daftar kasus

Match-Fixing, Bukan Praktik Baru di Pentas Sepakbola Tanah Air

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polri telah membentuk Satgas Antimafia Bola untuk memberangus kasus pengaturan skor atau match-fixing yang tengah mencuat di kancah sepak bola tanah air saat ini.
Namun, kasus ini sendiri sebenarnya bukan hal baru, bahkan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu bahkan tahun silam.
Kasus ini sendiri pertama kali dibongkar Madura FC yang mengaku coba disuap salah seorang anggota Exco PSSI, berinisal Hid.
Namun, Madura FC dengan tegas menolak iming-iming tersebut, dan yang bersangkutan sendiri kini sudah mundur dari jajaran Exco PSSI. Hanya saja.
Kasus ini pun kemudian mencuatkan kasus-kasus serupa lainnya sehingga mendorong Polri untuk turun tangan menanggulangi hal ini.
Jika ditarik ke belakang, pengaturan skor memang sudah kerap ‘menghiasi’ persepakbolaan tanah air. Berikut deretan kasus pengaturan skor yang terungkap di Indonesia seperti dikutip dri Jawa Pos.
1. Skandal Marah Halim Cup 1988
Pada 1988 silam sepak bola Indonesia digegerkan soal dugaan kasus suap laga PSMS Medan kontra Persebaya Surabaya dalam turnamen Marah Halim Cup.
Dalam kasus tersebut, sebamyak 11 pemain PSMS Medan bahkan sampai di seret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kesebelas pemain itu diduga menerima suap dan terbukti di persidangan. Semua pemain tersebut harus membayar denda Rp 15 juta dan menjalani hukuman percobaan.
2. Sepak Bola Gajah Piala AFF 1998
Kejadian memalukan terjadi di Piala AFF 1998. Saat itu  Indonesia dan Thailand yang sudah dipastikan lolos dari Grup A menjalani laga penentuan juara grup.
Hasilnya, pemenang laga akan jumlah dengan Vietnam di semifinal dan runner-up menghadapi Singapura.
Namun, baik Indonesia maupun Thailand rupanya ogah menghadapi Vietnam yang saat itu sedang dalam performa terbaik mereka.
Alhasil, saat laga berjalan 2-2, Mursyid Effendi secara sengaja mencetak gol ke gawang timnya sendiri pada menit 90. Indonesia pun akhirnya kalah 2-3 dari Thailand dan lolos sebagai runner-up.
FIFA lantas menjatuhkan hukuman berat kepada Mursyid dengan larangan bermain seumur hidup. Ironisnya, Indonesia dan Thailand justru sama-sama takluk dari lawan-lawannya di semifinal.