chile

Diwarnai Kartu Merah Messi, Argentina Raih Posisi Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina berhasil meraih posisi juara ketiga Copa America 2019 usai mengalahkan Chile, Minggu (7/7) dini hari WIB.
Pada pertandingan yang digelar di Arena Corinthians Sao Paulo, Argentina membuka keunggulan lebih dulu.
Adalah sergio Aguero yang membuat kedudukan berubah 1-0 setelah mencetak gol saat laga baru berjalan 12 menit.
Sepuluh menit berselang, Argentina mampu menggandakan keunggulan berkat pemain Juventus Paulo Dybala.
Memasuki menit ke-37, wasit ‘mengusir’ Lionel Messi dan Gary Medel (Chile) dari lapangan.
Keduanya mendapat kartu merah setelah terlibat saling dorong. Ketika itu, Messi tengah mengejar umpan keras dari Dybala dan terlihat mendorong Medel.
Pemain Chile itu pun berbalik dan mendorong Messi beberapa kali dengan dadanya. Ia seolah memprovokasi Messi, namun tak dibalas.
Meski begitu, wasit tetap memberikan kartu merah untuk kedua pemain tersebut. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Chile berhasil mengejar ketertinggalan di menit ke-59.
Arturo Vidal yang dipercaya sebagai aljogo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah 2-1.
Sayang, itu merupakan gol satu-satunya Chile yang tercipta pada pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan skor tetap tak berubah untuk kemenangan Argentina.
Dengan ini, Argentina berhak atas gelar juara ketiga pada Copa America 2019. Untuk sang juara ditentukan Senin (8/7) dini hari antara Brasil atau Peru.
(zul/pojoksatu)

Gagal ke Final, Argentina dan Chile Berebut Tempat Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina akan menghadapi Chile setelah keduanya gagal ke final Copa America 2019.
Pertandingan untuk memperebutkan posisi ketiga akan digelar di Arena Corinthians, Sao Paulo, Minggu (7/7) mulai pukul 02.00 WIB nanti.
Menghadapi Chile, Argentina dilaporkan TyC Sports akan menurunkan skuad terbaiknya, kecuali Lautaro Martinez dan Marcos Acuna.
Pasalnya, keduanya harus absen lantaran hukuman akumulasi kartu kuning.
“Posisi yang lowong akan diperebutkan tiga nama pemain. Di posisi Lautaro nama Paulo Dybala sangat mungkin jadi pengganti sementara untuk Acuna antara Giovani Lo Celso atau Angel Di Maria,” tulis TyC Sports.
Di Maria sempat menjadi pilihan utama Scaloni di Copa America 2019 ini. Yakni pada matchday perdana lawan Kolombia (16/6).
Namun dinilai performanya kurang apik, di babak kedua Di Maria disubstitusi oleh Rodrigo De Paul. Setelah laga lawan Kolombia itu, pemain 31 tahun itu selalu turun sebagai pemain pengganti.
Sedangkan Lo Celso lebih sering berada dalam starting XI Scaloni ketimbang Di Maria.
Pemain Real Betis tersebut dalam tiga matchday Argentina di fase grup selalu jadi pilihan utama trio gelandang. Namun sejak fase knockout Marcos Acuna lebih dipercaya Scaloni.
Media-media Argentina kesulitan mengintip komposisi yang dimainkan oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni pada laga pamungkas di Copa America 2019 ini. Sebab hujan deras yang mengguyur Sao Paulo membuat Argentina berlatih di hotel mereka, Pullman Ibirapuera.
Legenda Argentina yang juga top skor Piala Dunia 1978 Mario Kempers dalam wawancara dengan TyC Sports berkata Scaloni memang bukan pelatih terbaik buat juara dunia dua kali itu.
Namun pilihan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memperpanjang kontrak pelatih 41 tahun itu tepat.
“Apa yang dilakukan Scaloni memang tidak bagus karena Argentina gagal juara untuk kesekian kali di Copa America. Namun dalam jangka waktu singkat dia berhasil mengembalikan konfidensi para pemain,” ucapnya.
Di sisi lain, winger Chile Jose Pedro Fuenzalida kepada ESPN Deportes kemarin (5/7) mengatakan pertemuan melawan Argentina selalu menghadirkan tekanan buat timnya.
Keberadaan Lionel Messi di tim La Albiceleste menjadi alasannya.
“Menang atas Argentina akan menjadi hal penting buat tim mana pun. Kami harus melepaskan bayangan akan kekalahan memalukan di semifinal oleh Peru,” tutur pemain berusia 34 tahun tersebut.
Dalam latihan terakhir, ESPN Deportes melaporkan pelatih Reinaldo Rueda tetap memberikan perhatian besar buat nama-nama starting XI terkuatnya. Sebut saja Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, dan Arturo Vida.
Nah, salah satu kritik besar kepada pelatih Chile Reinaldo Rueda dengan skuadnya di Copa America ini adalah rerata usia yang sudah 30, 27 tahun.
Hanya Guillermo Maripan, Erick Pulgar, dan Eduardo Vargas yang usianya di bawah 30 tahun.
(dra/jpnn/pojoksatu)

