johar lin eng

Terkait Johar Lin Eng, PSSI: Bukan Bantuan Hukum, tapi …

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI membantah memberi bantuan hukum kepada Johar Lin Eng, anggota Exco PSSI yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengaturan skor.
Ditegaskan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destriana, sebagai anggota, Johar punya hak didampingi secara hukum melalui Komite Hukum PSSI.
“Bukan bantuan hukum. Jadi di PSSI itu ada Komite Hukum. Nah itu selalu berfungsi kepada anggota untuk pendampingan, salah satunya penegakkan regulasi, menjalankan yang berkaitan dengan polisi dan sebagainya,” tutur Tisha.
Komdis PSSI Segera Garap Johar Lin Eng dan Mbah Putih, Soal Apa!
Sekjen PSSI – Ratu Tisha (Indra Eka/jawapos)
Pihaknya menegaskan  akan menghormati proses hukum terhadap Johar yang tengah berlangsung di tingkat kepolisian. Mereka tak akan mencampuri ranah pidana tersebut.
“Namun semua itu juga melalui proses dan kami akan lalui proses yang ada dari kepolisian, kami akan ikuti dengan baik,” imbuhnya.
Sejauh ini, Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri telah menahan empat orang terkait kasus match-fixing, yakni anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng dan anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto, termasuk Anik Yuni, dan Priyanto.
(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Segera Garap Johar Lin Eng dan Mbah Putih, Soal Apa!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI melalui sekjen, Ratu Tisha Destria mengungkapkan setelah penangkapan Johar Lin Eng dan Dwi Irianto, pihaknya melalui Komdisi Disiplin (komdis) akan memproses keduanya.
Tisha menyebutkan kalau kasus keduanya akan dibawa ke ranah Komdis. PSSI akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas.
“Proses di komdis pastinya akan terus berlanjut, hal itu sudah ada proses dan tupoksi namanya badan yudisial komdis,” tutur Tisha.
Menurutnya, Komdis tentu akan bekerja secara seksama menentukan hukuman Johar dan Dwi Irianto atau yang dikenal dengan panggilan Mbah Putih itu dalam ranah sepak bola sesuai kode disiplin.
“Itu yang harus kita hargai bersama,” ucapnya.
PSSI, katanya, juga akan melakukan pembenahan secara menyeluruh. “Ke depannya pembenahan organisasi ada di awal Januari sebelum kongres kami akan ada rapat dengan polisi dan FIFA sekaligus dalam pembentukan tim Ad Hoc,” imbuhnya.
Diketahui, Satgas Antimafia Bola menjemput Mbah Putih di rumahnya di Yogyakarta untuk diamankan terkait kasus dugaan match-fixing.
Mbah Putih sendiri menyusul jejak anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng yang sebelumnya juga telah diamankan petugas.
(jpc/qur/pojoksatu)

