Djadjang Nurdjaman

Nasib Djanur Ditentukan setelah Lawan Persipura

POJOKSATU.id, SURABAYA – Kesabaran manajemen Persebaya Surabaya tampaknya menipis. Lima laga tanpa kemenangan membuat posisi pelatih Djadjang Nurdjaman berada di ujung tanduk.
Dikabarkan, keputusan soal status Djanur akan ditentukan setelah laga kontra Persipura Jayapura (2/8).
“Setelah lima laga tanpa kemenangan, kami coba kembali ke level tertinggi. Makanya, lawan Persipura itu jadi patokan,” kata Candra Wahyudi, manajer Persebaya.
Lantas, bagaimana jika Persebaya kembali meraih hasil minor? Candra sudah punya rencana. “Lihat saja nanti. Apakah sudah saatnya sekarang (ganti pelatih),” sambungnya.
Candra menuturkan, performa Persebaya sudah benar-benar anjlok. Laga kontra Semen Padang (28/7) yang berakhir tanpa gol jadi puncaknya.
Dirinya menilai, itu adalah penampilan terburuk Green Force, julukan Persebaya, sepanjang musim ini.
“Padahal, peluang menang ada, tapi kami gagal memanfaatkan itu,” ujarnya. Karena itu, sangat wajar jika manajemen mulai melakukan evaluasi.
Menanggapi hal itu, Djanur memilih tenang. Dia juga tak membantah pernyataan Candra.
Pelatih 60 tahun itu kecewa dengan penampilan anak asuhnya saat bersua Semen Pedang. “Itu penampilan terjelek kami,” keluh Djanur.
Dirinya menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat Green Force loyo dalam lima laga terakhir. Pertama adalah soal taktikal. “Finishing masih kurang. Kami akan drill terus,” terangnya.
Selain itu, faktor nonteknis menjadi pemicu penampilan buruk anak asuhnya. “Persebaya ini kan tim besar. Ada beban untuk menang. Mungkin itu memengaruhi mental pemain,” katanya.
Beban makin berat lantaran performa Persipura tengah menanjak. Di tangan Jacksen F. Tiago, Mutiara Hitam, julukan Persipura, mampu bangkit.
Meski begitu, Djanur tak gentar. “Kami sudah motivasi anak-anak, mereka antusias untuk kembali mempersembahkan kemenangan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Baru Datang, Djanur Tak Paksa Da Silva Latihan

POJOKSATU.id, SURABAYA – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengaku tidak akan memaksa David da Silva buru-buru latihan.
Pasalnya, yang disiapkan Persebaya untuk mengarungi putaran kedua mulai September mendatang baru tiba di Surabaya.
“Saya tidak paksakan dia untuk ikut latihan. Sebab, dia baru menjalani perjalanan jauh. Dia pasti jet lag,” kata Djanur.
Lebih lanjut, Djanur mengatakan pihaknya saat ini fokus pada persiapan menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Minggu (28/7).
“Tapi, kalau David da Silva mau ikut latihan ya kami akan terbuka untuknya. Sebab, dia kan sudah menjadi bagian dari Persebaya. Tapi, sekali lagi saya tidak mengharuskannya ikut latihan,” sambungnya.
Da Silva sejatinya bukan nama asing bagi Persebaya dan Bonek. Musim lalu, striker 29 tahun tersebut merupakan penyerang andalan Persebaya.
Selama berkostum Persebaya, Da Silva mencetak 24 gol di semua ajang. Namun, pada awal kompetisi Liga 1 musim 2019, manajemen Persebaya tidak memperpanjang kontraknya.
Da Silva lalu bergabung dengan klub Korea Selatan Pohang Steelers. Tapi, penampilannya tak semoncer di Persebaya.
Bulan lalu, Da Silva resmi mengikat kontrak lagi dengan tim kebanggaan masyarakat Kota Pahlawan. Dia disiapkan untuk mengarungi putaran kedua.
“Bisa beradaptasi dulu. Namun, jika dia ingin ikut langsung berlatih sekaligus berkenalan dengan pemain lainnya, kami persilakan,” paparnya.
(jpc/pojoksatu)

