bobotoh

Bobotoh: Bersihkan Mafia-Mafia di Tubuh PSSI

POJOKSATU.id, BANDUNG – Ribuan pendukung Persib Bandung atau Bobotoh tumpah ruah ke jalan-jalan di Kota Bandung, untuk melakukan aksi bertajuk Bandung Melawan Part 1 yang dipusatkan di Gedung Sate, Bandung, kemarin.
Dalam aksinya mereka menyuarakan sedikitnya lima tuntutan yang ditujukan pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Tuntutan tersebut dibacakan langsung oleh beberapa perwakilan Bobotoh dari atas bus yang menjadi mimbar orasi dadakan.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas sikap PSSI yang dirasa tidak adil dalam memperlakukan Persib dan juga Bobotoh.
Presiden Viking, Heru Joko menilai hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persib dan Bobotoh terkait insiden di Stadion GBLA beberapa waktu lalu sangatlah tidak adil.
Dasar pemberian hukuman kepada Persib dan Bobotoh, tegas dia, sangat tidak jelas dan tidak adil, bahkan terkesan menutup mata.
“Kami melihat PSSI tidak adil, sangat tidak adil. Kami kecewa atas keputusan Komdis,” kata Heru.
Dia menilai, Komdis PSSI berbuat semena-mena terhadap Persib dan Bobotoh. “Kami mau diperlakukan secara adil,” tegasnya.
Oleh karena itu, sebagaimana isi dari tuntutan tersebut, Bobotoh diantaranya mendesak PSSI untuk melakukan evaluasi total dan melakukan reformasi kepengurusan dengan membersihkan mafia-mafia di tubuh PSSI yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Berikut 5 tuntutan Bobotoh untuk PSSI:

Mengutuk dan mengecam keras putusan Komdis PSSI terkait sanksi terhadap Persib dan suporternya yang terkesan tebang pilih dan tidak berlandaskan keadilan.
Mendesak PSSI untuk melakukan evaluasi total dan melakukan reformasi kepengurusan dengan membersihkan mafia-mafia di tubuh PSSI yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Mendesak PSSI untuk tidak mengambil keputusan-keputusan yang instan. Sebaiknya lebih mengutamakan keputusan yang dapat mendidik dengan melakukan pembinaan yang komprehensif terhadap suporter.
Mengajak seluruh elemen suporter Indonesia untuk bersatu melawan pihak-pihak yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Mengajak seluruh elemen Bobotoh untuk bersatu dan tetap satu tujuan menyuarakan akan keadilan dan mengawal Persib untuk menjadi juara.

(qur/pojoksatu)