Dikalahkan Uruguay, Chile Tetap Lolos ke Perempat Final

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chile tetap lolos ke babak Perempat Final Copa America 2019 meski kalah dari Uruguay, Selasa (25/6) pagi WIB.
Sebelumnya, Chile sudah dipastikan lolos dengan berhasil mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan.
Saat menghadapi Uruguay, mereka hanya mengukuhkan status juara Grup C atau runner-up. Hasilnya, Alexis Sanchez dkk keluar sebagai runner-up.
Sedangkan Uruguay lolos dengan status juara grup dengan berhasil mengumpulkan tujuh poin.
Pada pertandingan Selasa pagi, kedua tim bermain imbang di babak pertama dengan skor 0-0. Di babak kedua, Edinson Cavani jadi pahlawan Uruguay.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak go l di menit ke-82. Dengan ini, Uruguay pun lolos bersama Chile.
Pada hari dan jam yang sama, juga digelar pertandingan dari Grup C yakni antara Ekuador menghadapi Jepang.
Pada pertandingan terakhir, keduanya hanya bermain imbang 1-1. Gol Jepang dicetak Shoya Nakajima di menit ke-15, sedangkan Ekuador dicetak oleh Angel Mena di menit ke-35.
Hasil imbang membuat keduanya hanya mendapat tambahan satu poin. Dengan begitu, Jepang dan Ekuador gagal melaju ke babak selanjutnya.
(zul/pojoksatu)

Alexis Sanchez Jadi Penentu Kemenangan Chile

POJOKSATU.id, JAKARTA – Alexis Sanchez kembali jadi pahlawan dalam kemenangan Chile atas Ekuador, Sabtu (22/6) pagi WIB.
Chile membuka keunggulan lebih dulu di babak pertama lewat gol cepat yang dicetak Jose Pedro Fuenzalida.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol saat laga baru berjalan delapan menit.
Namun, Ekuador mampu menyamakan kedudukan di menit ke-26.
Gol penyama kedudukan dicetak oleh Enner Valencia setelah sukses menjadi eksekutor tendangan penalti.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Alexis Sanchez membawa Chile unggul.
Gol yang dicetak di menit ke-51 merubah kedudukan menjadi 1-2.
Malang bagi Ekuador, satu menit jelang waktu normal berakhir mereka kehilangan Gabriel Achilier yang harus ke luar lapangan karena kartu merah.
Chile sendiri mampu mempertahankan keunggulan meski kalah penguasaan bola dari Ekuador.
Dengan hasil ini, Chile mimpin klasemen dengan enam poin. Sedangkan Ekuador terpuruk di dasar dengan nol poin.
(zul/pojoksatu)