hudderfield town

Manchester City Tumbangkan Huddersfield Tiga Gol tanpa Balas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester City berhasil meraih kemenangan saat bertamu ke markas Huddersfield Town, Minggu (20/1).
City berhak mendapat tiga poin usai menumbangkan Huddersfield tiga gol tanpa balas.
Kemenangan City dibuka oleh Danilo di menit ke-18. Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Dengan penguasaan bola 68 persen, 12 tembakan dan 4 tembakan tepat sasaran, City berhasil menambah dua gol di babak kedua.
Gol tersebut diciptakan Raheem Sterling di menit ke-54 dan Leroy Sane di menit ke-56.
Hasil ini membuat Manchester City bertahan di posisi kedua dengan 56 poin.
Sedangkan posisi puncak diisi oleh Liverpool dengan 60 poin dan posisi ketiga ada Tottenham dengan 48 poin serta Chelsea di posisi keempat dengan 47 poin.
Jumlah poin Tottenham bisa bertambah jika menang dalam laga melawan Fulham.
(zul/pojoksatu)

Fulham Menang, Claudio Ranieri Berang Bukan Kepalang oleh Ulah Pemainnya

POJOKSATU.id, FULHAM – Fulham sukses menang tipis atas Huddersfield Town, dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 20 di Craven Cottage, kemarin malam.
Kendati sukses mengamankan poin penuh, sang manajer, Claudio Ranieri memerlihatkan reaksi marah usai pertandingan, bukan atas hasil laga namun atas apa yang terjadi di lapangan saat dua pemainnya rebutan tendangan penalti.
Insiden yang menurutnya sangat memalukan itu terjadi dihadapan puluhan ribu pasang mata, saat Aboubakar Kamara coba merebut bola dari Aleksandar Mitrovic saat hendak mengeksekusi tendangan bola dari titik putih.

Claudio Ranieri marah setelah melihat sikap Kamara yang disebutnya tak menghormati dirinya dan klub, dan fans di pertandingan tersebut.
Terlebih, Kamara gagal menjalankan tugasnya di menit ke-82 itu, dan Mitrovic justru tampil menjadi pahlawan setelah mencetak gol krusial di masa injury time.
“Saya katakan kepada Aboubakar Kamara untuk membiarkan bola kepada Aleksandar Mitrovic, ia adalah eksekutor penalti tim,” sebut Ranieri kepada BBC Sport seperti dikutip dari Goal.
“Sulit dipercaya, dia tak menghormati saya, klub, segenap tim dan para pendukung. Saya bicara kepadanya, itu tak benar. Saya ingin membunuhnya,” ucapnya.
Ditegaskan Ranieri, Mijatovic telah dipilih sebagai penendang utama setiap Fulham mendapatkan hadiah penalti di suatu pertandingan. “Harusnya Mitrovic, itu saja,” tegasnya.
Ranieri pun memberikan sinyalemen akan menghukum Kamara yang mulai menunjukkan sikap ‘pembangkangannya’.
“Sulit untuk berbicara dengan pemain ini. Ia tak memahami alasannya. Baginya, segalanya baik-baik saja dalam pertandingan tersebut,” ujarnya.
“Sulit dipercaya. Ini merupakan pertama kalinya dalam hidup saya (melihat pemainnya rebutan penalti),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)