diskriminasi

FIFA Tanggapi Aksi Diskriminasi yang Makin Ramai

POJOKSATU.id, JAKARTA – FIFA angkat bicara perihal aksi diskriminasi yang makin ramai.
Sebagaimana diketahui, banyak pemain yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para suporter dengan nada diskriminasi atau rasisme.
Contohnya, kejadian yang menimpa pemain Liverpool, Mohamed Salah, saat dia mendapatkan perlakuan diskriminasi dari suporter Chelsea dengan kata-kata teroris.
Sementara kejadian kedua dialami suporter Tonttenham Hotspur. Pada Sabtu (13/4) kemarin, suporter West Ham memberikan nyanyian rasis bernada antisemitik kepada suporter Tottenham karena mayoritas pendukungnya beragama Yahudi.
Beberapa minggu lalu, kejadian serupa juga sempat dialami beberapa pesepakbola Inggris. Mereka mendapat cacian bernada diskriminasi karena permasalahan etnis.
Menanggapi hal ini, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tidak akan pernah mentoleransi siapapun yang melakukan aksi diskriminasi.
“Sangat menyedihkan melihat banyak kasus rasisme di sepak bola pada beberapa hari terakhir. Ini tidak bisa ditoleransi lagi. Rasisme tidak memiliki tempat di sepak bola, demikian juga di lingkungan sosial,” jelasnya dikutip dari Guardian.
Sebagai organisasi tertinggi yang menangani sepak bola, FIFA berjanji akan terus mendukung penuh para pemain yang mendapat perlakuan diskriminasi tersebut.
Dirinya tidak ingin kesakralan pertandingan sepak bola harus ternodai oleh aksi-aksi diskriminasi dari segelintir orang.
“FIFA akan terus berdiri bersama dengan Prince Gouano, Kalidou Koulibaly, Raheem Sterling, Danny Rose, dan beberapa pemain lain, pelatih, fan, ataupun siapa saja yang menderita karena rasisme. Tidak peduli apakah mereka dari tingkat profesional maupun sekolah. Rasisme harus dihentikan secara total,” tegasnya.
(jpc/pojoksatu)