florentino perez

Ogah Dikambinghitamkan, Sergio Ramos Cekcok dengan Sang Presiden

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan sang presiden El Real, Florentino Perez dikabarkan berselisih pasca tersingkirnya Los Blancos dari pentas Liga Champions musim ini.
Madrid tersungkur dibabak 16 besar setelah dipecundangi wakil Belanda, Ajax di Estadio Santiago Bernabeu dalam leg kedua.
Menyusul hasil buruk tersebut, ruang ganti Los Merengues pun memanas. Ramos dan Perez bahkan dikabarkan terlibat adu argumen.

Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, tidak lama setelah timnya menelan kekalahan, Perez memasuki kamar ganti dan memperlihatkan amarah pada para pemain atas performa dan dedikasi pada klub yang dinilai kurang spartan.
Debat kusir kemudian terjadi antara Perez dan Ramos. Sang kapten bersikukuh jika performa buruk timnya buah dari perencanaan yang buruk dari petinggi klub sekaligus menegaskan para pemain telah memberikan segalanya untuk klub.
Ramos percaya telah dijadikan kambing hitam atas performa buruk tim dan segala kritikan yang datang dinilai tidak fair.
Alhasil, pihak manajemen merasa kecewa dengan sikap sang kapten dan masa depannya sehingga masa depan penggawa La Roja di Santiago Bernabeu pun menjadi diragukan.
Sergio Ramos sendiri masih terikat kontrak hingga musim panas 2021 dengan klausul bebas kontrak seharga EUR 200 juta atau setara Rp3,2 triliun.
(qur/pojoksatu)

Real Madrid Keok, Sang Presiden Langsung Telepon Seseorang!

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid benar-benar dalam situasi gawat saat ini setelah dipecundangi Levante dihadapan Madridista di Estadio Santiago Bernabeu, kemarin.
Los Blancos menyerah 1-2 di pertandingan tersebut sehingga merosot ke peringkat ke tujuh klasemen sementara La Liga 2018/19 di pekan ke sembilan ini.
Madrid bahkan sempat tertinggal dua gol cepat Levante di menit 6 lewat Jose Luis Morales dan menit 13 dari titik putih yang sukses dieksekusi sang algojo Roger Marti.

Tuan rumah baru sanggup mengejar ketertinggalan lewat gol Marcelo di menit 72. Namun mereka gagal menyamakan gol apalagi memenangkan pertandingan setelah Levante sukses menjaga kemenangan hingga peluit panjang ditipu wasit.
Dengan hasil buruk ini, sang pelatih, Julen Lopetegui kini benar-benar terancam akan terdepak dalam waktu dekat ini.
Bahkan, lini massa tengah digaduhkan dengan tangkapan kamera di pertandingan tersebut saat Presiden El Real, Florentino Perez terlihat menggunakan ponselnya setelah timnya kalah.
Saat timnya tertinggal 0-2, Perez tak lagi serius menyaksikan pertandingan. Ia justru lebih sibuk dengan ponselnya dan sesekali berbicara lewat alat komunikasi selular tersebut.
Momen tersebut pun diyakini publik sebagai langkah cepat Perez untuk mencari sosok pengganti Lopetegui yang gagal dari ekspektasi setelah dibajak dari Timnas Spanyol jelang Piala Dunia 2018 Rusia.
Bahkan, Diario AS mengklaim jika Perez menghubungi Antonio Conte, eks manajer Chelsea yang memang namanya mencuat dalam beberapa hari terakhir ini sebagai suksesor ideal Lopetegui.
Meski Conte dipecat dari Stamford Bridge, namun besutan pelatih asal Italia itu dinilai pas sebagai juru racik Real Madrid dalam mengembalikan tren juara mereka musim ini.
Mengingat Real Madrid harus melalui musim yang masih panjang dan memertahankan titel juara Liga Champions mereka setelah sukses menyabetnya tiga musim beruntun.
(qur/pojoksatu)

Soal Rencana LaLiga Digelar di Amerika, Sikap Presiden Real Madrid Tegas

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez menolak tegas rencana beberapa pertandingan LaLiga musim ini digelar di Amerika Serikat.
Sikap Perez tersebut mengingat Real Madrid menjadi salahsatu klub yang akan dipertandingkan di Negeri Paman Sam tersebut.
“Kami tidak akan berangkat ke Amerika Serikat,” kata Perez dalam pernyataan sikapnya seperti dikutip dari Goal.
“Saya tidak tahu bagaimana ketertarikan itu terhubung, tetapi mereka bukanlah klub maupun penggemar. Kami dengan tegas menolaknya,” tegas Perez.
Senada Wakil Presiden Persatuan Pemain Sepak Bola Spanyol atau AFE, Sergio Busquets menyatakan sikap penolakannya.
Penggawa Barcelona itu menilai bukan langkah yang tepat Laliga membawa pertandingan ke luar Spanyol meski itu tujuannya untuk promosi.
Sebelumnya, La Liga berencana menggelar  memang berencana menggelar satu dan dua pertandingan ke Amerika Serikat.
Tujuannya semata untuk promosi dan menambah pamor kompetisi LaLiga ke luar Spanyol terutama Amerika Serikat.
(qur/pojoksatu)