boca juniors

Suporter River Plate Tewas Dibunuh, Para Pelaku Diduga Pendukung Boca Juniors

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Kemenangan River Plate atas Boca Juniors di final Copa Libertadores 2018 di Estadio Santiago Bernabeu beberapa waktu lalu dibayar mahal dengan tewasnya seorang suporter mereka.
Dikutip dari Marca, seorang pendukung River Plate bernama Exequiel Aaron Neris (21) tewas dibunuh di Provinsi Misiones oleh dua orang yang diduga pendukung Boca Juniors.
Korban mengalami luka cukup serius setelah ditikam di bagian kaki kirinya dengan pisau yang memotong bagian arteri femoralis.
Fans River Plate yang tewas diduga dibunuh suporter Boca Juniors (marca.com)
Insiden itu sendiri terjadi pasca leg kedua final  Copa Libertadores 2018 yang dimenangkan River Plate dengan skor meyakinkan 3-1.
Laporan media setempat, Clarin menyebutkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis, bahkan sempat berbicara dengan ibunya sebelum meninggal.
“Aku sekarat, aku sekarat, mereka menyerangku karena merayakan hasilnya, karena aku penggemar River,” tutur korban seperti diberitakan Clarin.
Ibu korban, Lucia Ramona Neris membenarkan apa yang terjadi pada putranya tersebut. “Mereka membunuh anak saya, dia hanya berjalan, dia baru saja menjalani operasi karena kecelakaan sepeda motor beberapa bulan yang lalu,” tuturnya.
“Mereka menyerangnya meskipun dia hampir tidak bisa berjalan. Mereka menyakitinya seperti anjing yang tak berdaya,” ucapnya lirih.
(qur/pojoksatu)

Polemik Final Copa Libertadores, Maradona: Boca Juniors Juarakan Saja!

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menyarankan Conmebol memberikan titel kampiun untuk Copa Libertadores musim ini ke Boca Juniors.
Maradona yang kini menjadi pelatih Dorados de Sinaloa itu sendiri menegaskan alasan dirinya bersikap demikian, sebagai respon final Boca Juniors kontra Rivers Plate yang tertunda.
“Saya berharap Conmebol bertindak dengan cara yang koheren dan memberikan gelar Libertadores kepada Boca Juniors,” tutur Maradona kepada El 10 de Argentina seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Terlepas dari ikatan emosional saya dengan klub, ada aturan yang harus dihormati,” sebutnya.
“Saya lebih suka selalu menang di lapangan, tetapi ketika aturan telah dilanggar, maka sanksi harus diterapkan. Dan sanksi ini dalam pandangan saya selalu menjadi gelar untuk Boca,” ungkapnya.
Laga final leg kedua Copa Libertadores tahun ini terpaksa ditunda menyusul insiden pelemparan bus Boca Juniors oleh puluhan suporter River Plate.
Akibatnya sejumlah pemain Boca Juniors mengalami luka bahkan dua orang diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius.
Tensi super el clasico itu sendiri memang sangat panas. Namun, leg pertama berlangsung sukses untuk skor imbang 2-2.
(qur/pojoksatu)

Di Tengah Hujan Batu dan Botol, Wapres Boca Juniors Ambil Alih Kemudi

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Insiden pelemparan bus Boca Juniors oleh sejumlah fans Rivel Plate jelang final leg 2 Copa Libertadores 2018 menyisakan satu kisah heroik.
Wakil presiden klub, Horacio Paolini mengambil alih kemudi di tengah hujan botol setelah sang sopir pingsan akibat serangan tersebut.
Aksi berani sang wapres itu dilakukan agar bus tidak mengalami kecelakaan karena sempat oleng kehilangan kendali.
Pasca Serangan Bus Tim, Boca Juniors Ogah Turun ke Lapangan!
Andai Paolini tak bertindak sigap dengan mengambil alih kemudi, bus bisa saja menabrak kerumunan orang dan mungkin mengalami kecelakaan hebat.
Kepada ESPN, sang sopir sendiri mengaku dirinya sempat tak sadarkan dirinya beberapa menit dan telah melihat Paolini sudah duduk di balik kemudian.
“Paolini yang mengambil alih kemudi ketika saya pingsan. Kemudian begitu saya siuman, saya mengambil kemudi darinya dan terus membawa bus ke Stadion Monumental,” tuturnya.
Ia menuturkan, sebelum tak sadarkan diri, ia melihat batu, botol dan benda-benda lainnya menimpuki kendaraan.
“Saya rasa itu bisa menjadi tragedi. Saya ingat melihat batu-batu melayang, setelahnya saya tidak ingat apa-apa lagi,” ucapnya.
Akibat insiden tersebut, sejumalah pemain Boca Juniors harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka akibat pecahan kaca.
Laga yang sedianya harus digelar kemarin pun terpaksa ditunda dan Boca Juniors  meminta laga ditunda lagi sampai ada jaminan keamanan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Bus Boca Juniors Diserang, Carlos Tevez Sebut Conmebol Ingin Memaksakan Pertandingan

