Chelsea

Olivier Giroud Bawa Chelsea Melaju ke Babak 23 Besar Liga Europa

POJOKSATU.id, BELARUS – Olivier Giroud tampil menjadi pahlawan kemenangan Chelsea setelah mencetak gol semata wayang ke gawang BATE dalam lanjutan Liga Europa 2018/19 Matchday 4 di Borisov Arena, Jumat (9/11/20180) dini hari WIB.
Selain menjadi pembeda, penggawa Timnas Prancis yang mempersembahkan titel juara Piala Dunia 2018 itu juga sukses mengantarkan The Blues ke babak 32 besar.
Chelsea kokoh di puncak klasemen Grup L dengan raihan poin sempurna 12 dari empat kemenangan dan menyisakan dua laga tersisa.
Ditahan Imbang Sporting, Arsenal Segel Tiket 32 Besar Liga Europa
Bermain Seri, Laga Real Betis kontra AC Milan Hujan Kartu

Pesaing terdekatnya, Videoton, wakil dari Hungaria ‘hanya’ mengemas poin 6, namun berpeluang mengikuti jejak rivalnya sebagai runner up grup.
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri melakukan eksperimen di laga tersebut dengan menurunkan sejumlah pemain pelapis di beberapa posisi.
Namun begitu, Giroud tetap dipasang sebagai starter bersama Ruben Loftus-Cheek dan Ross Barkley. Di lini belakang, Davide Zappacosta, Emerson, Gary Cahill, dan Andreas Christensen turut ambil bagian.
Tampil dihadapan publik lawan, Chelsea tampil tetap penuh percaya diri, mereka bahkan mampu mendominasi jalannya pertandingan.
Di sisi lain, tuan rumah kesulitan untuk keluar dari tekanan, kendati sempat mengancam gawang Chelsea lewat sebuah skema serangan balik yang cepat lewat Dzmitry Baha.
Namun, tembakan kerasnya dari jarak 20 meter masih membentur tiang gawang Chelsea yang dikawal Keppa Arrizabalaga. Hingga turun minum tak satu pun gol tercipta.
Memasuki interval kedua, Chelsea coba mengambil inisiatif menekan di awal permainan. Terbukti memasuki menit 52, Giroud sukses mengoyak jala gawang tuan rumah.
Gol Giroud hadir lewat proses sundulan yang gagal dihalau kiper BATE menyambut umpan manja Emerson.
Memasuki menit akhir, BATE  coba meningkatkan tensi serangan, namun sor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
(qur/pojoksatu)

11 Laga Tak Terkalahkan, Maurizio Sarri Pecahkan Rekor Manajer Baru

POJOKSATU.id, LONDON – Chelsea sukses meneruskan tren kemenangannya usai membungkan Crystal Palace dengan skor meyakinkan 3-1, di Stamford Bridge, Senin (5/11/2018) dini hari WIB.
Alvaro Morata tampil impresif dengan mencetak brace di menit 32 dan menit 65. Sedangkan satu gol lainnya didonasi Pedro di menit 70.
Dengan tambahan tiga poin tersebut The Blues pun menempel ketat sang pemuncak klasemen Manchester City dengan selisih dua angka di bawahnya.
Manchester City Panen Gol, Sang Manajer Sanjung Puji Pemain Ini
Selain itu, kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan rekor baru untuk sang manajer, Maurizio Sarri. Saari kini menyamai catatan 11 pertandingan tanpa terkalahkan di Liga Primer Inggris milik Frank Clark, yang melakukan itu di musim keduanya.
Dikutip dari Goal, mantan pelatih Napoli itu membuat rekor baru untuk catatan tak terkalahkan terpanjang oleh manajer anyar Liga Primer Inggris di musim pertamanya.
Ini adalah catatan tidak terkalahkan terpanjang oleh manajer baru di Liga Primer di awal kepelatihannya, menyamai 11 pertandingan tanpa terkalahkan milik Frank Clark pada 1994.
Namun, Clark adalah di musim keduanya sebagai manajer Nottingham Forest, setelah membawa klub promosi dari Divisi Satu menyusul hengkangnya Brian Clough pada satu tahun sebelumnya.
Namun begitu, Sarri sepertinya tak terlalu memikirkan soal rekor pribadinya tersebut. Dalam sebuah konferensi pers jelang pertandingan ia menegaskan tidak begitu memperhatikan tentang membuat sejarah atau rekor tersebut.
“Saya tidak ingin memikirkan tentang rekor. Kami harus hanya memikirkan tentang pertandingan. Kami harus berpikir tentang bagaimana mendapatkan poin. Rekor hanya sebagai konsekuensinya,” tuturnya.
Maurizio Sarri merupakan manajer Chelsea pertama yang mencapai angka ganda di Liga Primer tanpa menelan kekalahan, dan ia juga memenangi lima pertandingannya di Carabao Cup dan Liga Europa.
(qur/pojoksatu)

