bobotoh

Sib, Kapan Perkenalkan Miljan Radovic ke Publik!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung telah menunjuk direktur teknik mereka, Miljan Radovic sebagai pelatih kepala.
Radovic menggantikan peran Mario Gomez yang dipecat Persib akhir musim ini. Alasan attitude sang pelatih menjadi dasar pemecatan pelatih asal Argentina itu.
Kendati sudah menunjuk Radovic beberapa waktu lalu, namun Persib tak kunjung memperkenalkannya secara resmi ke publik sebagaimana lazimnya seorang pelatih baru.
Padahal, publik terutama Bobotoh mendesak Persib segera mempresentasikan secara resmi sang pelatih baru tersebut sekaligus ingin mendengar langkah strategis manajemen dalam berburu pemain baru untuk musim 2019.
Mensikapi hal tersebut, komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono mengatakan soal presentasi Miljan Radovic sebagai pelatih baru Persib sudah ditentukan jadwalnya bersama kedatangan para pemain baru.
Karena itu, ditegaskan Kuswara, kondisi manajemen Maung Bandung kondusif dan positif, tidak seperti praduga publik selama ini.
“Tidak ada ada kendala sebenarnya yang penting Miljan sudah ditetapkan menjadi pelatih,” kata Kuswara dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.id
Dikemukakan dia, soal perkenalan pelatih baru hal itu hanya persoalan teknis. “Tunggu saja kita sedang mengatur waktu untuk diumumkan sekaligus pemain-pemain (rekrutan baru),” sebut dia.
Selain beragendakan pengumuman pemain baru dan presentasi resmi sang pelatih anyar, pihak manajemen juga, sebut Kuswara sekaligus akan mengumumkan pemain mana saja yang terdepak.
“Rencananya seperti itu, nanti akan kita resmikan dan perkenalkan kepada publik, sekaligus nanti kita akan umumkan juga para pemain pemain baru dan siapa pemain yang bertahan. Jadi, sabar dulu,” ucapnya.
Namun, saat ditanya soal rencana belanja pemain baru, pihaknya enggan membeberkannya, karena hingga saat ini pihaknya baru bisa memastikan beberapa pemain saja belum sampai menyeluruh.
“Pokoknya nanti kita akan umumkan pemain lama yang dipertahankan sama pemain baru, apakah lokal atau asing itu kejutan kita lihat nanti, sekaligus akan kita umumkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Persib U-19 Minta Bobotoh Birukan Pulau Dewata

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib U-19 bersiap melakoni laga penentu juara Liga 1 U19 2018 menghadapi Persija U-19 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (26/11/2018) malam WIB.
Ini adalah pencapaian tertinggi kedua Persib U-19 di ajang ini setelah tahun lalu juga menembus final, kendati harus puas sebagai runner-up setelah dikalahkan Persipura U-19.
Gagal mengangkat trofi kampiun yang sudah di depan mata tentu menjadi motivasi tersendiri Maung Ngora menghadapi Persija nanti.
Lebih Diunggulkan, Pelatih Persib U-19: Pemain, Tetap Membumi!
Ayo Maung Ngora, Saatnya Ukir Sejarah!
Milijan Radovic Yakin Persib U-19 Juara Liga 1 U19 2018!

Terlebih, Persib U-19 juga punya catatan positif setelah di babak 8 besar kemarin sukses mempecundangi Macan Kemayoran muda itu dengan skor telak tak terbalas 4-0.
Karena itu, sang pelatih, Budiman meminta dukungan penuh suporter alias Bobotoh untuk membirukan stadion sebagai pemain ke-12.
Dikatakan Budiman, dukungan langsung bobotoh menjadi tambahan energi bagi para pemainnya.  “Kalau kemarin di semifinal ada sekitar 10 ribuan yang nonton ke stadion, di final saya berharap stadion penuh,” kata Budiman seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Ini (kehadiran Bobotoh di stadion) akan sangat bagus buat pemain,” imbuhnya.
Terlebih, Maung Ngora sendiri lebih diunggulkan di pertandingan nanti karena pertemuan keduanya di babak 8 besar dimenangkan telak oleh Persib dengan skor impresif 4-0.
Beckham Putra dan koleganya sendiri bertekad untuk menebus kegagalan mereka tahun lalu yang gagal juara setelah ditaklukkan Persipura U-19 di final.
(qur/pojoksatu)