Johar Lin Eng Diciduk Polisi, Dwi “Mbah Putih” Irianto Buka Suara

POJOKSATU.id, DEMANGAN – Dwi Irianto atau familiar dikalangan rekan sejawatnya dengan sebutan Mbah Putih buka suara mengomentari penangkapan dan penetapan tersanka Johar Lin Eng, anggota Exco PSSI atas dugaan match-fixing.
Johar ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor yang melibatkan klub Persibara sebagaimana pengakuan manajernya, Lasmi Indaryani dan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono beberapa waktu lalu di salahsatu acara talkshow yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta nasional (Mata Najwa).
Atas kinerja Satgas Antimafia Bola tersebut, Mbah Putih pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia berharap kasus suap dan mafia sepak bola Indonesia dapat segera diselesaikan.
Ini Dia Kasus yang Menjerat Anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng
Dwi Irianto – Mantan anggota Komdis PSSI (jawapos.com)
“Saya mengapresiasi kinerja kepolisian. Ini merupakan hal-hal di luar kemampuan (orang-orang) sepak bola itu sendiri,” tutur Dwi Irianto saat ditemui di kediamannya, Demangan, Yogyakarta, Kamis (27/12/2018).
Mbah Putih yang menjabat sebagai anggora Komdis PSSI ini sendiri sebenarnya namanya sempat disebut dalam acara tersebut (Mata Najwa) oleh manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.
Mbah Putih disebut-sebut menjadi penghubung ke mafia sepak bola, dan ia kini telah dinonaktifkan keanggotaannya oleh Komdis PSSI.
Namun, Mbah Putih mengaku sampai detik ini belum mendapat undangan (pemanggilan) terkait tudingan yang dialamatkan padanya.
“Tapi saya akan proaktif, supaya kasus ini bisa cepat selesai,” ucapnya.
Perihal tudingan Lasmi Indrayani, ia mengaku tidak terlalu kenal dengan sosok manajer Persibara tersebut. Mbah Putih mengaku hanya sempat bertemu tiga kali dengan yang bersangkutan.
Dikatakannya, pertemuan pertama terjadi ketika ada kongres Asprov PSSI Jawa Tengah, berikutnya saat ia diminta untuk melihat tim Persibara, dan pertemuan terakhir atau ketiga saat ada pertemuan di Yogyakarta.
“Saya melihat Lasmi masih muda yang ingin memajukan sepak bola daerahnya. Jadi saya dukung. Pernah dia juga minta ke saya untuk uji coba melawan Timnas U-19,” ucapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Ini Dia Kasus yang Menjerat Anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, Khairul Anwar mengungkapkan kasus yang disangkakan tim penyidik Satgas Antimafia Bola terhadap kliennya.
Khairul memastikan, kliennya diperiksa terkait kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan Persibara Banjarnegara.
“Materi pemeriksaan semua terkait permasalahan Persibara,” sebut Khairul melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).
Apresiasi Kinerja Satgas Antimafia Bola, Sesmenpora: Jangan Berhenti Sampai Johar!
Sanksi Berat Menanti Johar Lin Eng
Johar sendiri digarap penyidik sejak pukul 14.00 WIB dan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus match-fixing.
Namun begitu, Khairul belum bersedia merindi terkait pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap kilennya tersebut.
Pasalnya, ungkap dia, proses pemeriksaan masih berlangsung, dan pihaknya siap kooperatif dengan pihak kepolisian.
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka
Rekannya di Exco PSSI Terlibat Mafia Bola, Begini Reaksi Gusti Randa
“Kami menghormati proses yang dilakukan oleh Polda Metro sampai selesai,” tandasnya.
Kasus yang menjerat Johar sendiri bermula dari kicauan salah satu manajernya, Lasmi Indaryani dan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono beberapa waktu lalu di salahsatu acara talkshow yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta nasional (Mata Najwa).
Sosok Johar Lin Eng, Anggota Exco PSSI yang Diciduk Polisi
Reaksi Ketum PSSI Setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka
Keduanya mengungkap, Persibara sempat dimintai sejumlah uang oleh salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI bila ingin menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Liga 3. Orang tersebut diduga adalah Johar Lin Eng.
Selain Johar Lin Eng, mencuat dua nama lainnya, yakni Miss T yang ditenggarai sebagai Anik Yuni Artika Sari, salah satu wasit di Liga Futsal Nusantara (LFN) 2016 Jateng dan Mr P. alias Priyanto alias Mbah Pri, pejabat Asprov PSSI Jateng.
(jpc/qur/pojoksatu)