Daftar Nama 41 Suporter Bola Tewas, Bobotoh dan Jakmania Imbang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Entah sampai kapan korban akan berjatuhan hanya gara-gara fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola di Indonesia.
Korban demi korban yang berjatuhan ternyata tidak membuat para suporter jera melakukan perbuatan biadab kepada pendukung klub lain.
Korban terbaru adalah Haringga Sarila. Anggota Jakmania itu tewas setelah dikeroyok oknum Bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-23 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).
Kematian Haringga menambah panjang daftar suporter yang meninggal sia-sia akibat fanatisme buta.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Save Our Soccer (SOS), Goal, dan beberapa sumber lain, sebanyak 41 kasus kematian terjadi akibat bentrok antarsuporter sejak 2001.
Dari jumlah tersebut, suporter bola tewas yang paling banyak yakni Bonek. Jumlah korban meninggal dari pendukung setia Persebaya Surabaya ini sebanyak tujuh orang.
Urutan kedua ditempati Bobotoh (suporter Persib Bandung) dan Jakmania (suporter Persija Jakarta) serta Aremania (Suporter Arema FC) dengan jumlah korban masing-masing lima orang.
Berikut daftar nama 41 suporter bola tewas akibat fanatisme buta:
1. Imam Iswanto (Panser Biru)
Kejadian: 27 Mei 2001 – Peryandingan: Persija vs PSIS. Penyebab: Pengeroyokan di Stasiun Manggarai
2. Beri Mardias (Semen Padang)
Kejadian: 22 Mei 2002 – Pertandingan: Persija vs Semen Padang. Penyebab: Dikeroyok
3. Dimas Aditya (Bonek)
Kejadian: 14 Desember 2003 – Pertandingan: Persija vs Persebaya (Piala Emas Bang Yos). Penyebab: Pukulan benda keras.
4. Ahmad Dani (Aremania)
Kejadian: 11 April 2005 – Pertandingan: Persekabpas vs Arema. Penyebab: Pukulan benda keras
5. Fathurrahman (The Jakmania)
Kejadian: 25 September 2005 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
6. Mince (Persipuramania)
Kejadian: 26 Februari 2006 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
7. Dian Rusdiana (NJ Mania)
Kejadian: 20 September 2008 – Pertandingan: Persitara vs Pelita Jaya. Penyebab: Ditusuk senjata tajam
8. Muhammad Tommy (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
9. Ahmad Hariri (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
10. M Aziz (Pelita Jaya)
Kejadian: 25-04-2011 – Pertandingan: Pelita Jaya vs Arema. Penyebab: Bacokan samurai
11. Gilang (LA Mania)
Kejadian: 22 Mei 2011. Penyebab: Insiden di Kereta Api dengan Bonekmania, tusukan di leher kiri
12. Kunto (Deltamania)
Kejadian: 12 Desember 2011 – Pertandingan: Deltras vs Persib. Penyebab: Kisruh Deltamania dan Bobotoh, pukulan benda keras
13. Ovick Arangga (SNEX Semarang)
Kejadia: 14-01-2012. Penyebab: bentrok antar suporter PSIS, SNEX vs Panser Biru. Ditusuk senjata tajam
14. M Nurul Huda (Maiden Brajamusti PSIM)
Kejadian: 12 Maret 2012. Penyebab: Bentrok antar suporter PSIM. Luka tusuk bagian dada
15. Sudarmadji (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
16. Miftahul Huda (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
17. Abdul Farid, 15 (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
18. Soimul Fadli (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
19. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
20. Lazuardi (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
21. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
22. M Ikhwanuddin (Lanus/PSCS)
Kejadian: 12 Okrober 2012 – Pertandingan: Persis vs PSCS. Penyebab: Tusukan benda tajam
23. Erik Setiawan (Bonek)
Kejadian: 08 Maret 2013 – Pertandingan: Gresik United vs Arema. Penyebab: Pengeroyokan.
24. Tegar (PSPS)
Kejadian: 11 Maret 2013 – Pertandingan: PSPS vs Persepam. Penyebab: Bentrok sesama suporter PSPS. Luka pukulan benda tajam di kepala
25. Wisnu (Macz Man, PSM)
Kejadian: 07 September 2013 – Pertandingan: PSM vs Persepar. Penyebab: Ditikam senjata tajam
26. Jupita (Paserbumi)
Kejadian: 12 Februari 2014. Penyebab: Bentrok antar suporter Persiba Bantul saat menjamu Persiram Raja Ampat. Pendarahan di otak
27. Andika (Singamania)
Kejadian: 18 Februari 2014 – Pertandingan: Sriwijaya vs Persijap. Penyebab: Ditusuk benda tajam
28. Khoirul Anam (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
29. Udin Zaenal (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
30. Ahmad Fadila (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
31. Eko Prasetyo (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Kepala dihantam batu
32. Slamet (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Luka senjata tajam
33. M Fahreza (The Jakmania)
Kejadian: 13 Mei 2016 – Pertandingan: Persija vs Persela. Penyebab: Pengeroyokan
34. Stanislaus Gandhang Deswara (BCS, PSS Sleman)
Kejadian: 22 Mei 2016. Penyebab: Bentrok dengan suporter PSIM yang baru kembali dari Semarang. Luka bacok di kepala dan tusuk di badan
35. Muhammad Rovi Arrahman (Bobotoh)
Kejadian: 23 Oktober 2016 – Pertandingan: Persib vs Persegres Gresik United. Penyebab: Pengeroyokan
36. Harun Al Rasyid Lestaluhu (The Jakmania)
Kejadian: 06 November 2016 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat
37. Agen Astrava (The Jakmania)
Kejadian: 21 Mei 2017 – Pertandingan: Persija vs Bali United. Penyebab: Pengeroyokan
38. Ricko Andrean Maulana (Bobotoh)
Kejadian: 27 Juli 2017 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan
39. Micko Pratama (Bonek)
Kejadian: 13 April 2018 – Pertandingan: PS Tira vs Persebaya. Penyebab: Terkena lemparan batu setelah menyaksikan Persebaya di Solo
40. Muhammad Iqbal
Kejadian: 27 Juli 2018 – PSIM vs PSS. Penyebab: Pengeroyokan
41. Haringga Sarila (Jakmania)
Kejadian: 23 September 2018 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan.
(mat/jpc/jpnn/pojoksatu)