Bobotoh Siap Gelar “Buligir Day”, Lagi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kelompok suporter alias Bobotoh Persib Bandung, Viking Frontline menyambut baik keputusan Komisi Banding (Komding) PSSI terkait sanksi Komdis PSSI perihal larangan nyetadion untuk Bobotoh.
Ketua Viking Frontline, Tobias Ginanjar pun siap mengejawantahkan putusan tersebut, kendati pihaknya tetap memertanyakan maksud dari larangan penonton memakai atribut Persib tersebut sebagaimana putusan Komding.
“Kami memang rindu datang ke stadion karena hal itu sudah seperti kebutuhan kami. Tapi di sisi lain hukuman tanpa atribut itu maksudnya apa? Bukankah hukuman itu harusnya ada sisi edukasinya? Itu yang masih dipertanyakan,” tutur Tobias.
Meski begitu, Tobias mengaku siap menjalankan keputusan itu. “Kami nggak masalah. Dulu juga pernah (dapat hukuman yang sama). Untuk itu kami akan melakukan ‘Buligir Day’, yaitu membuka baju (telanjang dada) saat menonton nanti,” ungkapnya.
Media Officer Persib Irfan Suryadireja menuturkan, meski ada revisi soal sanksi untuk suporter, namun untuk sanksi musim ini tetap berjalan hingga akhir musim.
Persib masih harus menjalani laga kandang usiran tanpa penonton. Saat ini tim asuhan Mario Gomez itu menyisakan dua laga kandang lagi.
“Intinya kami bersyukur ada yang berubah. Kalau masalah sudah cukup atau tidak, itu relatif. Tergantung dari sisi mana melihatnya. Yang jelas untuk musim depan sudah ada kepastian dari Komdis,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Komding PSSI memutuskan untuk mengubah hukuman laga kandang tanpa penonton hingga pertengahan musim 2019. Namun, Bobotoh diizinkan datang ke stadion tanpa menggunakan atribut Persib.
(qur/pojoksatu)

Ada Lagu Khusus Dirinya Ciptaan Bobotoh, Jonathan Bauman Senang Sekaligus Bangga

POJOKSATU.id, BANDUNG – Bergabung dengan Persib Bandung musim ini, Jonathan Bauman langsung memikat hati Bobotoh.
Terbukti, Bobotoh pun mempersembahkan lagu khusus tentang striker asal Argentina itu, bahkan kerap dinyanyikan di dalam maupun di stadion saat Persib tampil.
Tahu dirinya dibuatkan lagu oleh Bobotoh, Joni, panggilan akrab sang pemain itu pun mengaku senang sekaligus bangga.
Kabar Gembira buat Bobotoh, Boleh Nyetadion di Awal Musim Depan, tapi …
Jonathan Bauman – Striker Persib Bandung (jawapos.com)
“Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya. Mereka sangat menakjubkan bagi saya. Saya sangat mencintai suporter di sini,” tutur Joni seperti dikutip dari laman resmi klub.
Joni sendiri mengaku takjub dengan atmosfir stadion yang selalu dihadirkan Bobotoh. Totalitas dan loyalitas Bobotoh terhadap Persib membuatnya terpesona.
“Mereka juga selalu berada dekat bersama kami (tim). Saya tak punya kata-kata lain untuk mereka selain terima kasih,” tuturnya.
Karena itu, Joni pun mengaku sangat merindukan kehadiran Bobotoh di stadion yang telah absen dalam beberapa laga terakhir karena sanksi dari Komdis PSSI.
“Siapa yang tak rindu dengan suasana bersama fans dalam stadion? Semua pemain sepak bola profesional pasti akan merindukan hal ini, termasuk saya. Saya ingin sekali bermain di GBLA bersama Bobotoh,” ungkapnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Bobotoh: Bersihkan Mafia-Mafia di Tubuh PSSI

