Copa America 2019

Diwarnai Kartu Merah, Brasil Juarai Copa America 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Brasil berhasil menjuarai Copa America 2019 setelah mengalahkan Peru 3-1, Senin (8/7).
Pada pertandingan tersebut, Brasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan 12 menit.
Adalah Sousa Soares yang mengubah kedudukan menjadi 1-0. Namun, Peru berhasil menyamakan kedudukan satu menit jelang waktu normal babak pertama berakhir.
Gol penyama kedudukan dicetak Guerrero lewat tendangan penalti. Hasil imbang tak bertahan lama, karena Brasil kembali mencetak gol.
Kali ini lewat Gabriel Jesus. Skor 2-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, nyaris berakhir tanpa tambahan gol tercipta. Namun Richarlison menambah keunggulan menjadi 3-1.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor tendangan penalti.
Sebelumnya, di menit ke-70, Brasil harus kehilangan satu pemain, yakni Gabriel Jesus akibat kartu merah.
(zul/pojoksatu)

Ini Balasan Menohok Petinggi Conmebol Atas Kritik Messi, ‘Kalah Ya Kalah Aja, Gak Usah Ngegas’

POJOKSATU.id, SAO PAULO – Petinggi Federasi Sepakbola Amerika Latin (Conmebol) bereaksi atas dugaan skandal yang dituduhkan superstar Argentina, Lionel Messi. Kritik Messi dianggap sikap tidak sportif seorang pemain yang tidak bisa menerima kekalahan.
Diberitakan sebelumnya, Messi mempertanyakan integritas Copa America 2019. Ia menuding turnamen empat tahunan ini sudah diatur untuk tuan rumah, Brasil.
Pernyataan itu keluar dari mulut Messi usai timnya disingkirkan Brasil di semifinal. Bintang Barcelona itu memprotes karena dua kali insiden di kotak 16 Brasil, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti utnuk Tim Tango.
BACA JUGA: Lionel Messi: Sudahlah Peru, Copa America Sudah Diatur untuk Brasil
“Saya pikir tidak ada keraguan. Sayangnya saya pikir ini (Copa America) sudah diatur untuk Brasil [untuk memenangkannya],” kata Messi.
Bukan itu saja, usai membantu Argentina mengalahkan Chile pada perbutan juara ketiga Copa America 2019, Minggu (7/7/2019) dini hari tadi, Messi kembali berkomentar pedas.
Lionel Messi dan Gary Medel mendapat kartu merah pada laga perebutan tempat ketiga Copa america 2019, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB. (BBC)
Seperti diketahui, pada laga yang dimenangkan Argentina 2-1 itu, Lionel Messi mendapat kartu merah karena terlibat insiden dengan Gary Medel. Messi dan Medel diusir wasit delapan menit sebelum babak pertama berakhir.
Usai laga, Messi menyebut insiden itu seharusnya hanya berbuah kertu kuning. Menurutnya, wasit mengeluarkan kartu merah sebagai imbas atas kritikannya setelah laga semifinal.
Messi juga menuding Conmebol adalah organisasi korup yang sarat dengan skandal. Termasuk pengaturan untuk memenangkan Brasil di turnamen ini.
“Kami (Messi dan Timnas Argentina) seharusnya tidak menjadi korban dari skandal atau korupsi yang kami alami di turnamen ini,” kata Messi, seperti dikutip dari media Spanyol, AS.
BACA JUGA: 5 Poin Kritik Pedas Lionel Messi Usai Dikartu Merah Saat Lawan Chile
Dan atas tudingan Messi itu, pihak Conmebol membalas dengan jawaban cukup menohok. Mereka menilai pemain profesional harusnya bisa menerima hasil pertandingan, walaupun pahit. Tanpa harus menjatuhkan organisasi.
“Pilar mendasar dari permainan yang adil adalah menerima hasil dengan loyalitas dan rasa hormat,” pernyataan resmi pihak Conmebol dikutip dari FourFourTwo.
Meskipun tidak menyebut nama Messi, mereka melanjutkan sindirannya: “Hal yang sama berlaku untuk keputusan wasit, yang manusiawi dan akan selalu bisa diperbaiki.”
“Tidak dapat diterima bahwa sebagai akibat dari insiden sering terjadi dalam kompetisi, yang melibatkan 12 tim, semuanya dengan syarat yang sama. Tuduhan tidak berdasar telah diluncurkan dan tidak benar sama sekali dengan mempertanyakan integritas Copa America.”
Roberto Firmino mencetak gol kedua Brasil pada laga kontra Argentina pada semifinal Copa America 2019 di Stadion Mineirão (Belo Horizonte), Rabu (3/7/2019).
“Tuduhan ini mewakili kurangnya rasa hormat terhadap kompetisi. Ada ratusan pemain profesional Conmebol yang berpartisipasi, sebuah lembaga yang sejak 2016 telah bekerja tanpa lelah untuk transparan, profesionalisasi dan mengembangkan sepakbola Amerika Selatan,” tutup pernyataan pihak Conmebol.
Pada pertandingan lawan Chile, Messi memberikan assist untuk gol Sergio Aguero sebelum Paulo Dybala menggandakan keunggulan.
Chile hanya mampu memperkecil ketinggalan lewat penalti Arturo Vidal yang sebelumnya juga melalui kontroversi VAR karena Giovani Lo Celso dianggap melanggar Charles Aranguiz di kotak terlarang. Skor 2-1 menjadi hasil akhir laga dan Argentina menyegel status juara ketiga Copa America 2019.
(fat/pojoksatu)