Reaksi Menpora Atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib Vs Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi angkat suara mensikapi kematian seorang suporter Persija, Jakmania bernama Haringga Sirila akibat dikeroyok sejumlah oknum suporter Persib Bandung.
Korban meninggal setelah mengalami luka parah akibat aksi brutal oknum Bobotoh jelang laga Persib kontra Persija dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Lewat akun Twitter pribadinya Menpora menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kasus tersebut dan akan segera meminta keterangan dari semua pihak.
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA

“Pagi ini juga saya akan meminta keterangan lengkap dari semua pihak. Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepakbola,” tulis Menpora.
Sebelumnya, sejumlah pihak juga bereaksi atas insiden kekerasan antar suporter tersebut. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur DKI, Anies Baswedan mengutuk keras kebrutalan sejumlah oknum Bobotoh tersebut.
Sebagaimana diketahui seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila tewas mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh di pintu masuk stadion.
Sebelumnya korban diteriaki sejumlah orang sebagai suporter Persija sehingga tak ayal menjadi bulan-bulanan Bobotoh.
Korban dianiaya dengan menggunakan balok kayu, botol dan benda-benda lainnya hingga meninggal dunia akibat luka cukup serius disekujur tubuhnya.
(qur/pojoksatu)

Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan marah bercampur duka saat mendengar kabar kematian seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila.
Haringga merupakan The Jakmania yang tewas karena dikeoroyok Bobotoh, suporter Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Minggu (23/9).
“Hari ini jadi hari duka cita yang amat dalam. Marah, duka dan kecewa! Kekerasan itu menyesakkan. Seorang anak muda, Haringga Sirila, berangkat jauh untuk mendukung kesebelasan kesayangannya Persija Jakarta justru jadi korban pengeroyokan dan berujung pada kematian,” tutur Anies dalam akun Twitter pribadinya.
Duka mendalam disampaikan Anies kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada keluarga besar Jakmania. Dia mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah dan diampuni segala dosanya.
BACA: Bobotoh Pesta Darah The Jak, Ridwan Kamil: Lebih Baik Tidak Ada Liga
Anies mengaku akan berkomunikasi dengan Persija dan pengurus The Jakmania untuk mengurus pemulangan jenazah.
Anies memastikan Pemprov DKI akan menyiapkan semua dukungan yang diperlukan untuk pastikan semua pengurusan berjalan dengan cepat dan tuntas.
BACA: Sadis..Video Pengeroyokan Haringga Sirila, Suporter Persija yang Tewas di GBLA
Anies juga mengajak para pecinta bola di DKI Jakarta untuk mendukung penuh penyelidikan dan penindakan tegas di jalur hukum. Anies yakin aparat penegak hukum bisa memberi hukuman yang adil bagi para pelaku.
“Saudara-saudara semua, kita memang berduka, kita marah, tapi mari kita tunjukan bahwa kita beradab, kita menjunjung tinggi hukum,” tukasnya.
(ian/rmol/pojoksatu)

