Bola Internasional

Tumbangkan Rusia, Jerman Kembali ke Cita Rasa Sesungguhnya

POJOKSATU.id, LEIPZIG – Timnas Jerman membawa bekal positif jelang laga kontra Belanda di ajang UEFA Nations League dengan menumbangkan Rusia dalam laga uji coba internasional dengan skor telak 3-0.
Tiga gol juara dunia 2014 itu di Red Bull Arena Leipzig, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB itu masing-masing disarangkan Leroy Sane di menit 8, Niklas Sule menit 25,  dan gol Serge Gnabry di menit 40.
Hasil impresif skuat besutan Joachim Low ini pun seakan sinyalemen kebangkitan Der Panzer setelah terpuruk di Piala Dunia 2018 Rusia.

Jerman memang perlu menjaga tren kemenangan untuk menghadapi Belanda jika take ingin terdegradasi ke UEFA Nations League B.
Jerman sendiri tampil cukup mendominasi di pertandingan tersebut. Terbukti, babak pertama mereka telah sukses menyarangkan tiga gol.
Leroy Sane mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali di menit 8 setelah dengan mudah menyambut  umpan datar Serge Gnabry.
Konsisten melancarkan gelombang serangan, Jerman menggandakan keunggulannya di menit 25 lewat kreasi Niklas Sule, yang tampil jadi protagonis setelah menyambut umpan tandukan Antonio Rudiger.
Jerman pun akhirnya sukses menutup duel dengan kemenangan telak 3-0 berkat gol pamungkas gelandang Bayern Munchen Gnabry.
Mantan penggawa Arsenal ini sukses memenangkan situasi one on one dengan kiper Rusia usai lolos jebakan offside menyambut umpan manja Kai Havretz di menit 40.
Skor 3-0 untuk Jerman yang terpampang kala turun minum, bertahan hingga laga usai karena juara dunia empat kali itu gagal menambah gol di paruh kedua.
(qur/pojoksatu)

Lumat AS, Pelatih Timnas Inggris Tetap Tak Puas

POJOKSATU.id, LONDON – Timnas Inggris sukses membungkam Amerika Serikat dengan skor telak 3-0 dalam laga uji coba internasional di Wembley Stadium, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol The Three Lions masing-masing didonasi Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Kendati menang telak, sang pelatih, Gareth Southgate ternyata tidak terlalu puas. Ia bahkan tak sungkan mengkritik performa pemainnya.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia
Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney bersama Timnas Inggris
Salahsatu yang jadi sorotan juru racik berusia 48 tahun itu adalah permainan timnya yang terlalu terbuka sehingga dengan mudah dipenetrasi oleh serangan lawan.
“Kami bermain dengan terlampau terbuka. Jika kami melakukan hal itu dalam bentrok kontra Kroasia, kami bakal kalah,” sebut Southgate seperti dikutip dari The Telegraph.
Jika kondisi tersebut tak lantas diperbaiki, sebut Southgate, timnya bisa menghadapi bahaya saat bentrok dengan Kroasia di UEFA Nations League di Wembley akhir pekan ini.
“Jika kami ingin jadi tim top, kami tidak bisa meraih keunggulan 3-0 dengan tidak bermain tanpa bola. Kami harus bermain dengan cerdas sepanjang pertandingan,” sebut dia.
Southgate pantas khawatir mengingat calon lawannya, Kroasia baru saja tampil impresif dengan membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2.
“Kemenangan Kroasia atas Spanyol? Tidak mengejutkan. Sekali lagi, mereka menunjukkan kualitasnya. Bentrok di Wembley esok bakal sangat ketat dan krusial,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney Bersama Timnas Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Kemenangan telak Timnas Inggris atas Amerika Serikat dengan skor 3-0 mewarnai momen perpisahan Wayne Rooney.
Tuan rumah menyegel kemenangan lewat donasi Jesse Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Rooney melakoni caps pamungkas bersama The Three Lions dalam laga uji coba internasional yang digelar di Wembley Stadium, Jumat (16//11/2018) dini hari WIB.

