jakmania

Rahasia Sukses Persija Jakarta di Mata Ismed Sofyan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta sukses menyabet titel juara Liga 1 tahun ini setelah finis di puncak klasemen akhir G-Jek Liga 1 2018.
Sang kapten, Ismed Sofyan menilai, pencapaian prestasi yang diraih timnya musim ini tidak terlepas dari peran dukungan suporter alias Jakmania yang tak kenal lelah sebagai pemain ke-12.
Ismed menegaskan, kelompok suporter militan asal ibukota itu menjadi stimulus utama kekuatan Persija Jakarta musim ini.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (instagram)
Dukungan Jakmania, juga menjadi pembangkit Persija di pertengahan musim hingga akhir musim setelah sempat terseok-seok di awal kompetisi.
“Alhamdulilah penantian 17 tahun kali ini kita juara berkat dukungan Jakmania yang luar biasa,” tutur Ismed seperti dikutip dari Bolalob.
Kehadiran trofi Liga 1 tahun ini tentu menjadi penggenap atas prestasi gemilang mereka sepanjang tahun ini setelah sebelumnya sukses menyegel titel juara Piala Presiden 2018.
Selain sukses timnya, sang pelatih Stefano Cugurra Teco dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik termasuk salahsatu penggawanya, Rohit Chand yang diganjar sebagai Pemain Terbaik di pentas kompetisi kasta tertinggi tanah air tahun ini.
(qur/pojoksatu)

Segini Keuntungan Persija Jakarta yang Didapat dari Jakmania

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta meraup keuntungan finansial yang fantastis dari dukungan suporter, Jakmania di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Karena itu, Direktur Utama Persija, Gede Widiade menilai, Jakmania tak sekedar kelompok suporter, tapi juga menjadi sumber keuntungan secara finansial.
“Kehadiran Jakmania saat Persija bertanding di GBK [Gelora Bung Karno] membuat kami mendapatkan keuntungan Rp5 miliar. Mereka itu sponsor utama kami,” kata Gede seperti dikutip dari Goal.
I Gede Widiade – Bos Persija Jakarta (jawapos.com)
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan tak kenal lelah Jakmania terhadap perjuangan Macan Kemayoran sehingga bisa meraih titel juara Liga 1 tahun ini.
“Perjuangan kami selama ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Pertama kami juara di Malaysia, lalu Piala Presiden, dan terakhir Liga 1,” ujarnya.
Musim ini, sejatinya Persija jarang bisa tampil di SUGBK karena bentrok dengan berbagai ajang, mulai dari Asian Games hingga Asian Para Games, hal itu membuat mereka harus beberapa kali mengungsi ketika laga kandang.
Namun hal itu tak mengganggu konsentrasi permainan skuat besutan Stefano Cugurra Teco tersebut. Terbukti, Marko Simic dan koleganya finis di puncak klasemen akhir Go-Jek Liga 1 2018 untuk menyegel titel kampiun.
(qur/pojoksatu)

Oknum Jakmania Berulah, Persija yang Kena Getah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tak terpuji yang dilakukan oknum pendukung Persija Jakarta, Jakmania akhirnya berujung sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Dikutip dari Goal, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp45 juta kepada Macan Kemayoran atas aksi pelemparan botol yang dilakukan suporternya itu.
Ulah tak sportif Jakmania tersebut terjadi saat laga kontra PS TIRA di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Bekasi dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pada 10 November lalu.
Komdis menilai suporter Persija terbukti melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan. Imbasnya, berdasarkan keputusan sidang Komdis, 15 November 2018, Persija dikenai denda karena dinilai melanggar pasal 70 lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.
“Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persija Jakarta,” demikian isi surat Komdis PSSI yang ditandatangani ketuanya, Asep Edwin Firdaus.
Dalam surat itu juga dituliskan pengulangan terhadap pelanggaran terkait bakal berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Namun, Persija tetap bisa mengajukan banding terhadap keputusan ini.
(qur/pojoksatu)

Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – Persija Jakarta akan melakoni laga krusial kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (16/11/2018) besok sore. Jelang pertandingan pekan ke-31 Go-jek Liga 1 musim 2018 itu, suporter Persija, Jakmania diminta tidak berulah.
Hal itu disampaikan Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco. Ia mengimbau kepada Jakmania agar siap menerima hasil apapapun dalam laga menghadapi PSM Makassar.
“Kami mau suporter (Jakmania) yang datang ke Makassar tidak ada masalah di dalam stadion. Karena stadion pasti penuh. Suporter mendukung secara baik. Harus terima hasil dari pertandingan besok,” imbau Teco dalam jumpa pers sebelum pertandingan di Makassar, Kamis (15/11/2018).
BACA JUGA:
Barcelona Kalah, Lionel Messi Kecewa Namun Senang!
Dikaitkan dengan MU dan Juventus, Zidane Malah Merapat ke Klub Ini
PSM Siap Mental dan Fisik Kalahkan Persija
Menurutnya, apapun hasilnya, baik menang, seri ataupun kalah dalam laga kandang maupun tandang merupakan sesuatu yang biasa dalam pertandingan. Teco menegaskan sesama suporter harus saling merangkul dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.
“Dua kelompok suporter adalah teman. Datang ke Stadion untuk dukung tim masing-masing. Hasil apapun harus diterima. Kami di beberapa pertandingan sebelumnya, di tempat lain, suporter dilarang datang. Di sini, kami tidak. Karena dua suporter besar adalah teman,” ucap Teco.
Saling rangkul antara dua kelompok suporter dalam warna yang berbeda disebut Teco merupakan cerminan yang baik untuk memajukan sistem sepak bola di Indonesia. Jika itu bisa berjalan lancar, Teco yakin kekhawatiran gesekan antarsuporter tidak lagi terjadi.
Di luar itu Teco tetap optimistis untuk mendapatkan poin melawan Juku Eja. Dia pun telah mempersiapkan tim secara penuh untuk diturunkan meredam kekuatan tuan rumah.
“Setiap tim yang bertanding semua pasti sudah siap. Begitu juga dengan kami,” pungkas Teco.
(jpc/fat/pojoksatu)

Persebaya Vs Persija, Tak Ada Jatah Tiket untuk Jakmania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Big Match antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB dipastikan tanpa dukungan Jakmania di stadion.
Kedua belah pihak sepakat, laga tersebut hanya akan disaksikan langsung pendukung militan tuan rumah, Bonek Mania.
Sedangkan rencana memberikan kuota tiket lima persen untuk suporter tim tamu urung dilakukan dan faktor keamanan ditenggarai sebagai pertimbangannya.
General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Pesebaya, Ram Surahman menjelaskan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Tim Persija Rahmad Sumanjaya beberapa waktu yang lalu.
Dalam komunikasi tersebut, Persebaya dan Persija sepakat bahwa leading sector dalam pertandingan ini adalah pihak kepolisian.
Artinya, apa yang direkomendasi oleh pihak kepolisian harus dipatuhi oleh kedua tim. Termasuk masalah tiket untuk Jakmania.
“Dari pihak kepolisian Surabaya, dalam hal ini Kabag Ops, sudah berkomunikasi dengan Persija terkait kedatangan suporter mereka. Jadi pihak suporter Persija tidak akan datang. Itu disampaikan Kabag Ops waktu rakor di Polrestabes,” tutur Ram.
“Dalam rakor tersebut diinfokan bahwa pihak Polrestabes sudah berkomunikasi dengan Persija. Intinya Jakmania tidak akan datang ke sini. Jadi Panpel lah yang akhirnya menyesuaikan,” sebut dia.
Ram menjelaskan, untuk partai-partai seperti melawan Persija atau Arema FC, keamanan memang harus dinomorsatukan. Persebaya berterima kasih karena Persija yang sangat kooperatif dan memahami situasi ini.
“Ke depan kami berharap bisa kembali ke ideal, aman dan nyaman. Untuk saat ini mohon maaf, mungkin belum bisa,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Jakmania Dilarang ke Surabaya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga bertajuk Big Match akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya Surabaya menjamu Persija Jakarta, Minggu (4/11/2018) malam WIB.
Laga dalam lanjutan Go-jek Liga 1 2018 pekan ke-29 itu dijamin berlangsung sengit dan berjalan dalam tensi tinggi mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco meminta seluruh suporter Persija atau Jakmania untuk tidak melakukan perjalanan ke Surabaya.
Alasannya, Teco tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan mengingat tingginya rivalitas kedua kelompok suporter tersebut.
Larangan Jakmania ke Surabaya (menonton laga Persija di GBT) perlu dilakukan supaya suasana tetap dalam kondisi tenang. Teco tak ingin kondusifitas dirusak oknum provokator.
“Saya harap tak ada yang membuat suasana panas. Sudah jatuh korban di Bandung dan kami tak ingin ada lagi. Saya pikir suporter tak perlu datang ke Surabaya,” tutur Teco.
Persija, ujar Teco tetap bisa merasakan dukungan Jakmania meski hanya lewat layar televisi. “Kalian (Jakmania) punya televisi atau bisa mengadakan nobar (nonton bareng). Biar nanti ketika kami main di Patriot lagi, semuanya bisa menikmati pertandingan,” ujarnya.
Teco menilai kalau sepak bola Indonesia mau maju, semua pihak harus membantu. “Jangan sampai ada masalah lagi di dalam atau luar lapangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Jakmania siap berangkat ke Surabaya mendukung tim kesayangan saat melawan tuan rumah Persebaya.
Namun, hal itu hanya akan terwujud apabila panpel Persebaya memberikan jatah kuota (tiket) untuk suporter tim tamu.
“Kalau kami diberikan kuota 5 persen, kami siap untuk berangkat,” ungkap Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief.
(jpc/qur/pojoksatu)