Bobotoh Pesta Darah The Jak, Ridwan Kamil: Lebih Baik Tidak Ada Liga

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga lanjutan liga Gojek Traveloka yang mempertemukan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat, Minggu sore (23/9) berakhir tragis.
Anggota The Jak (suporter Persija Jakarta) meninggal setelah dikeroyok oleh oknum Bobotoh (suporter Persib) di luar stadion GBLA. Korban diketahui bernama Haringga Sirila, suporter Persija asal Cengkareng.
Tidak mempunyai kawan, Haringga menjadi bulan-bulanan para suporter Persib Bandung di lokasi kejadian. Korban dipukuli hingga bersimbah darah dan akhirnya meninggal.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh. Lewat akun media sosial Instagram dan Facebook, mantan walikota Bandung itu meminta maaf kepada pihak keluarga korban.
“Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yang didapat dengan susah payah,” ujarnya.
“Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiann, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan-rekan TheJak Persija,” sambung Ridwan Kamil.
Haringga Sirila
Dia sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat.
“Lima tersangka sudah ditangkap Polrestabes Bandung. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan,” terang Ridwan Kamil.
Di akhir postingannya, Ridwan Kamil menegaskan, lebih baik tidak ada liga sepakbola kalau harus mengorbankan nyawa manusia.
“Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten,” tutupnya.
BACA: Sadis..Video Pengeroyokan Haringga Sirila, Suporter Persija yang Tewas di GBLA
Informasi yang dihimpun, pengeroyokan anggota The Jak terjadi beberapa saat sebelum kick off laga Persib vs Persija, Minggu (23/9/2018) sore. Korban dikeroyok di parkiran gerbang biru Stadion GBLA.
Video aksi pengeroyokan Haringga direkam suporter lain beredar di sosial media. Tampak seorang pria gempal tersungkur dalam kondisi mengenaskan, berlumuran darah.
Korban dipukuli ramai-ramai. Ia babak belur. Kepalanya bocor. Darah berceceran dimana-mana. Tampak balok besar menindih tubuhnya.
Tak ada yang berani melerai. Bobotoh pun tampa puas setelah pesta darah The Jak. Mereka mengelilingi korban yang sedang sekarat.
Haringga Sirila tewas dikeroyok
Menurut keterangan dari suporter di GBLA, pada pukul 13.00 WIB di luar stadion GBLA tepatnya di area parkiran gerbang biru ada satu orang yang dikejar oleh kerumunan orang.
Kerumunan orang tersebut berteriak bahwa orang yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.
Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso namun kerumunan massa mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring, botol dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia.
Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung yang melaksanakan pengamanan di area GBLA mengambil video tersebut dan mengamati ciri-ciri para tersangka.
Setelah itu melakukan penyisiran dan mengamankan lima orang yang diduga tersangka dan satu orang sebagai saksi kunci.
Adapun korban Haringga (23 tahun) diketahui merupakan warga Jalan Bangunusa RT 13 RW 03 Kel. Cengkareng Timur Kec. Cengkareng, Jakbar.
Jasad korban langsung dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.
(fat/one/rus/rmol/pojoksatu)

Mario Gomez: Bobotoh, Dukung Persib tanpa Anarkis!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menegaskan timnya siap tempur menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BGLA), Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB.
Gomez pun mengajak Bobotoh untuk memberikan dukungan penuh perjuangan Supardi Nasir Bajang dan koleganya di pertandingan nanti.
Selain itu, pelatih asal Argentina itu pun mengingatkan bobotoh untuk tetap berlaku santun dan mampu mampu membangun suasana kondusif selama 90 menit lebih jalannya pertandingan.
Jelang Laga Persib vs Persija, Sekjen PSSI Ingatkan Soal Ini
Polisi Mewanti-wanti Bobotoh Tak Bertiket Jangan Nekat Nyetadion
Mario Gomez – Pelatih Persib Bandung (persib.co.id)
Jika Bobotoh melakukan tindakan anarkis, sebut Gomez, hanya akan merugikan timnya dan tentunya Bobotoh sendiri.
“Saya tahu ini pertandingan besar bertensi sangat tinggi. Tapi, saya minta kalian selalu tenang, jangan mudah terprovokasi. Saya yakin Bobotoh bisa menjaga itu semua,” imbau Gomez kepada Bobotoh seperti dikutip dari laman resmi klub.
Gomez pun tidak mau Bobotoh mendapat sanksi akibat melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji. Pasalnya, Persib Bandung, tegasnya saat ini sangat membutuhkan kehadiran Bobotoh di setiap pertandingan.
“Tidak ada pelemparan benda apapun ke dalam lapangan. Tidak ada aksi anarkis. Jika kalian terkena sanksi dan tidak bisa datang ke stadion, kami sangat rugi. Saat-saat seperti ini kalian harus berada bersama kami,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Polisi Mewanti-wanti Bobotoh Tak Bertiket Jangan Nekat Nyetadion