Legenda Barcelona Impikan Main Bareng ‘Master’ Kante

POJOKSATU.ID, BARCELONA – Legenda Barcelona, Andres Iniesta memuji N’Golo Kante sebagai kunci dari permainan Chelsea. Ia juga memimpikan bisa bermain bersama gelandang Timnas Prancis itu.
Kante adalah bagian penting dari Leicester yang memenangkan Liga Inggris pada musim 2015/16 sebelum membantu The Blues memenangkan Premier League musim berikutnya di bawah asuhan Antonio Conte.
Musim terakhir di bawah Conte tidak berjalan sesuai rencana saat Chelsea hanya menempati urutan kelima klasemen akhir Premier League. Tetapi ia mengakhiri musim 2017/18 itu dengan memenangkan Piala FA, kemudian menjuarai Piala Dunia 2018 bersama Prancis.
BACA JUGA:
Suarez Ungkap Barcelona Ingin Mendepaknya, Bahkan Sudah Disiapkan ‘Nomor 9’ Baru
Kompatriot Ronaldo Ini Sebut Kondisi Real Madrid Kontras dengan Barcelona
Barcelona Susah Payah Tundukkan Tim Segunda B
Penampilan menonjol Kante sebagai gelandang telah memantik pujian dari Iniesta, yang saat ini bermain untuk klub Jepang Vissel Kobe. Mantan rekan setim Lionel Messi itu tidak menampik adanya keinginan bermain bersama ‘Master’ Kante.
N’Golo Kante – Gelandang Chelsea (101greatgoals.com)
“Dia (Kante) adalah pemain yang saya ingin miliki di tim saya selama bertahun-tahun,” Iniesta kepada RMC Sport.
“Dia tidak akan datang ke Jepang, tapi dia pasti pemain yang saya cintai karena dia mengerjakan tugasnya di lapangan dengan sangat baik. Kepercayaan dirinya dalam permainan sangat tinggi,” puji eks gelandang Timnas Spanyol itu.
Andreas Iniesta ketika masih membela Barcelona.
Menurutnya, kemampuan Kante membaca dan menguasai permainan di lini tengah menjadi kunci sukses Leicester, Chelsea dan tentu saja Timnas Prancis. Itulah mengapa ia menyebut Kante adalah master lini tengah.
(fat/pojoksatu)

Maurizio Sarri Catat Rekor Baru di Chelsea, Apa Itu?

POJOKSATU.id, LONDON – Fantastis, mungkin itu kata yang bisa disematkan pada manajer anyar Chelsea, Maurizio Sarri.
Betapa tidak, dipercaya untuk menggantikan peran Antonio Conte awal musim ini, Sarri langsung mencatat rekor baru di Stamford Bridge.
Di musim debutnya, pelatih asal Italia itu tercatat sebagai manajer yang tak terkalahkan dalam sepuluh laga awal Liga Primer Inggris.
Dkutip dari Goal, kemenangan atas Burnley dengan skor telak tanpa balas 4-0, Minggu (28/10/2018) kemarin menjadi momen saat rekor baru itu dicatatkan.
Meski tanpa diperkuat sang bintang Eden Hazard di laga itu, namun The Blues tetap tampil garang dengan panen gol yang disarangkan Alvaro Morata, Willian, Ross Barkley, dan Ruben Loftus-Cheek.
Dari sepuluh pertandingan yang telah dilakoninya, Sarri hanya bermain imbang tiga kali dan sisanya meraih kemenangan beruntun.
Di kompetisi lainnya, Sarri memenangkan tiga pertandingan, dua dipentas Liga Europa dan satunya saat mengalahkan Liverpool di Piala Liga.
Manajer asal Italia itu hanya kalah satu kali sejak bergabung ke Stamford Bridge, tepatnya kekalahan 2-0 dari Manchester City di Community Shield.
Pekan ini, Sarri harus mempersiapkan kembali strategi dan komposisi pemainnya untuk ajang Piala Liga menghadapi Derby County.
(qur/pojoksatu)

