haruna soemitro

Reaksi Manajer MU Atas Tudingan Terima Uang dan Terlibat Mosi Tak Percaya Edy Rahmayadi

POJOKSATU.id, PAMEKASAN – Manajer Madura United, Haruna Soemitro berang namanya disebut-sebut dalam aksi mosi tak percaya terhadap Edy Rahmayadi, mantan Ketua Umum PSSI.
Haruna membantah keras tudingan tersebut termasuk tudingan yang menyebut dirinya juga menerima uang sebesar SGD 1.000 atau setara Rp10 juta terkait mosi tak percaya jelang Kongres Tahunan PSSI di Bali itu.
Nama Haruna sendiri mencuat ke permukaan setelah terungkap dari rekaman pembicaraan yang disiarkan di acara talkshow yang dipandu Najwa Shihab dalam acara ‘Mata Najwa’, tengah pekan lalu.

“Masa saya mau. Buat apa saya kalau cuma uang segitu. Buat bayar atau membeli pemain juga kurang,” tegas Haruna saat dikonfirmasi media seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Ditegaskannya, tudingan tersebut sangat menyudutkannya. Baginya, uang yang dituduhkan itu terlalu kecil, tidak setimpal dengan nilai dari Kongres itu sendiri.
“Aneh rasanya jika banyak pihak percaya begitu saja. Terserah saya di bully seperti apa, yang penting para pemain dan tim saya tetap jalan,” tegasnya.
Pihaknya pun mengajak masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang beredar. Karena hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana yang belum tentu kebenarannya.
Sementara pertemuan mosi tidak percaya itu sendiri kabarnya berlangsung di sebuah Hotel di wilayah Kuningan, Jakarta, beberapa minggu sebelum Kongres PSSI.
Kabarnya, ada imbalan SGD 1.000 bagi voters atau pemilik hak suara yang mau menandatangani mosi tidak percaya atas Edy Rahmayadi tersebut.
Edy sendiri memutuskan menanggalkan jabatannya sebagai Ketum PSSI saat memberikan sambutan sekaligus membuka Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu.
Kini, tampuk kepemimpinan berpindah ke Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI.
(qur/pojoksatu)