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB saat Persib Bandung menjamu Persija Jakarta.
Laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 itu pun diyakini akan berlangsung seru, sengit dan berjalan dalam tensi yang cukup tinggi.
Mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim, aparat kepolisian dalam hal ini Polrestabes Bandung telah menyiapsiagakan sedikitnya 4 ribu lebih personil untuk mengawal dan mengamankan jalannya pertandingan tersebut.
Jelang Laga Persib vs Persija, Sekjen PSSI Ingatkan Soal Ini
Selain pengamanan yang akan diberikan pada tim tamu, Persija, petugas juga akan melakukan pengamanan di areal stadion sepanjang jalannya pertandingan.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema pun mengajak semua pihak termasuk Bobotoh untuk bekerjasama menyukseskan pertandingan tersebut.
“Kita berharap kerja sama dengan semua pihak, terutama bobotoh,” kata Irman seperti dikutip dari laman resmi Persib.
Irman pun menegaskan, pihaknya akan melakukan pengamanan super ketat terutama di akses-akses masuk stadion.
“Bagi yang punya tiket silakan nonton, akan kita amankan. Tapi bagi yang tidak punya tiket, jangan memaksakan masuk ke stadion karena itu akan menimbulkan konflik,” ujarnya mengimbau.
Pihaknya pun mengaku telak berkordinasi dengan sejumlah pihak untuk ‘memfasilitasi’ Bobotoh yang tidak mempunyai tiket atau kehabisan membeli tiket.
“Sebaiknya yang tidak punya tiket bikin kegiatan nobar. Saya sudah bicara ke wali kota. Diharapkan dari kelurahan dan kecamatan membuat nobar di masing-masing daerahnya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Selain Dukungan, Ini yang Diharapkan Pemain Persib pada Bobotoh