Apresiasi Kinerja Satgas Antimafia Bola, Sesmenpora: Jangan Berhenti sampai Johar!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penangkapan dan penetapan status Johar Lin Eng, anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov PSSI Jawa tengah oleh Satgas Antimafia Bola terkait kasus dugaan match-fixing mendapat apresiasi pihak Kemenpora.
Sesmenpora, Gatot Dewa Broto menuturkan, tindakan kepolisian patut mendapatkan apresiasi dan layak mendapat pujian.
“Kemenpora mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Tim Satgas Penuntasan Mafia Pengaturan Skor Polri yang hari ini telah melakukan penangkapan. Ini adalah komitmen janji kepada publik bahwa Satgas ini serius,” ujar Gatot di Jakarta.
Sanksi Berat Menanti Johar Lin Eng
Sosok Johar Lin Eng, Anggota Exco PSSI yang Diciduk Polisi
Reaksi Ketum PSSI Setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka
Gatot berharap, penyidikan terhadap Johar bisa berjalan mulus dan selesai dengan tuntas. Pihaknya juga berharap agar pengungkapan kasus tersebut tidak berhenti sampai di sosok Johar Lin Eng.
“Tetap harus maksimal hingga seakar-akarnya. Kami akan kooperatif untuk bantu Satgas tanpa harus bentuk tim lainnya. Kami juga siap hadir lagi jika keterangan kami diperlukan,” tandasnya.
Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri menangkap salahseorang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng.
Kabid Humas Polda Metro Jara, Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (27/12/2018) mengungkapkan, Johar telah dijadikan tersangka kasus dugaan pengaturan skor tersebut.
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka
Rekannya di Exco PSSI Terlibat Mafia Bola, Begini Reaksi Gusti Randa
Penetapan Johar sendiri, sebut dia, setelah tim penyidik melakukan serentetan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.  Ditegaskannya, per hari besok, Jumat (28/12/2018) Johar Lin Eng akan ditahan.
“Kami sudah memeriksa sekitar 11 orang saksi, dan dari keterangan mereka penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan naik sidik. Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang dan kami menangkap pelaku berinisial P dan inisial A di Pati,” tutur Argo dikutip Pojoksatu.id dari Goal.
Seiring penangkapan kedua tersangka itu, sebut Argo, penyidikan kemudian dikembangkan untuk kemudian mengarah pada Johar. Lin Eng.
“Penyelidikan menemukan J dan melakukan penangkapan hari ini, besok baru dilakukan penahanan. Statusnya sudah tersangka,” ungkap ketua tim media Satgas Antimafia Bola ini.
(qur/pojoksatu)

Sanksi Berat Menanti Johar Lin Eng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Johar Lin Eng, anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah telah ditetapkan tersangka oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Polri.
Johar diduga kuat terlibat kasus mafia bola terkait match-fixing yang melibatkan Persibara Banjarnegara di pentas kompetisi Liga 3.
Selain akan menghadapi ancaman pidana penjara lima tahun, karyawan swasta asal Semarang itu juga terancam mendapatkan sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Sosok Johar Lin Eng, Anggota Exco PSSI yang Diciduk Polisi
Reaksi Ketum PSSI Setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka
Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husin mengatakan sanksi akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan setelah pihaknya menggelar rapat.
“Ini sudah jelas. Kami ranahnya kan beda dengan polisi. Kalau polisi kan pidana, kami pakai kode disiplin,” kata Umar kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).
“Sanksi Pak Johar berdasar kode disiplin yang ada. Misalnya dilarang beraktivitas masuk stadion dan denda. Kalau polisi kan penjara, kami tidak nunggu polisi, karena jalan sendiri-sendiri saja,” sebut dia.
Umar menambahkan akan ada rapat Komdis yang khusus membicarakan hukuman untuk Johar Ling Eng. ” Kami akan panggil. Tapi kan Pak Johar susah dipanggil tapi kami sudah punya fakta dan bukti,” imbuhnya.
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka
Rekannya di Exco PSSI Terlibat Mafia Bola, Begini Reaksi Gusti Randa
Sebelumnya, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada mantan anggota Exco PSSI lainnya, Hidayat dalam kasus yang sama  berupa larangan beraktifitas dalam sepak bola Indonesia selama tiga tahun dan larangan dua tahun masuk stadion, termasuk denda sebesar Rp150 juta.
Selain itu, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi berat kepada Manajer Persekam Metro FC Bambang Suryo berupa larangan beraktivitas dalam ruang lingkup sepak bola Indonesia seumur hidup.
Dalam keputusannya, Komdis PSSI menilai Bambang telah melakukan tingkah laku buruk dalam pertandingan PSN Ngada versus Persekam Metro FC di kompetisi Liga 3 2018 pada November lalu. Pada kasus itu, yang bersangkutan diduga berupaya menyuap tim PSN Ngada.
(qur/pojoksatu)