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Bintang Boca Juniors, Carlos Tevez menjadi salahsatu korban serangan fans River Plate terhadap bus timnya jelang laga final leg 2 Copa Libertadores di Stadion Monumental, kemarin waktu setempat.
Beruntung, Carlos tidak mengalami luka serius. Mantan bintang Manchester City itu hanya sesak setelah menghirup gas air mata yang ditembakan nyasar petugas saat coba membubarkan massa.
Berbicara usai insiden tersebut, Tevez menyoroti sikap Conmebol yang terkesan ingin tetap menggelar pertandingan tersebut kendati timnya baru saja diserang.
Rusuh Final Copa Libertadores, Sejumlah Pemain Boca Juniors Dilarikan ke RS

“Kami dipaksa untuk memainkan pertandingan melawan River Plate di mana kami tidak memiliki kondisi yang tepat untuk ambil bagian,” kata Tevez kepada FOX Sports seperti dikutip dari Metro.
“Kami hanya ingin datang dan memberi tahu orang-orang bahwa kami dipaksa untuk bermain meskipun memiliki rekan tim yang tidak dalam kondisi terbaik,” sebut dia.
“Ini masalah sosial. Saya pikir itulah alasannya, lebih dari apa pun, mengapa mereka ingin memainkan pertandingan ini. Itu melampaui kondisi yang kami tim temukan saat ini,” sesal mantan bintang United itu.
Akibat insiden pelemparan terhadap rombongan bus pemain Boca Juniors itu, dua pemain, Pablo Perez  dam Gonzalo Lamardo harus dilarikan ke rumah sakit.
Perez mengalami luka cukup serius dibagian matanya karena terkena pecahan kaca bus. Sedangkan Lamardo akibat sesak setelah tembakan gas air mata petugas untuk membubarkan massa justru nyasar ke dalam bus.

l Torcedores do River Plate apedrejaram o ônibus do Boca Juniors na chegada ao Monumental de Núñez, na confusão a policia acabou jogando gás de pimenta para afastar a multidão. Alguns jogadores Xeneizes estão passando mal no vestiário, entre eles Tévez e Ábila. pic.twitter.com/Sk3sAseJot
— Guia do Futebol (@OGuiadoFutebol) November 24, 2018

(qur/pojoksatu)

Rusuh Final Copa Libertadores, Sejumlah Pemain Boca Juniors Dilarikan ke RS

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Sedikitnya dua pemain Boca Juniors harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban kebrutalan fans Rivel Plate.
Rombongan bus pemain dan oficial yang yang tengah dalam perjalanan menuju Stadion Monumental, kemarin untuk menggelar leg kedua final Copa Libertadores itu rusak parah setelah dilempari botol dan benda-benda lainnya.
Akibat insiden tersebut, dia orang pemain Boca Junior, gelandang Pablo Perez  dam Gonzalo Lamardo harus dilarikan ke rumah sakit.

Inside the Boca Juniors bus while it was being attacked by the River Plate fans. #CopaLibertadores pic.twitter.com/VdmnFxwchF
— R1Finesse (@R1Finesse) November 24, 2018

Perez mengalami luka cukup serius dibagian matanya karena terkena pecahan kaca bus. Sedangkan Lamardo akibat sesak setelah tembakan gas air mata petugas untuk membubarkan massa justru nyasar ke dalam bus.
Selain dua pemain itu, sejumlah pemain lainnya termasuk sang bintang Carlos Tevez juga harus mendapatkan penanganan medis akibat terpapar gas air mata tersebut.
“Pemain dari Boca Juniors mengalami luka robek ringan pada kaki, tangan, wajah dan perut,” demikian pernyataan resmi CONMEBOL seperti dikutip dari Goal.
“Dua pemain mengalami cedera pada kornea mata, namun belum bisa dikonfirmasi oleh tim medis kami,” sebut mereka. “Berdasar pada situasi ini, kami menganggap dari sudut pandang medis tidak ada alasan laga harus dibatalkan,”
Namun demikian, panitia penyelenggara pertandingan akhirnya menunda laga karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan.
Tim medis CONMEBOL dikabarkan ingin memastikan kubu Boca Junior bisa bermain setelah mendapat serangan tersebut, dan  pertandingan baru akan digelar  Senin (26/11) dini hari WIB.
Dipertandingan sebelumnya atau di leg 1, kedua tim sama kuat dengan skor hasil pertandingan yang identik 2-2.
(qur/pojoksatu)