Chelsea Masih Terlalu Tangguh buat Burnley

POJOKSATU.id, BURNLEY – Chelsea terus menempel Liverpool sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris 2018/19 usai membungkam Burnley dengan empat gol tanpa balas.
Tampil dihadapan publik lawan di Stadion Turf Moor, Minggu (28/10/2018) malam WIB tak membuat Eden Hazard dan koleganya bermain di bawah tekanan.
Skuat Maurizio Sarri itu bahkan tampil garang dan berhasil menyegel kemenangan 4-0 lewat kreasi Alvaro Morata di menit 22, Roos Barkley menit 57, Willian Borges menit 62, dan Loftus-Cheek di masa injury time menit 90+2.
Hasil El Clasico, Barcelona Pecundangi Real Madrid
AC Milan Susah Payah Taklukkan Sampdoria
Bekuk Everton, Manchester United Putus Tren Minor

Dengan hasil impresif ini, The Blues yang kini mengemas 24 poin merangsek ke urutan kedua terpaut dua angka dari Liverpool di puncak klasemen.
Chelsea sendiri tidak mengalami banyak kesulitan di pertandingan tersebut. Beda kelas sangat terlihat di lapangan saat para pemain Chelsea tampil dominan sepanjang permainan.
Keran gol Chelsea dibuka Morata dn menit 22 memaksimalkan umpan matang Ross Barkley. Barkley sendiri sukses menggandakan keunggulan lewat golnya di menit 57.
Willian menambah gol ketiga Chelsea di menit 62 lewat tembakan jarak jauh dan Ruben Loftus-Cheek membukukan gol keempat dalam dua pertandingan tersebut untuk menyempurnakan kemenangan Chelsea.
Dengan hasil minor ini, tuan rumah kini terdampar di peringkat 15, dengan raihan delapan poin dari dari dua kemenangan, dua bermain seri dan enam kali menelan kekalahan.
(qur/pojoksatu)

Jelang Lawatan MU ke Markas Chelsea, Mourinho Harus Bersiap Hadapi Kenyataan Pahit Ini

POJOKSATU.ID, LONDON – Manchester United yang tengah berusaha bangkit dari periode buruk harus bertandang ke markas Chelsea, Stamford Bridge, Sabtu (20/10/2018) malam ini. Jika menuai hasil buruk, sang manajer, Jose Mourinho mungkin akan dipecat!
Rumor pemecatan The Special One dari kursi manajer Setan Merah sudah lama berhembus. Sejak tersingkir di Piala Liga Inggris oleh Derby County kemudian kalah dari West Ham di Premier League.
Mourinho sempat memperpanjang nafasnya di MU setelah menang 3-2 atas Newcastle pada awal Oktober ini. Namun rumor pemecatan itu belum surut, seperti dikutip dari Irishexamine.com.
BACA JUGA:
MotoGP Jepang 2018, Dovizioso Tercepat di Latihan Sesi Ketiga
Jadwal Bola Malam Ini, 20 Oktober: Persib Vs Persebaya, Chelsea Vs MU Hingga Barca Vs Sevilla
Pelatih berkebangsaan Portugal itu sendiri punya kenangan buruk di Stamford Bridge. Mourinho yang pernah dua kali melatih Chelsea, harus menerima kenyataan dua kali dipecat setelah kalah di Stamford Bridge.
Memori buruk yang kembali menghantui eks pelati Porto, Inter Milan dan Real Madrid itu, mengingat tim besutan Maurizio Sarri belum terkalahkan dalam delapan laga Premier League musim ini.
Chelsea saat ini nangkring di peringkat kedua klasemen sementara dengan 20 poin, sama dengan koleksi Manchester City di puncak klasifika. Bandingkan dengan MU yang terpuruk di peringkat 8 yang baru mengemas 13 poin.
BACA JUGA:
Jose Mourinho Tidak Paham Sepakbola Menyerang..Pantas!
Jepang Persib Bandung Vs Persebaya: Bukan Laga Spesial!
Akankah pertandingan di Stamforde Bridge ini menjadi momen yang menandai akhir era Jose Mourinho sebagai manajer Manchester United? Ataukah itu akan menjadi awal kebangkitan sekaligus konsistensi MU? Menarik ditunggu.
(fat/pojoksatu)

