jakmania

Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – Persija Jakarta akan melakoni laga krusial kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (16/11/2018) besok sore. Jelang pertandingan pekan ke-31 Go-jek Liga 1 musim 2018 itu, suporter Persija, Jakmania diminta tidak berulah.
Hal itu disampaikan Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco. Ia mengimbau kepada Jakmania agar siap menerima hasil apapapun dalam laga menghadapi PSM Makassar.
“Kami mau suporter (Jakmania) yang datang ke Makassar tidak ada masalah di dalam stadion. Karena stadion pasti penuh. Suporter mendukung secara baik. Harus terima hasil dari pertandingan besok,” imbau Teco dalam jumpa pers sebelum pertandingan di Makassar, Kamis (15/11/2018).
BACA JUGA:
Barcelona Kalah, Lionel Messi Kecewa Namun Senang!
Dikaitkan dengan MU dan Juventus, Zidane Malah Merapat ke Klub Ini
PSM Siap Mental dan Fisik Kalahkan Persija
Menurutnya, apapun hasilnya, baik menang, seri ataupun kalah dalam laga kandang maupun tandang merupakan sesuatu yang biasa dalam pertandingan. Teco menegaskan sesama suporter harus saling merangkul dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.
“Dua kelompok suporter adalah teman. Datang ke Stadion untuk dukung tim masing-masing. Hasil apapun harus diterima. Kami di beberapa pertandingan sebelumnya, di tempat lain, suporter dilarang datang. Di sini, kami tidak. Karena dua suporter besar adalah teman,” ucap Teco.
Saling rangkul antara dua kelompok suporter dalam warna yang berbeda disebut Teco merupakan cerminan yang baik untuk memajukan sistem sepak bola di Indonesia. Jika itu bisa berjalan lancar, Teco yakin kekhawatiran gesekan antarsuporter tidak lagi terjadi.
Di luar itu Teco tetap optimistis untuk mendapatkan poin melawan Juku Eja. Dia pun telah mempersiapkan tim secara penuh untuk diturunkan meredam kekuatan tuan rumah.
“Setiap tim yang bertanding semua pasti sudah siap. Begitu juga dengan kami,” pungkas Teco.
(jpc/fat/pojoksatu)

Persebaya Vs Persija, Tak Ada Jatah Tiket untuk Jakmania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Big Match antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB dipastikan tanpa dukungan Jakmania di stadion.
Kedua belah pihak sepakat, laga tersebut hanya akan disaksikan langsung pendukung militan tuan rumah, Bonek Mania.
Sedangkan rencana memberikan kuota tiket lima persen untuk suporter tim tamu urung dilakukan dan faktor keamanan ditenggarai sebagai pertimbangannya.
General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Pesebaya, Ram Surahman menjelaskan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Tim Persija Rahmad Sumanjaya beberapa waktu yang lalu.
Dalam komunikasi tersebut, Persebaya dan Persija sepakat bahwa leading sector dalam pertandingan ini adalah pihak kepolisian.
Artinya, apa yang direkomendasi oleh pihak kepolisian harus dipatuhi oleh kedua tim. Termasuk masalah tiket untuk Jakmania.
“Dari pihak kepolisian Surabaya, dalam hal ini Kabag Ops, sudah berkomunikasi dengan Persija terkait kedatangan suporter mereka. Jadi pihak suporter Persija tidak akan datang. Itu disampaikan Kabag Ops waktu rakor di Polrestabes,” tutur Ram.
“Dalam rakor tersebut diinfokan bahwa pihak Polrestabes sudah berkomunikasi dengan Persija. Intinya Jakmania tidak akan datang ke sini. Jadi Panpel lah yang akhirnya menyesuaikan,” sebut dia.
Ram menjelaskan, untuk partai-partai seperti melawan Persija atau Arema FC, keamanan memang harus dinomorsatukan. Persebaya berterima kasih karena Persija yang sangat kooperatif dan memahami situasi ini.
“Ke depan kami berharap bisa kembali ke ideal, aman dan nyaman. Untuk saat ini mohon maaf, mungkin belum bisa,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Jakmania Dilarang ke Surabaya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga bertajuk Big Match akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya Surabaya menjamu Persija Jakarta, Minggu (4/11/2018) malam WIB.
Laga dalam lanjutan Go-jek Liga 1 2018 pekan ke-29 itu dijamin berlangsung sengit dan berjalan dalam tensi tinggi mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco meminta seluruh suporter Persija atau Jakmania untuk tidak melakukan perjalanan ke Surabaya.
Alasannya, Teco tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan mengingat tingginya rivalitas kedua kelompok suporter tersebut.
Larangan Jakmania ke Surabaya (menonton laga Persija di GBT) perlu dilakukan supaya suasana tetap dalam kondisi tenang. Teco tak ingin kondusifitas dirusak oknum provokator.
“Saya harap tak ada yang membuat suasana panas. Sudah jatuh korban di Bandung dan kami tak ingin ada lagi. Saya pikir suporter tak perlu datang ke Surabaya,” tutur Teco.
Persija, ujar Teco tetap bisa merasakan dukungan Jakmania meski hanya lewat layar televisi. “Kalian (Jakmania) punya televisi atau bisa mengadakan nobar (nonton bareng). Biar nanti ketika kami main di Patriot lagi, semuanya bisa menikmati pertandingan,” ujarnya.
Teco menilai kalau sepak bola Indonesia mau maju, semua pihak harus membantu. “Jangan sampai ada masalah lagi di dalam atau luar lapangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Jakmania siap berangkat ke Surabaya mendukung tim kesayangan saat melawan tuan rumah Persebaya.
Namun, hal itu hanya akan terwujud apabila panpel Persebaya memberikan jatah kuota (tiket) untuk suporter tim tamu.
“Kalau kami diberikan kuota 5 persen, kami siap untuk berangkat,” ungkap Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief.
(jpc/qur/pojoksatu)