Usai Copa America 2019, Tite Mundur dari Pelatih Brasil?

POJOKSATU.id, RIO DE JANEIRO – Timnas Brasil semakin dekat dengan gelar utama pertama sejak 2007. Tim besutan Tite akan tampil di final Copa America 2019 melawan Peru, di Stadion Maracana, Rio De Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB.
Namun jelang laga krusial itu, rumor panas berhembus dari ruang ganti Brasil. Sang pelatih dikabarkan akan mundur usai kompetisi sepakbola terakbar di Amerika Latin itu.
Tite, yang menggantikan Dunga pada 2016, ditanya tiga kali tentang rencananya pada hari Sabtu dan tiga kali pula ia menolak mengomentari rumor tersebut.
“Saya memiliki kontrak sampai setelah Piala Dunia 2022,” jawaban diplomatis pelatih berusia 58 tahun itu, dikutip dari Reuters.
Namun sejumlah media yang meliput Copa America 2019 menyebut Tite merasa tidak nyaman dengan ‘kekacauan’ dalam jajaran staf pelatih yang membantunya dalam menjalankan tugas.
Dua kolaborator terdekatnya menuju Eropa. Edu Gaspar ke Arsenal sebagai direktur olahraga dan Sylvinho melatih mantan klubnya, Lyon.
Kepergian dua staf bereputasi tinggi, bersama analis taktik, Fernando Lazaro, menguatkan rumor jika pelatih kepala Timnas Brasil juga akan mundur.
Mantan pelatih Korintus itu mengumpulkan timnya sendiri ketika ia mengambil alih kursi pelatih, tak lama setelah Copa America 2016.
Di tangan Tite, permainan Brasil jauh lebih baik. Lolos dari kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018, Brasil memenangkan sembilan pertandingan berturut-turut dan juara grup kualifikasi Amerika Selatan.
Brasil tersingkir dari turnamen di babak perempat final oleh Belgia, dan itu menjadi kekalahan kedua Brasil selama dipimpin Tite.
Kini spekulasi kian menguat akan perpisahan Brasil dan Tite meski mereka memenangkan trofi di Maracana Senin dini hari nanti.
(fat/pojoksatu)

