go-jek liga 1 2018

Piala Liga 1 2018 Siap Dipaket ke SUGBK dan Makassar, tapi …

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta dan PSM Makassar akan berjuang hingga laga pamungkas atas lawan-lawannya untuk menyegel titel juara Liga 1 tahun ini.
Macan Kemayoran kini memuncaki klasemen dan unggul satu angka dari Juku Eja yang menempel ketat di bawahnya.
Jika skuat besutan Stefano Cugura Teco mampu memenangkan laga nanti menghadapi Mitra Kukar di SUGBK, maka mahkota juara praktis akan singgah di ibukota.
Inilah Jadwal Laga Pamungkas Go-Jek Liga 1 Tahun Ini
Namun, PSM masih tetap punya kans juara jika mampu memenangkan laga kontra PSMS Medan di Stadion Mattoangin dan Persija tergelincir di laga krusial mereka.
Pihak PT Liga Indonesia Baru atau LIB selaku operator liga sendiri telah melakukan langkah-langkah antisifasi terkait kondisi demikian.
“Dua tim masih berpeluang juara. Karena itu kami siapkan dua replika piala. Piala asli akan kami serahkan setelah kompetisi berakhir,” tutur COO (Chief Operating Officer) PT LIB, Tigor Shalomboboy.
Dua laga krusial itu sendiri akan digelar serentak, yakni pukul 15.30 WIB agar tidak ada main mata atau indikasi kecurangan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Persija Jakarta Berharap pada Bhayangkara FC

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta berpeluang menjuarai Go-Jek Liga 1 musim ini setelah hanya terpaut satu angka dari sang pemuncak klasemen, PSM Makassar.
Menyisakan dua laga tersisa sebelum kompetisi berakhir, skuat besutan Stefano Cugurra Teco itu tentu punya kans besar jika mampu sapu bersih dan Juku Eja tergelincir (dikalahkan lawan).
Karena itu, sang pelatih, Teco berharap, rival timnya PSM tumbang di tangan sang petahana, Bhayangkara FC di pekan 33 pada 3 Desember mendatang.
“Pasti kami kompetitor, dia satu saya nomor dua, pasti kami pikir minimal bisa dapat satu poin. Bhayangkara tim punya kualitas bagus,” tutur Teco seperti dikutip dari Goal.
“Di sana (Bhayangkara) juga tentu punya target untuk memperbaiki peringkatnya untuk menyelesaikan kompetisi di posisi yang paling bagus,” sebut dia.
Persija Jakarta sendiri bersiap untuk menjaga asa juara menghadapi Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (2/12/2018) malam WIB.
(qur/pojoksatu)

Exco PSSI Akan Pelototi Detik-Detik Akhir Kompetisi Liga 1

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kompetisi Liga 1 2018 atau Go-Jek Liga 1 untuk kepentingan komersial tinggal menyisakan dua laga.
PSM Makassar dan Persija Jakarta akan bersaing sengit dalam perebutan gelar juara hingga laga pamungkas.
Juku Eja bertengger di puncak klasemen, namun Macan Kemayoran menguntitnya di bawahnya dengan selisih angka satu.
Gusti Randa – Anggota Exco PSSI (bolalob.com)
Sementara Persib Bandung, yang sempat menjadi juara paruh musim harus mundur dari persaingan setelah kehilangan banyak poin pasca sanksi berat Komdis PSSI beberapa waktu lalu.
Komite Eksekutif (Exco) PSSI pun akan mengawal detik-detik berakhirnya kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu.
Bahkan, ditegaskan salahsatu anggotanya, Gusti Randa, pihaknya akan langsung terjun ke lokasi pertandingan untuk mengantisifasi terjadinya upaya match-fixing atau dugaan pengaturan skor.
Dengan dua laga tersebut, kernyataan tersebut diprediksi sangat rawan terjaid main mata. “Dalam pekan-pekan terakhir jangan sampai ada pengaturan skor. Tadi saya sarankan, semua pertandingan akhir musim harus dikawal oleh Exco PSSI,” tegas Gusti.
Pihaknya menegaskan ingin menjaga kualitas kompetisi sampai akhir. Terlebih, juara Liga 1 bisa saja ditentukan pada pekan terakhir.
“Agar apa? Permainan, pengaturan skor, yang degradasi tiba-tiba aman, ada jualan bisa diawasi. Nanti sudah diputuskan kalau laga PSM dan Persija akan berbarengan,” ujarnya.
Salahsatu skenario yang akan ditempuh pihaknya adalah menggelar pertandingan dengan jadwal kick-off yang berbarengan untuk laga-laga krusial.
“Nantinya, pada pekan terakhir, Persija kontra Mitra Kukar dan PSM melawan PSMS Medan akan dilangsungkan dalam waktu yang sama. Ya, pekan terakhir saja. Mana yang kira-kira tak sama, harus disamakan,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Gagal Juara, Mario Gomez Tekad Tutup Kompetisi dengan Kemenangan

