gelora bung tomo

Tarif GBT Akan Diberlakukan per Jam

POJOKSATU.id, SURABAYA – Tarif Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akan diberlakukan per jam bukan per pertandingan.
Hal ini diputuskan berdasarkan hasil koordinasi Pemkot Surabaya dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) dan Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora).
Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, dari hasil pembahasan bersama itu tarif GBT akan diberlakukan per jam.
Bukan per pertandingan sebagaimana penghitungan tarif seperti yang berlaku sekarang ini.
“Asumsinya perpertandingan itu maksimal 3 jam. Jadi tarifnya Rp 66 juta. Bisa jadi cuma dihitung dua jam jadi Rp 44 juta,” ujar Eri.
Pada rancangan Raperda tarif retribusi, sewa GBT satu jam Rp 22 juta. Sedangkan untuk tarif sewa perhari atau 24 jam Rp 444.632.000.
“Jadi kalau sebelumnya perpertandingan itu Rp 30 juta terus jadi Rp 44 juta mundak e mung piro?” ujar dia.
Eri juga memastikan bahwa loading barang-barang untuk pertandingan itu tidak masuk dalam hitungan. Yang dihitung hanya jam pertandingan saja.
“Karena saat loading barang untuk pertandingan sepak bola itu kan tidak memanfaatkan lapangan. Beda halnya kalau untuk konser musik misalnya,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala Dispora Surabaya Afghani Wardhana menuturkan bahwa draf raperda yang telah disampaikan ke DPRD Surabaya itu sudah melalui penghitungan tim appraisal.
Pihak Dispora tidak mungkin untuk menarik draf tersebut. Karena pengajuanya menjadi raperda sudah mempertimbangkan aspek hukum.
“Setelah raperda itu sudah disahkan pasti akan ditindaklanjuti dengan Perwali. Sehingga apa yang diharapkan Persebaya untuk dapatkan keringanan tarif, sesuai dengan UU 28/2009 tentang pajak dan retribusi, kepala daerah dimungkinkan untuk penurunan tarif retribusi,” jelasnya.
(jpc/pojoksatu)