Dikalahkan PSS, Djadjang Nurdjaman Ungkap Penyebabnya

POJOKSATU.id, SLEMAN – Persebaya Surabaya menelan kekalahan saat bertamu ke markas PSS Sleman, Sabtu (13/7) malam.
Pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Persebaya kalah dengan skor 1-2.
Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman buka suara.
Ia menilai, buruknya lini belakang menjadi biang kekalahan atas PSS Sleman.
Djadjang melihat, dalam dua laga sudah empat gol menjebol gawang Persebaya. Sebelumnya, tim Green Force imbang 2-2 lawan Barito Putera.
“Kami akui empat gol yang bersarang dari dua pertandingan dari lemahnya penjagaan kami. Padahal itu jadi konsentrasi kami dalam latihan, tapi masih terjadi juga,” kata Djadjang usai laga.
Dirinya kecewa, karena skema pertahanan dalam latihan sudah cukup bagus, tapi pemain bertahannya dalam pertandingan, seperti kehilangan kemampuan bertahan.
“Saya melihat pemain lawan tidak terjaga dan cukup bebas. Kami akui ini sesuatu hal yang harus kami perbaiki terus,” tuturnya.
Memang, karena pertahanan yang lemah, Otavio Dutra dkk begitu mudah ditembus pertahanannya. Padahal, tidak seperti biasanya pemain Persebaya kehilangan kengototan di lini belakang.
(dkk/jpnn/pojoksatu)

Pantesan Persib Selalu Kalah dari Persebaya, Ternyata Ini Penyebabnya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya besutan Djadjang Nurdjaman sekali lagi membuktikan sebagai momok bagi Persib Bandung. Ketika kedua tim bentrok dalam pekan ketujuh Shopee Liga 1 musim 2019, di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo membungkam Maung Bandung 4-0, Jumat (6/7/2019) malam.
Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun Persebaya atas Persib. Dan tiga kemenangan itu diriah ketika The Green Force sudah dilatih Djanur yang notabene eks pelatih Persib.
Djanur kemudian mengungkap kunci sukses dirinya selalu membuat Persib tak berkutik jika berhadapan dengan anak asuhnya.
Sebagai sosok yang tumbuh di Persib baik sebagai pemain serta pelatih, Djanur selalu mengikuti perkembangan klub.
Meski Djanur sudah menjadi pelatih tim lain, dia tetap memperhatikan Persib. Begitu pula cara bermain Maung Bandung yang setahun terakhir kerap gonta-ganti pelatih.
“Yang pasti saya besar di Persib, jadi saya selalu mengikuti perkembangan Persib. Jadi saat dilatih siapapun selalu saya amati. Misalkan pelatih ini mainnya gini,” ujar Djanur dalam jumpa pers usai laga.
Musim lalu Djanur memimpin Persebaya mengatasi Persib racikan Mario Gomez di Liga 1 2018 dengan skor 4-1. Persib versi Miljan Radovic juga mampu dikandaskan di Piala Presiden 2019.
Terbaru, Persib yang ditukangi Robert Rene Alberts juga mati kutu di hadapan Persebaya. Djanur mengaku selalu mencari tahu karakter permainan Persib.
“Ketika sama Abah Gomez begitu mainnya, sama Radovic seperti begini. Sepertinya (Robert) Rene belum banyak menyentuh soal transisi seperti itu. Saya lihat di pertandingannya dan saya aplikasikan kepada pemain,” lanjutnya.
Taktik yang diterapkan ketika menekuk Persib 4-0 di laga tadi malam pun berjalan mulus. Dia tidak meminta pemain untuk terlalu banyak memainkan bola di final third. Instruksi untuk lebih sering melepas umpan terobosan panjang pun berbuah hasil karena proses gol tercipta dari situsai itu.
“Sekarang cukup efektif main di lini tengah dan belakang lalu kasih through pass kepada Amido itu berhasil. Sempat kita coba dari sayap dan tidak berhasil tapi di ruang-ruang itu bisa,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Hadapi Laga Berat di Liga 1, Begini Respon Persebaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persebaya Surabaya langsung dihadapkan pada laga berat di Liga 1 2019. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu akan melakoni dua laga tandang beruntun.
Pada laga perdana 16 Mei mendatang, Persebaya bertandang ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, menantang Bali United. Kemudian, 21 Mei, mereka harus ke Stadion Sultan Agung, Bantul untuk bersua Kalteng Putra.
Kondisi itu jelas bakal menguras kondisi fisik pemain Green Force. Apalagi, mereka akan melakoni laga uji coba kontra Persela Lamongan pada Sabtu (11/5) nanti.
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman atau akrab disapa Djanur itu, mengakui jadwal anyar memang memberatkan timnya.
“Lawan juga berat. Itu jadi kesulitan tersendiri,” katanya.
Bali United jelas bukan lawan sembarangan. Komposisi pemain Serdadu Tridatu juga cukup berkualitas. Terlebih, mereka juga mematok target tinggi di ajang Liga 1.
Sementara memghadapi Kalteng Putra, Green Force pantang lengah. Meski berstatus tim promosi, Kalteng Putra mampu tampil apik di ajang Piala Presiden 2019.
Mereka melaju sampai babak semifinal sebelum dikandaskan Arema FC.
Kondisi itu membuat Djanur harus pintar-pintar menjaga kondisi pemainnya. Apalagi, beberapa pemain penting masih mengalami cedera.
Diantaranya, Manuchekhr Dzhalilov. Pemain asal Tajikistan itu masih menderita cedera pada kaki kanan. Dia bahkan diprediksi absen dalam laga uji coba kontra Persela (11/5).
Untuk itu, Djanur tengah memikirkan opsi lain. Biasanya, setelah tandang, skuad Green Force selalu langsung kembali ke Surabaya. Namun, Djanur mempertimbangkan hal lain.
“Bisa saja dari Bali, tim langsung terbang ke Jogja. Tapi, masih lihat kondisi nanti,” terangnya.
(gus/jpc/pojoksatu)