Jose Mourinho Tidak Paham Sepakbola Menyerang..Pantas!

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengakui dirinya tidak paham sepakbola menyerag. Jadi wajar saja jika tim-tim yang ditanganinya selalu bermain pragmatis.
Dikutip dari Goal International, Mourinho mengakui fokus dalam pertahanan adalah kunci permainan timnya selama ini. Hal itu pula yang diterapkan ketika Setan Merah mampu memenangkan laga kontra Newcastle, meski sempat tertingal 0-2 lebih dulu.
Mourinho mengakui permainan menyerang memang mengesankan tapi pertahanan harus solid. Makanya bermain bertahan lebih penting bagi pelatih berkebangsaan Portugal itu.
BACA JUGA:
Jadwal Bola Malam Ini, 20 Oktober: Persib Vs Persebaya, Chelsea Vs MU Hingga Barca Vs Sevilla
Pelatih Juventus Bantah Akan Parkir Cristiano Ronaldo
“Soal sepak bola menyerang, saya masih tidak mengerti tentang itu,” kata Mourinho menjelang bentrokan Manchester United dengan Chelsea.
“Karena bagi saya, Anda hanya bisa bermain menyerang bola ketika menguasai bola. Anda perlu bola. Ketika lawan memiliki bola Anda harus bertahan.”
“Ketika menguasai bola, Anda dapat memainkan cara yang berbeda dan biasanya disesuaikan dengan kualitas pemain Anda. Itulah yang saya inginkan. Kami mencoba (bermain seperti itu). Kuncinya adalah para pemain bisa melakukannya,” jelas eks manajer Chelsea itu.
BACA JUGA:
Pembalap Ducati Lorenzo Absen di MotoGP Jepang 2018
Persib Bandung, Mari Bung Rebut Kembali!
Mourinho akan kembali ke Stamford Bridge akhir pekan ini namun sebagai lawan, namun ia menegaskan lawatan ke London hanya pertandingan biasa dan tidak ada yang istimewa.
Bos Chelsea saat ini, Maurizio Sarri baru-baru ini mengkritik pertahanan Man United, namun di sisi lain memuji The Special One.
Setelah pertandingan melawan Chelsea, Mourinho dan Manchester United akan menjamu Juventus di Liga Champions.
(fat/pojoksatu)

Menjamu United, Manajer Chelsea: Jose Mourinho Layak Mendapat Respek!