Waspada…Permainan Peru Meningkat Sejak Dibantai Brasil 5-0

POJOKSATU.id, RIO DE JANEIRO – Timnas Brasil akan menghadapi Peru di final Copa America 2019, Minggu (7/7/2019) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Selecao difavoritkan memenangkan laga di Stadion Maracana, Rio de Janeiro itu sekaligus mengangkat trofi utama pertama mereka sejak 2007 lalu.
Selain faktor kualitas skuat, kemenangan 5-0 atas Peru di babak penyisihan Grup A dua pekan lalu membuat anak asuh Tite sangat diunggulkan pada laga Brasil vs Peru, Senin dini hari nanti.
Tapi Tite tidak sepakat jika Brasil akan kembali memang mudah pada partai final ini. Menurutnya, permainan Peru meningkat tajam sejak dibantai anak asuhnya di penyisihan grup.
“Ketika kami mengalahkan Peru (di penyisihan grup), mereka bermain tidak terlalu baik. Kini kami harus bermain jauh lebih baik karena (permainan) mereka sudah sangat maju,” kata Tite dalam konferensi pers jelang laga final Copa America 2019.
Pelatih Timnas Brasil – Tite.
Pernyataan Tite masuk akal. Peru yang lolos ke fase knock out dengan status salah satu peringkat tiga terbaik, kemudian membuat kejutan dengan menyingkirkan tim-tim favorit.
Di perempat final, tim yang diasuh pelatih asal Argentina, Ricardo Gareca itu menaklukkan salah satu favorit juara, Uruguay lewat drama adu penalti.
Kemudian di semifinal, juara Copa America dua edisi terakhir, Chile juga bertekuk lutut. Tidak tanggung-tanggung, Alexis Sanchez dkk dibantai juara Copa America 1975 itu tiga gol tanpa balas.
Hebatnya, sejak kalah telak dari Brasil, Peru tak pernah kebobolan dalam permainan terbuka, total sudah 210 menit.
Menarik ditunggu, akankah terjadi kejutan pada laga Brasil vs Peru yang akan dipimpin Roberto Andres Tobar Vargas (Chile) itu.
(fat/pojoksatu)

Jadwal Bola Hari Ini: Piala Indonesia, Final Copa America dan Piala Dunia Wanita

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pecinta bola kembali akan disuguhkan sejumlah pertandingan menarik pada Minggu (7/7/2019) sampai Senin (8/7/2019) dini hari WIB. Sesuai jadwal bola hari ini ada dari kompetisi dalam negeri, Piala Afrika, Piala Dunia Wanita dan Copa America 2019.
Dari komeptisi Tanah Air, sore ini ada semifinal leg kedua Piala Indonesia antara Madura United kontra PSM Makassar. Pada leg pertama lalu, Juku Eja menang tipis 1-0 atas Laskar Sape Kerrab.
Sementara dari ajang Shopee Liga 1, ada pertandingan pekan ketujuh yang melibatkan dua tim promosi, Kalteng Putra mengjhadapi PSS Sleman.
Kedua tim hanya terpaut dua poin di papan klasemen sementara Liga 1. Kalteng Putra di peringkat 7 dengan 8 poin, sementara PSS di posisi 11 dengan 6 poin.
Selanjutnya dari babak 16 besar Piala Afrika 2019, malam ini giliran Madagaskar menghadapi Kongo, kemudian pada Senin dini hari WIB, Aljazair ditantang Guinea.
Piala Dunia Wanita akan memasuki partai puncak dengan Amerika Serikat dan Belanda akan berebut mahkota di Stadion Parc Olympique Lyonnais (Lyon), Prancis.
Copa America 2019 juga akan menampilkan partai final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin dini hari WIB. Tuan rumah turnamen, Brasil akan menghadapi Peru yang pernah dibantai 5-0 di penyisihan grup.
Selengkapnya, berikut jadwal bola hari ini:
7/7/2019 – 15:30 WIB – Piala Indonesia – Madura United vs PSM Makassar – RCTI (Live)
7/7/2019 – 15:30 WIB – Liga 2 – Sriwijaya FC vs PSCS Cilacap – tvOne (Live) – Liga 2
7/7/2019 – 18:30 WIB – Liga 1 – Kalteng Putra vs PSS Sleman – Indosiar (Live)
7/7/2019 – 23:00 WIB – Piala Afrika – Madagaskar vs RD Kongo – beIN Sports 3 (Live)
7/7/2019 – 22:00 WIB – Piala Dunia Wanita – Amerika Serikat vs Belanda – beIN Sports 2 (Live)
8/7/2019 – 01:00 WIB – MLS – Atlanta United vs New York Red Bulls – beIN Sports 1 (Live)
8/7/2019 – 02:00 WIB – Piala Afrika – Aljazair vs Guinea – beIN Sports 2 (Live)
8/7/2019 – 03:00 WIB – Copa America – Brasil vs Peru – On Channel K-Vision (Live)
(fat/pojoksatu)

