calon ketum pssi

Nama La Nyalla Masuk dalam Bursa Ketum PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – La Nyalla Mattalitti baru terpilih sebagai Ketua DPD RI. Meski begitu, namanya juga muncul dalam bursa perebutan kursi Ketua Umum PSSI 2019-2023.
Berdasarkan update yang diberikan oleh Komite Pemilihan PSSI, Rabu (2/10), ada voter yang mencalonkan nama ketum periode 2015-2019 tersebut.
La Nyalla menjadi nama terakhir yang muncul setelah sebelumnya ada nama M Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman, Yesayas Oktavianus dan Arif Putra W.
Wakil Ketua Komite Pemilihan, Budiman Dalimunthe mengkonfirmasi adanya nama La Nyalla. Akan tetapi, kata Budiman, La Nyalla tak mengambil formulir pencalonan sendiri.
“Kalau pendaftaran yang bersangkutan (La Nyalla, red ) langsung memang belum. Namun, berkas pendaftaran bisa di-email langsung ke members PSSI dan download. Memang ada juga yang ambil langsung,” terangnya.
Artinya, Nyalla saat ini masih dalam kapasitas dicalonkan oleh anggota PSSI, belum datang sendiri dan mendaftarkan pencalonannya seperti calon yang lain.
Sementara itu, saat dikonfirmasi tentang siapakah member yang mencalonkan nama Nyalla, Budiman enggan membeberkannya.
(dkk/jpnn/pojoksatu)

Iwan Bule Siap Maju Jadi Calon Ketum PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komjen Pol Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule ini menyatakan siap maju sebagai calon Ketum PSSI.
Hal ini disampaikan saat dirinya berdiskusi dengan awak redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya (12/7).
Dikatakan, dirinya mantap maju kontestasi lantaran banyaknya elemen yang meminta dan mendukungnya. Bahkan sejak Edy Rahmayadi masih menjabat Ketum PSSI merangkap gubernur Sumatera Utara (Sumut).
“Saya pun berpikir, kenapa saya tidak berikan sisa-sisa hidup saya ini untuk kepentingan dan kemajuan sepak bola Indonesia? Akhirnya, saya mantap maju sebagai calon ketua PSSI,” katanya.
Mantan Kapolda NTB, Jabar dan Metro Jaya itu sudah blusukan langsung ke beberapa daerah untuk menggali masukan dari voters dan stakeholder sepak bola lainnya.
“Ini sekaligus mencari sumbang saran dari teman-teman demi kemajuan sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Iwan mengakui cukup paham dengan kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Bahkan soal “jeroan” PSSI yang dihuni banyak muka lama.
Dirinya pun menyadari bahwa pemilihan Exco PSSI bukan kewenangannya. Namun, Iwan percaya bisa membawa perubahan.
Tidak hanya sekedar mencalonkan diri, Iwan rupanya juga sudah punya banyak program yang disiapkan untuk memajukan persepakbolaan tanah air.
Di antaranya, memperkuat pembinaan serta kompetisi usia muda dan timnas. Mantan Pj gubernur Jabar itu bahkan mencanangkan Indonesia bisa menembus Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2032.
Misi yang teramat sangat sulit. “Tentu semua butuh proses. Saat ini yang paling utama menjadi yang terbaik di ASEAN, lalu Asia,” jelasnya.
Match fixing juga menjadi perhatian. Iwan menegaskan tidak segan menjatuhkan sanksi bila memang ada pelanggaran pengaturan skor. Itu pun tetap berlaku bagi Bhayangkara FC yang menjadi tim bentukan Polri.
“Kalau memang ada yang tidak beres, langsung komunikasikan ke polda setempat. Harus konsekuen,” tandasnya.
Untuk diketahui, kongres untuk pemilihan ketua umum baru PSSI dilangsungkan tahun depan. Namun, belum ada kepastian tanggal dan bulan.
(jpc/pojoksatu)

Soal Para Kandidat Calon Ketum PSSI, Exco PSSI: Siapapun Boleh Maju, Asal…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Menyusul rencana ini sejumlah figur pun kembali mencuat ke permukaan yang digadang-gadang sebagai kandidat ideal calon Ketua Umum PSSI.
KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Mantan ketua INASGOC, Erick Thohir dan Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri, Khrisna Murti mencuat ke permukaan sebagai calon ketum PSSI.
Menskikapi hal ini, salahseorang nggota Exco PSSI, Refrizal menilai, pihaknya menampung siapa saja yang berminat untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum yang baru selama memenuhi kriteria yang ada di statuta PSSI.
“Yang minat-minat (menjadi ketua umum PSSI) kemarin kami tampung seperti Erick Thohir, dan Krishna Murti,” kata Refrizal seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
“Pokoknya yang berminat kami tampung nanti supaya yang berhak memilih,” sebutnya.
Menurut Refrizal, KLB sendiri sebelumnya akan memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Nantinya setelah itu bila disepakati baru akan diadakan pemilihan ketum baru.
“Pilihannya bisa memilih semua dari ketua umum, wakil ketua umum, dan seluruh Exco. Bisa juga hanya memilih ketua umum yang kosong,” tutup Refrizal.
Agenda KLB PSSI itu muncul setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif, Selasa (19/2) malam . KLB yang akan digelar nanti memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua yaitu penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru PSSI.
(qur/pojoksatu)

Exco PSSI Bicara Soal Wacana Calon Ketua Umum

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI kini tengah dinahkodai Joko Driyono sebagai plt ketua umum menggantikan peran Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, belum lama ini.
Edy sendiri baru akan habis masa jabatannya tahun depan, dan kini sejumlah nama telah mencuat kepermukaan yang digadang-gadang sebagai bakal calon ketum.
Beberapa nama yang kini santer digadang-gadang sebagai calon Ketum PSSI  periode mendatang adalah  mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir dan politikus PKB, Muhaimin Iskandar.
Dijagokan JK jadi Calon Ketum PSSI, Erick Thohir Bereaksi Begini
Gusti Randa – Anggota Exco PSSI (Faceclips.com)
Erick bahkan telah terang-terangan dijagokan Wakil Presiden RI, Jusuf Kala. JK menyebut, Erick adalah figur ideal penerus tampuk kepemimpinan PSSI.
“Mungkin yang punya pengalaman bola internasional, Erick (Thohir),” sebut JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, belum lama ini seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Mensikapi dinamika tersebut, Anggota Executive Committee (Exco) PSSI Gusti Randa memandang sah-sah saja selama tetap berada dalam koridor yang ada.
”Silakan saja, siapa pun bisa jadi ketua umum PSSI. Saya sih terbuka,” sebut Gusti Randa.
Pemilihan calon Ketum PSSI sendiri, tegas dia tentu harus berdasarkan mekanisme yang ada yang telah digariskan dalam aturan, salahsatunya bisa melalui Kongres Luar Biasa (KLB), atau menunggu masa jabatan ketum sebelumnya habis yakni pada kongres 2020 mendatang.
”Yang penting voters (pemilik suara) atau anggota PSSI menginginkan hal tersebut (pemilihan ketum baru),” ujarnya.
Pihaknya juga tak membatasi siapa pun untuk mengajukan diri sebagai calon ketum dengan berbagai latar belakang, mulai dari politikus, pengusaha, birokrat, maupun orang-orang yang justru ada di luar sepak bola.
“Tapi, tentu syaratnya tetap harus mengikuti statuta PSSI. Selama itu ditepati atau dipenuhi, tidak ada masalah,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)