Menpora Heran Pertandingan Persib Vs Persija Tetap Digelar Meski Ada Suporter yang Tewas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrowi heran dan mempertanyakan keputusan panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib dan Persija yang tetap melangsungkan pertandingan meski sebelumnya ada seorang suporter Persija yang tewas dianiaya sejumlah oknum Bobotoh.
Sebagaimana diketahui, seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila (23) tewas mengenaskan dikeroyok oknum Bobotoh di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sekitar pukul 13.00 WIB atau jelang kic-off laga bertajuk El Clasico Indonesia dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 itu digelar.
Oleh karena itu, kenyataan tersebut menjadi sebuah indikasi adanya pembiaran dan tak ada rasa hormat sama sekali pada kejadian tersebut.
“Itu yang membuat saya kecewa. Harusnya kalau ada itu (suporter tewas) pertandingan hentikan, tak boleh dilanjutkan pertandingan,” katanya.
Atas dasar itulah, pihaknya menghentikan sementara kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu selama dua pekan ke depan sembari menunggu langkah tegas terkait persoalan tersebut.
“Saya jadi orang tua. Saya merasakan bagaimana jadi orang tua yang punya anak-anak. Saya tak mau main-main soal itu. Cukup waktu dua pekan. Kami akan lihat tentu saya harap ini momentum untuk menjadikan intropeksi nasional,” tuturnya.
Menpora pun tak mau perspekulasi soal moratorium dua pekan tersebut apakah kemudian liga dilanjutan lagi atau ada keputusan lain.
“Kami lihat dulu ya bagaimana dua pekan ini. Setelah itu, baru kami akan ada sikap yang akan disampaikan,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Daftar Nama 41 Suporter Bola Tewas, Bobotoh dan Jakmania Imbang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Entah sampai kapan korban akan berjatuhan hanya gara-gara fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola di Indonesia.
Korban demi korban yang berjatuhan ternyata tidak membuat para suporter jera melakukan perbuatan biadab kepada pendukung klub lain.
Korban terbaru adalah Haringga Sarila. Anggota Jakmania itu tewas setelah dikeroyok oknum Bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-23 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).
Kematian Haringga menambah panjang daftar suporter yang meninggal sia-sia akibat fanatisme buta.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Save Our Soccer (SOS), Goal, dan beberapa sumber lain, sebanyak 41 kasus kematian terjadi akibat bentrok antarsuporter sejak 2001.
Dari jumlah tersebut, suporter bola tewas yang paling banyak yakni Bonek. Jumlah korban meninggal dari pendukung setia Persebaya Surabaya ini sebanyak tujuh orang.
Urutan kedua ditempati Bobotoh (suporter Persib Bandung) dan Jakmania (suporter Persija Jakarta) serta Aremania (Suporter Arema FC) dengan jumlah korban masing-masing lima orang.
Berikut daftar nama 41 suporter bola tewas akibat fanatisme buta:
1. Imam Iswanto (Panser Biru)
Kejadian: 27 Mei 2001 – Peryandingan: Persija vs PSIS. Penyebab: Pengeroyokan di Stasiun Manggarai
2. Beri Mardias (Semen Padang)
Kejadian: 22 Mei 2002 – Pertandingan: Persija vs Semen Padang. Penyebab: Dikeroyok
3. Dimas Aditya (Bonek)
Kejadian: 14 Desember 2003 – Pertandingan: Persija vs Persebaya (Piala Emas Bang Yos). Penyebab: Pukulan benda keras.
4. Ahmad Dani (Aremania)
Kejadian: 11 April 2005 – Pertandingan: Persekabpas vs Arema. Penyebab: Pukulan benda keras
5. Fathurrahman (The Jakmania)
Kejadian: 25 September 2005 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
6. Mince (Persipuramania)
Kejadian: 26 Februari 2006 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
