daftar

Ini Daftar Juara Piala Presiden Sejak Edisi Pertama, Arema FC Istimewa

POJOKSATU.id, MALANG – Sukses Arema FC menyegel gelar juara Piala Presiden 2019, membuat tim berjuluk Singo Edan itu mencatat rekor istimewa. Yah, sejak turnamen ini digelar pada 2015 lalu, Arema menjadi satu-satunya tim yang sudah dua kali mengangkat trofi ini.
Pada turnamen pramusim edisi ke-4 pada 2019 ini, babak final digelar dengan format berbeda, home-away. Arema FC menjadi kampiun setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan aggregat 4-2.
BACA JUGA: Bungkam Persebaya 2-0, Arema FC Juara Piala Presiden 2019
Kedua tim bermain imbang 2-2 pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kemudian leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019) malam, Arema FC menang dua gol tanpa balas.
Dua gol Arema pada laga pamungkas itu dicetak Ahmad Nur Hardianto pada babak pertama dan Ricky Kayame di masa injury paruh kedua.
Dengan demikian, Arema FC sudah dua kali menjadi juara Piala Presiden. Pertama kali tim kebanggaan warga Malang itu jadi juara terjadi pada 2017 atau edisi kedua turnamen ini. Kala itu menang 5-1 atas Pusamania Borneo FC di final.
Edisi pertama yang digelar pada tahun 2015 dimenangkan Persib Bandung usai mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di partai puncak.
BACA JUGA: Jadi Juara, Arema FC Cetak Sejarah di Piala Presiden
Tahun 2016, Piala Presiden tidak digelar dan diganti dengan kompetisi Indonesian Soccer Championship.
Barulah pada 2017, turnamen pramusim ini kembali digelar di mana Arema jadi juara untuk pertama kali.
Kemudian tahun lalu, giliran Persija Jakarta mengangkat trofi usai mengalahkan Bali United di final dengan skor 3-0.
Berikut daftar juara Piala Presiden:
Tahun – Juara – Runner up
2015 – Persib Bandung – Sriwijaya FC
2017 – Arema FC – PBFC
2018 – Persija Jakarta – Bali United
2019 – Arema FC – Persebaya Surabaya
(fat/pojoksatu)

Kasus-Kasus Match-Fixing yang Ditangani Satgas Antimafia Bola, Berikut Daftar Terlapor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola terus menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan praktik Match-Fixing.
Sejumlah nama telah ditetapkan sebagai tersangka atas skandal pengaturan skor tersebut termasuk plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan dokumen temuan Satgas Antimafia Bola di bekas kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan atas lima kasus skandal match-fixing.
Disebutkan dia, total ada lima laporan yang tengah diselidiki, diantaranya, laporan dari mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani dengan 10 tersangka. Kemudian laporan polisi model A yang dibuat oleh Satgas dengan tersangka Vigit Waluyo.
Selain itu, sebut Dedi juga ada laporan polisi model A dengan terlapor Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, disusullaporan polisi model A yang juga dibuat oleh Satgas dengan terlapor Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.
Laporan terakhir, sambung Dedi adalah laporan polisi dengan empat orang  tersangka pencurian, perusakan, penghilangan barang bukti, dan masuk ke area penguasaan penyidik tanpa izin.
Salah satu yang ditersangkakan adalah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri yang diduga kuat sebagai aktor intelektual.
(jpc/qur/pojoksatu)

