedih, tapi saya pesan kepada pemain, perjuangan belum selesai dan kami harus tutup pertandingan hari Minggu dengan kemenangan,” ucapnya.
Timnas Indonesia menyerah 0-1 atas Singapura di laga pembuka Gurp B Piala AFF 2018 (jawapos.com)
Laga yang dimaksud adalah pertandingan terakhir grup B melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kegagalan Indonesia ini, diyakini bakal menjadikan atmosfer pertandingan sepi dan penonton malas datang ke stadion.
Kegagalan menembus semifinal Piala AFF 2018 merupakan yang keempat sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen yang sejak 1996 sampai 2004 bernama Piala Tiger ini.

Soal Tagar KosongkanGBK, Bima Sakti: Mereka Cinta Timnas, tapi Caranya Berbeda!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti angkat suara menanggapi ajakan “memboikot” laga Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di ajang Piala AFF 2018.
Tagar #KosongkanGBK memang menggema beberapa hari terakhir ini di lini masa. Tagar itu muncul jelang timnya bentrok dengan Timor Leste dalam lanjutan Grup B.
Tagar tersebut menggema sebagai bentuk kekecewaan suporter tanah air terhadap kinerja PSSI yang dinilai tak mampu mengelola timnas.
Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”
Kekalahan Singapura Buka Jalan Timnas Indonesia jadi Lebar
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Kondisi tersebut tentu bisa berdampak pada performa Beto Goncalves dan koleganya yang kini tengah berjuang di ajang kompetisi paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Bagi Bima sendiri, ia cukup maklum dengan adanya kritik tersebut, apalagi di laga pembuka menghadapi Singapura, skuatnya harus menelan kekalahan.
“Mereka (sebenarnya) cinta kepada Timnas, tapi caranya berbeda. Ini sebagai motivasi atau cambuk kami untuk berprestasi,” tutur Bima.
Bima mengaku timnya sangat membutuhkan masukan hingga kritik agar bisa terus berkembang. “Kami butuh kritik dan masukan,” ucapnya.
“(Tapi) terus terang, kami tak pernah membaca media sosial. Saya pesan ke pemain tak perlu baca medsos, tetap konsentrasi, kompak dan jangan terpengaruh suara-suara di luar,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Sukses Taklukkan Timor Leste, Ini Pesan Bima Sakti kepada Anak Asuhnya

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia berhasil menaklukkan Timor Leste pada laga kedua penyisihan Grup B Piala AFF 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (13/11/2018) malam. Kemenangan yang sangat penting untuk menjaga asa lolos ke semifinal.
Seperti diberitakan Pojoksatu.id sebelumnya, pada pertandingan itu, Tim Garuda sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Rufino Walter Gama di awal babak kedua.
Namun Evan Dimas dkk bisa bangkit dengan mencetak tiga gol kemudian. Masing-masing oleh Alfath Fathier, penalti Stefano Lilipaly dan sundulan Alberto ‘Beto’ Goncalves.
BACA JUGA:
Swafoto Bareng Ronaldo, Ada Penampakan Chiellini Telanjang, Bek Milan Minta Maaf
Disorot karena Gaji Rp160 Miliar, Ini Jawaban Sempurna Kylian Mbappe
Singapura Kalah dari Filipina, Indonesia Naik ke Peringkat 2 Klasemen Grup B
Sempat Tertinggal Lebih Dulu, Indonesia Akhirnya Bisa Jinakkan Timor Leste
Usai memastikan tiga poin pertama di Piala AFF 2018, pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti Tukiman meminta anak asuhnya untuk tidak besar kepala setelah kemenangan ini.
Aksi Evan Dimas pada laga Indonesia vs Timor Leste di SUGBK, Selasa (13/11/2018). (@AFFSuzukiCup)
“Alhamdulillah malam ini kami bisa memenangkan pertandingan. Saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh pemain yang sudah kerja keras, sempat tertinggal tapi bisa bangkit dan memenangkan pertandingan. Terima kasih juga kepada suporter yang sudah mendukung dari menit awal hingga akhir,” ujar Bima.
“Kami tidak boleh jemawa, tidak boleh sombong, tetap rendah hati dan kami harus fokus lagi menatap pertandingan selanjutnya,” katanya.
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Bima mempersembahkan kemenangan ini untuk Palu dan Donggala yang terkena musibah. Dia berharap kesuksesan ini dapat berdampak positif terhadap dua wilayah tersebut.
“Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk semangat dan bangkit,” imbuh Bima.
Kemenangan atas Timor Leste membuat Indonesia naik ke peringkat 2 klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018. Timnas Garuda hanya kalah selisih gol dari Thailand yang baru sekali bertanding.
(fat/pojoksatu)

Pesan Bima Sakti untuk Suporter Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, SINGAPURA – Timnas Indonesia bersiap melakoni laga pembuka Piala AFF 2018 menghadapi Timnas Singapura di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11/2018) malam WIB.
Tampil dihadapan pendukung tuan rumah berjuluk The Lions itu, sang pelatih, Bima Sakti berharap, suporter tanah air memberikan dukungan penuh pada perjuangan timnya.
Kendati akan digelar di Singapura, Bima memprediksi laga pembuka di Grup B itu akan juga dihadiri pendukung Merah-Putih.
Piala AFF 2018: Timnas Indonesia, Wajib Perkasa di Laga Pembuka
Pasalnya, dikutip dari Goal, jatah tiket untuk suporter tamu yang dijual panpel melalui PSSI telah ludes terjual.
Karena itu, Bima Sakti mengharapkan dukungan secara sportif yang mampu ditunjukkan suporter Indonesia. “Saya bersyukur kalau suporter bisa hadir untuk langsung memberikan dukungan,” katanya.
“Namun, saya pesan untuk menjaga sportivitas karena kita dengan Singapura adalah saudara. Tetap menjaga aturan-aturan yang ada di Singapura, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” terang dia.
Terpisah, pelatih timnas Singapura, Fandi Ahmad juga meminta seluruh masyarakat Singapura memberikan dukungan langsung atas perjuangan timnya di laga nanti.
Dikatakannya, antusiasme suporter Singapura cenderung anjlok seiring merosotnya prestasi The Lions dibeberapa turnamen yang dilakoninya.
“Laga melawan Indonesia tidak akan mudah. Jadi, kami berharap suporter datang mendukung kami,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)