5 Poin Kritik Pedas Lionel Messi Usai Dikartu Merah Saat Lawan Chile

POJOKSATU.id, SAO PAULO – Kemarahan Lionel Messi memuncak. Usai dikartu merah pada laga perebutan tempat ketiga lawan Chile di Sao Paulo, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB, superstar Argentina itu kembali melontarkan sejumlah kritik pedas.
Kritik itu tentu saja dirujukan kepada wasit dan penyelenggaraan Copa America 2019 secara keseluruhan.
Messi mendapat kartu merah pada menit 37 setelah ia dan Gary Medel (bek Chile) beradu dada sebanyak tiga kali.
Wasit asal Paraguay, Mauro Diaz de Vivar langsung memberikan kartu merah kepada Medel dan Messi atas insiden tersebut.
Ini merupakan kartu merah kedua Messi sepanjang karirnya di Timnas Argentina senior, setelah sanksi serupa didapatnya kala debut bersama tim senior melawan Hongaria pada 2005.
Setelah pertandingan, Messi, yang menolak ikut pengalungan medali perunggu bersama rekan satu timnya, berbicara kepada wartawan dan kembali melontarkan kritik tajam kepada pengadil, federasi sepakbola Amerika Latin (Conmebol) serta penyelenggaraan Copa America 2019.
Bintang Barcelona itu mengklaim kartu merah dari Diaz itu bukan semata karena insidennya dengan Medel. Menurutnya, itu adalah imbas dari kritik kerasnya terhadap penyelenggaraan Copa America, setelah Argentina disingkirkan Brasil di semifinal.
Sebelumnya, Messi melontarkan kritik karena wasit tidak memberikan dua penalti kepada Argentina pada laga kontra Brasil.Dan La Pulga mengklaim insiden dengan Medel seharusnya hanya kartu kuning.
“Itu adalah permainan yang sering terjadi. [Medel] selalu bermain sampai batas. Saya pikir wasit bereaksi berlebihan. Dengan kartu kuning untuk kami berdua, itu sudah cukup,” katanya.
“Saya merasa sangat marah karena saya pikir saya tidak pantas mendapatkan kartu merah itu karena saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Kami unggul, tetapi, seperti yang saya katakan baru-baru ini, sayangnya ada banyak korupsi wasit,” kritik Messi usai laga kontra Chile, dikutip Pojoksatu.id dari ESPN.
Dan pernyataan paling keras dan bisa bikin petinggi Conmebol marah besar adalah Messi menyindir organisasi itu sarat dengan kongkalikong alias korupsi.
“Saya tidak mau menjadi bagian dari organisasi yang korup,” kritik superstar Barcelona itu.
Sebelumnya, ia juga menyebut Copa America 2019 sudah diatur untuk dimenangkan tuan rumah, Brasil.

