fiorentina

Gabung Fiorentina, Franck Ribery : Saya Senang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan pemain sayap Bayern Munchen Franck Ribery bergabung dengan Fiorentina.
Pemain berusia 36 tahun ini diboyong dengan status bebas transfer setelah 12 tahun membela klub Bundesliga itu.
Melalui situs web resmi Fiorentina, Ribery mengaku senang dan berharap bisa mencapai sesuatu dengan klub barunya itu.
“Saya senang. Mari kita mencapai sesuatu bersama,” katanya.
Diketahui, Ribery bergabung dengan Bayern pada 2007 dan membuat 425 penampilan, memenangkan sembilan gelar Bundesliga dan Liga Champions pada 2013.
Pada akhir musim lalu, bersama Arjen Robben memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak di Allianz Arena.
(zul/pojoksatu)

Pelatih Fiorentina Siapkan Strategi Khusus Hentikan Ronaldo

POJOKSATU.ID, FLORENCE – Cristiano Ronaldo menjadi perhatian utama pelatih Fiorentina saat menghadapi Juventus, di Artemio Franchi pada giornata 14 Serie A 2018/19, Minggu (2/12/2018) dini hari. CR7 dipastikan akan mendapat pengawalan ketat.
Pelatih Fiorentina Stefano Pioli sadar betul bahaya yang mengancam lini pertahanan anak asuhnya, jika Ronaldo tidak dihentikan.
Penyerang 33 tahun yang baru direkrut Juventus dari Real Madrid itu sudah membukukan 9 gol dan 5 assist di Serie A hingga giornata ke-13.
BACA JUGA:
Pemain Inter yang Dijuluki ‘The Next Neymar’ Tertarik Main di Liga Inggris
Curhat Pilar Sukses Real Madrid Juara Liga Champions Tiga Kali Beruntun, Kini Diabaikan
Jadwal Bola Hari Ini, Sabtu 1 Desember: Persib, Persebaya, MU Hingga Real Madrid
Ronaldo selalu menyumbang gol atau assist dalam enam penampilan terakhirnya untuk Juventus di semua kompetisi (5 gol, 2 assist). “Kami akan me-marking-nya dengan sangat ketat,” kata Pioli.
“Ronaldo adalah pemain terbaik di dunia,” kata Pioli dikutip Pojoksatu.id dari Football Italia.
Cristiano Ronaldo – Bintang Juventus.(@juventusfc/twitter)
“Dalam banyak hal, dia tak bisa dihentikan. Solusi terbaiknya adalah berusaha memotong setiap bola yang bisa dia dapatkan sesegera mungkin.”
“Kami akan me-marking-nya dengan sangat ketat. Namun bukan cuma itu. Kami juga harus membatasi ruang geraknya,” tegas eks pelatih Inter Milan itu.

(fat/pojoksatu)