Kemenangan Timnas Inggris itu pun menjadi momen perpisahan yang indah buat legenda hidup Manchester United itu.
Rooney sendiri masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan peran Jesse Lingard yang menyumbang satu gol.
Sontak, tribun penonton riuh untuk memberikan tepuk tangan tatkala sang kapten kembali mentas untuk membela negaranya.
Rooney sendiri tampil cukup baik, ia bahkan nyaris mengoyak jala lawan di menit 72 jika sepakannya take mampu diamankan kiper AS, Brad Guzan.
Dengan penampilan terakhirnya ini, Wayne Rooney yang kini berkiprah di DC United, klub MLS telah menorehkan 120 caps dan mengemas 53 gol untuk The Three Lions Inggris.
(qur/pojoksatu)

Kalah dari Kroasia, Luis Enrique Klaim Timnya Bermain Lebih Baik

POJOKSATU.id, ZAGREB – Spanyol harus menelan kekalahan dramatis dari runner-up Piala Dunia 2018 Rusia, Kroasia dengan skor ketat 2-3.
Sang pelatih, Luis Enrique sendiri mengaku sangat kecewa dengan hasil pertandingan di laga lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB itu.
Pasalnya, Enrique menegaskan, la Roja bermain lebih baik dari tuan rumah. Di paruh kedua, timnya bahkan bermain cukup mendominasi.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia
Ini Rahasia Sukses Kroasia Taklukkan Spanyol di Menit Akhir
Dengan hasil minor tersebut, Spanyol gagal menyegel satu tiket ke babak empat besar lebih cepat, kendati posisinya kini masih beradap dipuncak Grup 4.
“Paruh kedua berjalan luar biasa untuk kedua tim. Pada babak pertama, kami memang bermain buruk dengan terlalu banyak hadirkan ancaman buat diri sendiri. Akurasi operan jadi masalah di situ,” tutur Enrique seperti dikutip dari Marca.
“Namun di babak kedua, kami lebih baik. Sayangnya kami tidak menekan dengan maksimal. Walau begitu kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik, setidaknya tidak kalah. Kemenangan bahkan bisa saja kami raih,” ujarnya.
Mantan pelatih Barcelona itu menilai, gol tuan rumah lahir dari kesalahan para pemainnya. “Gol kedua dari situasi bola mati, sedangkan gol ketiga terjadi karena kami sama-sama memburu gol tersebut. Secara keseluruhan kami bermain lebih baik dan pastinya kekalahan bukanlah hasil yang pantas,” tuturnya.
“Kami juga menghantam mistar dan beberapa peluang kami secara luar biasa tidak berbuah gol. Saya pikir sepakbola telah berlaku tidak adil untuk kami malam ini,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Rahasia Sukses Kroasia Taklukkan Spanyol di Menit Akhir

POJOKSATU.id, ZAGREB – Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic menyebutkan kesabaran menjaga tempo menjadi faktor keberhasilan timnya membekuk Spanyol dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Penggawa Barcelona itu mengungkapkan gol di masa injury time dari Tin Jedvaj menjadi bukti kesabaran timnya dalam menanti satu kesalahan kecil yang dilakukan Spanyol.
“Suporter kami telah menyaksikan pertandingan yang hebat. Kami terus berjuang sampai akhir untuk menanti Spanyol membuat satu kesalahan,” tutur Rakitic seperti dikutip laman resmi UEFA.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

Rakitic tidak menampik jika La Roja tampil lebih dominan bahkan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
“Spanyol selalu membawa kontrol pada pertandingan, karena mereka selalu terlihat seperti sudah bermain bersama setiap hari. Kami terus menunggu momen kami, kami bisa memperbesar keunggulan jadi 3-1, tapi itu urung terjadi,” tuturnya.
“Satu kesalahan yang kami tunggu akhirnya datang dan kemenangan ini pun terasa luar biasa. Ini memberi banyak kekuatan untuk kami dan kami pantas menang di laga ini. Kemenangan atas Spanyol adalah hasil besar buat kami,” ungkapnya.
Rakitic pun senang dengan hasil tersebut karena Kroasia kini bisa menjaga asa untuk tidak terdegradasi ke Liga B bahkan lolos ke putaran empat besar.
“Sekarang kami menatap bentrok di Wembley [kontra Inggris] dan melihat apakah kami bisa mengakhiri grup di posisi pertama,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Brace Jedvaj Bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

POJOKSATU.id, ZAGREB – Kroasia sukses membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2 dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol tuan rumah disarangkan Andrej Kramaric di menit 54 dan brace dari Jedvaj di menit 69 dan masa injurty time menit 90+3.
Sedangkan dua gol tim tamu didonasi Dani Ceballos di menit 56 dan sang kapten, Sergio Ramos di menit 78 lewat titik putih at au tendangan penalti.

