Djanur

Jumpa Persib Bandung, Djanur Coba Lupakan Momen Manis!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persebaya Surabaya akan bentrok dengan Persib Bandung di laga lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Bagi sang pelatih, Djajang Nurjaman, laga nanti tentu menjadi laga yang sarat emosional mengingat Persib adalah mantan klub yang pernah dibesutnya.
Djanur bahkan sukses mengantarkan Maung Bandung merengkuh trofi juara Piala Presiden pada 2015 lalu. Kala itu Persib menang 2-0 atas Sriwijaya FC di partai final di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.
Piala Presiden 2019: Persib Pincang, Persebaya Compang-camping
Jajal Persebaya, Persib Bandung tanpa Lopicic dan Febri Hariyadi
Namun, Djanur kini coba untuk melupakan momen manis bersama Pangeran Biru dan bertekad untuk mengulang kejayaan bersama Bajul Ijo, klub yang dibesutnya kini.
Persebaya yang kini memuncaki klasemen sementara Grup A sendiri sukses mengawali ajang pramusim ini dengan menoreh kemenangan 3-2 atas Perseru Serui di laga pembuka.
“Sesuatu yang excited menghadapi tim yang pernah saya latih dan menghadapi Bobotoh yang luar biasa,” kata Djanur seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Djanur Tak Merasa Diuntungkan dengan Absennya Febri Hariyadi
Beckham: Menang atas Persebaya Harga Mati buat Persib
Djanur berharap bisa mengulangi hasil positif seperti yang pernah dilakukannya saat menukangi PSMS Medan di Piala Presiden 2018.
Kala itu, skuatnya mampu membungkam Maung Bandung dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Saya selalu ingin menang dengan tim yang saya bawa,” tekad pria asal Majalengka itu.
(qur/pojoksatu)

Djanur Tak Merasa Diuntungkan dengan Absennya Febri Hariyadi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persebaya Surabaya akan bentrok dengan Persib Bandung di lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Bajul Ijo sendiri harus kehilangan beberapa pemain pilar, di antaranya Otavio Dutra, Ruben Sanadi, dan Hansamu Yama yang harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia.
Sedangkan Osvaldo Haay dan Rachmat Irianto harus menjalani TC bersama Timnas U-22 Indonesia yang tengah bersiap untuk babak kualifikasi Piala Asia U-23 akhir bulan ini.

Sementara Maung Bandung harus kehilangan sang gelandang penjelajah, Febri Hariyadi. Febri juga harus memenuhi tugas negara membela skuat Merah-Putih.
Pelatih Persebaya, Djajang Nurjaman mengatakan, absennya Febri di laga nanti tak serta merta menguntungkan skuatnya.
“Kalau soal untung-untungan, kami yang sebenarnya rugi. Karena kami ada lima pemain absen, sementara Persib cuma satu. Itu jadi keuntungan buat Persib,” tutur mantan pembesut Persib Bandung itu seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Meski kehilangan banyak pemain pilar, Djanur bertekad untuk bisa meneruskan tren kemenangan timnya, terlebih Hansamu Yama mendapat izin tak gabung ke timnas untuk saat ini.
Bek anyar Persebaya itu mendapat izin karena baru melangsungkan pernikahan. Djanur pun memastikan peluangnya untuk bermain di laga besok cukup besar.
“Kelihatannya (peluang) untuk diturunkan cukup besar,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Amido Balde Cetak 10 Gol, Reaksi Djanur Tak Terduga

POJOKSATU.id, SURABAYA – Amido Balde mendadak jadi idola baru di Persebaya Surabaya. Bagaimana tidak, ia berkontribusi pada kemenangan timnya.
Tercatat, dirinya sudah mengoleksi 10 gol dalam tiga pertandingan. Rinciannya, 4 gol ketika Persebaya mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 8-0.
Dua gol saat Persebaya menang 4-1 di kandang Pesidago Gorontalo. Serta 4 gol ketika Persebaya menang 7-0 atas Persidago, Sabtu (23/2).
Torehan ini juga membuatnya memimpin daftar top skor Piala Indonesia.
Penyerang asal Guinea-Bissau ini juga sukses menyamai torehan mantan striker Persib Bandung Cristian ‘El Loco’ Gonzales pada 2010 silam.
Meski begitu, pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman (Djanur) memberikan reaksi tak terduga. Ia mengaku masih belum puas.
Wajar, sebab seluruh gol Balde disarangkan ke gawang tim-tim Liga 3. Artinya, Balde belum teruji saat menjamu tim selevel.
“Amido Balde menurut penilaian saya belum menunjukkan bahwa ia betul-betul siap,” ungkap Djanur.
Selain Balde, Djanur juga mengomentari pemain-pemain baru di skuad Persebaya. “Pemain lokal secara fisik sudah siap. Mereka masih membutuhkan waktu agar kerja sama lebih apik lagi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Djadjang Nurdjaman Penasaran dengan Film Preman Pensiun

