#edyout

Manajer Persib Bandung Dukung #EdyOut

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mendukung hastag #EdyOut sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kinerja PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi.
Gerakan ini semakin menggema seiring kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Terlebih, sang ketua umum kini ranggap jabatan setelah menjadi gubernur terpilih Sumatera Utara.
Karena itu, Umuh pun dengan tegas dan lantang mendukung Edy Rahmayadi meletakkan jabatannya sebagai pemimpin federasi sepakbola di tanah air itu.
Tagar #EdyOut disikapi pemerintah melalui Kemenpora (indosport.com)
“Saya katakan Edy Out itu kan orang-orang juga yang ngomong, mungkin mereka sudah menilai. Jadi saya setuju Edy Out,” kata Umuh di Graha Persib Bandung, kemarin.
Petinggi Persib Bandung ini siap andai dirinya dimusuhi banyak pihak karena mendukung  gerakan tersebut. Baginya, dimusuhi orang karena sikapnya ini tak membuatnya risau.
“Kalau saya dimusuhi, terus banyak orang yang tidak suka, ya enggak ada masalah. Kemarin pemain (timnas) bagus-bagus sayang tidak juara, karena doraka (berdosa, red),” imbuhnya.
Dukungan Umuh terhadap #EdyOut juga tentu tak lepas dari kekecewaannya terhadap PSSI yang seolah tak ingin Persib sukses (juara).
 Maung Bandung seakan ‘dijegal’ dengan dengan sanksi dan denda yang superberat. Mereka harus mengeluarkan uang ratusan juta untuk bayar denda, pemain disanksi tidak boleh main 1-4 pertandingan, laga kandang usiran, hingga Bobotoh dilarang menonton secara langsung di stadion.
Namun kekecewaan itu terobati dengan gelar juara yang berhasil direbut Persib Bandung U-19. Di partai final Liga 1 U-19, Maung Ngora menghentikan perlawanan Persija U-19 dengan skor 1-0, Senin (26/11). Umuh berharap tim Persib U-19 bisa melanjutkan sukses di level berikutnya.
“Saya memberikan motivasi kalian harus menebus untuk menyembuhkan Bobotoh. Karena kita dijegal, dicelakakan, jadi kalian lah yang harus bisa meneruskan. Kalian harus jadi juara, tetap semangat,” tuturnya.
Saking bahagianya, Umuh langsung menggelontorkan bonus dari kocek pribadinya. “Ini obat kekecewaan dan pemain akan mendapat bonus dari saya Rp 50 juta, belum dari PT. PBB pasti wah,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Soal Tagar #EdyOut, Reaksi Pemerintah Keras dan Tegas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kemenpora akhirnya angkat suara mensikapi persoalan rangkap jabatan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Edy didesak mundur dari jabatan ketua federasi sepak bola tanah air itu karena rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Bahkan kini, tagar #EdyOut semakin menggema terutama di lini massa (bahkan menjadi trending topik) menyusul perfoma buruk Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
Publik Sudah Muak dengan PSSI, Betul Tidak?
Exco PSSI, Susahnya Berkomunikasi dengan Edy Rahmayadi!

Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto pun menegaskan apa yang dilakukan Edy (rangkap jabatan gubernur dengan Ketua PSSI) secara aturan diperbolehkan.
”Undang-undang tidak melarang, tapi secara kepatutan itu tidaklah benar,” ucap Gatot seperti dikutip dari Jawa Pos (induk Pojoksatu.id).
Ditegaskannya, menduduki jabatan strategis dalam kancah sepak bola nasional, Edy lebih banyak meluangkan waktu di Sumatera Utara setelah terpilih menjadi gubernur pada Pilgub tahun ini.
“Masak ketua PSSI, sepak bola yang sangat seksi dan strategi dirangkap dari jauh. Komunikasi memang sudah maju, tapi tidak maksimal itu,” ujarnya.
Gatot pun mengingatkan mantan Pangkostrad itu untuk tak lagi mengatakan jabatan yang dipegangnya (Ketua PSSI) adalah amanat rakyat.
“Jangan keliru, itu bukan amanat rakyat, tapi amanat klub dan voters. Jadi saya harap Pak Edy jangan bawa-bawa itu lagi,’’ tegasnya.
Pihaknya pun berharap Edy mau legowo untuk memilih salahsatu jabatan yang kini dipegangnya. “Kalau bisa milih lah, memangnya di Indonesia tidak ada lagi orang yang sanggup mengurus PSSI?’’ seru Gatot.
Terakhir, Gatot meminta PSSI dan seluruh jajaran di dalamnya untuk tidak pasif apalagi alegri terhadap kritikan.
“Publik itu tahunya prestasi. Juga tolong aktiflah merespon masyarakat. Jangan diam saja ketika ada masalah,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Laga Indonesia Vs Filipina Bakal Sepi Penonton, Kalaupun Ada Niatnya…