POJOKSATU.id, BANDUNG – Ribuan pendukung Persib Bandung atau Bobotoh tumpah ruah ke jalan-jalan di Kota Bandung, untuk melakukan aksi bertajuk Bandung Melawan Part 1 yang dipusatkan di Gedung Sate, Bandung, kemarin.
Dalam aksinya mereka menyuarakan sedikitnya lima tuntutan yang ditujukan pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Tuntutan tersebut dibacakan langsung oleh beberapa perwakilan Bobotoh dari atas bus yang menjadi mimbar orasi dadakan.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas sikap PSSI yang dirasa tidak adil dalam memperlakukan Persib dan juga Bobotoh.
Presiden Viking, Heru Joko menilai hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persib dan Bobotoh terkait insiden di Stadion GBLA beberapa waktu lalu sangatlah tidak adil.
Dasar pemberian hukuman kepada Persib dan Bobotoh, tegas dia, sangat tidak jelas dan tidak adil, bahkan terkesan menutup mata.
“Kami melihat PSSI tidak adil, sangat tidak adil. Kami kecewa atas keputusan Komdis,” kata Heru.
Dia menilai, Komdis PSSI berbuat semena-mena terhadap Persib dan Bobotoh. “Kami mau diperlakukan secara adil,” tegasnya.
Oleh karena itu, sebagaimana isi dari tuntutan tersebut, Bobotoh diantaranya mendesak PSSI untuk melakukan evaluasi total dan melakukan reformasi kepengurusan dengan membersihkan mafia-mafia di tubuh PSSI yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Berikut 5 tuntutan Bobotoh untuk PSSI:

Mengutuk dan mengecam keras putusan Komdis PSSI terkait sanksi terhadap Persib dan suporternya yang terkesan tebang pilih dan tidak berlandaskan keadilan.
Mendesak PSSI untuk melakukan evaluasi total dan melakukan reformasi kepengurusan dengan membersihkan mafia-mafia di tubuh PSSI yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Mendesak PSSI untuk tidak mengambil keputusan-keputusan yang instan. Sebaiknya lebih mengutamakan keputusan yang dapat mendidik dengan melakukan pembinaan yang komprehensif terhadap suporter.
Mengajak seluruh elemen suporter Indonesia untuk bersatu melawan pihak-pihak yang akan merusak persepakbolaan Indonesia.
Mengajak seluruh elemen Bobotoh untuk bersatu dan tetap satu tujuan menyuarakan akan keadilan dan mengawal Persib untuk menjadi juara.

(qur/pojoksatu)