POJOKSATU.id, SURABAYA – Djadjang Nurdjaman mengaku penasaran dengan film Preman Pensiun.
Diakuinya, ia mendengar pemutaran film tersebut saat mengikuti program lisensi AFC Pro di Spanyol.
“Saya dengar itu (film Preman Pensiun) waktu di Spanyol. Saya pikir kok seru juga ya,” kata pelatih asli Majalengka itu.
Sayangnya, dirinya belum berkesempatan untuk menonton film tersebut. Sepulang dari Spanyol, pria yang akrab disapa Djanur ini langsung memimpin latihan skuad Green Force.
“Belum. Belum sempat (lihat) saya,” sambungnya. Meski sibuk, tekad Djanur untuk melihat film Preman Pensiun tetap ada.
“Kalau ada waktu luang pasti saya nonton. Katanya film ini kocak dan bagus,” terangnya.
Keinginan Djanur untuk melihat film tersebut bisa jadi karena dirinya pernah menjadi bagian dari sinetron Preman Pensiun.
Ya, dulu saat masih menjabat sebagai pelatih Persib Bandung, ia pernah menjadi bintang tamu di sinetron tersebut.
Memerankan karakternya sendiri, Djanur tampil tiga kali dalam tiga episode berbeda. Dalam cerita, dia selalu beradu akting dengan aktor senior, Epy Kusnandar.
Diakui Djanur, meski kini di Surabaya, ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan artis pemeran Preman Pensiun.
“Ya kan saya punya kontak mereka. Jadi ya pastilah (komunikasi),” tandasnya.
(gus/jpc/pojoksatu)

Hadapi Mantan Klubnya, Djanur: Tidak Ada Dendam dengan PSMS

POJOKSATU.ID, MEDAN – Persebaya Surabaya akan meladeni tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12/2018) malam ini. (siaran langsung Indosiar pukul 18.30 WIB). Laga ini akan jadi reuni bagi Djajang Nurdjaman, pelatih Bajul Ijo.
Djanur punya kenangan manis bersama PSMS Medan. Dialah yang membawa Ayam Kinantan –julukan PSMS– promosi di Liga 1 musim ini. Ternyata, ketika di level teratas, performa tim jeblok dan Djadjang tersingkir dari kursi pelatih.
Meski begitu, pria yang disapa Djanur tersebut tidak datang untuk bernostalgia ataupun membawa dendam. Pelatih asal Majalengka itu hanya inginkan kemenangan.
BACA JUGA:
Ini Daftar Pemain Absen di Laga Real Madrid Vs Valencia
Jadwal Bola Hari Ini, Sabtu 1 Desember: Persib, Persebaya, MU Hingga Real Madrid
Liga Champions untuk Sementara Aman, Juventus Kembali Fokus ke Domestik
Kebetulan, selain karena tren performa Green Force sedang dahsyat, dia juga paham betul dengan skuad PSMS. ”Tim ini (PSMS) mayoritas saya yang bentuk,” kata pelatih 54 tahun itu.
Selain itu, fans PSMS juga masih sayang kepada Djanur. Terbukti, setelah melakoni sesi jajal lapangan di Stadion Teladan, Medan, kemarin sore, Djanur masih diburu fans PSMS untuk diajak foto bersama.
PSMS Medan. (liga-indonesia.id)
Meski begitu, Djanur menepikan segala nostalgia. ”(Tugas) Saya sudah cukup dengan menaikkan PSMS ke Liga 1,” tambah Djanur. Karena itu, dia meminta anak asuhnya tak sungkan dan habis-habisan meraih tiga poin. Meski dia sadar kekalahan akan membawa mantan timnya makin tenggelam di dasar klasemen.
Djanur pun menegaskan tidak ada dendam pada mantan klubnya itu. ”Perpindahan klub bagi pelatih adalah hal yang wajar. Dan, ketika saya membela satu tim, pasti saya mati-matian untuk meraih kemenangan, termasuk lawan PSMS besok (hari ini),” tambah mantan pelatih Persib Bandung itu.
Lagipula, Djanur merasa belum puas dengan hanya finis di posisi keeenam. ”Saya mengincar kemenangan di dua laga sisa. Kami masih bisa finis di posisi ketiga, itu posisi terhormat. Kalau bisa, kenapa nggak dikejar?” terangnya.
(fat/pojoksatu)

