gbla

Bukan Soal Faktor Keamanan Saja, Ini Alasan Polisi Tak Ijinkan Persib Gelar Laga di GBLA

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung gagal menjamu Persiwa Wamena di leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/2/2109).
Pasalnya, aparat kepolisian setempat dalam hal ini Polrestabes Bandung tidak mau mengeluarkan izin atau tidak merekomendasikan stadion tersebut dijadikan venue laga tersebut.
Padahal, laga ini sangat dinanti Bobotoh yang akan kembali nyetadion setelah lima bulan lebih tak dibolehkan masuk ke dalam stadion imbas dari sanksi berat Komdis PSSI di ajang Liga 1 2018.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema pun menuturkan, selain faktor keamanan, pertimbangan lainnya berkaitan dengan faktor kelaikan.
Disebut Irman, ada kontruksi bangunan di stadion yang mengalami penurunan, sehingga demi faktor keselamatan laga tak diizinkan digelar di GBLA karena dipastikan akan dihadiri ribuan penonton dalam hal ini Bobotoh.
“Rekan-rekan sendiri sudah tahu bagaimana kondisi stadion ini perlu pengkajian lebih lanjut, sesuai tadi yang disampaikan sehingga pihak kepolisian melihat ini demi keamanan dan keselamatan,” tutur Irman seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotohid.
Pihaknya pun menyarankan panpel pindah ke stadion lain diantaranya Stadion Si jalak Harupat di Soreang, Kab. Bandung.
“Mungkin kami bisa sarankan di tempat lain, seperti di SJH atau tempat yang lebih representatif. Rekomendasi dari Dispora menyarankan stadion GBLA tak digunakan terlebih dahulu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Laga Persib Tak Diizinkan, Bobotoh Batal Nyetadion di GBLA

POJOKSATU.id, BANDUNG – Aparat kepolisian dari Polrestabes Bandung memutuskan tidak memberikan rekomendasi laga Persib Bandung vs Persiwa Wamena.
Sedianya Persib berencana menjamu lawannya itu Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Senin (4/2/2019) di leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018.
Namun, setelah menggelar pertemuan dengan pihak panpel Persib dan perwakilan Bobotoh, polisi memutuskan tak mengeluarkan rekomendasi.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema menuturkan, keputusan pihaknya didasari pertimbangan keamanan dan keselamatan.
“Pihak kepolisian menyarankan kepada panpel Persib untuk sementara tidak menggunakan Stadion GBLA. Kita sarankan bisa di tempat lain. Misalkan di Stadion si Jalak Harupat atau yang lebih representatif, seusai yang tadi disampaikan,” tutur Irman seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Dengan adanya keputusan ini, pihak panpel kini belum memutuskan venue alternatif untuk menggelar laga tersebut. Namun, Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dipandang jadi opsi ideal.
Pasalnya, Persib membutuhkan stadion dengan kapasitas besar untuk menampung antusiasme Bobotoh yang ingin menyaksikan laga tersebut.
Terlebih, sudah hampir lima bulan Bobotoh tidak nyetadion imbas dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang Bobotoh memberikan dukungan langsung Persib dalam stadion sejak pertengahan musim Liga 1 2018 lalu.
Sanksi berat itu sendiri imbas dari insiden pengeroyokan salahseorang suporter Persija Jakarta, Jakmania, Haringga Sirla hingga tewas di kawasan GBLA jelang laga klasik Persib vs Persija, September lalu.
(qur/pojoksatu)

Tandang ke Bandung, Polisi Siapkan Rantis untuk Persija

POJOKSATU.id, BANDUNG – Aparat kepolisian akan menyiapkan rantis Baracuda untuk mengangkut para pemain dan ofisial Persija Jakarta yang akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) sore WIB.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema mengungkapkan, pihaknya akan bekerja ekstra mengamankan tim tamu termasuk akan menggunakan rantis barakuda demi alasan keamanan.
“Kita laksanakan pengamanan secara ekstra (termasuk) menggunakan (rantis) Barakuda,” ungkap Irman.
Jamu Persija di Bandung, Umuh: Bobotoh Jangan Buat Ulah!
“Dari mereka datang, menginap, latihan, sampai pertandingan, dan sampai mereka selesai pun kita laksanakan pengawalan baik terbuka maupun tertutup,” sebut dia.
Pihaknya sendiri akan menerjunkan sedikitnya 3 ribu personil untuk untuk mengawal dan mengamankan jalannya pertandingan lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 itu.
Irman pun mengajak semua elemen termasuk para suporter (Bobotoh) untuk menjaga sportivitas dan kondusivitas Kota Bandung.
“Ini menjadi kesepakatan, mudah-mudahan seluruh pihak termasuk para suporter (Bobotoh) tetap menjaga sportivitas dan kondusivitas Kota Bandung yang kita cintai ini,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)