Daftar Nama 41 Suporter Bola Tewas, Bobotoh dan Jakmania Imbang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Entah sampai kapan korban akan berjatuhan hanya gara-gara fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola di Indonesia.
Korban demi korban yang berjatuhan ternyata tidak membuat para suporter jera melakukan perbuatan biadab kepada pendukung klub lain.
Korban terbaru adalah Haringga Sarila. Anggota Jakmania itu tewas setelah dikeroyok oknum Bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-23 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).
Kematian Haringga menambah panjang daftar suporter yang meninggal sia-sia akibat fanatisme buta.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Save Our Soccer (SOS), Goal, dan beberapa sumber lain, sebanyak 41 kasus kematian terjadi akibat bentrok antarsuporter sejak 2001.
Dari jumlah tersebut, suporter bola tewas yang paling banyak yakni Bonek. Jumlah korban meninggal dari pendukung setia Persebaya Surabaya ini sebanyak tujuh orang.
Urutan kedua ditempati Bobotoh (suporter Persib Bandung) dan Jakmania (suporter Persija Jakarta) serta Aremania (Suporter Arema FC) dengan jumlah korban masing-masing lima orang.
Berikut daftar nama 41 suporter bola tewas akibat fanatisme buta:
1. Imam Iswanto (Panser Biru)
Kejadian: 27 Mei 2001 – Peryandingan: Persija vs PSIS. Penyebab: Pengeroyokan di Stasiun Manggarai
2. Beri Mardias (Semen Padang)
Kejadian: 22 Mei 2002 – Pertandingan: Persija vs Semen Padang. Penyebab: Dikeroyok
3. Dimas Aditya (Bonek)
Kejadian: 14 Desember 2003 – Pertandingan: Persija vs Persebaya (Piala Emas Bang Yos). Penyebab: Pukulan benda keras.
4. Ahmad Dani (Aremania)
Kejadian: 11 April 2005 – Pertandingan: Persekabpas vs Arema. Penyebab: Pukulan benda keras
5. Fathurrahman (The Jakmania)
Kejadian: 25 September 2005 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
6. Mince (Persipuramania)
Kejadian: 26 Februari 2006 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
7. Dian Rusdiana (NJ Mania)
Kejadian: 20 September 2008 – Pertandingan: Persitara vs Pelita Jaya. Penyebab: Ditusuk senjata tajam
8. Muhammad Tommy (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
9. Ahmad Hariri (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
10. M Aziz (Pelita Jaya)
Kejadian: 25-04-2011 – Pertandingan: Pelita Jaya vs Arema. Penyebab: Bacokan samurai
11. Gilang (LA Mania)
Kejadian: 22 Mei 2011. Penyebab: Insiden di Kereta Api dengan Bonekmania, tusukan di leher kiri
12. Kunto (Deltamania)
Kejadian: 12 Desember 2011 – Pertandingan: Deltras vs Persib. Penyebab: Kisruh Deltamania dan Bobotoh, pukulan benda keras
13. Ovick Arangga (SNEX Semarang)
Kejadia: 14-01-2012. Penyebab: bentrok antar suporter PSIS, SNEX vs Panser Biru. Ditusuk senjata tajam
14. M Nurul Huda (Maiden Brajamusti PSIM)
Kejadian: 12 Maret 2012. Penyebab: Bentrok antar suporter PSIM. Luka tusuk bagian dada
15. Sudarmadji (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
16. Miftahul Huda (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
17. Abdul Farid, 15 (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
18. Soimul Fadli (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
19. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
20. Lazuardi (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
21. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
22. M Ikhwanuddin (Lanus/PSCS)
Kejadian: 12 Okrober 2012 – Pertandingan: Persis vs PSCS. Penyebab: Tusukan benda tajam
23. Erik Setiawan (Bonek)
Kejadian: 08 Maret 2013 – Pertandingan: Gresik United vs Arema. Penyebab: Pengeroyokan.
24. Tegar (PSPS)
Kejadian: 11 Maret 2013 – Pertandingan: PSPS vs Persepam. Penyebab: Bentrok sesama suporter PSPS. Luka pukulan benda tajam di kepala
25. Wisnu (Macz Man, PSM)
Kejadian: 07 September 2013 – Pertandingan: PSM vs Persepar. Penyebab: Ditikam senjata tajam
26. Jupita (Paserbumi)
Kejadian: 12 Februari 2014. Penyebab: Bentrok antar suporter Persiba Bantul saat menjamu Persiram Raja Ampat. Pendarahan di otak
27. Andika (Singamania)
Kejadian: 18 Februari 2014 – Pertandingan: Sriwijaya vs Persijap. Penyebab: Ditusuk benda tajam
28. Khoirul Anam (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
29. Udin Zaenal (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
30. Ahmad Fadila (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
31. Eko Prasetyo (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Kepala dihantam batu
32. Slamet (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Luka senjata tajam
33. M Fahreza (The Jakmania)
Kejadian: 13 Mei 2016 – Pertandingan: Persija vs Persela. Penyebab: Pengeroyokan
34. Stanislaus Gandhang Deswara (BCS, PSS Sleman)
Kejadian: 22 Mei 2016. Penyebab: Bentrok dengan suporter PSIM yang baru kembali dari Semarang. Luka bacok di kepala dan tusuk di badan
35. Muhammad Rovi Arrahman (Bobotoh)
Kejadian: 23 Oktober 2016 – Pertandingan: Persib vs Persegres Gresik United. Penyebab: Pengeroyokan
36. Harun Al Rasyid Lestaluhu (The Jakmania)
Kejadian: 06 November 2016 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat
37. Agen Astrava (The Jakmania)
Kejadian: 21 Mei 2017 – Pertandingan: Persija vs Bali United. Penyebab: Pengeroyokan
38. Ricko Andrean Maulana (Bobotoh)
Kejadian: 27 Juli 2017 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan
39. Micko Pratama (Bonek)
Kejadian: 13 April 2018 – Pertandingan: PS Tira vs Persebaya. Penyebab: Terkena lemparan batu setelah menyaksikan Persebaya di Solo
40. Muhammad Iqbal
Kejadian: 27 Juli 2018 – PSIM vs PSS. Penyebab: Pengeroyokan
41. Haringga Sarila (Jakmania)
Kejadian: 23 September 2018 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan.
(mat/jpc/jpnn/pojoksatu)