7. Dian Rusdiana (NJ Mania)
Kejadian: 20 September 2008 – Pertandingan: Persitara vs Pelita Jaya. Penyebab: Ditusuk senjata tajam
8. Muhammad Tommy (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
9. Ahmad Hariri (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
10. M Aziz (Pelita Jaya)
Kejadian: 25-04-2011 – Pertandingan: Pelita Jaya vs Arema. Penyebab: Bacokan samurai
11. Gilang (LA Mania)
Kejadian: 22 Mei 2011. Penyebab: Insiden di Kereta Api dengan Bonekmania, tusukan di leher kiri
12. Kunto (Deltamania)
Kejadian: 12 Desember 2011 – Pertandingan: Deltras vs Persib. Penyebab: Kisruh Deltamania dan Bobotoh, pukulan benda keras
13. Ovick Arangga (SNEX Semarang)
Kejadia: 14-01-2012. Penyebab: bentrok antar suporter PSIS, SNEX vs Panser Biru. Ditusuk senjata tajam
14. M Nurul Huda (Maiden Brajamusti PSIM)
Kejadian: 12 Maret 2012. Penyebab: Bentrok antar suporter PSIM. Luka tusuk bagian dada
15. Sudarmadji (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
16. Miftahul Huda (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
17. Abdul Farid, 15 (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
18. Soimul Fadli (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
19. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
20. Lazuardi (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
21. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
22. M Ikhwanuddin (Lanus/PSCS)
Kejadian: 12 Okrober 2012 – Pertandingan: Persis vs PSCS. Penyebab: Tusukan benda tajam
23. Erik Setiawan (Bonek)
Kejadian: 08 Maret 2013 – Pertandingan: Gresik United vs Arema. Penyebab: Pengeroyokan.
24. Tegar (PSPS)
Kejadian: 11 Maret 2013 – Pertandingan: PSPS vs Persepam. Penyebab: Bentrok sesama suporter PSPS. Luka pukulan benda tajam di kepala
25. Wisnu (Macz Man, PSM)
Kejadian: 07 September 2013 – Pertandingan: PSM vs Persepar. Penyebab: Ditikam senjata tajam
26. Jupita (Paserbumi)
Kejadian: 12 Februari 2014. Penyebab: Bentrok antar suporter Persiba Bantul saat menjamu Persiram Raja Ampat. Pendarahan di otak
27. Andika (Singamania)
Kejadian: 18 Februari 2014 – Pertandingan: Sriwijaya vs Persijap. Penyebab: Ditusuk benda tajam
28. Khoirul Anam (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
29. Udin Zaenal (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
30. Ahmad Fadila (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
31. Eko Prasetyo (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Kepala dihantam batu
32. Slamet (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Luka senjata tajam
33. M Fahreza (The Jakmania)
Kejadian: 13 Mei 2016 – Pertandingan: Persija vs Persela. Penyebab: Pengeroyokan
34. Stanislaus Gandhang Deswara (BCS, PSS Sleman)
Kejadian: 22 Mei 2016. Penyebab: Bentrok dengan suporter PSIM yang baru kembali dari Semarang. Luka bacok di kepala dan tusuk di badan
35. Muhammad Rovi Arrahman (Bobotoh)
Kejadian: 23 Oktober 2016 – Pertandingan: Persib vs Persegres Gresik United. Penyebab: Pengeroyokan
36. Harun Al Rasyid Lestaluhu (The Jakmania)
Kejadian: 06 November 2016 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat
37. Agen Astrava (The Jakmania)
Kejadian: 21 Mei 2017 – Pertandingan: Persija vs Bali United. Penyebab: Pengeroyokan
38. Ricko Andrean Maulana (Bobotoh)
Kejadian: 27 Juli 2017 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan
39. Micko Pratama (Bonek)
Kejadian: 13 April 2018 – Pertandingan: PS Tira vs Persebaya. Penyebab: Terkena lemparan batu setelah menyaksikan Persebaya di Solo
40. Muhammad Iqbal
Kejadian: 27 Juli 2018 – PSIM vs PSS. Penyebab: Pengeroyokan
41. Haringga Sarila (Jakmania)
Kejadian: 23 September 2018 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan.
(mat/jpc/jpnn/pojoksatu)