Menpora Heran Pertandingan Persib Vs Persija Tetap Digelar Meski Ada Suporter yang Tewas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrowi heran dan mempertanyakan keputusan panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib dan Persija yang tetap melangsungkan pertandingan meski sebelumnya ada seorang suporter Persija yang tewas dianiaya sejumlah oknum Bobotoh.
Sebagaimana diketahui, seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila (23) tewas mengenaskan dikeroyok oknum Bobotoh di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sekitar pukul 13.00 WIB atau jelang kic-off laga bertajuk El Clasico Indonesia dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 itu digelar.
Oleh karena itu, kenyataan tersebut menjadi sebuah indikasi adanya pembiaran dan tak ada rasa hormat sama sekali pada kejadian tersebut.
“Itu yang membuat saya kecewa. Harusnya kalau ada itu (suporter tewas) pertandingan hentikan, tak boleh dilanjutkan pertandingan,” katanya.
Atas dasar itulah, pihaknya menghentikan sementara kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu selama dua pekan ke depan sembari menunggu langkah tegas terkait persoalan tersebut.
“Saya jadi orang tua. Saya merasakan bagaimana jadi orang tua yang punya anak-anak. Saya tak mau main-main soal itu. Cukup waktu dua pekan. Kami akan lihat tentu saya harap ini momentum untuk menjadikan intropeksi nasional,” tuturnya.
Menpora pun tak mau perspekulasi soal moratorium dua pekan tersebut apakah kemudian liga dilanjutan lagi atau ada keputusan lain.
“Kami lihat dulu ya bagaimana dua pekan ini. Setelah itu, baru kami akan ada sikap yang akan disampaikan,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Daftar Nama 41 Suporter Bola Tewas, Bobotoh dan Jakmania Imbang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Entah sampai kapan korban akan berjatuhan hanya gara-gara fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola di Indonesia.
Korban demi korban yang berjatuhan ternyata tidak membuat para suporter jera melakukan perbuatan biadab kepada pendukung klub lain.
Korban terbaru adalah Haringga Sarila. Anggota Jakmania itu tewas setelah dikeroyok oknum Bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-23 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).
Kematian Haringga menambah panjang daftar suporter yang meninggal sia-sia akibat fanatisme buta.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Save Our Soccer (SOS), Goal, dan beberapa sumber lain, sebanyak 41 kasus kematian terjadi akibat bentrok antarsuporter sejak 2001.
Dari jumlah tersebut, suporter bola tewas yang paling banyak yakni Bonek. Jumlah korban meninggal dari pendukung setia Persebaya Surabaya ini sebanyak tujuh orang.
Urutan kedua ditempati Bobotoh (suporter Persib Bandung) dan Jakmania (suporter Persija Jakarta) serta Aremania (Suporter Arema FC) dengan jumlah korban masing-masing lima orang.
Berikut daftar nama 41 suporter bola tewas akibat fanatisme buta:
1. Imam Iswanto (Panser Biru)
Kejadian: 27 Mei 2001 – Peryandingan: Persija vs PSIS. Penyebab: Pengeroyokan di Stasiun Manggarai
2. Beri Mardias (Semen Padang)
Kejadian: 22 Mei 2002 – Pertandingan: Persija vs Semen Padang. Penyebab: Dikeroyok
3. Dimas Aditya (Bonek)
Kejadian: 14 Desember 2003 – Pertandingan: Persija vs Persebaya (Piala Emas Bang Yos). Penyebab: Pukulan benda keras.
4. Ahmad Dani (Aremania)
Kejadian: 11 April 2005 – Pertandingan: Persekabpas vs Arema. Penyebab: Pukulan benda keras
5. Fathurrahman (The Jakmania)
Kejadian: 25 September 2005 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
6. Mince (Persipuramania)
Kejadian: 26 Februari 2006 – Pertandingan: Persija vs Persipura. Penyebab: Dikeroyok
7. Dian Rusdiana (NJ Mania)
Kejadian: 20 September 2008 – Pertandingan: Persitara vs Pelita Jaya. Penyebab: Ditusuk senjata tajam
8. Muhammad Tommy (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