Manajer dengan Gelar Juara Terbanyak, Ini Daftarnya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Legenda manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson masih memimpin daftar pelatih atau manajer dengan gelar terbanyak di dunia.
Menukangi dua klub sepanjang karier manajerialnya, Sir Alex telah mengoleksi 49 gelar bersama Aberdeen dan Manchester United.
Sir Alex memutuskan pensiun dari Manchester United pada musim 2012/13 dan publik saat itu cukup kaget mengingat MU sedang dalam performa impresif.
Di tangan pria asal Glasgow Skotlandia yang kini telah berusia 77 tahun itu, MU bergeming sebagai kampiun Liga Primer Inggris untuk beberapa musim secara beruntun.
Karena itu tak berlebihan jika Sir Alex dicatat sebagai manajer dengan jumlah koleksi gelar atau titel juara paling banyak sejauh ini.
Sementara salahsatu penerusnya di Old Trafford, Jose Mourinho menempati peringkat ketujuh dengan mengoleksi 25 gelar.
Puluhan titel itu dikumpulkan dari lima klub yang pernah ditukanginya, FC Porto, Inter Milan, Real Madrid, Chelsea dan Manchester United.
Selain dua nama manajer yang populer tersebut, beberapa orang pelatih yang namanya kurang familiar ternyata banyak mengoleksi gelar sepanjang kariernya, sebut saja Jock Stein dan Valery Lobanovsky.
Stein telah mengoleksi 26 gelar dari empat klub yang pernah ditukanginya, yakni  Dunfermline Athletic, Hibernian, Celtic, termasuk timnas Skotlandia.
Sementara Valeriy Lobanovsky mengemas 30 gelar dari satu klub yang ditukanginya di sepanjang karier, yakni Dynamo Kiev.
Selain nama-nama manajer atau pelatih dengan jumlah gelar dan titel juara di atas, berikut daftar 9 besar pelatih atau manajer dengan titel atau gelar terbanyak yang dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, di antaranya:

Daftar Pemain Terbaik Afrika dari Masa ke Masa

POJOKSATU.id, KAIRO – Mohamed Salah sukses meraih gelar Pemain Terbaik Afrika untuk kedua kalinya secara beruntun.
Salah dipandang layak atas penghargaan individual di benua hitam tersebut atas penampilan impresifnya yang konsisten bersama The Reds.
Untuk bisa membawa pulang penghargaan, Salah harus menyingkirkan dua pesaing terdekatnya, rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane asal Senegal dan penggawa Napoli yang juga asal Senegal, Kalidou Koulibaly.
Jadi Pemain Terbaik Afrika Lagi, Begini Perasaan Mohamed Salah

Sebelum didominasi Salah, gelar penghargaan prestisius di Afrika itu silih berganti direbut sejumlah pemain yang berkiprah di pentas kompetisi Eropa.
Penggawa Aljazair, Riyad Mahrez, yang kini bermain bersama Manchester City pernah meraih penghargaan ini tahun 2016 saat masih memperkuat Leicester City.
Selain Mo Salah, mantan pemain Bolton asal Nigeria, Jay-Jay Okocha juga pernah meraih dua kali berturut-turut, yakni pada 2003 dan 2004.
Sedangkan pemain asal Pantai Gading yang pernah memperkuat Manchester City, Yaya Toure pernah meraihnya di tahun 2013 dan 2015.
Gelar pemain terbaik ini juga pernah disabet legenda Chelsea yang pernah bermain di Persib Bandung, Michael Essien.
Essien yang telah memutuskan gantung sepatu tahun ini menyabetnya di tahun 2006 saat pemain asal Ghana itu tengah bersinar di bawah panji biru, Chelsea.
Berikut daftar lengkap Pemain Terbaik Afrika yang dikutip dari BBC Sport:
2018: Mohamed Salah (Liverpool/Mesir)
2017: Mohamed Salah (Liverpool/Mesir)
2016: Riyad Mahrez (Leicester City/Aljazair)
2015: Yaya Toure (Manchester City/Pantai Gading)
2014: Yacine Brahimi (Porto/Aljazair)
2013: Yaya Toure (Manchester City/Pantai Gading)
2012: Chris Katongo (Henan Construction/Zambia)
2011: Andre Ayew (Marseille/Ghana)
2010: Asamoah Gyan (Sunderland/Ghana)
2009: Didier Drogba (Chelsea/Pantai Gading)
2008: Mohamed Aboutrika (Al Ahly/Mesir)
2007: Emmanuel Adebayor (Arsenal/Togo)
2006: Michael Essien (Chelsea/Ghana)
2005: Mohamed Barakat (Al Ahly/Mesir)
2004: Jay-Jay Okocha (Bolton/Nigeria)
2003: Jay-Jay Okocha (Bolton/Nigeria)
2002: El Hadji Diouf (Liverpool/Senegal)
2001: Sammy Kuffour (Bayern Munchen/Ghana)
(qur/pojoksatu)

