carlo ancelotti

Ancelotti Ingin Napoli Rekrut James Rodriguez

POJOKSATU.id, JAKARTA – Carlo Ancelotti ingin bersatu kembali dengan pemain Real Madrid James Rodriguez.
Menurut Il Mattino, pelatih Napoli telah memanggil agen Rodriguez, Jorge Mendes.
Sekarang, Napoli diharapkan bisa mendekati Real Madrid. Sebab, Bayern Munchen enggan mempernanenkan sang pemain.
Diketahui, selama dua tahun terakhir Rodriguez dipinjamkan ke Bayern dengan biaya €13 juta.
Begitupun dengan Madrid. Dilaporkan, pemain 27 tahun itu tidak akan masuk dalam skuad yang direncanakan pelatih Zidane.
Catatan bahwa Rodriguez pernah bekerja sama dengan Anceloti saat di Real Madrid, diharapkan bisa jadi pertimbangan sang pemain berlabuh ke Napoli.
Diketahui, musim ini, Rodriguez berhasil menyumbangkan tujuh gol dan enam assist dalam 28 pertandingan kompetitif untuk Bayern.
(zul/pojoksatu)

PSG Tumbang, Carlo Ancelotti Lebih Pilih Lompat dari Jembatan!

POJOKSATU.id, NAPOLI – Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti melontarkan komentar pedas atas kekalahan Paris Saint-Germain dari Manchester United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Unggul agregat 2-0 setelah menang di leg pertama di Old Trafford, Les Parisiens menyerah 1-3 dari Setan Merah di Parc des Princes.
Kendati punya agregat identik 3-3, namun PSG harus tersingkir di pentas Eropa itu karena kalah gol tandang atas wakil Liga Primer Inggris itu.
Don Carlo yang pernah membesut PSG itu mengatakan bakal melompat dari jembatan jika dia menjadi pelatih PSG saat ini.
“Luar biasa, itu luar biasa,” ucap Don Carlo kepada Sky Sports seperti dikutip dari Goal,
“Jika saya ada di bench PSG, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mungkin mencari jembatan terdekat dan melompat,” imbuhnya.
Hal tersebut diutarakan Don Carlo setelah mengantarkan Napoli meraih kemenangan 3-0 atas Red Bull Salzburg di laga leg pertama babak perempat-final Liga Europa.
Kemenangan tersebut dipastikan oleh gol Arkadiuz Milik, Fabian Ruiz dan gol bunuh diri Jerome Onguene.
PSG membuang keunggulan di leg pertama dan secara sensasional tersingkir karena aturan gol tandang oleh Manchester United dalam sebuah laga dramatis di babak 16 besar di Paris.
Pasukan Thomas Tuchel unggul 2-0 di Old Trafford namun mereka kalah 3-1 di Stadion Parc des Princes yang ditandai gol penalti Marcus Rashford di masa injury time.
(qur/pojoksatu)

Koulibaly Jadi Korban Rasis, Ancelotti: Lain Kali Kami Walk Out!