⚡️ Messi en declaraciones a la prensa después de su expulsión:
🗣 “Con una amarilla se arreglaba”
🗣 “Por ahí lo que dije la vez pasada pasó factura”
🗣 “No tenemos que ser parte de esta corrupción”
🗣 “Nos faltaron al respeto toda la #CopaAmérica” https://t.co/CXPpwOWavc
— Twitter Moments en Español (@MomentsES) July 6, 2019

Berikut 5 poin kritikan Messi usai dirinya dikartu merah pada laga kontra Chile:
1. Insiden dengan Medel harusnya cukup dengan kartu kuning
2. Kartu merah itu karena apa yang saya katakan (kritik) sebelumnya (usai laga kontra Brasil)
3. Kami (Timnas Argentina) tidak mau menjadi bagian dari organisasi (Conmebol) yang korup
4. Kami tidak dihargai selama turnamen Copa America 2019
5. Turnamen ini sudah diatur untuk dimenangkan Brasil
(fat/pojoksatu)

Lionel Messi: Sudahlah Peru, Copa America Sudah Diatur untuk Brasil

POJOKSATU.id, SAO PAULO – Superstar Argentina, Lionel Messi menjadi sorotan pada laga perebutan tempat ketiga Copa America 2019. Ia mendapat kartu merah pada laga yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-1, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.
Delapan menit sebelum turun minum, Messi dan bek Chile, Gary Medel terlibat perselisihan sehingga keduanya mendapat kartu merah dari wasit Mauro Diaz de Vivar asal Paraguay.
Ini merupakan kartu merah kedua Messi sepanjang karirnya di Timnas Argentina senior, setelah sanksi serupa didapatnya kala debut bersama tim senior melawan Hongaria pada 2005.
Setelah pertandingan, Messi, yang menolak ikut pengalungan medali perunggu bersama rekan satu timnya, kembali melontarkan kritik tajam kepada pengadil.
Bintang Barcelona itu mengklaim kartu merah dari Diaz itu bukan semata karena insidennya dengan Medel. Menurutnya, kartu merah itu adalah imbas dari kritik kerasnya terhadap penyelenggaraan Copa America, setelah Argentina disingkirkan Brasil di semifinal.
Sebelumnya, Messi melontarkan kritik karena wasit tidak memberikan dua penalti kepada Argentina pada laga kontra Brasil.Dan La Pulga mengklaim insiden dengan Medel seharusnya hanya kartu kuning.
“Itu adalah permainan yang sering terjadi. [Medel] selalu bermain sampai batas. Saya pikir wasit bereaksi berlebihan. Dengan kartu kuning untuk kami berdua, itu sudah cukup,” katanya.
“Saya merasa sangat marah karena saya pikir saya tidak pantas mendapatkan kartu merah itu karena saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Kami unggul, tetapi, seperti yang saya katakan baru-baru ini, sayangnya ada banyak korupsi wasit,” kritik Messi usai laga kontra Chile, dikutip Pojoksatu.id dari ESPN.
“Kami pergi dengan perasaan bahwa mereka tidak memungkinkan kami untuk berada di final, bahwa kami siap untuk lebih baik. Pertandingan Brasil dan pertandingan hari ini adalah dua penampilan terbaik kami, tetapi kemudian ketika Anda tulus, Anda mengatakan hal-hal dan hal-hal ini terjadi,” lanjutnya.
Ditanya langsung apakah kartu merahnya merupakan hasil dari keluhannya sebelumnya, Messi berkata: “Ya, sayangnya, ya. Anda tidak bisa jujur ​​dan Anda tidak bisa mengatakan bagaimana hal-hal harus dilakukan.”
Akibat kartu merah itu, Messi dipastikan absen pada laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret tahun depan. Tapi Messi mengaku tidak khawatir tentang larangan tambahan karena kritik pedasnya.
“Mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan. Yang benar harus dikatakan,” katanya. “Saya pergi dengan tenang dan dengan kepala tinggi dan bangga dengan tim ini yang memberikan segalanya dan yang berkembang selama turnamen.”
“Saya harap tim ini dihormati dan orang-orang mendukung mereka karena mereka memiliki banyak hal untuk diberikan seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan ini,” tutur Messi memuji rekan setimnya.
Messi pun sangat yakin tuan rumah Brasil akan mengalahkan Peru di final pada Minggu malam waktu setempat di Rio de Janeiro untuk mengangkat mahkota Copa pertama mereka sejak 2007.
“Saya pikir tidak ada keraguan. Sayangnya saya pikir ini (Copa America) sudah diatur untuk Brasil [untuk memenangkannya],” kata Messi. “Saya berharap bahwa VAR dan wasit tidak ada hubungannya dan bahwa Peru dapat bersaing karena mereka memiliki tim untuk menang, tetapi saya melihat itu sulit,” pungkasnya.
(fat/pojoksatu)