Daftar Korban Tewas Bentrok Antarsuporter Persib dan Persija

POJOKSATU.id, BANDUNG –  Kancah sepak bola tanah air sedang dirundung duka menyusul insiden pengeroyokan sejumlah oknum Bobotoh terhadap Haringga Sirila, salahseorang anggota Jakmania.
Korban meninggal dunia akibat dikeroyok oknum pendukung Persib jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Ternyata, Haringga bukan korban pertama kali fanatisme kebablasan antara suporter dua tim besar tanah air itu.
Pernyataan Resmi Viking atas Kematian Anggota Jakmania, Haringga Sirila
Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
Haringga Sirila adalah korban ketujuh bentrok antarsuporter yang melibatkan Bobotoh dengan The Jakmania tersebut.
Dikutip dari Save Our Soccer atau SOS, terhitung sejak 2012, sudah ada tujuh orang suporter kedua belah pihak yang meninggal dunia akibat bentrok antarsuporter, di antaranya:
1. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Usia: 29 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
2. Lazuardi (Bobotoh)
Usia: 17 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
3. Dani Maulana (Bobotoh)
Usia: 17 Tahun
Tewas saat Persija vs Persib (27/5/2012)
Penyebab: Pengeroyokan
4. Gilang (Jakmania)
Usia: 24 tahun
Tewas saat perjalanan pulang usai laga Persija vs Persib di Solo (6/11/2016)
Penyebab: Jatuh dari kendaraan
5. Harun Al Rasyid (Jakmania)
Usia: 30 tahun
Tewas saat perjalanan pulang usai Persija vs Persib di Solo (6/11/2016)
Penyebab: Pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon
6. Ricko Andrean (Bobotoh)
Tewas saat Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (22/7/2017)
Penyebab: Pengeroyokan
7. Haringga Sirila (Jakmania)
Usia: 23 tahun
Tewas jelang duel Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (23/9/2018)
Penyebab: Pengeroyokan
(jpc/qur/pojoksatu)

Siapa Pencetak Gol Terbanyak di Liga Champions, Ini Daftarnya

POJOKSATU.id, NYON – Liga Champions musim 2018/19 telah bergulir dengan menghadirkan sejumlah pertandingan seru di macthday 1, beberapa waktu lalu.
Superstar Barcelona, Lionel Messi terus menambah pundi-pundi golnya di pentas paling bergengsi di Eropa itu dengan mencetak hat-trick ke gawang PSV Eindhoven.
Di sisi lain, Cristiano Ronaldo yang musim ini turun membela Juventus mengalami hal tragis setelah diganjar kartu merah di laga debut Liga Champions bersama Bianconerri.

Namun demikian, sepanjang sejarah perhelatan Liga Champions, Ronaldo masih tak tergoyahkan sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak.
Hingga saat ini, Ronaldo telah membukukan 121 gol yang disarangkan untuk Manchester United dan  Real madrid.
Sementara La Pulga terus menguntit di bawahnya dengan jumlah 103 gol, tiga gol tambahan yang didapatkan musim ini ke gawang PSV Eindhoven.
Sementara legenda Real Madrid, Raul menempati peringkat ketiga dengan raihan 71 gol, dan di bawahnya ada mantan bintang Manchester United,  Ruud van Nistelrooy.
Sedangkan mantan penggawa Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan dan Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic  menempati urutan ke-10 dengan raihan 49 gol.
Berikut daftar pencetak gol terbanyak di Liga Champions yang dikutip dari Goal.

Cristiano Ronaldo (Portugal) 121 gol – Real Madrid, Manchester United, Juventus
Lionel Messi (Argentina) – 103 gol – Barcelona
Raul (Spanyol) 71 gol – Real Madrid, Schalke 04
Ruud van Nistelrooy (Belanda) 60 gol – PSV, Manchester United, Real Madrid
Andrei Shevchenko (Ukraina) 59 gol – Dinamo Kiev, AC Milan, Chelsea
Karim Benzema (Prancis) 53 gol – Olympique Lyon, Real Madrid
Thierry Henry (Prancis) 51 gol – Mónaco, Arsenal, Barcelona
Filippo Inzaghi (Italia) 50 gol – Juventus, AC Milan
Alfredo Di Stefano (Argentina) 49 gol – Real Madrid
Zlatan Ibrahimovic (Swedia) 49 gol – Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, PSG

(qur/pojoksatu)