bima sakti

Soal Tagar KosongkanGBK, Bima Sakti: Mereka Cinta Timnas, tapi Caranya Berbeda!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti angkat suara menanggapi ajakan “memboikot” laga Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di ajang Piala AFF 2018.
Tagar #KosongkanGBK memang menggema beberapa hari terakhir ini di lini masa. Tagar itu muncul jelang timnya bentrok dengan Timor Leste dalam lanjutan Grup B.
Tagar tersebut menggema sebagai bentuk kekecewaan suporter tanah air terhadap kinerja PSSI yang dinilai tak mampu mengelola timnas.
Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”
Kekalahan Singapura Buka Jalan Timnas Indonesia jadi Lebar
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Kondisi tersebut tentu bisa berdampak pada performa Beto Goncalves dan koleganya yang kini tengah berjuang di ajang kompetisi paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Bagi Bima sendiri, ia cukup maklum dengan adanya kritik tersebut, apalagi di laga pembuka menghadapi Singapura, skuatnya harus menelan kekalahan.
“Mereka (sebenarnya) cinta kepada Timnas, tapi caranya berbeda. Ini sebagai motivasi atau cambuk kami untuk berprestasi,” tutur Bima.
Bima mengaku timnya sangat membutuhkan masukan hingga kritik agar bisa terus berkembang. “Kami butuh kritik dan masukan,” ucapnya.
“(Tapi) terus terang, kami tak pernah membaca media sosial. Saya pesan ke pemain tak perlu baca medsos, tetap konsentrasi, kompak dan jangan terpengaruh suara-suara di luar,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Sukses Taklukkan Timor Leste, Ini Pesan Bima Sakti kepada Anak Asuhnya

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia berhasil menaklukkan Timor Leste pada laga kedua penyisihan Grup B Piala AFF 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (13/11/2018) malam. Kemenangan yang sangat penting untuk menjaga asa lolos ke semifinal.
Seperti diberitakan Pojoksatu.id sebelumnya, pada pertandingan itu, Tim Garuda sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Rufino Walter Gama di awal babak kedua.
Namun Evan Dimas dkk bisa bangkit dengan mencetak tiga gol kemudian. Masing-masing oleh Alfath Fathier, penalti Stefano Lilipaly dan sundulan Alberto ‘Beto’ Goncalves.
BACA JUGA:
Swafoto Bareng Ronaldo, Ada Penampakan Chiellini Telanjang, Bek Milan Minta Maaf
Disorot karena Gaji Rp160 Miliar, Ini Jawaban Sempurna Kylian Mbappe
Singapura Kalah dari Filipina, Indonesia Naik ke Peringkat 2 Klasemen Grup B
Sempat Tertinggal Lebih Dulu, Indonesia Akhirnya Bisa Jinakkan Timor Leste
Usai memastikan tiga poin pertama di Piala AFF 2018, pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti Tukiman meminta anak asuhnya untuk tidak besar kepala setelah kemenangan ini.
Aksi Evan Dimas pada laga Indonesia vs Timor Leste di SUGBK, Selasa (13/11/2018). (@AFFSuzukiCup)
“Alhamdulillah malam ini kami bisa memenangkan pertandingan. Saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh pemain yang sudah kerja keras, sempat tertinggal tapi bisa bangkit dan memenangkan pertandingan. Terima kasih juga kepada suporter yang sudah mendukung dari menit awal hingga akhir,” ujar Bima.
“Kami tidak boleh jemawa, tidak boleh sombong, tetap rendah hati dan kami harus fokus lagi menatap pertandingan selanjutnya,” katanya.
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Bima mempersembahkan kemenangan ini untuk Palu dan Donggala yang terkena musibah. Dia berharap kesuksesan ini dapat berdampak positif terhadap dua wilayah tersebut.
“Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk semangat dan bangkit,” imbuh Bima.
Kemenangan atas Timor Leste membuat Indonesia naik ke peringkat 2 klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018. Timnas Garuda hanya kalah selisih gol dari Thailand yang baru sekali bertanding.
(fat/pojoksatu)

