gede widiade

Gede Widiade Mundur, Ini Kata Marco Simic

POJOKSATU.id, JAKARTA – Marco Simic menanggapi soal mundurnya Gede Widiade dari Persija Jakarta. Saat ini, posisinya digantikan oleh Kokoh Afiat.
Mengaku dekat dengan Gede, Simic terkejut dan kecewa dengan keputusan tersebut.
“Saya cukup kaget dengan mundurnya Pak Gede. Tentu saya cukup kecewa dengan situasi ini, saya punya kedekatan dengan dia,” paparnya.
Tidak hanya itu, dirinya pun waswas. Sebab, ia tak mau mundurnya Gede membuatnya gagal mendapat kontrak baru bersama Macan Kemayoran.
Terlebih lagi, dia sudah kerasan bersama Persija.
“Saya juga sudah bertemu dengan dirinya sebelum dia ke Turki. Saya sudah setuju dengan kontrak jangka panjang tapi masih harus kepastian lagi. Tadi malam dia bicara kepada saya tidak usah khawatir semuanya tetap berjalan dengan direktur yang baru,” ujarnya.
“Semoga bisa ada kejelasan secepatnya karena ini penting untuk saya. Fokus hanya ke pertandingan, tidak memikirkan lainnya seperti kontrak. Tapi semuanya akan baik-baik saja,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Gede Widiade Mundur, Manajer Madura United: Kenapa Harus Preskon Segala

POJOKSATU.id, PAMEKASAN – Manajer Madura United, Haruna Soemitro angkat suara mengomentari mundurnya Gede Widiade dari jabatannya selaku Direktur Utama Persija Jakarta.
Gede mundur diikuti Chief Operating Officer, Rafil Perdana dan lima pengurus lainnya, yakni Chief Marketin dan Comercial Officer Andika Suksmana, Ketua Panpel, Budi Saputra, Wakil Panpel Prasetyo, Manajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan Manajer Persija U-16, Erwan.
Haruna sendiri mengaku kecewa dengan langkah-langkah yang diambil Gede. Menurutnya, yang bersangkutan tidak perlu menggelar pernyataan kepada media atau konferensi pres soal keputusannya tersebut.
Gede Widiade Mundur, Presiden Persija: Dalam Korporasi itu Biasa
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur

“Yang jelas sebagai sahabat saya kecewa. Sederhana saja, kalau benar sudah ada pergantian direksi di Persija, itu kan biasa dan normal dalam sebuah korporasi,” tutur Haruna seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Menurutnya, kalaupun mundur, Gede tak harus membuat pernyataan khusus di media. Apalagi pernyataannya multitafsir.
“Kalau mundur. Mundur saja, ngapain pakai preskon sehingga ada statemen yang bersayap dan multitafsir,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Gede Widiade Mundur, Presiden Persija: dalam Korporasi Itu Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade telah memutuskan mundur dari jabatannya.
Langkah Gede pun diikuti Chief Operating Officer, Rafil Perdana dan lima pengurus lainnya, yakni Chief Marketin dan Comercial Officer Andika Suksmana, Ketua Panpel, Budi Saputra, Wakil Panpel Prasetyo, Manajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan Manajer Persija U-16, Erwan.
Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus menilai, hal tersebut (pengurus mundur) biasa terjadi dalam sebuah korporasi.
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur
Presiden Persija Jakarta – Ferry Paulus
Karena itu, ia meminta skuat Macan Kemayoran tenang dan tidak terganggu dengan situasi tersebut, terlebih Marko Simic dan koleganya tengah berjuang di kualifikasi Liga Champions Asia 2019.
“Memang di dalam aksi korporasi yang namanya pergantian, rotasi itu hal yang biasa. Jadi buat kami termasuk Persija, tidak ada yang terlalu istimewa untuk hal ini,” tutur Ferry seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
“Mundurnya pak Gede, pak Rafil dan teman-teman sekalian itu ya memang niatan beliau untuk tidak melanjutkan memimpin Persija ini,” sebut dia.
Pihaknya menenggarai alasan dibalik keputusan mundur tersebut karena merasa sudah mencapai target yang diemban manajemen (Persija juara Liga 1 2018).
“Termasuk ada hal-hal yang di luar daripada urusan Persija. Tapi buat kami, tim harus tetap jalan, Persija masih menatap untuk pertandingan di Australia,” sebutnya.
“Sekali lagi tidak ada yang boleh lebih besar daripada Persija, apa pun bentuknya. Baik itu pemain, pelatih, manajemen, atau siapa pun. Bahwa Persija itu harus lebih besar dari yang lainnya,” tandasnya.
Persija Jakarta sendiri untuk sementara menunjuk Koko Alfiat untuk menggantikan peran Gede Widiade.
Sebelumnya, Koko adalah orang yang mengatur keuangan klub asal ibu kota tersebut dan juga pemilik saham di PT Jakarta Indonesia Hebat yang merupakan perusahaan yang menaungi Persija.
(qur/pojoksatu)

Gede Widiade Mundur, Ini Dampaknya pada Persija Jakarta

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengunduran diri Gede Widiade memberikan sejumlah dampak pada Persija Jakarta.
Mereka terancam kehilangan fasilitas. Mulai dari tempat latihan hingga bus pemain.
Pasalnya, diketahui selama ini pihak ketiga bekerja sama dengan Gede.
Sebelumnya, Gede memutuskan mundur bersama Rafil Perdana. Rafil dalam kesempatan yang sama juga meninggalkan posisinya sebagai Chief Operating Officer (COO) Macan Kemayoran, julukan Persija.
“Memang secara profesional, saya harus bertanggung jawab sebagai nakhoda. Datang ke Lanud pinjam saham, mess. Mas Rafil cari bus, ini merupakan upaya profesional,” papar Gede.
“Bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana kepada pemain. Pemain tidak boleh diganggu lapangan tidak ada, bus tidak ada,” lanjutnya.
Dirinya pun mengaku pengunduran dirinya berpengaruh terhadap itu semua. Sebab, selama ini dialah yang melakukan negosiasi sebagai penanggung jawab tim.
“Apakah akan berpengaruh? Jangan tanya saya, ini tidak bisa kami jawab. Saya bukan lagi penanggung jawab perusahaan. Apakah hilang? Tanya direksi yang baru. Itu kalau bukan punya PT bakal diambil oleh pemiliknya,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Ini Kata Bos Persija Soal Penunjukkan Ivan Kolev

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bos Persija Gede Widiade buka suara terkait kabar penunjukkan Ivan Kolev sebagai pelatih anyar musim depan.
Dikabarkan, setelah ditinggal Stefano Cugurra Teco, mereka sudah setuju merekrut Ivan Kolev sebagai juru taktik.
Diketahui, pelatih yang membawa gelar juara Liga 1 2018 itu memilih pergi meski ingin dipertahankan Persija.
Kini, nama Kolev disebut-sebut menjadi kandidat terdepan. Meski Persija juga melakukan negosiasi dengan Alfred Riedl, tapi Kolev dilaporkan sudah setuju.
“Alhamdulillah sudah. Iya benar (Ivan Kolev),” kata Gede Widiade, dilansir JawaPos.
Dikatakan, saat ini Persija masih terus berkomunikasi dengan pihak Kolev. Pelatih asal Bulgaria itu akan segera datang dalam waktu dekat ini.
“(Soal kontrak) masih belum dibicarakan, karena baru konfirmasi saja. Dia mau datang sebelum tanggal 13 Januari, nanti kita bicarakan kontraknya di sana, mau dua atau tiga tahun,” paparnya.
(jpc/pojoksatu)