POJOKSATU.id, BANDUNG – Sempat menjadi juara paruh musim, Persib Bandung harus merelakan gelar jatuh Liga 1 musim ini jatuh ke tangan PSM Makassar atau Persija Jakarta yang akan terus bersaing sampai laga pamungkas.
Kendati sudah dipastikan tersingkir dari pertarungan merebut gelar juara, sang pelatih, Mario Gomez meminta skuatnya untuk tetap semangat menghadapi dua laga tersisa.
Gomez bahkan bertekad untuk sapu bersih dua pertandingan jelang musim berakhir ini dengan kemenangan, saat dijamu Persela Lamongan dan menghadapi Barito Putra.
“Kami harus terus berusaha agar kemenangan kembali datang. Tentu pertandingan melawan Perseru hasil yang kurang baik. Jadi, melawan Persela kami harus dapatkan tiga poin,” tekad Gomez seperti dikutip dari laman resmi klub.
Bisa mendapatkan tambahan enam poin sebelum kompetisi usai, menurut dia sangat penting untuk mempertahankan Persib finis di peringkat ketiga atau kedua.
“Kami pun harus bekerja keras untuk mendapatkan enam poin di dua pertandingan. Kami harus terus perbaiki posisi di klasemen,” imbuhnya.
Persib Bandung sudah pasti gagal meraih gelar juara Go-Jek Liga 1 2018 setelah tertinggal tujuh poin dari PSM Makassar.
Kini, tinggal Persija Jakarta pesaing satu-satunya Juku Eja dalam merebut titel kampiun yang hanya terpaut selisih satu angka di bawahnya.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung Masih Bisa Juara, tapi …

POJOKSATU.id, BANDUNG – Memasuki pekan ke-32 Go-Jek Liga 1 2018, Persib Bandung masih belum beranjak dari peringkat tiga klasemen.
Skuat besutan Mario Gomez gagal menyalip Persija Jakarta untuk mengintai PSM Makassar setelah menelan hasil minor dibeberapa laga terakhir.
Teranyar, Persib takluk di tangan tim promosi PSIS Semarang dengan skor telak tak terbalas 0-3 di Stadion Madya Magelang, akhir pekan lalu.
Jika Gagal Juara, Persib Bandung Bidik Target Realistis Ini

Sempat menjadi juara paruh musim, performa Persib langsung anjlok setelah diganjar sanksi berat Komdis PSSI imbas insiden pengeroyokan seorang suporter Persija hingga tewas oleh oknum Bobotoh di GBLA beberapa waktu lalu.
Persib pun harus melakoni laga usiran hingga akhir musim tanpa dukungan suporter di stadion, dan beberapa pemain pilarnya diganjar sanksi larangan bermain.
Terlepas dari dampak kondisi tersebut, Persib sebenarnya masih bisa mengangkat trofi untuk menambah satu bintang di jersey mereka asalkan dua pesaing terdekatnya mengalami kekalahan di semua laga tersisa mereka.
Namun, Persib juga wajib mengantisifasi kebangkitan Bhayangkara FC yang kini punya poin sama dan bisa saja tampil mengejutkan untuk mempertahankan trofi juara kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu.
PSM Makassar dan Persija Jakarta sendiri dipandang paling berpeluang menjadi juara setelah terpaut selisih satu angka di antara mereka.
Kemenangan Macan Kemayoran atas Persela Lamongan dalam laga tunda membuka peluang skuat besutan Stefano Cugurra Teco menyandingkan mahkota Liga 1 dengan Piala Presiden tahun ini.
Dengan demikian, sapu bersih di tiga laga tersisa menjadi target wajib yang harus didapatkan Persib Bandung jika ingin juara musim ini. Tergelincir sekali saja, maka dipastikan Persib harus merelakan titel juara jatuh ke tim lain.
(qur/pojoksatu)

