Firza Andika

Breaking News! Nasib Tak Jelas di AFC Tubize, Firza Andika Resmi Mundur dari Manajemen NorthCliff

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Keputusan mengejutkan diambil pesepakbola timnas asal Medan, Firza Andika yang nasibnya tak jelas di klub Belgia, AFC Tubize.
Pemain kelahiran 2000 ini telah resmi mengundurkan diri dari Northcliff Indonesia yang selama ini menaunginya sejak Januari 2019.
Ini ditengarai kasusnya yang tak didaftarkan didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division musim depan, padahal dia masih memiliki kontrak hingga 2020.
Persoalan ini terjadi karena Northcliff tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai sponsor AFC Tubize yang berimbas Firza tidak dibayar gaji selama membela klub asal Eden Hazard itu. Padahal logo Northcliff sudah terpampang di jersey klub.
AFC Tubize sendiri diketahui telah berusaha memenuhi kewajiban klub sesuai klausul kontrak termasuk memberi tempat tinggal, memberi makan, mengurus segala keperluan kerja Firza di Belgia.
Sementara itu, untuk keperluan lain, Firza menggunakan uang simpanan ayahnya, Sunardi.
Hal tersebut juga tertuang dalam surat pengunduran Firza yang beredar dan tertanggal 30 Juli 2019.
Firza menuliskan alasan tidak dibayar gaji selama enam bulan sebagai mana persyaratan awal menjadi alasan warga Setia Budi, Medan, ini undur diri.
“Dengan pemutusan ini, PT Northclif Indonesia & anak perusahaannya tidak akan lagi mewakili dalam kapasitas apapun. Semua pembayaran kedepan akan berhenti. Saya meminta agar gaji pokok 6 bulan yang jatuh tempo kepada saya diselesaikan sesegera mungkin,” tulis Firza.
Firza pun memberikan deadline selama dua hari hingga 1 Agustus, jika tidak ada tanggapan berarti menyetujuui permohonan undur diri Firza. Tertera juga tanda tangan Firza dan ayahnya Sunardi.

Sementara itu, Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, membenarkan kabar undur diri Firza dari Northcliff. “Iya benar, Firza ajukan undur diri Northcliff,” ungkapnya via WhatsApp, Kamis (1/8/2019) malam.
Khairul mengatakan situasi ini sejatinya bermakna Firza masih milik AFC Tubize, karena kontrak masih berjalan hingga 2020. “Negosiasi untuk Firza masih dilakukan untuk dia dapat dipinjamkan semula ke klub di Indonesia,” ujarnya.
Khairul sendiri tak mengetahui kondisi Northcliff yang sempat mengajukan kerja sama dengan 2Touch International, yang ditandai dengan dirinya menjadi agen Firza sejak keberangkatan ke Belgia. Namun, ternyata, janji kerjasama itu belum ada kejelasan.
“Memang Northcliff mau gabung dengan 2touch International untuk membuka perusahaaan PMA sports agency tapi sampai sekarang enggak ada kabar yang jelas,” ungkapnya.
Khairul turut kecewa dengan apa yang sudah menimpa Firza, karena menurutnya Firza pemain berbakat.
Sebelumnya, Khairul menjelaskan Firza pulang ke Medan karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. “Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Sang Agen Blak-blakan Klarifikasi Soal Firza Andika Tak Lagi Perkuat AFC Tubize

POJOKSUMUT.com, MISTERI status pemain timnas Indonesia asal Medan, Firza Andhika di klub Belgia, AFC Tubize mulai terkuak.
Kabar tentang Firza didepak tidaklah benar, namun Firza berada dalam pusaran persoalan sponsor dan klub yang tidak berjalan dengan baik.
Hal ini dikatakan oleh Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, kepada Pojoksumut.com, Selasa (30/7/2019) via pesan WhatsApp.
Khairul juga membantah soal Firza yang tidak gaji klub asal Eden Hazard itu selama enam bulan sebagai persoalan inti.  Namun, nama Firza diakui Khairul memang tidak didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division. Firza teken kontrak sejak Januari 2019 dan sejatinya baru akan berakhir 2020 mendatang.
“Firza pulang karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. Masalahnya Firza ini tidak dikirim ke Belgia untuk musim kompetisi baru. Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” tambahnya.
Pun demikian kata Khairul, meski belum dibayar ke klub, sebelum ini, tanggung jawab AFC Tubize telah dilakukan. Ini ditandai dengan AFC Tubize sudah meletakkan logo NorthCliff di jersey mereka, siapkan makan, tempat tinggal, nutrisi, tempat latihan yang bagus dan lainnya. “Ini bisa dilihat di sosial media di AFC Tubize sendiri, bahwa logo NorthCliff terpampang di jersey,” jelasnya.
Saat ini, Firza sendiri sudah berada di Medan tanpa kepastian. Nasibnya berbanding terbalik dengan pemain Medan lainnya, Egy Maulana Vikri yang berkiprah  Lechia Gdansk.
Sementara itu, PSMS dikabarkan tertarik mengontrak Firza kembali, klub yang tahun lalu harus rela melepaskan karena Firza telah teken kontrak sebagai pemain di bawah naungan NorthCliff. (nin/pojoksumut)