9. Ahmad Hariri (Viola, Persita)
Kejadian: 19 April 2011 – Pertandingan: Persita vs Persikota. Penyebab: Bentrokan suporter Tangerang, dipukul rantai besi, kayu, dan batu
10. M Aziz (Pelita Jaya)
Kejadian: 25-04-2011 – Pertandingan: Pelita Jaya vs Arema. Penyebab: Bacokan samurai
11. Gilang (LA Mania)
Kejadian: 22 Mei 2011. Penyebab: Insiden di Kereta Api dengan Bonekmania, tusukan di leher kiri
12. Kunto (Deltamania)
Kejadian: 12 Desember 2011 – Pertandingan: Deltras vs Persib. Penyebab: Kisruh Deltamania dan Bobotoh, pukulan benda keras
13. Ovick Arangga (SNEX Semarang)
Kejadia: 14-01-2012. Penyebab: bentrok antar suporter PSIS, SNEX vs Panser Biru. Ditusuk senjata tajam
14. M Nurul Huda (Maiden Brajamusti PSIM)
Kejadian: 12 Maret 2012. Penyebab: Bentrok antar suporter PSIM. Luka tusuk bagian dada
15. Sudarmadji (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
16. Miftahul Huda (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
17. Abdul Farid, 15 (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
18. Soimul Fadli (Bonek)
Kejadian: 10 April 2012 – Pertandingan: Persibo vs Persebaya. Penyebab: Luka lemparan batu di kereta, diserang suporter Persela
19. Rangga Cipta Nugraha (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
20. Lazuardi (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
21. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)
Kejadian: 27 Mei 2012 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab: Tusukan senjata tajam
22. M Ikhwanuddin (Lanus/PSCS)
Kejadian: 12 Okrober 2012 – Pertandingan: Persis vs PSCS. Penyebab: Tusukan benda tajam
23. Erik Setiawan (Bonek)
Kejadian: 08 Maret 2013 – Pertandingan: Gresik United vs Arema. Penyebab: Pengeroyokan.
24. Tegar (PSPS)
Kejadian: 11 Maret 2013 – Pertandingan: PSPS vs Persepam. Penyebab: Bentrok sesama suporter PSPS. Luka pukulan benda tajam di kepala
25. Wisnu (Macz Man, PSM)
Kejadian: 07 September 2013 – Pertandingan: PSM vs Persepar. Penyebab: Ditikam senjata tajam
26. Jupita (Paserbumi)
Kejadian: 12 Februari 2014. Penyebab: Bentrok antar suporter Persiba Bantul saat menjamu Persiram Raja Ampat. Pendarahan di otak
27. Andika (Singamania)
Kejadian: 18 Februari 2014 – Pertandingan: Sriwijaya vs Persijap. Penyebab: Ditusuk benda tajam
28. Khoirul Anam (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
29. Udin Zaenal (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
30. Ahmad Fadila (Aremania)
Kejadian: 06 Juni 2014. Penyebab: Pengeroyokan oknum Bonek
31. Eko Prasetyo (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Kepala dihantam batu
32. Slamet (Aremania)
Kejadian: 19 Desember 2015 – Pertandingan: Surabaya United vs Arema. Penyebab: Luka senjata tajam
33. M Fahreza (The Jakmania)
Kejadian: 13 Mei 2016 – Pertandingan: Persija vs Persela. Penyebab: Pengeroyokan
34. Stanislaus Gandhang Deswara (BCS, PSS Sleman)
Kejadian: 22 Mei 2016. Penyebab: Bentrok dengan suporter PSIM yang baru kembali dari Semarang. Luka bacok di kepala dan tusuk di badan
35. Muhammad Rovi Arrahman (Bobotoh)
Kejadian: 23 Oktober 2016 – Pertandingan: Persib vs Persegres Gresik United. Penyebab: Pengeroyokan
36. Harun Al Rasyid Lestaluhu (The Jakmania)
Kejadian: 06 November 2016 – Pertandingan: Persija vs Persib. Penyebab pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat
37. Agen Astrava (The Jakmania)
Kejadian: 21 Mei 2017 – Pertandingan: Persija vs Bali United. Penyebab: Pengeroyokan
38. Ricko Andrean Maulana (Bobotoh)
Kejadian: 27 Juli 2017 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan
39. Micko Pratama (Bonek)
Kejadian: 13 April 2018 – Pertandingan: PS Tira vs Persebaya. Penyebab: Terkena lemparan batu setelah menyaksikan Persebaya di Solo
40. Muhammad Iqbal
Kejadian: 27 Juli 2018 – PSIM vs PSS. Penyebab: Pengeroyokan
41. Haringga Sarila (Jakmania)
Kejadian: 23 September 2018 – Pertandingan: Persib vs Persija. Penyebab: Pengeroyokan.
(mat/jpc/jpnn/pojoksatu)

