carabao cup

Jangan Salah Paham, Kepa Sangat Menghormati Sarri

POJOKSATU.id, LONDON – Penolakan Kepa Arrizabalaga untuk diganti menjadi cerita yang menarik perhatian pada Final Carabao, Senin dini hari tadi.
Aksi penolakan Kepa membuat spekulasi soal hubungannya dengan Sarri. Namun, sang kiper menegaskan jika dirinya sangat menghormati pelatih, Maurizio Sarri.
Dikatakan pula, apa yang terjadi pada pertandingan tersebut hanya kesalahpahaman.
“Tidak pernah ada niat saya untuk tidak menaati pelatih atau keputusannya,” ujar Kepa dilansir Fox Sports.
“Saya pikir semuanya telah disalahpahami dalam panasnya akhir pertandingan untuk mendapatkan gelar,” sambungnya.
Kepa menjelaskan, ketika itu sang pelatih berpikir jika dirinya tidak dalam kondisi fit. Sehingga berkeinginan untuk ganti pemain.
Sebaliknya, Kepa menegaskan jika dirinya dalam kondisi baik-baik saja.
“Pelatih berpikir saya tidak dalam posisi untuk bermain dan niat saya adalah untuk menyatakan bahwa saya berada dalam kondisi yang baik untuk terus membantu tim, dokter yang merawat saya pun tiba di bangku untuk memberikan pesan.
“Saya sangat menghormati pelatih dan otoritasnya,” tandasnya.
Senada, Sarri pun mengatakan jika yang terjadi pada di menit-menit akhir pertandingan itu hanya karena salah paham.
“Dalam situasi itu ada kesalahpahaman besar,” kata Sarri. “Saya mengerti ada masalah dan kami butuh perubahan. Saya tidak mengetahuinya sampai dokter tiba di bangku setelah beberapa menit,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Soal Insiden Kepa, Vincent Kompany : Aku Harap Bisa Melakukannya

POJOKSATU.id, LONDON – Kapten Manchester City Vincent Kompany ikut menanggapi soal sikap kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga yang menolak diganti.
Diketahui, jelang akhir laga di ajang final Carabao Cup dini hari tadi, pelatih Chelsea Maurizio Sarri coba memasukkan kiper kedua, Willy Caballero.
Hal ini ditujukan sebagai strategi menghadapi kemungkinan laga diakhiri dengan adu penalti.
Namun, Kepa menolak instruksi sang manajer. Ia memerlihatkan gestur tak mau diganti. Hal ini pun sempat membuat Sarri terlihat marah.
Menanggapi hal tersebut, Kompany memaklumi sikap Kepa. Pasalnya, setiap pemain ingin menunjukkan yang terbaik.
Namun, ia pun mengaku belum pernah menyaksikan hal yang demikian.
“Tentu saja aku belum pernah melihatnya, kuharap aku bisa melakukannya setiap kali aku diganti,” ujarnya dilansir Fox Sport.
Kompany melanjutkan, dirinya senang tidak jadi berhadapan dengan Caballero.
Diketahui, Caballero adalah kiper yang membantu City menang pada 2016 dengan menyelamatkan tiga tendangan penalti kontra Liverpool.
“Saya tahu betapa bagusnya Willy dalam adu penalti, ketika kami memenangkan kompetisi ini melawan Liverpool, ia luar biasa, ia memenangkan adu penalti untuk kami,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Kiper Chelsea Menolak Diganti, Ini yang Selanjutnya Terjadi

POJOKSATU.id, LONDON – Kiper utama Chelsea, Kepa Arrizabalaga menolak diganti jelang akhir laga di ajang final Carabao Cup 2018/19 kontra Manchester City di Wembley Stadium, Senin (25/2/2019) dini hari WIB.
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri coba memasukkan kiper kedua, Willy Caballero sebagai strategi menghadapi kemungkinan laga diakhiri dengan adu penalti.
Selain itu, Sarri tak ingin Kepa yang telah berjuang 90 menit lebih ditambah 30 menit waktu tambahan menghadapi tugas berat dalam tos tosan itu.
Juara Carabao Cup Musim Ini, Manchester City Ikuti Jejak Rival Sekota
Manchester City Juara Carabao Cup 2019

Namun, alih-alih meninggalkan gawang, Kepa secara mengejutkan menolak instruksi sang manajer.  Eks kiper Athletic Bilbao itu memerlihatkan gestur tak mau diganti.
Sontak, Sarri menunjukkan kemarahannya di pinggir lapangan dan terlibat berbicara dengan nada tinggi kepada beberapa stafnya.
Insiden internal itu terjadi di babak tambahan atau menit 120+2. Sarri pun memilih menuruti keinginan Kepa yang menolak diganti setelah wasit meminta keputusannya.
Namun, Sarri tentunya akan memperpanjang sikap tak patuh sang kiper tersebut, terlebih Kepa gagal menyelamatkan kekalahan timnya atas Manchester City tersebut.

