Djadjang Nurdjaman

Jadwal Lawan Persinga Masih Gelap, Ini yang Dilakukan Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Jadwal laga lawan Persinga di babak 32 besar Piala Indonesia tak kunjung pasti.
Namun, hal itu tak lantas membuat skuat Persebaya Surabaya bisa berleha-leha. Sabtu (9/2) kemarin mereka tetap melakoni latihan di lapangan Jenggolo, Sidoarjo.
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menuturkan, mereka memilih untuk memantapkan diri dengan menjalani latihan serius. Termasuk mencoba skema baru yang bisa jadi opsi nantinya.
“Ini sebagai pengganti game lawan Persinga,” kata Djadjang Nurdjaman.
Meski begitu, tak dipungkiri tak jelasnya jadwal Piala Indoensia berdampak kepada kondisi tim.
Terlebih, saat Persebaya belum melakoni leg pertama, babak 32 besar, babak 16 besar malah akan dihelat pada 15 hingga 24 Februari mendatang.
“Ya saya hanya menunggu komando saja dari manajemen. Harus sabar sampai semuanya tuntas,” terangnya.
(gus/jpc/pojoksatu)

Djadjang Nurdjaman Penasaran dengan Film Preman Pensiun

POJOKSATU.id, SURABAYA – Djadjang Nurdjaman mengaku penasaran dengan film Preman Pensiun.
Diakuinya, ia mendengar pemutaran film tersebut saat mengikuti program lisensi AFC Pro di Spanyol.
“Saya dengar itu (film Preman Pensiun) waktu di Spanyol. Saya pikir kok seru juga ya,” kata pelatih asli Majalengka itu.
Sayangnya, dirinya belum berkesempatan untuk menonton film tersebut. Sepulang dari Spanyol, pria yang akrab disapa Djanur ini langsung memimpin latihan skuad Green Force.
“Belum. Belum sempat (lihat) saya,” sambungnya. Meski sibuk, tekad Djanur untuk melihat film Preman Pensiun tetap ada.
“Kalau ada waktu luang pasti saya nonton. Katanya film ini kocak dan bagus,” terangnya.
Keinginan Djanur untuk melihat film tersebut bisa jadi karena dirinya pernah menjadi bagian dari sinetron Preman Pensiun.
Ya, dulu saat masih menjabat sebagai pelatih Persib Bandung, ia pernah menjadi bintang tamu di sinetron tersebut.
Memerankan karakternya sendiri, Djanur tampil tiga kali dalam tiga episode berbeda. Dalam cerita, dia selalu beradu akting dengan aktor senior, Epy Kusnandar.
Diakui Djanur, meski kini di Surabaya, ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan artis pemeran Preman Pensiun.
“Ya kan saya punya kontak mereka. Jadi ya pastilah (komunikasi),” tandasnya.
(gus/jpc/pojoksatu)

Djanur Lega Hansamu Yama Resmi ke Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Hansamu Yama Pranata resmi menambah kekuatan skuat Perbaya. Kehadirannya akan membuat lini belakang Persebaya makin tangguh.
Diketahui, perburuan terhadap Hansamu sudah dilakukan sejak pertengahan Desember 2018 lalu.
Setelah mencapai kesepakatan pada 28 Desember, Hansamu Yama akhirnya diresmikan sebagai pemain Persebaya, Rabu (16/1) siang.
Kehadiran Hansamu Yama, membuat sang pelatih Djadjang Nurdjaman atau akrab disapa Djanur lega.
“Hari ini saya merasa lega karena benar-benar fixed,” kata Djanur, dilansir JawaPos.
Disebutkan, perekrutan Hansamu Yama memang sesuai dengan kebutuhan tim.
Pasalnya, komposisi bek tengah Persebaya berkurang karena Fandry Imbiri hijrah ke Madura United. Hansamu Yama adalah kepingan terakhir untuk menutup lubang itu.
“Selain statusnya sebagai pemain timnas, dia juga pemain hebat. Jadi di lini belakang kami sepertinya sudah lengkap,” jelasnya.
Dengan kehadiran Hansamu Yama, maka slot pemain belakang Persebaya telah terisi penuh. Sebelumnya Persebaya sudah memiliki Rachmat Irianto, Otavio Dutra, M Syaifuddin, Andri Muliadi, Ruben Sanadi, Novan Setya Sasongko, dan Abu Rizal Maulana.
“Saya rasa delapan orang di lini belakang sudah cukup. Jadi tidak perlu menambah pemain lagi di pertahanan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Hadapi Mantan Klubnya, Djanur: Tidak Ada Dendam dengan PSMS

POJOKSATU.ID, MEDAN – Persebaya Surabaya akan meladeni tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12/2018) malam ini. (siaran langsung Indosiar pukul 18.30 WIB). Laga ini akan jadi reuni bagi Djajang Nurdjaman, pelatih Bajul Ijo.
Djanur punya kenangan manis bersama PSMS Medan. Dialah yang membawa Ayam Kinantan –julukan PSMS– promosi di Liga 1 musim ini. Ternyata, ketika di level teratas, performa tim jeblok dan Djadjang tersingkir dari kursi pelatih.
Meski begitu, pria yang disapa Djanur tersebut tidak datang untuk bernostalgia ataupun membawa dendam. Pelatih asal Majalengka itu hanya inginkan kemenangan.
BACA JUGA:
Ini Daftar Pemain Absen di Laga Real Madrid Vs Valencia
Jadwal Bola Hari Ini, Sabtu 1 Desember: Persib, Persebaya, MU Hingga Real Madrid
Liga Champions untuk Sementara Aman, Juventus Kembali Fokus ke Domestik
Kebetulan, selain karena tren performa Green Force sedang dahsyat, dia juga paham betul dengan skuad PSMS. ”Tim ini (PSMS) mayoritas saya yang bentuk,” kata pelatih 54 tahun itu.
Selain itu, fans PSMS juga masih sayang kepada Djanur. Terbukti, setelah melakoni sesi jajal lapangan di Stadion Teladan, Medan, kemarin sore, Djanur masih diburu fans PSMS untuk diajak foto bersama.
PSMS Medan. (liga-indonesia.id)
Meski begitu, Djanur menepikan segala nostalgia. ”(Tugas) Saya sudah cukup dengan menaikkan PSMS ke Liga 1,” tambah Djanur. Karena itu, dia meminta anak asuhnya tak sungkan dan habis-habisan meraih tiga poin. Meski dia sadar kekalahan akan membawa mantan timnya makin tenggelam di dasar klasemen.
Djanur pun menegaskan tidak ada dendam pada mantan klubnya itu. ”Perpindahan klub bagi pelatih adalah hal yang wajar. Dan, ketika saya membela satu tim, pasti saya mati-matian untuk meraih kemenangan, termasuk lawan PSMS besok (hari ini),” tambah mantan pelatih Persib Bandung itu.
Lagipula, Djanur merasa belum puas dengan hanya finis di posisi keeenam. ”Saya mengincar kemenangan di dua laga sisa. Kami masih bisa finis di posisi ketiga, itu posisi terhormat. Kalau bisa, kenapa nggak dikejar?” terangnya.
(fat/pojoksatu)