Reaksi Menpora Atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib Vs Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi angkat suara mensikapi kematian seorang suporter Persija, Jakmania bernama Haringga Sirila akibat dikeroyok sejumlah oknum suporter Persib Bandung.
Korban meninggal setelah mengalami luka parah akibat aksi brutal oknum Bobotoh jelang laga Persib kontra Persija dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Lewat akun Twitter pribadinya Menpora menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kasus tersebut dan akan segera meminta keterangan dari semua pihak.
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA

“Pagi ini juga saya akan meminta keterangan lengkap dari semua pihak. Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepakbola,” tulis Menpora.
Sebelumnya, sejumlah pihak juga bereaksi atas insiden kekerasan antar suporter tersebut. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur DKI, Anies Baswedan mengutuk keras kebrutalan sejumlah oknum Bobotoh tersebut.
Sebagaimana diketahui seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila tewas mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh di pintu masuk stadion.
Sebelumnya korban diteriaki sejumlah orang sebagai suporter Persija sehingga tak ayal menjadi bulan-bulanan Bobotoh.
Korban dianiaya dengan menggunakan balok kayu, botol dan benda-benda lainnya hingga meninggal dunia akibat luka cukup serius disekujur tubuhnya.
(qur/pojoksatu)

Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan marah bercampur duka saat mendengar kabar kematian seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila.
Haringga merupakan The Jakmania yang tewas karena dikeoroyok Bobotoh, suporter Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Minggu (23/9).
“Hari ini jadi hari duka cita yang amat dalam. Marah, duka dan kecewa! Kekerasan itu menyesakkan. Seorang anak muda, Haringga Sirila, berangkat jauh untuk mendukung kesebelasan kesayangannya Persija Jakarta justru jadi korban pengeroyokan dan berujung pada kematian,” tutur Anies dalam akun Twitter pribadinya.
Duka mendalam disampaikan Anies kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada keluarga besar Jakmania. Dia mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah dan diampuni segala dosanya.
BACA: Bobotoh Pesta Darah The Jak, Ridwan Kamil: Lebih Baik Tidak Ada Liga
Anies mengaku akan berkomunikasi dengan Persija dan pengurus The Jakmania untuk mengurus pemulangan jenazah.
Anies memastikan Pemprov DKI akan menyiapkan semua dukungan yang diperlukan untuk pastikan semua pengurusan berjalan dengan cepat dan tuntas.
BACA: Sadis..Video Pengeroyokan Haringga Sirila, Suporter Persija yang Tewas di GBLA
Anies juga mengajak para pecinta bola di DKI Jakarta untuk mendukung penuh penyelidikan dan penindakan tegas di jalur hukum. Anies yakin aparat penegak hukum bisa memberi hukuman yang adil bagi para pelaku.
“Saudara-saudara semua, kita memang berduka, kita marah, tapi mari kita tunjukan bahwa kita beradab, kita menjunjung tinggi hukum,” tukasnya.
(ian/rmol/pojoksatu)