– Have you EVER seen anything like it!?
Maurizio Sarri tries to substitute Kepa Arrizabalaga for Willy Caballero, but Kepa refuses to come off and Sarri is absolutely FURIOUS! pic.twitter.com/Q81v6ry3Kk
— Sky Sports Football (@SkyFootball) February 24, 2019

Mereka menyerah 3-4 setelah Kepa hanya mampu menggagalkan seorang algojo The Citizens, yakni Leroy Sane.
Sedangkan di kubu lawan, Ederson sukses mematahkan  eksekusi Jorginho dan David Luiz untuk menyegel kemenangan City.
Raheem Sterling yang menjadi penendang terakhir The Citizens sendiri berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, sekaligus memastikan pasukan Pep Guardiola juara Piala Liga mengalahkan laskar Maurizio Sarri 4-3.
(qur/pojoksatu)

Juara Carabao Cup Musim Ini, Manchester City Ikuti Jejak Rival Sekota

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester City bergabung dengan Manchester United, Liverpool dan Nottingham Forest sebagai tim yang memenangi Piala Liga secara beruntun.
The Citizens sukses menyegel titel kampiun Carabao Cup musim ini usai menang atas Chelsea lewat drama adu penalti yang berkesudahan dengan skor 4-3.
Ini adalah gelar kedua City setelah musim lalu juga sukses menyegel juara usai membungkam Arsenal dengan skor telak 3-0 di final.
Manchester City Juara Carabao Cup 2019
Raihan skuat besutan Pep Guardiola ini mengikuti jejak rival sekota, Manchester United yang pernah memenanganinya dua musim beruntun, yakni di musim 2008/09 dan 2009/10, termasuk Nottingham Forest yang pernah meraihnya dua kali beruntun dua kali pada 1978, 1979 dan 1989, 1990.
Sementara Liverpool masih menjadi tim yang menang beruntun terbanyak yakni empat musim berturut-turut, Liverpol pada 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84.
Sejak ajang ini digelar, Manchester City sendiri telah memenangi enam gelar juara, yakni pada 1970, 1976, 2014, 2016, 2018 dan musim ini.
Di pertandingan final  dini hari tadi, kedua tim terpaksa harus melakoni adu penalti setelah sepanjang 90 menit lebih ditambah extra time tak tercipta satu pun gol.
Jorginho membuka tendangan 12 pas dengan buruk. Disusul kegagalan eksekusi David Luiz. Sementara di kubu City, hanya Leroy Sane yang gagal memaksimalkan sepakan penalti.
Raheem Sterling yang menjadi penendang terakhir The Citizens, berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, sekaligus memastikan pasukan Pep Guardiola juara Piala Liga mengalahkan laskar Maurizio Sarri 4-3.
(qur/pojoksatu)

Final Carabao, Manchester City Waspadai Balas Dendam Chelsea

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester City akan menjamu Chelsea di final Piala Carabao, Minggu (24/2) malam WIB.
Pada pertandingan ini, City difavoritkan bakal jadi juara. karena pernah menggulung Chelsea dengan skor 6-0.
Namun, sang pelatih Pep Guardiola cuek. Ia malah mengingatkan para pemainnya untuk mewaspadai serangan balasan pasukan Maurizio Sarri.
“Mereka adalah pemain profesional yang luar biasa, mereka akan bermain extra,” ujarnya dilansir Tribal Football.
“Ketika kami kalah di sana dan ketika kami menang di sini, pendapat saya tentang Sarri dan timnya selalu tinggi. Ketika kami meninjau pertandingan melawan kami, mungkin orang tidak percaya padaku, tetapi mereka melakukan hal-hal yang luar biasa,” sambungnya.
Guardiola melanjutkan, dirinya sudah berbicara dengan staf juga pemain agar selalu waspada.
“Mereka bermain bagus, tetapi kami sangat klinis dalam pertandingan itu. Dengan empat atau lima peluang kami, kami mencetak tiga atau empat gol,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)