dampak

Masalah Match-Fixing Clear, Persib Bandung Siap Mamprang Lagi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Selesainya dugaan pengaturan skor yang menyeret sejumlah nama pemain Persib sebagaimana ditudingkan sang pelatih Mario Gomez menambah motivasi tersendiri bagi seluruh penggawa untuk tampil lebih spartan.
Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, yang namanya juga sempat tertuding menyebut, dengan selesainya permasalahan tersebut menambah motivasi seluruh skuat tim.
Karena itu, Supardi berharap ini menjadi momentum bagi Maung Bandung untuk kembali ke jalur kemenangan dengan menyapu bersih tiga laga tersisa hingga akhir musim.
Perangi Match-Fixing, PSSI Tempuh Langkah Berikut Ini
“Saya terus terang dengan masalah ini selesai, mulai tumbuh semangat lagi bawa tim kita ke tangga naik lagi,” tutur Supardi seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Supardi juga mengaku tak sabar ingin kembali turun ke lapangan setelah diparkirkan Gomez karena persoalan tersebut.  “Saya tidak sabar lagi untuk menikmati pertandingan,”
Supardi menegaskan, nama Persib jauh lebih besar dari nama pemain itu sendiri. Karena itu, ia meminta para pemain tetap menjaga marwah Persib.
“Kalian tahu siapapun yang masuk Persib kita bukan siapa siapa tetapi yang besar Persib, siapapun pemain pelatih manajemen Persib ya Persib, kita harus jaga marwah Persib itu tertanam dalam diri saya dan para pemain, mustahil kita berkhianat,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Carlos Puyol Yakin Performa Minor Real Madrid Dampak Kehilangan Ronaldo

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Real Madrid berulang kali menegaskan performa kurang mengesankan sejauh ini tidak ada kaitannya dengan kepergian Cristiano Ronaldo.
Namun, pernyataan Los Blancos lewat para pemain dan dewan klubnya itu disanggah mantan kapten Barcelona, Carlos Puyol.
Menurut Puyol, kepergian Ronaldo ke Juventus musim panas tahun ini cukup berdampak pada klub yang ditinggalkannya.

“Ketika pemain terbaik Anda pergi, itu logis bahwa tim menderita kemerosotan. Mereka perlu mencari solusi, cara lain bermain karena mereka sangat bergantung pada gol-gol Cristiano,” tutur Puyol seperti dikutip dari Diario AS.
“Sekarang mereka harus mengganti tujuan tersebut dengan pencetak gol lainnya dan mencari gaya yang berbeda. Ini tugas untuk pemain dan pelatih,” sebutnya.
Berbicara soal El Clasico yang akan tersaji akhir pekan ini, Puyol menilai, mantan klubnya harus memaninkan gaya sepakbola yang menjadi ciri khasnya, terlebih mereka kali ini tidak akan diperkuat sang superstar Lionel Messi yang harus menepi karena cedera.
“Barca harus memainkan gaya sepakbola mereka, memiliki bola dan mencoba dan memanfaatkan peluang yang mereka miliki untuk mencetak gol. Gaya Barca sangat jelas,” ucapnya.
“Saya telah bermain di beberapa Clasico yang hebat, beberapa yang lembek dan beberapa yang keras, tetapi jika saya harus memilih satu, ini akan menjadi kemenangan 6-2 di Bernabeu. Dan yang paling menyakitkan adalah setahun sebelumnya, kalah 4-1,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)