Diwarnai Kartu Merah Messi, Argentina Raih Posisi Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina berhasil meraih posisi juara ketiga Copa America 2019 usai mengalahkan Chile, Minggu (7/7) dini hari WIB.
Pada pertandingan yang digelar di Arena Corinthians Sao Paulo, Argentina membuka keunggulan lebih dulu.
Adalah sergio Aguero yang membuat kedudukan berubah 1-0 setelah mencetak gol saat laga baru berjalan 12 menit.
Sepuluh menit berselang, Argentina mampu menggandakan keunggulan berkat pemain Juventus Paulo Dybala.
Memasuki menit ke-37, wasit ‘mengusir’ Lionel Messi dan Gary Medel (Chile) dari lapangan.
Keduanya mendapat kartu merah setelah terlibat saling dorong. Ketika itu, Messi tengah mengejar umpan keras dari Dybala dan terlihat mendorong Medel.
Pemain Chile itu pun berbalik dan mendorong Messi beberapa kali dengan dadanya. Ia seolah memprovokasi Messi, namun tak dibalas.
Meski begitu, wasit tetap memberikan kartu merah untuk kedua pemain tersebut. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Chile berhasil mengejar ketertinggalan di menit ke-59.
Arturo Vidal yang dipercaya sebagai aljogo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah 2-1.
Sayang, itu merupakan gol satu-satunya Chile yang tercipta pada pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan skor tetap tak berubah untuk kemenangan Argentina.
Dengan ini, Argentina berhak atas gelar juara ketiga pada Copa America 2019. Untuk sang juara ditentukan Senin (8/7) dini hari antara Brasil atau Peru.
(zul/pojoksatu)