Ayah Firza Andika Tegaskan Suatu Hari Putranya Harus Perkuat Semen Padang

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Firza Andika resmi dikontrak klub Liga Belgia, AFC Tubize selama dua musim. Usai tugasnya di Timnas U-22 selesai, anak Medan tersebut langsung terbang ke negara Eropa tersebut.
Namun, siapa sangka, sejatinya keluarga besar Firza Andika punya impian besar agar anak keempat dari lima bersaudara itu berseragam Semen Padang.
Hal ini diungkapkan Sunardi, ayah kandung Firza yang ditemui Pojoksumut.com, Minggu (27/1/2018).
Didit-sapaan akrab Sunardi, bukan tanpa alasan mengungkapkan itu. Menurutnya, Firza banyak berutang budi dengan manajemen Semen Padang.
“Saya tekankan ke Firza, dia harus balik ke Semen Padang. Balas jasa, harus main buat Semen Padang. Dia harus balik buat balas budi. Karena dia disekolahkan di sana, dibiaya selama SMA di sana dua tahun, hingga dipanggil timnas pertama kali dari sana,” ujarnya.
Didit mengatakan Firza memperkuat Akademi Semen Padang sejak kelas XI SMA begitu lolos seleksi. Di akademi Semen Padang, dia mempertajam skill hingga dikirim seleksi timnas dan lolos ke Timnas U-19 Tahun 2017.
Pun demikian meski alumni akademi Semen Padang, Firza memang belum sempat mengenakan memperkuat Semen Padang di klub senior. Firza keburu memperkuat PSMS di Liga 1 musim 2018.
Saat itulah momen konflik terjadi. Pasalnya, begitu diterima di PSMS, pihak Semen Padang menelepon dan memintanya balik. Saat itu posisinya, Firza sudah lulus dan menamatkan sekolah di Padang dan akademi sepak bola Semen Padang, dia pun balik ke Medan.
Baca Juga : Kisah Firza Andika, Berawal dari Sepatu Bekas, Sempat Jadi Kiper hingga NorthCliff
Baca Juga : Putranya Perkuat Klub Belgia, dengan Mata Berkaca-kaca, Ayah Firza Andika Ungkapkan Perasaannya
Dalam posisi non klub, Firza pun ikut berbagai turnamen di Medan. Sempat diminta balik ke Padang, belakangan Firza merasa tidak dibutuhkan lantaran namanya tidak diikutkan dalalm turnamen di Padang. Hingga dia memutuskan ikut seleksi di PSMS.
“Sudah di PSMS, tahu-tahu dari Semen Padang disuruh balik, saat itu jadi problem. Firza sempat bingung, saat itu saya teleponan sama orang Semen Padang, saya bilang biarkanlah Firza satu musim di PSMS, dan mereka pun mengerti. Saat itupun langsung saya bilang sama Firza suatu hari nanti harus balik ke Semen Padang, harus balas budi,” ungkapnya.
Waktu berjalan, selama memperkuat PSMS, Firza jadi andalan di lini bek sayap kiri. Dia juga disibukkan dengan Timnas U-19, seleksi di Belgia dan Spanyol, dan hingga akhirnya memperkuat AFC Tubize. Didit mengatakan, belum ada komunikasi dari Semen Padang begitu ramai putranya dikontrak AFC Tubize.
Saat ini, Didit hanya ingin mendoakan yang terbaik untuk putranya. “Semoga Firza bisa sukses, dan bisa mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya. (nin/pojoksumut/habis)