POJOKSATU.id, LONDON – Laga sarat gengsi akan tersaji dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2018/19 pekan 9 saat Chelsea menjamu Manchester United di Stamford Bridge, Sabtu (20/10/2018) malam WIB.
Chelsea sendiri tengah dalam tren positif menatap laga tersebut dan berpeluang mengudeta Manchester City di puncak klasemen.
Sementara tamunya, sedang terseok-seok di papan klasemen sehingga perlu kemenangan untuk kembali mengangkat moral pemain.
Maurizio Sarri – Manajer Chelsea (irishexaminer.com)
Terlebih, pertandingan nanti akan menjadi momen krusial bagi sang manajer Jose Mourinho. Jika timnya kembali minor, bukan tak mungkin juru racik asal Portugal itu akan dipaksa kemas koper dari Old Trafford.
Meski lawannya sedang dalam kondisi minor, namun Manajer Chelsea, Maurizio Sarri ogah sesumbar apalagi menganggap remeh pertandingan tersebut.
Sarri bahkan menegaskan Mourinho layak mendapatkan respek atas apa yang telah dipersembahkannya untuk MU selama ini.
“Kami berbicara tentang seorang pelatih yang telah memenangkan segalanya. Dia telah menang di mana-mana,” kata Sarri seperti dikutip dari Goal.
“Kurasa aku harus menghormatinya. Tapi kurasa kalian semua harus menghormati dia juga,” ujarnya.
Terlepas dari kondisi Setan Merah saat ini, Sarri tetap menyebut Mourinho sosok pelatih yang kualitasnya tak lagi diragukan.
“Saya pikir dia adalah pelatih yang sangat bagus, manajer yang sangat baik dan salah satu yang terbaik di dunia,” sebutnya.
“Kami hanya berbicara tentang delapan pertandingan, mereka melakukannya dengan baik di Liga Champions sehingga mereka dapat berkembang di Liga Premier, kami berbicara tentang dua bulan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Majal, Nasib Alvaro Morata di Ujung Tanduk!

POJOKSATU.id, LONDON – eksistensi Alvaro Morata di Stamford Bridge sejauh musim ini masih jauh dari kata ideal atau melenceng dari ekspektasi.
Didatangkan dari Real Madrid tahun lalu dengan mahar sebesar EUR 70 juta atau setara Rp1,3 triliun, pemain berusia 25 tahun itu belum juga menunjukkan mantranya.
Pihak manajemen klub pun dikabarkan sudah habis kesabaran dan opsi mencari penggantinya mulai mencuat ke permukaan.
Dikutip dari Goal, Express melaporkan Chelsea bersiap memasukkan namanya dalam kotak ‘for sale’ jelang dibukanya jendela transfer pemain musim dingin Januari mendatang.
Performa Morata di musim ini memang terbilang majal, mantan penggawa Juventus itu seakan kehilangan insting membunuh di dalam kotak terlarang lawan.
Morata bahkan baru mengemas dua gol dari 11 pertandingan yang telah dimainkan Chelsea di semua kompetisi.
Sejurus kenyataan tersebut, masih dilaporkan Express, dua sosok ideal telah dihubungkan sebagai kandidat suksesor Morata, yakni Robert Lewandowski dan Alexis Sanchez, seiring situasi mereka di klubnya saat ini yang jauh dari kata ideal.
(qur/pojoksatu)

Diganjar Penghasilan Selangit, Eden Hazard Mulai Lupakan Real Madrid!

POJOKSATU.id, LONDON – Gelandang serang Chelsea, Eden Hazard sepertinya akan semakin kerasan di Stamford Bridge menyusul penandatangan kontrak barunya dengan nilai gaji yang fantastis.
Penggawa Timnas Belgia itu kini akan mendapatkan bayaran per pekan sebesar 300 ribu poundsterling atau setara Rp5,9 miliar. Hazard sendiri akan meneruskan kiprahnya hingga 2020.
Namun begitu, eksistensi Hazard masih saja digoda terutama oleh Real Madrid sejak jendela transfer pemain musim dingin lalu.
Sang pemain sendiri sempat memberikan sinyalemen ingin segera merapat ke Santiago Bernabeu dengan menyebut Real Madrid adalah klub impian setiap orang, termasuk dirinya.
“Real Madrid adalah salah satu klub terbaik di dunia. Saya tidak berbohong, ini (bermain di Real Madrid) adalah mimpi saya sejak masih kecil. Saya punya mimpi dengan klub ini dan kita lihat saya nanti,” kata Hazard kepada Four Four Two beberapa waktu lalu.
Namun, seiring penandatangan kontrak baru dengan Chelsea, Hazard rupanya tak lagi ngotot ingin bergabung dengan Los Blancos, setidaknya dalam waktu dekat ini.
(qur/pojoksatu)