Jika Gagal Juara, Persib Bandung Bidik Target Realistis Ini

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib Bandung bersiap melakoni laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan 32 menghadapi Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Jumat (23/11/2018) petang WIB.
Persib tentu wajib memenangkan laga tersebut untuk bisa terus bersaing di papan atas setelah mengalami hasil buruk dibeberapa laga terakhir.
Namun begitu, hasil minor dibeberapa laga sebelumnya membuat posisi Persib menjauh dari perburuan gelar juara.
Umuh Muchtar – Manajer Persib Bandung (striker.id)
Sempat memuncaki klasemen bahkan menjadi juara paruh musim, Persib kini anjlok ke peringkat ketiga di bawah Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Sanksi berat Komdis PSSI imbas penganiayaan sejumlah oknum Bobotoh terhadap seorang pendukung Persija beberapa waktu lalu hingga tewas sangat berdampak pada performa Maung Bandung.
Persib juga kerap kehilangan sejumlah pemain pilarnya, akibat sanksi atau akumulasi kartu. Tak ayal, dari delapan pertandingan sebelumnya, Persib hanya menang sekali, dua kali imbang dan sisanya menelan kekalahan.
Karena itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menilai peluang kampiun musim ini sangat tipis, kendati asa selalu ada, namun pihaknya mulai membidik target realistis lainnya.
“Ya, minimal bisa runner up agar bisa tampil di AFC Cup,” kata Umuh seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Umuh pun menyayangkan Persib majal dibeberapa laga krusial. Padahal, pihak manajemen diakuinya sudah menyiapkan bonus untuk pemain andai bisa memenangkan pertandingan per pertandingan.
“Saya sebetulnya berharap kemarin, kenapa dari manajemen memberikan bonus tambahan, dari saya juga sudah menjanjikan, setiap pertandingan saya kasih,” sebutnya.
“Kalau kemarin menang, menang dan menang saya bukan cinta lagi, bonusnya akan lebih besar, lebih besar lagi karena kita masih ada harapan untuk jadi juara kalau kita menang,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Tak Lagi Pikirkan Juara, Persib Bandung Hanya Ingin Menang dan Menang

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib Bandung bersiap melakoni laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan 32 menghadapi Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Jumat (23/11/2018) petang WIB.
Persib tentu wajib memenangkan laga tersebut untuk bisa terus bersaing di papan atas setelah mengalami hasil buruk dibeberapa laga terakhir.
Sempat jadi juara paruh musim, peringkat Maung Bandung kini anjlok ke peringkat ketiga setelah disalip PSM Makassar dan Persija Jakarta.
Sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI cukup berdampak pada performa skuat besutan Mario Gomez itu karena harus menyelesaikan kompetisi dengan laga kandang usiran di luar Pulau Jawa.
Sang pelatih sendiri, Gomez kini tak lagi ingin hitung-menghitung soal kans juara. Ia telah meminta timnya untuk fokus ke pertandingan untuk sapu bersisa di semua sisa hingga kompetisi usai.
Persib masih menyisakan tiga laga tersisa termasuk dengan Perseru Serui. Dengan memenangkan semua pertandingan, maka tambahan sembilan angka sangat berdampak bagi Persib di klasemen akhir.
“Kta tidak tahu (nasib tim rival), kita akan coba besok (hari ini) untuk menang, karena ini adalah pertandingan yang berbeda. Kadang kita kehilangan beberapa pemain, kadang lengkap, (seperti dialami tim lain) tapi kita harus coba,” tutur Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Kendati harus menerima kenyataan tak juara, Gomez menegaskan, timnya wajib memenangkan tiga laga tersisa. “Terpenting adalah mencari kemenangan, karena kita membutuhkan poin untuk menyelesaikan kompetisi di atas,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kemas 20 Gol, David Da Silva Bergeming di Puncak Top Skor