Persebaya Krisis Pemain, Ini Kata Djanur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jelang lawan Madura United di babak delapan besar Piala Indonesia 2019, Persebaya Surabaya mengalami krisis pemain.
Namun begitu, Djadjang Nurdjaman (Djanur) tak mau ambil pusing mengenai absennya sejumlah pemain kunci.
Djanur merasa kondisi tersebut justru memberi keuntungan untuk pemain yang jarang ambil bagian dalam starting XI.
Pada leg pertama, Kamis (25/4) mendatang, Persebaya dipastikan tidak diperkuat Amido Balde. Sang striker belum kembali dari negara asalnya, Guinea–Bissau.
Selain Balde, Manu Dzhalilov juga absen karena sedang mengalami cedera. Hal serupa dirasakan dua pemain lain yakni Nelson Alom serta Muhammad Hidayat.
“Ada beberapa pemain yang kemungkinan tidak bisa bermain. Ini adalah kesempatan bagi mereka yang jarang diturunkan di Piala Presiden kemarin. Ini saatnya mereka turun di Piala Indonesia,” ungkap Djanur.
Sebagai pengganti Balde, Persebaya bisa memaksimalkan peran Osvaldo Haay. Dua pemain baru, Elisa Yahya Basna dan Alwi Slamat juga dapat dimainkan sebagai pengganti Nelson atau Hidayat.
Sedangkan posisi Dzhalilov di sektor penyerang sayap, bisa digantikan pemain asli Surabaya, Oktafianus Fernando. Djanur yakin pemain yang tersedia bisa memberikan kontribusi positif di pertandingan nanti.
(jpc/pojoksatu)

Beri Ucapan Selamat, Djanur : Arema Layak Juara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kendati gagal menjadi juara di Piala Presiden 2019, Persebaya Surabaya legawa.
Tim berjuluk Green Force itu gagal menjadi pemenang seusai kalah agregat 2-4 dari Arema FC.
Pada leg pertama di Surabaya, Persebaya di tangan imbang 2-2. Berikutnya, Persebaya kalah 0-2 pada leg kedua di Malang, Jumat (12/4) malam WIB.
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman atau yang biasa disapa Djanur menuturkan, Arema FC memang layak menjadi yang terbaik di turnamen ini.
“Selamat kepada Arema FC karena telah menjuarai Piala Presiden tahun ini. Saya pikir Arema FC layak menjadi juara. Kami praktis hanya menjadi nomor dua,” sebut Djanur.
Dengan kekalahan tadi malam, Persebaya tercatat menelan tiga kekalahan dari lima pertemuan melawan Arema FC dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, Persebaya juga dikalahkan Arema FC pada Liga 1 2018 dan Piala Gubernur Kalimantan Timur 2018.
Sementara itu, winger andalan Persebaya Irfan Jaya ogah terlalu lama meratapi kekalahan ini.
“Apa pun hasil hari ini tetap kami syukuri. Meskipun kami cuma runner-up. Tidak apa-apa. Ini masih pramusim. Kami fokus untuk Liga 1 musim depan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Djanur Puji Penggawa Asing Persebaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman (Djanur) puas dengan performa yang ditunjukkan penggawa asingnya.
Djanur memuji peran Manuchekhr Dzhalilov, Amido Balde, dan Damian Lizio saat mengalahkan Madura United, Rabu (3/4) sore WIB.
Sebagaimana diketahui, Dzhalilov mencetak gol kemenangan bagi Green Force saat menghadapi Madura United pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019.
Gol dari mantan penggawa Sriwijaya FC berkat assist pemain asing lainnya yakni Amido Balde.
Djanur memuji pergerakan Balde, mantan pemain Celtic FC, yang tak selalu berada di depan namun juga mau menyerang dari sisi sayap.
“Balde ada progres. Dia bertenaga dan rajin karena mau bergerak ke sayap. Dari posisi itu, dia sudah dua kali membuat assist,” paparnya.
Akselerasi Balde di sisi sayap membuat bek Madura United bergerak mengikutinya. Hal itu membuat Jalilov tak terkawal dan bisa mendapat ruang bebas untuk mencetak gol.
Sementara itu, terkait Jalilov, Djanur menegaskan pemain Timnas Tajikistan tersebut adalah pemain yang sudah lama dia inginkan untuk bergabung bersama Persebaya. Maklum saja, Cak Jali – sapaan akrabnya, memiliki naluri mencetak gol yang tinggi.
“Jalilov adalah pemain yang sejak lama saya incar. Di Sriwijaya FC dia membuktikan punya naluri gol yang tajam. Meski dia seorang pemain sayap, dia punya insting ‘membunuh’ yang tinggi. Dia sudah mencetak lima gol di Piala Presiden 2019,” pungkasnya.
(jpc/pojoksatu)