Pesan Bima Sakti untuk Suporter Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, SINGAPURA – Timnas Indonesia bersiap melakoni laga pembuka Piala AFF 2018 menghadapi Timnas Singapura di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11/2018) malam WIB.
Tampil dihadapan pendukung tuan rumah berjuluk The Lions itu, sang pelatih, Bima Sakti berharap, suporter tanah air memberikan dukungan penuh pada perjuangan timnya.
Kendati akan digelar di Singapura, Bima memprediksi laga pembuka di Grup B itu akan juga dihadiri pendukung Merah-Putih.
Piala AFF 2018: Timnas Indonesia, Wajib Perkasa di Laga Pembuka
Pasalnya, dikutip dari Goal, jatah tiket untuk suporter tamu yang dijual panpel melalui PSSI telah ludes terjual.
Karena itu, Bima Sakti mengharapkan dukungan secara sportif yang mampu ditunjukkan suporter Indonesia. “Saya bersyukur kalau suporter bisa hadir untuk langsung memberikan dukungan,” katanya.
“Namun, saya pesan untuk menjaga sportivitas karena kita dengan Singapura adalah saudara. Tetap menjaga aturan-aturan yang ada di Singapura, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” terang dia.
Terpisah, pelatih timnas Singapura, Fandi Ahmad juga meminta seluruh masyarakat Singapura memberikan dukungan langsung atas perjuangan timnya di laga nanti.
Dikatakannya, antusiasme suporter Singapura cenderung anjlok seiring merosotnya prestasi The Lions dibeberapa turnamen yang dilakoninya.
“Laga melawan Indonesia tidak akan mudah. Jadi, kami berharap suporter datang mendukung kami,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)

Bima Sakti Tiru Gaya Melatih Luis Milla, Ini Alasannya

POJOKSATU.ID, CIKARANG – Timnas Indonesia terus mempersiapkan diri jelang penampilan perdana di Piala AFF 2018 melawan Singapura. Menghadapi turnamen antar negara Asia Tenggara ini, pelatih Indonesia, Bima Sakti menerapkan gaya kepelatihan pendahulunya, Luis Milla.
Meski kompetisi sudah semakin dekat, namun Indonesia hanya latihan sekali sehari. Menurut Bima, sesi latihan sekali dalam sehari ini juga merupakan kepanjangan dari gaya yang diterapkan oleh pelatih terdahulu, Luis Milla Aspas.
Tujuannya, bukan pada jumlah jam latihan, tapi lebih ke intensitas program latihan.
BACA JUGA:
Pelatih Indonesia Klaim Sudah Kantongi Kelebihan dan Kekurangan Singapura
Bakal Adu Taktik, Pelatih Indonesia Ungkap Kenangan Dilatih Sven-Goran Eriksson
Klasemen Go-jek Liga 1 Pekan ke-29: Persija Babak Belur, PSM Nyaman di Puncak
“Saya memang punya gaya yang sama, mengadopsi gaya Luis Milla. Dia selalu pakai latihan satu kali saja tiap hari tapi intensitasnya tinggi, dan yang paling penting itu bukan lamanya, tapi itensitasnya,” terangnya usai memimpin latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Senin (5/11), dikutip dari Jpnn.com.
Bima menyebut, dirinya sengaja mengambil latihan pagi hari karena kalau latihan pada sore hari, yang ditakutkannya adalah hujan.
“Kalau pagi jika ada sesi-sesi tambahan tidak begitu masalah dengan cuaca, tidak harus sampai magrib. Kalau pagi kami bisa tambah sedikit jamnya dan sesinya,” tutur mantan Kapten Timnas Senior tersebut.
Sesi latihan Timnas Indonesia sendiri sudah memasuki sisi taktik dan strategi.
Bima Sakti menjelaskan bahwa memang ada beberapa metode penyerangan yang sedang dibangun oleh timnya.
“Kami banyak (latihan,red) motede bagaimana menyerang, sirkulasi cepat dari sisi ke sisi, kemudian tadi ada game 5 lawan 5 agar intensitas (penyerangan,red) mereka tetap terjaga,” katanya.
Hal tersebut juga diamini oleh striker naturalisasi Indonesia, Alberto Beto Goncalves. Menurutnya, latihan menyerang ini memang menjadi fokus karena Indonesia harus memilih taktikal ini.
“Hari ini kami fokus menyerang karena kami butuh agresif. Meskipun main di luar kita harus agresif,” ungkapnya.
Indonesia akan menjalani laga perdana Piala AFF 2018 menghadapi Singapura di National Stadium, Kallang, Singapura, pada 9 November mendatang. Dengan sistem sekali ketemu, mau tidak mau Indonesia harus bisa meraih kemenangan di laga ini.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Bakal Adu Taktik, Pelatih Indonesia Ungkap Kenangan Dilatih Sven-Goran Eriksson