Bobotoh Pesta Darah The Jak, Ridwan Kamil: Lebih Baik Tidak Ada Liga

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga lanjutan liga Gojek Traveloka yang mempertemukan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat, Minggu sore (23/9) berakhir tragis.
Anggota The Jak (suporter Persija Jakarta) meninggal setelah dikeroyok oleh oknum Bobotoh (suporter Persib) di luar stadion GBLA. Korban diketahui bernama Haringga Sirila, suporter Persija asal Cengkareng.
Tidak mempunyai kawan, Haringga menjadi bulan-bulanan para suporter Persib Bandung di lokasi kejadian. Korban dipukuli hingga bersimbah darah dan akhirnya meninggal.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh. Lewat akun media sosial Instagram dan Facebook, mantan walikota Bandung itu meminta maaf kepada pihak keluarga korban.
“Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yang didapat dengan susah payah,” ujarnya.
“Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiann, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan-rekan TheJak Persija,” sambung Ridwan Kamil.
Haringga Sirila
Dia sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat.
“Lima tersangka sudah ditangkap Polrestabes Bandung. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan,” terang Ridwan Kamil.
Di akhir postingannya, Ridwan Kamil menegaskan, lebih baik tidak ada liga sepakbola kalau harus mengorbankan nyawa manusia.
“Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten,” tutupnya.
BACA: Sadis..Video Pengeroyokan Haringga Sirila, Suporter Persija yang Tewas di GBLA
Informasi yang dihimpun, pengeroyokan anggota The Jak terjadi beberapa saat sebelum kick off laga Persib vs Persija, Minggu (23/9/2018) sore. Korban dikeroyok di parkiran gerbang biru Stadion GBLA.
Video aksi pengeroyokan Haringga direkam suporter lain beredar di sosial media. Tampak seorang pria gempal tersungkur dalam kondisi mengenaskan, berlumuran darah.
Korban dipukuli ramai-ramai. Ia babak belur. Kepalanya bocor. Darah berceceran dimana-mana. Tampak balok besar menindih tubuhnya.
Tak ada yang berani melerai. Bobotoh pun tampa puas setelah pesta darah The Jak. Mereka mengelilingi korban yang sedang sekarat.
Haringga Sirila tewas dikeroyok
Menurut keterangan dari suporter di GBLA, pada pukul 13.00 WIB di luar stadion GBLA tepatnya di area parkiran gerbang biru ada satu orang yang dikejar oleh kerumunan orang.
Kerumunan orang tersebut berteriak bahwa orang yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.
Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso namun kerumunan massa mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring, botol dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia.
Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung yang melaksanakan pengamanan di area GBLA mengambil video tersebut dan mengamati ciri-ciri para tersangka.
Setelah itu melakukan penyisiran dan mengamankan lima orang yang diduga tersangka dan satu orang sebagai saksi kunci.
Adapun korban Haringga (23 tahun) diketahui merupakan warga Jalan Bangunusa RT 13 RW 03 Kel. Cengkareng Timur Kec. Cengkareng, Jakbar.
Jasad korban langsung dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.
(fat/one/rus/rmol/pojoksatu)

Mario Gomez: Bobotoh, Dukung Persib tanpa Anarkis!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menegaskan timnya siap tempur menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BGLA), Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB.
Gomez pun mengajak Bobotoh untuk memberikan dukungan penuh perjuangan Supardi Nasir Bajang dan koleganya di pertandingan nanti.
Selain itu, pelatih asal Argentina itu pun mengingatkan bobotoh untuk tetap berlaku santun dan mampu mampu membangun suasana kondusif selama 90 menit lebih jalannya pertandingan.
Jelang Laga Persib vs Persija, Sekjen PSSI Ingatkan Soal Ini
Polisi Mewanti-wanti Bobotoh Tak Bertiket Jangan Nekat Nyetadion
Mario Gomez – Pelatih Persib Bandung (persib.co.id)
Jika Bobotoh melakukan tindakan anarkis, sebut Gomez, hanya akan merugikan timnya dan tentunya Bobotoh sendiri.
“Saya tahu ini pertandingan besar bertensi sangat tinggi. Tapi, saya minta kalian selalu tenang, jangan mudah terprovokasi. Saya yakin Bobotoh bisa menjaga itu semua,” imbau Gomez kepada Bobotoh seperti dikutip dari laman resmi klub.
Gomez pun tidak mau Bobotoh mendapat sanksi akibat melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji. Pasalnya, Persib Bandung, tegasnya saat ini sangat membutuhkan kehadiran Bobotoh di setiap pertandingan.
“Tidak ada pelemparan benda apapun ke dalam lapangan. Tidak ada aksi anarkis. Jika kalian terkena sanksi dan tidak bisa datang ke stadion, kami sangat rugi. Saat-saat seperti ini kalian harus berada bersama kami,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)