diskualifikasi

Tegas, Bantahan Pelatih Barcelona Terhadap Tudingan Levante

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde angkat suara menanggapi tudingan Levante di ajang Copa del Rey.
Levante melaporkan Barcelona ke RFEF karena menurunkan pemain ilegal yang sedang dalam masa suspensi, yakni penggawa Barcelona B, Chumi.
Ditegaskan Valverde, timnya yakin tidak melakukan hal yang salah seperti yang dituduhkan kubu Levante tersebut.
Barcelona Anggap Tudingan Levante Konyol
Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid

Dikatakannya, pemain yang dipersoalkan tersebut boleh diturunkan di ajang Copa del Rey karena suspensi yang diterimanya hanya berlaku di liga (Segunda B) dimana sang pemain bermain.
“Kami tidak punya keraguan apa pun tentang status Chumi. Bagi itu sebelum, atau sepanjang atau setelah pertandingan,” tegas Valverde dikutip Pojoksatu.id dari laman Marca.
“Kami yakin bahwa kami tidak melakukan kesalahan. Kami tahu betul bahwa dia mendapat sanksi dan kami tidak bisa memainkannya di laga melawan Eibar tapi di ajang ini (Copa del Rey) kami bisa,” tegasnya.
Sebelumnya, Levante melaporkan Barcelona ke federasi sepak bola Spanyol karena raksasa Catalonia itu telah menurunkan pemain ilegal.
Chumi mendapatkan lima kartu kuning di pentas Segunda B, sehingga secara otomatis sang pemain mendapatkan sanksi larangan bermain dalam satu laga.
Atas tudingan itu, Levante merujuk pada dua pasal dalam Kode Disiplin sebagai dasar laporan mereka, yakni pasal 56.3 dan 76.
Jika Barcelona terbukti bersalah dan melanggar aturan, Lionel Messi dan koleganya terancam didiskualifikasi dari ajang Copa del Rey, sebagaimana yang pernah dialami Real Madrid.
(qur/pojoksatu)

Lolos Perempat Final Copa Del Rey, Barcelona Malah Terancam Didiskualifikasi

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Kemenangan telak Barcelona atas Levante sekaligus untuk menyegel satu tiket babak perempat final Copa del Rey terancam sia-sia setelah Barca terancam terdiskualifikasi di ajang tersebut.
Potensi dicoretnya Los Cules dari Copa del Rey musim ini setelah kedapatan menurunkan pemain yang sedang dalam suspensi di laga leg pertama kontra Levante.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, Barca menurunkan bek Juan Brandariz alias Chumi, penggawa Barcelona B saat laga di Ciutat de Valencia pekan lalu.

Chumi yang tampil selama 58 menit saat Barca menyerah 2-1 dari tuan rumah itu ternyata masih menjalani suspensi karena akumulasi lima kartu kuning di Segunda Division B.
Namun, Barca saat itu berkeyakinan langkah tersebut tidak melanggar aturan, karena suspensi yang diterima sang pemain hanya berlaku di liga.
Reaksi pun datang dari kubu Levante yang telah melayangkan protes keras kepada pihak federasi sepakbola Spanyol atau RFEF.
“Ini bukan situasi mudah, sebagai orang yang berkecimpung di dunia olahraga kami lebih senang meraih kemenangan di lapangan,” tutur presiden Levante, Quico Catalan.
“Apa pun yang terjadi (dalam laga leg kedua), Levante akan menghadap federasi dengan situasi ini besok hari ini). Akan ada komplain jika kami tidak lolos. Dan jika kami lolos, akan ada laporan kepada federasi untuk menjelaskan apa yang telah terjadi,” paparnya.
Apabila komplain Levante ini didengar dan diterima pihak RFEF untuk kemudian menyatakan Barcelona bersalah, maka Lionel Messi dan koleganya terancam mengalami nasib serupa dengan seteru abadi mereka, Real Madrid pada 2015.
Kala itu Los Blancos didiskualifikasi dari kompetisi akibat menurunkan Denis Cheryshev saat menghadapi Cadiz.
Pasalnya, pemain Rusia itu sedang dalam hukuman menyusul akumulasi tiga kartu kuning di Copa. Piala Raja musim itu pun akhirnya jatuh ke tangan Barcelona sebagai kampiun.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung Terancam Didiskualifikasi, Begini Kata PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus kematian salahseorang anggota Jakmania, Haringga Sirila yang tewas dikeroyok oknum Bobotoh jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September lalu.
PSSI sendiri telah memutuskan menghentikan semua pertandingan di Go-Jek Liga 1 2018 dalam dua pekan ke depan sembari menunggu hasil investigasi atas kasus tersebut.
Jika hasil penyelidikan nanti Persib selaku tuan rumah dalam pertandingan tersebut terbukti melakukan kelalaian, maka Maung Bandung terancam didiskualifikasi.
Menpora Heran Pertandingan Persib vs Persija Tetap Digelar Meski ada Suporter yang Tewas

“PSSI tidak bisa memutuskan suatu persoalan, karena ada Komdis PSSI. Tapi Ketum PSSI dan Exco dapat merekomendasikannya,” kata Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kepada wartawan.
“Dalam aturannya, hukuman itu mulai dari (sanksi) finansial hingga didiskualifikasi, sampai ke sana hukumannya,” sebut Gubernur Sumatera Utara terpilih itu.
Namun pihaknya tidak bisa memutuskan persoalan tersebut sebelum ada hasil laporan lengkap dari tim investigasi nantinya.
“Kami cari tahu, apakah ini suporter atau kriminal. Kalau terbukti kami harus hukum yang terberat dan menyelesaikan masalah. Tapi diagnosisnya harus tepat,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)