Djanur Beri Sinyal Ingin Terus Bersama Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Dua bulan lebih membesut Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman telah memberikan dampak yang luar biasa.
Sempat berada di papan bawah, Bajul Ijo pelan namun pasti merangsek ke tengah bahkan kini membidik papan atas.
Persebaya tampil garang sejak kehadiran mantan pelatih Persib Bandung itu dengan mempecundangi tim-tim papan atas.
Persib Bandung, PSM Makassar, Persija Jakarta, Madura United dan Bali United adalah korban-korban kebangkitan David da Silva dan koleganya.
Persebaya pun kini menempati peringkat enam klasemen dengan raiha n 44 poin dari 12 kemenangan delapan bermain seri dan sebelas menelan kekalahan.
Sang pelatih sendiri mengaku sudah menemukan ritmenya bersama Persebaya. Djanur bahkan menegaskan ia kadung jatuh cinta pada klub kebanggaan rakyat Surabaya itu.
Djanur bahkan mengaku siap jika manajemen kembali menambah durasi kerjanya yang akan habis akhir musim ini untuk musim kompetisi mendatang.
“Tapi belum ada pembicaraan kontrak baru dari manajemen. Saya belum tahu apakah seperti kontrak di Desember selesai atau ada klausul yang lain, saya tidak tahu,” tutur Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
Namun, jika memang dipercaya untuk musim depan, Djanur berjanji akan memertahankan formasi dan kekuatan yang saat ini dimiliki Persebaya.
Dikatakannya, hanya ada beberapa sektor yang membutuhkan suntikan tenaga baru. “Ambil dari mana saja. Tidak harus dari Persib Bandung. Ada beberapa pos yang perlu ditambah pemain handal,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Djanur Kadung Jatuh Cinta pada Persebaya dan Bonek Mania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Ditunjuk sebagai suksesor Angel Alfredo Vera untuk membesut Persebaya, Djajang Nurjaman alias Djanur langsung memberikan dampak positif bagi skuat kebanggaan masyarakat Surabaya itu.
Denga polesannya, Bajul Ijo pun menjelma menjadi predator tim-tim kuat, sebut saja Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Madura United dan terakhir Bali United.
Klub-klub besar penghuni papan atas itu sukses dipecundangi David da Silva dan koleganya, tak tanggung-tanggung dengan skor cukup impresif.

Kendati baru dua bulan 18 hari mengemban tugas di ibukota Jawa Timur itu, mantan pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu mengaku sudah betah.
Meski dikontrak dengan durasi pendek hingga akhir musim ini, Djanur pun memberikan sinyalemen siap meneruskan kiprahnya bersama Persebaya jika diminta manajemen klub.
“Tetapi belum ada pembicaraan kontrak baru dari manajemen. Saya belum tahu apakah seperti kontrak di Desember selesai atau ada klausul yang lain, saya tidak tahu,” tutur Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
Djanur pun menegaskan siap bertahan di Persebaya jika kontraknya diperpanjang di awal musim depan. “Kalau ditawari (manajemen) bertahan, saya pasti akan tetap di sini,” serunya. “Saya sangat betah di sini. Tapi sampai saat ini belum ada pembicaraan,”
Rasa betah Djanur sendiri diakui dia tidak terlepas dari atmosfir yang tercipta di lingkungan timnya, termasuk kehadiran Bonek Mania.
“Selain itu, banyak pemain-pemain muda di Surabaya yang berpotensi. Jujur, saya sudah sangat jatuh cinta dengan tim ini, suporternya dan kotanya. Saya rasa itu cukup beralasan untuk tetap di sini,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Usai “Ditampar” Djanur, David Da Silva Tampil Garang

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bergabung dengan Persebaya Surabaya musim ini sebagai pemain ‘buangan’ dari klub lain, David da Silva mampu menunjukkan mantranya.
Teranyar legiun asing asal Brasil itu kembali mencatatkan hat-trick ke gawang Bali United untuk mengantarkan kemenangan impresif timnya dengan skor telak 5-2.
Tak ayal, sang bomber kini makin kokoh di daftar pencetak gol terbanyak Go-Jek Liga 1 2018 dengan koleksi 20 gol.
Kemas 20 Gol, David da Silva Bergeming di Puncak Top Skor
Osvaldo Haay: David da Silva Sang Predator Sejati!