Pernyataan Resmi Viking Atas Kematian Anggota Jakmania, Haringga Sirila

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kelompok Bobotoh, Viking Persib Club (VPC) menyampaikan duka mendalam atas kematian salahsatu anggota Jakmania, Haringga Sirila.
Korban tewas dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh jelang pertandingan Persib vs Persija di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Menurut rilis kepolisian setempat, insiden berdarah itu terjadi di area parkir gerbang biru GBLA. Korban dikejar sejumlah orang setelah diteriaki seorang suporter Persija.
Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
Korban yang dikejar sempat meminta pertolongan kepada pedangan di sekitar lokasi kejadian pun menjadi bulan-bulanan massa.
Korban meninggal karena mengalami luka serius disekujur tubuhnya akibat dianiaya dengan menggunakan balok kayu, botol, dan benda-benda lainnya.
Berikut pernyataan resmi Viking Persib Club yang dikutip dari laman resmi mereka:
VIKING PERSIB CLUB turut berduka cita atas wafatnya salah satu pendukung Persija, Haringga Sirila yang meninggal dunia ketika hendak menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (23/9/18), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Selain ucapan lisan dan doa dari lubuk hati yang terdalam dari kami, semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran, kekuatan, serta ketabahan.
Bukan juga untuk berlindung dibalik kata-kata fanatisme, militansi dan eksistensi. Rivalitas bukan menjadi pembenaran bagi kita untuk melakukan hal-hal diluar batas. Karena sejatinya sepakbola merupakan alat pemersatu bangsa, bukan untuk saling membenci yang hanya akan menimbulkan rasa dendam mendalam.
Jangan biarkan rivalitas ini menjadi suatu penyakit yang lambat laun akan menambah korban dari masing-masing pihak, sampai kapan, sampai habis tak tersisa.
Jangan biarkan hati nurani kita dibutakan oleh rivalitas, cukup 2×45 menit di lapangan hijau, setelah itu biarkan sepakbola menjadi indah agar kelak kita bisa menceritakan hal-hal yang baik kepada generasi penerus kita.
Perlu diingat, mendukung kesebelasan yang kita cintai, bernyanyi bergemuruh di stadion, mengawal dan menjaga tim kita banggakan hanya bisa kita lakukan ketika kita hidup.
Demi kemanusiaan, mari kita bersama menjadikan ini sebagai momen untuk mengakhiri rasa kebencian diantara kita. Demi sepakbola, demi bangsa, dan demi Indonesia.
Viking Persib Club sangat menghargai proses hukum yang berlaku, dan mendukung pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan.
Terakhir, tak ada kemenangan yang sebanding dengan nyawa. Beristirahatlah dengan tenang Haringga Sirila.
Salam Damai,
Viking Persib Club.
(jpc/qur/pojoksatu)