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bergabung dengan Persebaya Surabaya musim ini sebagai pemain ‘buangan’, David da Silva mampu menunjukkan mantranya.
Teranyar legiun asing asal Brasil itu kembali mencatatkan hat-trick ke gawang Bali United untuk mengantarkan kemenangan impresif timnya dengan skor telak 5-2.
Tak ayal, sang bomber kini makin kokoh di daftar pencetak gol terbanyak Go-Jek Liga 1 2018 dengan koleksi 20 gol.
Osvaldo Haay: David da Silva Sang Predator Sejati!
David Da Silva semakin mengokohkan dirinya sebagai top skor Go-Jek Liga 1 musim ini (persebaya.id)
Sedangkan hat-trick ke gawang Serdadu Tridatu adalah trigol ketiganya yang ia buat sejauh musim ini setelah sebelumnya ia sukses melakukannya ke gawang PS TIRA dan Mitra Kukar.
Dengan tambahan tiga gol ini semakin menjauhkan Da Silva dari para pesaingnya. Terdekat striker PS TIRA, Aleksandar Rakic baru mengemas 16 gol atau terpaut selisih empat angka.
Sementara bomber Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel yang sempat memimpin daftar top skor di awal musim bergeming di 15 gol.
Persoalan sanksi larangan bermain yang kerap diterimanya dari Komdis PSSI mengganggu produktivitasnya dalam mencetak gol.
Berikut daftar Top Skor sementara Go-Jek Liga 1 2018 hingga pekan 31:
20 gol: David da Silva (Persebaya)
16 gol: Aleksandar Rakitic (PS TIRA)
15 Gol: Fernando Rodriguez (Mitra Kukar), Ezechiel N’Douassel (Persib Bandung)
14 gol: Loris Arnaud (Persela Lamongan)
13 gol: Marko Simic (Persija Jakarta)
12 gol: Shohei Matsunaga (PSMS Medan), Douglas Packer (Barito Putera), Marcel Sacramento (Barito Putera), Bruno Silva (PSIS Semarang)
11 gol: Stefano Lilipaly (Bali United FC), Paulo Sergio (Bhayangkara FC), Hari Nur Yulianto (PSIS Semarang)
10 gol: Samsul Arif Barito Putera), Jonathan Bauman (Persib Bandung), Beto Goncalves (Sriwijaya FC)
(qur/pojoksatu)

Dilumat PSIS, Asa Juara Persib Bandung Semakin Pudar

POJOKSATU.id, MAGELANG – Persib Bandung gagal menempel PSM Makassar dalam perebutan puncak klasemen Go-Jek Liga 1 2018 setelah tak berkutik dihadapan PSIS Semarang dengan skor telak tak terbalas 3-0.
Tampil dihadapan suporter Laskar Mahesa Jenar di Stadion Madya Magelang, Minggu (18/11/2018) sore WIB di pekan 31, skuat besutan Mario Gomez tampil majal.
Tiga gol tuan rumah masing-masing didonasi Bruno Silva di menit 17 dan sang kapten, Hari Nur Yulianto di interval kedua menit 69 dan Ibrahim Conteh di menit 75.
Babak Pertama, Sundulan Bruno Silva bawa PSIS Unggul atas Persib
PSIS Semarang Bungkam Persib Bandung 3-0
Dengan hasil impresif ini, PSIS merangsek tiga tingkat ke peringkat 10 dengan raihan 42 poin dari urutan sebelumnya diperingkat ke-13.
Sedangkan Persib Bandung gagal menyalip Persija di urutan kedua, dan kini bergeming di urutan ketiga dengan raihan 49 poin atau terpaut lima angka dari pemuncak klasemen sementara PSM Makassar.
Dengan hasil buruk ini, kans Persib untuk menjaga asa juara semakin menjauh. Terlebih, pesaing terdekatnya, Persija Jakarta punya “tabungan” satu laga tunda kontra Persela Lamongan.
Persib Bandung sendiri masih menyisakan tiga laga tersisa hingga akhir musim, dan kenyataan ini tidaklah menguntungkan bagi mereka jika PSM maupun Persija sukses sapu bersih semua laga tersisa mereka.
Sempat menjadi juara paruh musim, performa Maung Bandung langsung anjlok pasca sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI imbas insiden pengeroyokan seorang suporter Persija hingga tewas oleh oknum Bobotoh di Stadion GBLA jelang laga Persib kontra Persija beberapa waktu lalu.
Persib bahkan majal di empat laga berturut-turut berikutnya. Sempat meraih kemenangan atas Bhayangkara FC, Persib kembali minor setelah ditumbangkan PSMS Medan dan terbaru oleh PSIS Semarang.
(qur/pojoksatu)