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Kehadiran sosok Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih Timnas Filipina, salah satu tim yang akan dihadapi Indonesia di penyisihan grup Piala AFF 2018, Bima Sakti terkenang masa-masa indah bersama pelatih asal Swedia itu.
Bima mengakui mantan pelatih Timnas Inggris itu merupakan pelatih yang hebat dalam meracik taktik.
Sekitar 25 tahun yang lalu, Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Kurnia Sandy, pernah berguru ke Sampdoria di Italia. Ketiganya berguru dan menimba pengalaman di Liga Primavera, kompetisi para pemain junior.
Kebetulan, pelatih kepala Sampdoria saat itu adalah Sven-Goran Eriksson. Kini, Bima Sakti akan menghadapi ‘gurunya’ itu di penyisihan Grup B Piala AFF 2018.
BACA JUGA:
Ingin Tonton Laga Tandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Begini Cara Pesan Tiketnya
Wow, Filipina Kini Diarsiteki Mantan Pelatih Timnas Inggris
Klasemen Go-jek Liga 1 Pekan ke-29: Persija Babak Belur, PSM Nyaman di Puncak
“Sangat kharismatik orangnya, tegas, kalau lihat cara mereka bermain seperti Sampdoria dulu waktu zaman kami bermain, dari 1993 – 1995, mereka sangat rapih organisasinya,” ujar Bima dikutip dari Bola.net.
“Kalau bisa dikatakan, sistem zaman dulu, kami tahu mereka sangat kompak waktu bertahan. Semua harus kami waspadai waktu lawan Filipina,” katanya.
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Pertandingan Indonesia kontra Filipina sendiri dijadwalkan pada 25 November mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ini merupakan laga terakhir Grup B
(fat/pojoksatu)

Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti Langsung Pasang Target di Piala AFF 2018

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bima Sakti resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan peran Luis Milla.
Luis Milla sendiri sedianya masih punya kontrak kerja hingga setahun ke depan setelah PSSI menambah durasi kontraknya.
Namun, pasca Asian Games 2018 hingga saat ini, Milla yang memutuskan pulang ke negaranya Spanyol tak unsung kembali ke Indonesia.
Alasan PSSI Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Indonesia
PSSI melalui rapat Expo pun akhirnya menggelar rapat dan hasilnya memutuskan sang kertaker tersebut sebagai pelatih definitif.
Bima Sakti sendiri mengaku siap mengemban jabatan tersebut untuk memberikan kontribusi terbaik buat timnya di Piala AFF 2018 meski ia mengaku bukan hal yang mudah.
“Terima kasih kepada PSSI yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pelatih timnas Indonesia,” buka Bima Sakti seperti dikutip dari Goal.
Bima Sakti pun mengatakan akan langsung tancap gas melakukan persiapan jelang ajang tersebut. “Awal November mendatang kami akan kembali melakukan pemusatan latihan jelang berlaga di Piala AFF 2018,” sebut dia.
“Kami tim pelatih dengan pemain sudah melakoni latihan sejak lama dan saling mengenal baik. Jadi kami optimis meraih prestasi di ajang tersebut,” imbuhnya.
Timnas Indonesia sendiri menempati Grup B bersama Timor Lester, Thailand, Filipina dan Singapura di Piala AFF yang sedianya akan mulai kick-off pada 8 November hingga 15 Desember tersebut.
(qur/pojoksatu)

Alasan PSSI Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akhirnya menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih definitif Timnas Indonesia setelah Luis Milla tak unsung memberikan kepastian.
Selama ini, Bima Sakti dipercaya sebagai kertaker sambil menunggu kepulangan pelatih asal Spanyol itu. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, Milla tak kunjung datang.
Alhasil, melalui sebuah rapat yang digelar Exco PSSI, mereka sepakat untuk menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih jelang Piala AFF 2018 yang akan segera diikuti skuat Merah-Putih.
“Selamat bertugas untuk pelatih Bima Sakti dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Luis Milla atas dedikasi dan kerja samanya selama satu setengah tahun,” demikian pernyataan Wakil Ketua PSSI, Joko Driyono lewat laman resmi PSSI seperti dikutip dair Goal.
PSSI menilai alasan ditunjukkannya Bima Sakti berdasarkan hasil evaluasi dari beberapa laga ujicoba timnas di bawah arahan Bima Sakti yang terbilang bagus.
Timnas Indonesia tak terkalahkan atas Mauritius dan Myanmar, serta bermain imbang dengan Hong Kong.
“Ini menjadi momentum PSSI dan arahan ketua umum yang mempercayakan pelatih timnas Indonesia kepada sosok pelatih muda,” ujarnya.
(qur/pojoksatu)