Gagal ke Final, Argentina dan Chile Berebut Tempat Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina akan menghadapi Chile setelah keduanya gagal ke final Copa America 2019.
Pertandingan untuk memperebutkan posisi ketiga akan digelar di Arena Corinthians, Sao Paulo, Minggu (7/7) mulai pukul 02.00 WIB nanti.
Menghadapi Chile, Argentina dilaporkan TyC Sports akan menurunkan skuad terbaiknya, kecuali Lautaro Martinez dan Marcos Acuna.
Pasalnya, keduanya harus absen lantaran hukuman akumulasi kartu kuning.
“Posisi yang lowong akan diperebutkan tiga nama pemain. Di posisi Lautaro nama Paulo Dybala sangat mungkin jadi pengganti sementara untuk Acuna antara Giovani Lo Celso atau Angel Di Maria,” tulis TyC Sports.
Di Maria sempat menjadi pilihan utama Scaloni di Copa America 2019 ini. Yakni pada matchday perdana lawan Kolombia (16/6).
Namun dinilai performanya kurang apik, di babak kedua Di Maria disubstitusi oleh Rodrigo De Paul. Setelah laga lawan Kolombia itu, pemain 31 tahun itu selalu turun sebagai pemain pengganti.
Sedangkan Lo Celso lebih sering berada dalam starting XI Scaloni ketimbang Di Maria.
Pemain Real Betis tersebut dalam tiga matchday Argentina di fase grup selalu jadi pilihan utama trio gelandang. Namun sejak fase knockout Marcos Acuna lebih dipercaya Scaloni.
Media-media Argentina kesulitan mengintip komposisi yang dimainkan oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni pada laga pamungkas di Copa America 2019 ini. Sebab hujan deras yang mengguyur Sao Paulo membuat Argentina berlatih di hotel mereka, Pullman Ibirapuera.
Legenda Argentina yang juga top skor Piala Dunia 1978 Mario Kempers dalam wawancara dengan TyC Sports berkata Scaloni memang bukan pelatih terbaik buat juara dunia dua kali itu.
Namun pilihan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memperpanjang kontrak pelatih 41 tahun itu tepat.
“Apa yang dilakukan Scaloni memang tidak bagus karena Argentina gagal juara untuk kesekian kali di Copa America. Namun dalam jangka waktu singkat dia berhasil mengembalikan konfidensi para pemain,” ucapnya.
Di sisi lain, winger Chile Jose Pedro Fuenzalida kepada ESPN Deportes kemarin (5/7) mengatakan pertemuan melawan Argentina selalu menghadirkan tekanan buat timnya.
Keberadaan Lionel Messi di tim La Albiceleste menjadi alasannya.
“Menang atas Argentina akan menjadi hal penting buat tim mana pun. Kami harus melepaskan bayangan akan kekalahan memalukan di semifinal oleh Peru,” tutur pemain berusia 34 tahun tersebut.
Dalam latihan terakhir, ESPN Deportes melaporkan pelatih Reinaldo Rueda tetap memberikan perhatian besar buat nama-nama starting XI terkuatnya. Sebut saja Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, dan Arturo Vida.
Nah, salah satu kritik besar kepada pelatih Chile Reinaldo Rueda dengan skuadnya di Copa America ini adalah rerata usia yang sudah 30, 27 tahun.
Hanya Guillermo Maripan, Erick Pulgar, dan Eduardo Vargas yang usianya di bawah 30 tahun.
(dra/jpnn/pojoksatu)

Pemain Bintang Brasil Cedera, Dipastikan Absen Lawan Peru di Final

POJOKSATU.id, RIO DE JANEIRO – Timnas Brasil akan menghadapi Peru pada final Copa America 2019 di Stadion Maracana, Minggu (7/7/2019) mendatang atau Senin pagi WIB. Jelang partai puncak itu, kabar buruk menghampiri kubu Selecao yang dipastikan tanpa pemain bintangnya, Willian.
Winger yang bermain untuk klub Premier League, Chelsea itu tidak akan memperkuat Brasil pada laga final kontra Peru karena cedera, dalam sebuah pernyataan resmi Brasil, Kamis (4/7/2019), dikutip Pojoksatu.id dari Reuters.
Willian akan tetap bersama tim di markas latihan Brasil menjelang final. Pemain 30 tahun itu mencetak gol pamungkas Brasil dalam kemenangan 5-0 atas Peru di babak penyisihan grup A. Ia juga mencetak gol dalam kemenangan adu penalti mereka atas Paraguay di perempat final.
Willian masuk menggantikan pemain sayap, Everton di babak pertama saat timnya menang 2-0 atas Argentina di empat besar, tetapi tes medis pada hari Rabu mengungkapkan bahwa dia mengalami cedera otot.
Pemain yang identik dengan rambut kribonya itu masuk skuad Brasil untuk Copa America 2019, menggantikan Neymar karena cedera.
Selain Willian, seluruh pemain Brasil siap tempur lawan Peru Minggu mendatang di Maracana. Pemenang Piala Dunia lima kali akan mengincar trofi utama pertama mereka sejak mengangkat Copa America 2007.
(fat/pojoksatu)