POJOKSATUi.d, BANDUNG – Persib Bandung bersiap menjamu seteru abadi mereka, Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB.
Laga bertajuk sarat gengsi El Clasico Indonesia itu diprediksi akan berlangsung sengit dan berjalan dalam tensi tinggi.
Pertandingan itu sendiri diyakini akan mendapat dukungan penutup suporter tuan rumah, Bobotoh mengingat pihak panpel tidak memberikan jatah tiket untuk suporter tim tamu, Jakmania dengan alasan keamanan.
Bobotoh, Ini Ada Pesan dari Pak Gubernur!
Tandang ke Bandung, Polisi Siapkan Rantis untuk Persija
Jamu Persija di Bandung, Umuh: Bobotoh Jangan Buat Ulah!
Bek Persib, Ardi Idrus mengaku tak sabar menatap pertandingan tersebut. Ardi pun mengharapkan, selain dukungan, Bobotoh bisa tertib agar para pemain bisa tampil nyaman.
“Kemarin waktu lawan Arema di Stadion GBLA, Bobotoh bisa menunjukan sikap dewasa. Tak ada pelemparan atau tindakan yang bisa merugikan tim. Semoga besok lawan Persija juga tetap dukungan positif. Itu sangat membantu kami,” tutur Ardi seperti dikutip dari laman resmi klub.
Harapan Ardi ini tentulah tidak berlebihan mengingat, laga Persib kontra Persija kerap diwarnai sejumlah insiden akibat disharmonisasi suporter kedua tim.
Bahkan tidak jarang akibat ulah oknum suporter menyebabkan kerugian bagi tim. “Namun saya percaya sekarang (Bobotoh) sudah sangat dewasa. Seperti yang pelatih bilang, saat di kandang Bobotoh sudah sangat luar biasa mendukung, dan tetap tertib,” ungkapnya.
“Bukan hanya saat lawan Persija atau Arema, tapi semua laga. Jadi kami bisa nyaman bermain, begitu juga Bobotoh bisa menikmati laga,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Bobotoh, Ini Ada Pesan dari Pak Gubernur!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga bertajuk El Clasico Indonesia akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) sore WIB saat Persib Bandung menjamu seteru abadi mereka, Persija Jakarta.
Laga sarat gengsi yang diprediksi akan berlangsung dalam tensi tinggi itu sendiri sempat akan diundur dengan alasan keamanan.
Namun, setelah pihak panpel pertandingan menggelar pertemuan dengan aparat kepolisian dalam hal ini Polrestabes Bandung akhirnya mencapai kata sepakat laga tetap digelar sesuai jadwal meski ada perubahan waktu kick-off dari pukul 18.30 WIB dimajukan jadi pukul 15.30 WIB.
Tandang ke Bandung, Polisi Siapkan Rantis untuk Persija
Jamu Persija di Bandung, Umuh: Bobotoh Jangan Buat Ulah!
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun mengajak seluruh elemen termasuk Bobotoh untuk menjaga keamanan dan ketertiban guna mewujudkan situasi yang kondusif dalam pertandingan tersebut.
“Buat Bobotoh saya titip tidak ada insiden, jaga kesopanan dan ketertiban. Tidak ada lemparan benda-benda ke lapangan dan tak ada provokasi di media sosial, tak ada rasis chant di lapangan juga,” tutur Emil berpesan seperti dikutip dari laman resmi Persib.
Emil berharap Bobotoh bisa menjadi contoh yang baik pada suporter klub lain dengan mampu menunjukkan kesantunan, terlebih status Suporter Terbaik pernah didapat Bobotoh dan prestasi itu tentu tak boleh ternoda oleh ulah segelintir pihak tak bertanggungjawab.
“Jadilah tuan rumah yang baik supaya orang tidak kapok (datang) ke GBLA. Sekarang Persib lagi bagus (pimpinan klasemen) jadi jangan dinodai. Sayang lah kalau dinodai dan mudah-mudahan imbauan ini didengarkan dengan baik,” ungkapnya.
Untuk menyemarakan pertandingan tersebut, mantan Walikota Bandung itu juga berencana mengajak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk nonton bareng di stadion.
“Saya sedang mengontak Pak Anis (Baswedan) kalau beliau berkenan kita akan nonton bareng di GBLA sebagai simbol persatuan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jamu Persija di Bandung, Umuh: Bobotoh Jangan buat Ulah!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga bertajuk El Clasico Indonesia akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) sore WIB saat Persib Bandung menjamu seteru abadi mereka, Persija Jakarta.
Laga sarat gengsi yang diprediksi akan berlangsung dalam tensi tinggi itu sendiri sempat akan diundur dengan alasan keamanan.
Namun, setelah pihak panpel pertandingan menggelar pertemuan dengan aparat kepolisian dalam hal ini Polrestabes Bandung akhirnya sepakat laga tetap digelar sesuai jadwal meski mengalami perubahan waktu kick-off dari pukul 18.30 WIB dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB.
Manajer Persib – Umuh Muchtar. (foto: IST)
Manajer Persib, Umuh Muchtar pun mengapresiasi keputusan tersebut dan mengajak seluruh elemen terutama Bobotoh untuk  mengapresiasinya dengan menjaga suasana kondusif baik di dalam maupun di luar stadion.
Umuh ingin Bobotoh bisa menunjukkan kedewasaan dalam semangat sportivitas selama menyaksikan pertandingan dengan tidak pernah membuat ulah atau masalah, .
“Saya yakin, insya Allah, semua sayang sama Persib. Bobotoh semua santun, saya yakin tidak ada apa-apa, juga menjamin tidak akan ada apa-apa. Insya Allah,” ungkapnya seperti dikutip dari Simamaung.
Oleh karena itu, Umuh menegaskan pertandingan nanti harus steril dari kekerasan yang bisa merugikan sejumlah pihak.
“Kita arahkan juga kepada Bobotoh, jangan sampai ada oknum yang mengaku Bobotoh. Saya tugaskan juga Bobotoh jangan main gebuk, main pukul, serahkan saja kepada petugas. Bobotoh semua santun saya yakin tidak akan ada apa-apa,” ungkapnya.