Dengan hasil ini, runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu menjaga asa untuk tetap bertahan di UEFA Nations League A.
Pertandingan itu sendiri berlangsung seru sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai. La Furia Roja tampil lebih dominan sejak menit awal.
Namun, sejumlah peluang gagal dimanfaatkan dengan baik, dan laga sepanjang 45 menit lebih pun berakhir tanpa satu pun gol tercipta.
Memasuki interval kedua, tuan rumah coba bangkit untuk mencari momen. Terbukti di menit 54 Kramaric membuka keran gol Kroasia lewat golnya usai menyambut umpan Ivan Perisic.
Namun, dua menit berselang Spanyol merespon melalui gol penyeimbang Dani Ceballos menyambut umpan Isco dengan sepakan kaki kiri dari bagian tengah kotak 16 ke arah tengah gawang.
Laga semakin menarik ketika Kroasia kembali memimpin di menit 59. Umpan manja Luka Modric berhasil dijangkau Tin Jedvaj dan sang bek sentral itu mengemas gol internasional perdananya.
Spanyol menjaga asa untuk membawa pulang poin setelah mendapat hadiah penalti. Sang kapten, Sergio Ramos yang maju sukses menjalankan tugas algojonya di menit 78.
Sayang, Spanyol harus pulang dengan kepala tertunduk setelah jelang bubaran, Jedvaj kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk yang kedua kali dengan golnya pada menit ketiga tambahan waktu.
De Gea sempat menggagalkan usaha Josip Brekalo, tapi sang penggawa Bayer Leverkusen muncul menyambar bola pantulan dan sukses menjadi pahlawan kemenangan.
(qur/pojoksatu)

Wayne Rooney Rindu Manchester United

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan melakoni laga perpisahan bersama Timnas Inggris menghadapi Amerika Serikat dalam laga uji coba di Wembley London, Jumat (17/11/2018) dini hari WIB.
Kembali ke London setelah semusim mengarungi petualangan di Amerika Serikat bersama DC United di pentas MLS, ada kerinduan tak terperikan dalam diri legenda hidup Manchester United tersebut.
Ronney sendiri tidak menampik jika dirinya memendam kerinduan terhadap Setan Merah. Kendati, ditegaskan dia, keputusannya meninggalkan United pada 2017 sudah tepat.
Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata
Betapa tidak, Rooney mengaku punya banyak kenangan manis bersama Manchester United dan ia tidak memungkiri rindu untuk bisa kembali membela mereka.
“Tentu saja saya merindukannya. Itu adalah pencapaian terbesar dalam karier saya, bermain untuk Man United, dan saya ada di sana untuk waktu yang sangat lama. Namun itu adalah waktu yang tepat (untuk hengkang),” tutur Rooney kepada MUTV seperti dikutip dari Goal.
Wayne Rooney bergabung dengan United sejak 2004 untuk kemudian menjadi legenda klub dengan memecahkan rekor gol Sir Bobby Charlton, yang rekornya juga ia lampaui di tim nasional Inggris.
Pemain asal Liverpool itu baru memutuskan hengkang pada 2017 lalu untuk kembali ke klub lamanya Everton, dan kini meneruskan petualangannya di Amerika Serikat bersama DC United sejak musim panas kemarin.
“Saya ini adalah pemain yang selalu ingin bermain. Tentunya saya berbicara dengan manajer (Jose Mourinho) dan saya tidak merasa akan dapat kesempatan bermain, jadi itu adalah keputusan dan waktu yang tepat bagi saya untuk pergi,” sebut dia.
“Tentu saja, saya sejatinya berharap, situasi idealnya adalah bertahan di sana dan mengakhiri karier di sana, namun sepakbola itu berubah cepat. Banyak hal berbeda bisa terjadi dan itu terjadi karena alasan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan kembali mengenakan jersey The Three Lions untuk terlibat dalam laga uji coba Timna Inggris menghadapi Amerika Serikat di Wembley, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Sang pelatih, Gareth Southgate memang akan memberikan caps ke-120 untuk legenda Manchester United yang kini bermain untuk DC United tersebut. Namun, Ronney akan dipasang di interval kedua di laga nanti.
Sang pemain sendiri mengaku sangat antusias dengan kepercayaan Southgate. “Ini sesuatu yang saya tunggu-tunggu. Saya menjalani sesi latihan pertama dan rasanya aneh,” kata Rooney seperti dikutip dari BBC Sport.
Pertandingan nanti juga menjadi reuni singkat buat pemain yang kini membela klub MLS DC United, bersama Stadion Wembley.
Sebab, laga terakhirnya bersama Inggris sebelum memutuskan pensiun dari timnas juga dihelat di stadion berkapasitas 90 ribu tempat duduk itu, tepatnya saat Inggris menang 3-0 atas Skotlandia pada kualifikasi Piala Dunia 2018, 11 November 2016.
Mengenai teknis pertandingan perpisahan nanti, striker 33 tahun tersebut tidak terlalu menghiraukannya. Itu merujuk apakah Harry Kane akan menyerahkan ban kapten jika Rooney masuk ke lapangan atau tidak.
“Jika dia menyerahkannya, maka itu bagus. Namun, bukanlah hal yang terlalu penting bagi saya apakah harus mengenakan ban kapten, memakai nomor 10, atau bermain 90 menit,” kata Rooney.
”Mencetak gol juga tidak terlalu penting. Saya hanya ingin berterima kasih kepada para penggemar yang sudah bertahun-tahun mendukung saya,” ungkap top scorer sepanjang masa Inggris dengan 53 gol itu.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Tiga Kali “Pecundangi” Ronaldo, Begini Perasaan Luka Modric