POJOKSATU.ID, MILAN – Napoli takluk 0-1 pada pertandingan kontra Inter Milan, Kamis (27/12/2018) dini hari WIB. Bukan hanya karena kekalahan itu membuat pelatih Napoli, Carlo Ancelotti kecewa, tapi tindakan rasis terhadap Kalidou Koulibaly juga membuatnya berang.
Dikutip Pojoksatu.id dari Calciomercato, Ancelotti mengungkapkan kekecewaannya kepada Sky Italia setelah pertandingan melawan Inter. Ia mengungkapkan kemarahannya karena tindakan rasisme yang ditujukan kepada bek Napoli, Koulibaly.
BACA JUGA: Klasemen Sementara Serie A Usai Boxing Day Pertama, Giornata 18
Pada pertandingan Boxing Day Serie A giornata 18 itu, Napoli kalah 0-1 dari Inter lewat gol telat Lautaro Martinez.
Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan Inter Milan atas Napoli di Giuseppe Meazza, Kamis (27/12/2018) dini hari WIB. (@Serie A)
Napoli harus bermain dengan 10 orang setelah Kaoulibaly mendapat dua kali kartu kuning pada menit 81. Ia bertepuk tangan (sarkasme) setelah menerima kartu kuning pertama yang membuatnya dikartu merah.
“Kartu merah itu memperngaruhi jalannya pertandingan. Kami menekan ketika kami bermain sepuluh orang. Kami memiliki kesempatan untuk memenangkannya, tetapi itu tidak terjadi,” kata Ancelotti.
Sebelum dikartu merah, Koulibaly mendapat perlakuan rasis dari suporter tuan rumah. Situasi yang dinilai Ancelotti membuat bek andalannya itu gugup.
Melihat perlakuan tidak fair terhadap anak asuhnya, Ancelotti tidak tinggal diam. Ia meminta official pertandingan menunda laga, karena memang sesuai aturan. Tapi hal itu tidak dilakukan pengawas laga.
BACA JUGA: Hasil Lengkap Boxing Day Serie A: Juventus dan Milan Tertahan, Inter Bungkam Napoli
“Kami meminta permainan ditunda tiga kali. Tiga kali mereka membuat pengumuman dari pembicara dan tidak ada yang terjadi (keputusan wasit), pemain itu gugup. Koulibaly biasanya sangat sopan dan profesional, tetapi ada pelanggaran sepanjang pertandingan, yang terus berlanjut meskipun kami meminta untuk ditunda.”
Aturan resmi menyatakan bahwa jika pelecehan ras terjadi, maka pengumuman harus dibuat untuk memberi tahu orang banyak bahwa permainan bisa ditunda. Kemudian terserah wasit untuk menghentikan permainan, jika itu berlanjut.
“Pertandingan bisa terganggu, tetapi pertanyaannya adalah kapan. Setelah lima kali atau lebih? Koulibaly gelisah, gugup dan ini tidak baik untuk kami dan untuk sepak bola Italia. Lain kali kami akan keluar dari permainan,” pungkasnya.
(fat/pojoksatu)

Jika Napoli Tersingkir Malam Ini, Bagaimana Nasib Ancelotti?

POJOKSATU.ID, LIVERPOOL – Pertandingan menentukan di Grup C antara Liverpool kontra Napoli akan tersaji beberapa jam lagi. Napoli hanya butuh hasil imbang di Anfield untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis begitu antusias menyambut laga krusial ini. Pasalnya, jika kalah 0-1 atau lebih dari satu gol, Napoli akan tersingkir.
BACA JUGA: Laga PSIM Vs PS Tira Rusuh, Wasit Jadi Kambing Hitam
“Perasaan di skuat kami sangat bagus, ini adalah pertandingan yang hebat dan penting. Liga Champions adalah kompetisi unik yang harus Anda alami lebih dari yang lain,” kata De Laurentiis dikutip Pojoksatu.id dari Gianluca di Marzio.
Meski peluang lolos terbuka lebar, De Laurentiis tampaknya sudah bersiap andai kondisi terburuk, tersingkir, harus dialami klubnya.
Pertemuan pertama kedua tim di San Paolo, Napoli menang 1-0 atas Liverpool.
Termasuk soal posisi sang pelatih, Carlo Ancelotti. Menurut De Laurentiis, dirinya tidak akan melakukan perubahan apapun meski Ancelotti gagal membawa Dier Mertens dkk ke babak 16 besar.
BACA JUGA: Simon McMenemy Tinggalkan Bhayangkara FC, Mau Latih Timnas Indonesia?
“Saya tidak akan mengubah apa pun. Akuisisi besar untuk saya tahun ini adalah Ancelotti dan kami harus memberinya waktu. Saya senang telah menemukan mitra seperti yang saya lakukan dalam film. Kami sudah berada di Eropa selama sembilan tahun,” katanya.
De Laurentiis optimis Ancelotti bisa membawa Napoli menjadi klub yang lebih disegani di Eropa. Kalau tahun ini gagal, prospek tim di bawah asuhan yang pelatih yang sudah empat kali tampil di final Liga Champions itu sangat cerah.
“Anda tahu saya selalu berpikir berbeda tentang sepak bola. Kami berada dalam persaingan ketat, itu adalah elemen alami. Dan bagi orang-orang Neapolitans itu penting, kami berharap itu baik pertanda. Saya tidak pernah melihat ke belakang, itulah filosofi saya: selalu pikirkan ke depan,” pungkasnya.
Sebelum matchday 6 nanti malam, Napoli masih memuncaki klasemen sementara Grup C dengan 9 poin. Unggul 3 angka dari Liverpool yang ada di peringkat kedua. Sementara Paris Saint-Germain di posisi kedua dengan 8 poin.
(fat/pojoksatu)