Anggota Jakmania Tewas Dikeroyok, PSSI: Usut Tuntas!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI menyatakan keprihatiannya atas insiden kekerasan antarsuporter yang menewaskan seorang anggota Jakmania bermana Haringga Sirila.
Korban tewas dikeroyok oleh sejumlah oknum Bobotoh jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) siang dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23.
PSSI pun menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban dan mengutuk keras aksi para pelaku.
Reaksi Menpora atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib vs Persija
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA
“PSSI ikut belasungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpa Haringga. Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami mengecam oknum pelaku,” ungkap Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Senin (24/9/2018) seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Edy mengungkapkan, sepak bola seharusnya mempersatukan bukan sebaliknya. “Kami harap kejadian ini tak terulang lagi di sepak bola Indonesia,” ucapnya.
Pihaknya juga menghimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri setelah kejadian itu, dan mendesak pihak berwajib mengusut tuntas insiden brutal tersebut.
“Kita percayakan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas. Tentu PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru dan klub-klub juga akan melakukan evaluasi agar ke depan hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Reaksi Menpora Atas Kematian Anggota Jakmania di Laga Persib Vs Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi angkat suara mensikapi kematian seorang suporter Persija, Jakmania bernama Haringga Sirila akibat dikeroyok sejumlah oknum suporter Persib Bandung.
Korban meninggal setelah mengalami luka parah akibat aksi brutal oknum Bobotoh jelang laga Persib kontra Persija dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Lewat akun Twitter pribadinya Menpora menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kasus tersebut dan akan segera meminta keterangan dari semua pihak.
Anies Baswedan Marah Haringga Sirila Dibunuh Bobotoh di GBLA

“Pagi ini juga saya akan meminta keterangan lengkap dari semua pihak. Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepakbola,” tulis Menpora.
Sebelumnya, sejumlah pihak juga bereaksi atas insiden kekerasan antar suporter tersebut. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur DKI, Anies Baswedan mengutuk keras kebrutalan sejumlah oknum Bobotoh tersebut.
Sebagaimana diketahui seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila tewas mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh di pintu masuk stadion.
Sebelumnya korban diteriaki sejumlah orang sebagai suporter Persija sehingga tak ayal menjadi bulan-bulanan Bobotoh.
Korban dianiaya dengan menggunakan balok kayu, botol dan benda-benda lainnya hingga meninggal dunia akibat luka cukup serius disekujur tubuhnya.
(qur/pojoksatu)

Demi Jakmania, Persija Siap Tampil Garang di Kandang Maung

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta bersiap melakoni laga tandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB.
Bagi skuat Macan Kemayoran, pertandingan lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-23 itu tentu bukan laga yang mudah mengingat mereka akan tampil dihadapan dukungan penuh suporter tuan rumah, Bobotoh.
Ismed Sofyan dan kawan-kawan tentu akan dihadapan pada pressure dan teror dari penonton sepanjang 90 menit lebih pertandingan.
Butuh Mental yang Kuat Main di Kandang Persib
Namun demikian, Macan Kemayoran tak gentar dan siap meneruskan tren kemenangan dari seteru abadi mereka itu setelah di putaran pertama sukses menyegel kemenangan dengan skor tipis 1-0.
“Saya tahu benar rivalitas ini berasal dari dua suporter. Sebagai pelatih maupun pemain harus tahu ada rivalitas antara dua tim. Kami harus menang atau misalnya minimal imbang main di sana,” ungkap Cugurra Teco seperti dikutip dari laman resmi klub.
Para pemain, tegas Teco sudah siap seratus persen menghadapi laga yang diprediksi akan berlangsung sengit dan dalam tensi tinggi tersebut.
Teco pun menggaransi timnya akan berjuang mati-matian demi bisa mencuri poin dari tuan rumah. “Kami harus kerja keras untuk suporter (Jakmania),” tekad pelatih asal Brasil itu.
“Untuk mendapatkan hasil terbaik di sana. Intinya jangan kalah, tapi kalau bisa menang tentunya lebih bagus,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Persib Vs Persija, Tak Ada Jatah Tiket buat Jakmania

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga bertajuk El Clasico Indonesia yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) sore WIB dipastikan tanpa kehadiran Jakmania.
Pihak panpel pertandingan tidak menyediakan alokasi untuk penonton atau suporter tim tamu itu atas pertimbangan keamanan.
“Kami dari pihak Panpel tidak memberikan kuota bagi pendukung tim tamu, dalam hal ini pendukung Persija,” kata General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman seperti dikutip dari laman resmi klub.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Jakmania untuk tidak dapat ke stadion untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Pihaknya sendiri mencetak tiket sebanyak 34 ribu lembar, di bawah kapasitas stadion yang bisa menampung 38 orang.
Alasannya, ungkap Budi juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penonton yang telah membeli tiket.
“Ini untuk pertimbangan keamanan dan kenyamanan penonton,” ucapnya.
Adapun penjualan tiket sendiri sebut dia, sudah dibuka. Tapi, masih untuk jalur online. Sedangkan offline dilakukan dengan cara memesan terlebih dahulu.
“Penjualan tiket juga dilakukan melalui komunitas suporter,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)