POJOKSATU.id, MADRID – Musim ini menjadi musim terbaik bagi gelandang eksploratif Real Madrid, Luka Modric.
Betapa tidak, kapten Timnas Kroasia berusia 33 tahun itu telah memenangkan tiga penghargaan paling prestisius, Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Rusia, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik dunia FIFA.
Kini, sebuah media platform olahraga, Goal menambah koleksi gelarnya dengan memberikan Pemain Terbaik versi Goal 50.
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo saat masih menjadi rekan sesama tim di Real Madrid (as.com)
Modric terpilih menjadi yang terbaik dari dua kandidat lainnya, mantan penggawa Real Madrid yang kini di Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Ini adalah ketiga kalinya Modric menggungguli mantan rekan setimnya itu, Ronaldo, setelah di dua penghargaan lainnya, Pemain Terbaik UEFA dan FIFA, Ronaldo juga “dipecundanginya”.
“Saya sangat bahagia bisa menerima penghargaan ini,” kata Modric kepada Goal.
Modric bahkan sukses mengakhiri duopoli Ronaldo dan Lionel Messi dalam penghargaan ini. Duo megabintang Portugal dan Argentina itu selalu merebut Goal 50 sejak Wesley Sneijder menjadi pemenang pada 2010 silam.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan suara untuk saya. Sebuah kehormatan bisa meraihnya dan bisa mengikuti jejak dua pemain hebat (Ronaldo dan Messi),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jadi Pengganti Pemain Persib, Winger Persija Ini Dipuji Andik Vermansyah

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Winger senior Timnas Indonesia, Andik Vermansyah memberikan kontribusi besar dalam kemenangan Tim Garuda atas Timor Leste, Selasa (13/11/2018) malam. Meski tidak mencetak gol, tapi Andik memberi andil untuk dua gol pertama Indonesia.
Pada pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu, Indonesia tertinggal lebih dulu melalui sepakan cantik Rufino Walter Gama di awal babak kedua.
Namun Timnas Garuda mampu mencetak tiga gol balasan sekaligus. Masing-masing lewat Alfath Fathier (60′), penalti Stefano Lilipaly (69′) dan sundulan Alberto ‘Beto’ Goncalves (82′).
BACA JUGA:
Terbaik dalam 116 Tahun Terakhir, Real Madrid Resmi Permanenkan Solari
Sempat Tertinggal Lebih Dulu, Indonesia Akhirnya Bisa Jinakkan Timor Leste
Singapura Kalah dari Filipina, Indonesia Naik ke Peringkat 2 Klasemen Grup B
Gol pertama berkat assist Andik, sementara hadiah penalti diberikan kepada Indonesia setelah dirinya dilanggar di kotak terlarang.
Meski memberi andil besar atas kemenangan Indonesia, Andik malah memuji peran Riko Simanjuntak yang baru dimasukkan di babak kedua, dinilai mampu mengubah jalannya pertandingan.
Seperti diketahui, pada pertandingan lawan Timor Leste, Bima Sakti memilih bintang Persib Bandung, Febri Haryadi sebagai winger kiri dan Andik di kanan. Setelah tertinggal, Bima memasukkan Riko pada menit 56 dan menarik Febri.
Aksi pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi pada laga Indonesia vs Timor Leste di SUGBK, Selasa (13/11/2018) malam. (affsuzukicup.com)
Andik kemudian pindah ke kiri dan Riko beroperasi di sisi kanan penyerangan Indonesia. Masuknya pemain Persija Jakarta itu memang membuat permainan Indonesia lebih hidup.
Puncaknya ketika Riko memberi assist untuk gol ketiga Indonesia yang dicetak Beto.
“Saya pribadi sangat salut dengan Riko. Kehadirannya bisa mengubah gaya menyerang kami,” ucap Andik dikutip Pojoksatu.id dari Bola.com.
“Namun, semua pemain bermain bagus, tidak hanya Riko. Semua bekerja keras untuk negara dan juga untuk kemenangan Timnas Indonesia ini,” kata pemain Kedah FA ini.
(fat/pojoksatu)