Sedangkan hat-trick ke gawang Serdadu Tridatu adalah trigol ketiganya yang ia buat sejauh musim ini setelah sebelumnya ia sukses melakukannya ke gawang PS TIRA dan Mitra Kukar.
Namun begitu, performa Da Silva bukan tanpa kritik. Sang pelatih, Djajang Nurjaman alias Djanur bahkan sempat mengkritik habis-habisan performanya di lapangan yang terkesan ogah turun membantu pertahanan timnya.
“Sebelum dia cedera, tim pelatih menilai David agak malas dalam membantu pertahanan,” ungkap Djanur.
Djanur pun mengaku ia memanggil legiun asing asal Brasil itu untuk menyampaikan kritiknya tersebut sekaligus meminta sang pemain lebih mau membantu pertahanan.
“Saya juga sampaikan padanya bahwa ketika main tanpanya, anak-anak lainnya tetap bekerja. Sebagai striker, Osvaldo (Haay) juga bantu lini tengah dan pertahanan,” ujar mantan pelatih Persib Bandung itu.
“Tamparan” sang pelatih pun ternyata mampu dijadikan energi positif oleh sang pemain. Selain kini rajin membantu pertahanan saat Persebaya dalam tekanan, Da Silva terus menunjukkan insting predatornya ke gawang lawang.
“Saya katakan dia juga harus melakukan itu (ikut bertahan). Saya pikir itu yang menjadi tambahan order untuknya, dan dia lakukan itu,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Persebaya Tampil Garang, Djanur: Mudah-mudahan Konsisten!

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya tampil garang di lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan 29 dengan menggebuk Persija dengan skor telak tanpa balas 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB.
Dengan hasil impresif tersebut, Bajul Ijo terus menjauh dari zona degradasi dan merangsek ke papan tengah papan klasemen sementara.
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman memberi apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Misbakus Solikin dan kawan-kawan, sebut Djanur, bermain disiplin sehingga membuat tim tamu tak berdaya.
“Saya apresiasi kerja pemain pada hari ini. Mereka tampil luar biasa dari babak pertama. Persija dibuat tidak bisa membuat peluang bersih,” tutur Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
Djanur berharap performa timnya seperti itu bisa tetap dipertahankan, terlebih pekan selanjutnya mereka akan menghadapi pemuncak klasemen sementara, PSM Makassar.
“Mudah-mudahan penampilan seperti ini bisa terus bertahan ke depannya. Saya berharap kami bisa terus konsisten,” tutur mantan pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu.
Tak lupa Djanur mengucapkan terima masih kepada 50 ribuan Bonek yang datang langsung ke Stadion GBT. Dukungan suporter membuat anak asuhnya bersemangat untuk memberi hasil terbaik.
“Saya terima kasih juga kepada Bonek yang memberi dukungan dengan tertib dan sportif. Untuk itu saya persembahkan kemenangan ini untuk Bonek,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Dijamu Sang Mantan, Skuat Djanur Compang-camping!

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya bersiap melakoni laga krusial menghadapi Persib Bandung di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (20/10/2018) malam WIB.
Bajul Ijo tentu wajib mencuri poin penuh dari sang pemuncak klasemen di laga lanjutan G-Jek Liga 1 2018 pekan ke-26 itu untuk menjauh dari zona degradasi.
Namun, skuat besutan Djajang Nurjaman alias Djanur itu kini sedang dalam kondisi tidak optimal karenaakan kehilangan sejumlah pemain pilar di laga nanti.
Djanur: Permainan Persib Tidak Enak Dilihat tapi Efektif!
Persebaya akan kehilangan tujuh pemain pilarnya termasuk beberapa legiun asing mereka karena persoalan cedera dan akumulasi kartu.
Striker David da Silva misalnya, ia dipastikan akan absen karena cedera lutut. Begitupun dengan gelandang Robertino Pugliara yang absen panjang karena mengalami patah tulang fibula.
Sementara Raphael Maitimo, Izaac Wanggai, dan Nelson Alom juga masih belum pulih. Di sisi lain O.K John dan Fandry Imbiry menerima hukuman akumulasi kartu.
Melihat kondisi compang-camping tersebut, Djanur pun dipaksa untuk memeras otak mencari alternatif strategi untuk pertandingan nanti termasuk melakukan eksperimen formasi.
”Saya mencoba komposisi yang tidak biasa dengan menggeser beberapa pemain. Termasuk Ricky ke tengah atau Fandi dan Rendi yang main dua-duanya,” tutur mantan pelatih Persib Bandung itu.
Meski begitu, Djanur tidak terlalu khawatir mengingat lawannya juga dalam kondisi tidak komplit setelah dua bombernya Ezechiel N’Douassel dan Jonathan Bauman harus menepi karena sanksi larangan bermain.
Hanya saja, Djanur mengaku tetap wajib mewaspadai Persib karena dengan kondisi yang serba tidak ideal itu, skuat besutan Mario Gomez masih mampu menahan imbang Persipura Jayapura di laga sebelumnya.
”Saya menonton laga Persib kemarin. Saya pikir, mereka bermain tidak komplet dan bisa imbang itu tanda bahwa Persib memang tim yang berpengalaman,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)