PSIS Semarang Bungkam Persib Bandung 3-0

POJOKSATU.id, MAGELANG – PSIS Semarang tampil impresif dengan membungkam Persib Bandung dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-31 dengan skor telak tak terbalas, 3-0.
Tampil dihadapan suporter sendiri di Stadion Madya Magelang, Minggu (18/11/2018) sore WIB, Laskar Mahesa Jenar tampil mendominasi jalannya pertandingan.
Tiga gol tuan rumah masing-masing didonasi Bruno Silva di menit 17 dan sang kapten, Hari Nur Yulianto di interval kedua menit 69 dan Ibrahim Conteh di menit 75.
Babak Pertama, Sundulan Bruno Silva bawa PSIS Unggul atas Persib
Dengan hasil impresif ini, PSIS merangsek tiga tingkat ke peringkat 10 dengan raihan 42 poin dari urutan sebelumnya diperingkat ke-13.
Sedangkan Persib Bandung gagal menyalip Persija di urutan kedua, dan kini bergeming di urutan ketiga dengan raihan 49 poin atau terpaut lima angka dari pemuncak klasemen sementara PSM Makassar.
Tuan rumah sendiri tampil cukup mendominasi sepanjang pertandingan, kendati sempat tertekan di menit awal.
PSIS baru berhasil mencetak gol lewat skema serangan dari sektor sayap kanan yang dikreasi Hari Nur Yulianto di menit 17.
Menggiring bola langsung ke jantung pertahanan lawan, bola umpan silang Nur sukses disambut Diego Sivla yang tak terkawal lewat sundulannya yang sukses mengoyak jala Persib.
Persib coba memberi respon atas lahirnya gol tuan rumah dengan lebih mengintensifkan serangan. Namun, kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan PSIS membuat upaya Ezechiel N’Douassel belum mengenai sasaran.
Persib Bandung nyaris menyamakan kedudukan di menit 45+2, namun sepakan Oh In-kyun mengonversi umpan N’Douassel masih terlalu lemah sehingga Jandia Eka Putra dengan mudah menyambutnya untuk mengamankan gawan dari kebobolan.
Memasuki interval kedua, Persib coba berinisiatif menyerang. Sejumlah peluang tercipta lewat kreasi N’Douassel namun lagi-lagi mampu digagalkan para palang pintu tuan rumah.
Asyik menyerang, Persib justru harus kembali kebobolan lewat kerjasama apik Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto.
Silva yang melakukan sepakan silang di mulut gawang I Made Wirawan sukses dikonversi Yulianto yang bebas tanpa pengawalan pemain belakang Persib di menit 69.
Tertinggal 0-2 membuat skuat besutan Mario Gomez coba tampil lebih menekan. Sejumlah serangan nyaris membahayakan jala gawang Jandia Eka Putra, namun sang kiper tampil cukup mengesankan di laga itu.
Persib justru kembali tertinggal jauh setelah Ibrahim Conte yang beberapa kali membuat kesempatan akhirnya mampu mencatatkan namanya di papan skor di menit 75.
Unggul 3-0 membuat tuan rumah menurunkan tensi serangannya, sementara Persib terus mengonstruksi serangan lewat skema N’Douassel dan Jonathan Bauman. Sayang, tim tamu gagal mengejar satu pun gol dan laga berakhir untuk kemenangan telak tuan rumah 3-0.
Susunan Pemain:
PSIS Starting XI: Jandia Eka Putra; Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Rio Saputro, Safrudin Tahar; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Muhamad Yunus, Nerius Alom; Bruno Silva, Hari Nur Yulianto (C). Substitusi: Joko Ribowo, Frendi Saputra, Petar Planic, Hafit Ibrahim, Widya Wahyu Fitriyanto, Aldaier Makatindu, Komarudin.
PERSIB Starting XI: I Made Wirawan; Bojan Malisic, Henhen Herdiana, Tony Sucipto, Victor Igbonefo (C); Atep, Hariono, Oh Inkyun, Puja Abdilah, Agung Mulyadi; Ezechiel Ndouasel. Substitusi: M. Natshir, Indra Mustafa, Ghozali Siregar, Kim Jeffrey Kurniawan, Jonathan Bauman, M. Wildan, Muchlis Hadi Ning.
(qur/pojoksatu)