Ditanya Soal Kans Melatih Timnas Indonesia, Begini Reaksi Bima Sakti

POJOKSATU.id, BEKASI – Pelatih ad interim Timnas Indonesia, Bima Sakti mendapat apresiasi publik tanah air setelah timnya sukses membungkam Myanmar dengan skor telak 3-0.
Tiga gol skuat Merah-Putih dikreasi pemain naturalisasi Alberto Goncalves di menit 19 dan Irfan Jaya dengan brace di menit 26 dan 40.
Dengan hasil ini, Bima pun seakan memberikan sinyalemen jika dirinya sudah siap dan mumpuni untuk membesut skuat Garuda secara permanen jika sang pelatih kepala, Luis Milla tak kunjung memberikan kejelasan atas tawaran PSSI.
Ungkapan Irfan Jaya Usai Cetak Brace untuk Timnas Indonesia
Lumat Myanmar jadi Bekal Positif Timnas Indonesia Tatap Piala AFF 2018
Sebelumnya, mantan pemain Timnas Indonesia itu juga sukses membawa Indonesia menang tipis atas Mauritius di laga ujicoba.
Kondisi tersebut seakan mempertegas kalau Bima bisa menjadi opsi pengganti Milla. Menanggapi hal tersebut, Bima mengisyaratkan siap bila diberi kepercayaan penuh.
“Saya sudah belajar dengan coach Luis, jadi gaya bermain tak jauh berbeda. Seperti yang saya bilang, semua rezeki dari Allah. Kalau rezeki saya jadi pelatih di Piala AFF, saya siap saja,” tuturnya.
“Tapi, gaya permainan tetap seperti yang diinginkan Milla,” ujarnya menambahkan.
Namun begitu, Bima tetap mengharapkan Milla untuk kembali membesut Hansamu Yama dan kawan-kawan, karena  pelatih asal Spanyol itu telah memberikan dampak yang positif buat permainan Indonesia.
(jpc/qur/pojoksatu)

Timnas Indonesia Vs Myanmar, Bima Sakti Hadir, Luis Milla Kemana?

POJOKSATU.id, JAKARTA– Timnas Indonesia senior akan menghadapi timnas Myanmar dalam laga persahabatan yang masuk dalam agenda FIFA matchday, Rabu (10/10/2018) di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi.
Laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini sekaligus dijadikan sebagai ajang persiapan menjelang Piala AFF 2018.
Kick off pertandingan dimulai pukul 18.30 WIB dan laga ini diharapkan dapat memantapkan sentuhan skuat Garuda sebelum terjun ke turnamen itu bulan depan.
Tim yang untuk sementara dikomandoi Bima Sakti ini berhasil menang pada laga sebelumnya dengan skor 1-0 melawan timnas Mauritius. Saat laga melawan Mauritius, Bima Sakti tidak bisa mendampingi skuat Garuda disebabkan skorsing.
Saat itu, timnas ditangani Kurnia Sandi, Kurniawan Dwi Yulianto dan kawan-kawan.
Pada laga besok, Bima Sakti sudah dapat mendampingi langsung skuat Garuda dari pinggir lapangan. Sementara pelatih Luis Milla belum diketahui kejelasan kiprahnya dalam melatih timnas Indonesia senior.
Rencana kedatangan pelatih asal Spanyol itu ke Indonesia pada Selasa, 9 Oktober, ini tidak terealisasi. Luis Milla tidak datang ke Indonesia, tapi ia menepati janji dengan mengirimkan agennya untuk melakukan negosiasi dengan PSSI.
Sebelumnya PSSI menjanjikan Luis Milla akan datang pada Selasa (9/10/2018) untuk membicarakan kontrak melatih kembali timnas Indonesia selama satu tahun ke depan. Disebabkan negosiasi yang sedang berjalan, timnas senior untuk sementara waktu ditangani Bima Sakti.
 
(ral/int/pojoksatu)