Kontra Tira Persikabo, Djanur Ungkap Kelemahan Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Babak perempat final Piala Presiden 2019 akan segera bergulir. Persebaya dijadwalkan akan bertemu PS Tira Persikabo.
Jelang pertandingan, Djadjang Nurdjaman selaku pelatih tim justru membeberkan kekurangan tim asuhannya.
Pria yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, Persebaya sering memberikan peluang kepada lawan.
Karena itu, kekurangan tersebut akan diperbaikinya jelang pertandingan, Jumat (29/3) mendatang.
“Saat kehilangan bola, harus segera melakukan tekanan. Sementara yang merebut bola harus mampu cepat membangun serangan,” ungkapnya.
“Kami sering membuat pemain lawan leluasa, sehingga mereka (PS Tira-Persikabo) bisa memberikan ancaman ke gawang kami. Jadi itu memang kelemahan kami yang terjadi selama di Bandung,” sambungnya.
Diketahui, pada bentrokan sebelumnya, Persebaya dipaksa imbang oleh tim asuhan Rahmad Darmawan.
Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, 12 Maret 2019 lalu, kedua tim harus puas menelan skor 0-0.
Pada babak perempat final nanti, Djanur yakin Persebaya bisa menang atas PS Tira-Persikabo. Sebab mereka mendapat keuntungan saat laga digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
(jpc/pojoksatu)

Djadjang Nurdjaman : Menang Atas Persib Sesuatu yang Bagus

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman bersyukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya dari Persib Bandung.
Diketahui, bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Persebaya menang 3-2 dari Persib, Kamis (7/3) petang.
Dua gol Persib dicetak Erwin Ramdani dan Fretz Butuan. Sedangkan tiga gol Persebaya dicetak Manu Jalilov (2 gol) dan Irfan Jaya.
Usai pertandingan, pelatih yang akrab disapa Djanur ini memberikan ucapan selamat pada pemainnya.
Ia mengaku jika pertandingan hari ini merupakan salah satu yang terberat. Sebab, mereka harus kehilangan sejumlah pemain.

“Menang atas Persib sesuatu yang bagus. Itu hikmahnya ditinggal beberapa pemain,” ujarnya.
“Kami syukuri kemenangan ini. Tinggal satu pertandingan akhir untuk bisa lolos jadi kandidat 8 besar di Piala Presiden, suatu prestasi yang harus dikejar menurut saya untuk Persebaya,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djanur pun memberikan penghormatan pada Persib yang dinilainya bermain bagus.
“Respect pada Persib yang pada hari ini bermain bagus menurut saya. Cukup merepotkan. Persib bermain bagus walaupun akhirnya kalah dari kami,” paparnya.
Sementara itu, penentu kemenangan Persebaya, Irfan Jaya juga mengungkapkan rasa syukur sekaligus kegembiraannya atas kemenangan yang diraih hari ini.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Apa lagi bermain di depan suporter Persib. Meski tertinggal lebih dulu, tapi coach di dalam ruang memberikan kita motivasi seperti lawan Perseru dan itu yang membuat kita semangat, termotivasi dan bisa membalikkan keadaan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)