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pertandingan Indonesia vs Filipina yang dijadwalkan pada Minggu (25/11/2018) mendatang dipastikan bakal sepi penonton. Pasalnya, Tim Garuda sudah dipastikan gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018.
Kegagalan Indonesia ke semifinal dipastikan setelah Filipina bermain imbang lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Filipina, Rabu (21/11/2018) malam. Hasil yang membuat Indonesia tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin dua negara tersebut.
Kepastian tersingkirnya Indonesia ini memantik amarah publik. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kembali jadi sasaran. Beberapa saat usai laga Filipina kontra Thailand, tanda pagar #EdyOut jad trending topik di twitter.
BACA JUGA:
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Wasssalam..Filipina Vs Thailand Seri, Indonesia Dipastikan Tersingkir
Pecinta bola Indonesia menuding Edy Rahmayadi yang rangka jabatan jadi biang kegagalan Tim Garuda. Edy, seperti diketahui selain menjabat Ketum PSSI juga merupakan Gubernur Sumatera Utara. Ia juga masuk dalam jajaran petinggi PSMS Medan.
Ini bukan kali pertama tagar #EdyOut ramai di sosial media. Pada laga perdana Piala AFF 2018 ketika Indonesia takluk 0-1 dari Singapura hastag ini juga jadi trending.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Bahkan sejumlah superter yang hadir di Singapore National Stadium menggemakan protes ‘Edy Out, Edy Out’.
Dan kini, setelah Indonesia benar-benar dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF untuk kali keempat sepanjang sejarah, membuat kemarahan publik kembali memuncak terhadap Edy Rahmayadi.

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2018 memantik amarah publik. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kembali jadi sasaran. Beberapa saat usai laga Filipina kontra Thailand, tanda pagar #EdyOut jad trending topik di twitter.
Pecinta bola Indonesia menuding Edy Rahmayadi yang rangka jabatan jadi biang kegagalan Tim Garuda. Edy, seperti diketahui selain menjabat Ketum PSSI juga merupakan Gubernur Sumatera Utara. Ia juga masuk dalam jajaran petinggi PSMS Medan.
Ini bukan kali pertama tagar #EdyOut ramai di sosial media. Pada laga perdana Piala AFF 2018 ketika Indonesia takluk 0-1 dari Singapura hastag ini juga jadi trending.
BACA JUGA:
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Wasssalam..Filipina Vs Thailand Seri, Indonesia Dipastikan Tersingkir
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Bahkan sejumlah superter yang hadir di Singapore National Stadium menggemakan protes ‘Edy Out, Edy Out’.
Timnas Indonesia menyerah 0-1 atas Singapura di laga pembuka Gurp B Piala AFF 2018 (jawapos.com)
Dan kini, setelah Indonesia benar-benar dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF untuk kali keempat sepanjang sejarah, membuat kemarahan publik kembali memuncak terhadap Edy Rahmayadi.
Beragam kritik tajam dan protes keras yang dialamatkan kepada Ketum PSSI itu berseliweran di Twitter.
“Filipina 1-1 Thailand, piala AFF 2018. Otomatis Indonesia nggak bisa lolos ke semi-final. Sudah saatnya Pak edy rahmayadi mundur dari ketua PSSI. Rangkap jabatan menjadi gubernur sumatera utara dan juga menjadi ketua PSSI. Itu namanya maruk jabatan! ,” tulis @SetiadjiDamar.
“Timnas gagal lolos semi final
Vicky Prasetyo grebek Angel Lelga
Gisel gugat gading
Muncul hestek #SaveGempi
Ini semua gara-gara Edy! #EdyOut,” kicau netizen lainnya, @Taufik_Hey.
Bahkan laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2018 kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/2018) mendatang, kabarnya akan dijadikan momentum bagi suporter untuk menyuarakan protes agar Edy mundur dari jabatan ketua PSSI.
“Besok pas lawan philipina ramaikan GBK. Buat kumandangkan edy out, #EdyOut,” tulis @99setyadi.
Lalu apakah jika tuntutan publik, Edy mundur dari jabatan Ketua PSSI, masalah sepakbola Indonesia beres? Entahlah!
(fat/pojoksatu)