Pernyataan Resmi Viking Atas Kematian Anggota Jakmania, Haringga Sirila

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kelompok Bobotoh, Viking Persib Club (VPC) menyampaikan duka mendalam atas kematian salahsatu anggota Jakmania, Haringga Sirila.
Korban tewas dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh jelang pertandingan Persib vs Persija di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Menurut rilis kepolisian setempat, insiden berdarah itu terjadi di area parkir gerbang biru GBLA. Korban dikejar sejumlah orang setelah diteriaki seorang suporter Persija.
Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
Korban yang dikejar sempat meminta pertolongan kepada pedangan di sekitar lokasi kejadian pun menjadi bulan-bulanan massa.
Korban meninggal karena mengalami luka serius disekujur tubuhnya akibat dianiaya dengan menggunakan balok kayu, botol, dan benda-benda lainnya.
Berikut pernyataan resmi Viking Persib Club yang dikutip dari laman resmi mereka:
VIKING PERSIB CLUB turut berduka cita atas wafatnya salah satu pendukung Persija, Haringga Sirila yang meninggal dunia ketika hendak menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (23/9/18), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Selain ucapan lisan dan doa dari lubuk hati yang terdalam dari kami, semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran, kekuatan, serta ketabahan.
Bukan juga untuk berlindung dibalik kata-kata fanatisme, militansi dan eksistensi. Rivalitas bukan menjadi pembenaran bagi kita untuk melakukan hal-hal diluar batas. Karena sejatinya sepakbola merupakan alat pemersatu bangsa, bukan untuk saling membenci yang hanya akan menimbulkan rasa dendam mendalam.
Jangan biarkan rivalitas ini menjadi suatu penyakit yang lambat laun akan menambah korban dari masing-masing pihak, sampai kapan, sampai habis tak tersisa.
Jangan biarkan hati nurani kita dibutakan oleh rivalitas, cukup 2×45 menit di lapangan hijau, setelah itu biarkan sepakbola menjadi indah agar kelak kita bisa menceritakan hal-hal yang baik kepada generasi penerus kita.
Perlu diingat, mendukung kesebelasan yang kita cintai, bernyanyi bergemuruh di stadion, mengawal dan menjaga tim kita banggakan hanya bisa kita lakukan ketika kita hidup.
Demi kemanusiaan, mari kita bersama menjadikan ini sebagai momen untuk mengakhiri rasa kebencian diantara kita. Demi sepakbola, demi bangsa, dan demi Indonesia.
Viking Persib Club sangat menghargai proses hukum yang berlaku, dan mendukung pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan.
Terakhir, tak ada kemenangan yang sebanding dengan nyawa. Beristirahatlah dengan tenang Haringga Sirila.
Salam Damai,
Viking Persib Club.
(jpc/qur/pojoksatu)

Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI menyatakan keprihatiannya atas insiden kekerasan antarsuporter yang menewaskan seorang anggota Jakmania bermana Haringga Sirila.
Korban tewas dikeroyok oleh sejumlah oknum Bobotoh jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) siang dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23.
PSSI pun menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban dan mengutuk keras aksi para pelaku.
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
“PSSI ikut belasungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpa Haringga. Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami mengecam oknum pelaku,” ungkap Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Senin (24/9/2018) seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Edy mengungkapkan, sepak bola seharusnya mempersatukan bukan sebaliknya. “Kami harap kejadian ini tak terulang lagi di sepak bola Indonesia,” ucapnya.
Pihaknya juga menghimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri setelah kejadian itu, dan mendesak pihak berwajib mengusut tuntas insiden brutal tersebut.
“Kita percayakan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas. Tentu PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru dan klub-klub juga akan melakukan evaluasi agar ke depan hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)