Rekannya Jadi Tersangka Match-Fixing, Begini Reaksi Gusti Randa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Exco PSSI, Gusti Randa buka suara mengomentari penangkapan dan penetapan status tersangka salahseorang rekannya, Johar Lin Eng atas dugaan kasus match-fixing.
Sebelum ditetapkan tersangka, Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah itu digelandang Satgas Antimafia Bola ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari Solo. Ia bawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatannya atas kasus mafia bola tersebut.
Gusti Randa awalnya mengaku belum tahu dengan kabar tersebut sebelum mendengar kabar dari wartawan yang menanyakannya.
Sosok Johar Lin Eng, Anggota Exco PSSI yang Diciduk Polisi
Reaksi Ketum PSSI Setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka

Gusti Randa – Anggota Exco PSSI (bolalob.com)”Saya baru tahu tadi dari salah satu wartawan memberi kabar,” tutur Gusti Randa kepada wartawan, di Jakarta.
Ia pun mengaku langsung melakukan kroscek untuk mencari kebenaran atas informasi tersebut. “Setelah aya kroscek kepada rekan Exco (lainnya) ternyata memang begitu (informasi penangkapan Johar Lin Eng),” ujarnya.
Pihaknya sendiri mengaku kaget dengan kabar tersebut, terlebih tersangka tidak pernah bicara soal kasus pengaturan skor yang diduga melibatkan dirinya.
“Dia tidak pernah bicara soal nama dia yang ramai dibicarakan selepas acara ‘Mata Najwa’. Exco kaget juga dengan penangkapan ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri menangkap salahseorang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng.
Kabid Humas Polda Metro Jara, Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (27/12/2018) mengungkapkan, Johar telah dijadikan tersangka kasus dugaan pengaturan skor tersebut.
Penetapan Johar sendiri, sebut dia, setelah tim penyidik melakukan serentetan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.  Ditegaskannya, per hari besok, Jumat (28/12/2018) Johar Lin Eng akan ditahan.
“Kami sudah memeriksa sekitar 11 orang saksi, dan dari keterangan mereka penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan naik sidik. Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang dan kami menangkap pelaku berinisial P dan inisial A di Pati,” tutur Argo dikutip Pojoksatu.id dari Goal.
Seiring penangkapan kedua tersangka itu, sebut Argo, penyidikan kemudian dikembangkan untuk kemudian mengarah pada Johar. Lin Eng.
“Penyelidikan menemukan J dan melakukan penangkapan hari ini, besok baru dilakukan penahanan. Statusnya sudah tersangka,” ungkap ketua tim media Satgas Antimafia Bola ini.
(qur/pojoksatu)

Sosok Johar Lin Eng, Anggota Exco PSSI yang Diciduk Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Johar Lin Eng, salahsatu anggota Exco PSSI mendadak heboh setelah namanya ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus match-fixing oleh Satgas Antimafia Bola.
Sebelumnya, Johar digelandang Satgas Antimafia Bola ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari Solo. Ia bawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatannya atas kasus match-fixing.
Sebelum penangkapan dan penetapan status, Satgas Anti Mafia Bola telah menerima laporan dari manajer klub sepakbola, LI, terkait dugaan pengaturan skor. LI sebelumnya membuat laporan polisi terkait adanya sejumlah pihak yang meminta uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.
Reaksi Ketum PSSI Setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka

Atas tindakannya tersebut, Johar terancam hukuman lima tahun dan dikenakan pasal Penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Sosok Johar Lin Eng di federasi sepakbola tanah air sendiri bukan nama baru. Bahkan di Semarang, karyawan swasta asal Semarang itu terbilang aktif dalam mengembangkan sepakbola setempat.
Kiprahnya di federasi pun cukup bagus. Melansir  dari laman resmi PSSI, Johar kini menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. jabatan tersebut sudah diembannya selama dua periode, dari 2013 hingga 2017.
Selain menjabat Ketua Asprov PSSI Jateng dan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI periode 2017-2021, Johar juga pernah ditunjuk Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Asprov Kepulauan Riau. Di saat bersamaan, Johar juga ditunjuk sebagai (Plt) Ketua Asprov Aceh melalui surat keputusan bernomor SKEP/79/XII-2017.
Ketua tim media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya kepada media mengungkapkan, Johar telah dijadikan tersangka kasus dugaan pengaturan skor tersebut.
Penetapan Johar sendiri, sebut dia, setelah tim penyidik melakukan serentetan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.  Ditegaskannya, per hari besok, Jumat (28/12/2018) Johar Lin Eng akan ditahan.
“Kami sudah memeriksa sekitar 11 orang saksi, dan dari keterangan mereka penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan naik sidik. Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang dan kami menangkap pelaku berinisial P dan inisial A di Pati,” tutur Argo dikutip Pojoksatu.id dari Goal.

Reaksi Ketum PSSI setelah Johar Lin Eng Ditetapkan Tersangka

POJOKSATU.id, MEDAN – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku tidak tahu dan belum mendapat kabar soal penetapan status tersangka kasus dugaan match-fixing terhadap anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng.
Tim Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan Johar Lin Eng sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Pelaku sendiri telah ditangkap dan digelandang ke Polda Metro Jaya.
“Siapa yang ditangkap?” tanya Edy di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (27/12/2018) saat ditanya perihal penetapan tersangka Johar tersebut.
Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan sebagai Tersangka
Edy mengaku tidak mengetahui kabar penangkapan salah satu anggota Exco PSSI tersebut. “Saya belum tahu sampai ke sana. Terima kasih lah kalian sudah kasih tahu. Belum tahu saya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Johar Lin Eng dan Papat Yunisal sebagai sesama anggota Exco PSSI disebut terlibat dalam match fixing.
Hal itu muncul ke publik setelah Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani buka-bukaan dalam sebuah acara talkshow di salahsatu stasiun televisi swasta nasional (Mata Najwa) beberapa waktu lalu.
Satgas kepolisian yang dibentuk langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun langsung bergerak cepat. Kamis (27/12) pagi, Johar digelandang ke Polda Metro Jaya saat baru mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Saya baru tahu tadi dari salah satu wartawan memberi kabar, dan saya kroscek kepada rekan Exco memang begitu kabarnya,” terang Gusti Randa, anggota Exco PSSI lainnya.
Menurutnya, Exco PSSI kaget dengan kabar tersebut. Apalagi sebelumnya Johar tak pernah bicara soal kasus pengaturan skor yang diduga melibatkan dirinya.
“Dia tidak pernah bicara soal nama dia yang ramai dibicarakan selepas acara ‘Mata Najwa’. Exco kaget juga dengan penangkapan ini,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Terlibat Match-Fixing, Johar Lin Eng Ditetapkan Sebagai Tersangka

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Polri menunjukkan komitmennya dalam memberantas kasus mafia bola terkait match-fixing dengan menangkap salahseorang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng.
Kabid Humas Polda Metro Jara, Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (27/12/2018) mengungkapkan, Johar telah dijadikan tersangka kasus dugaan pengaturan skor tersebut.
Penetapan Johar sendiri, sebut dia, setelah tim penyidik melakukan serentetan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.  Ditegaskannya, per hari besok, Jumat (28/12/2018) Johar Lin Eng akan ditahan.
“Kami sudah memeriksa sekitar 11 orang saksi, dan dari keterangan mereka penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan naik sidik. Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang dan kami menangkap pelaku berinisial P dan inisial A di Pati,” tutur Argo dikutip Pojoksatu.id dari Goal.
Seiring penangkapan kedua tersangka itu, sebut Argo, penyidikan kemudian dikembangkan untuk kemudian mengarah pada Johar. Lin Eng.
“Penyelidikan menemukan J dan melakukan penangkapan hari ini, besok baru dilakukan penahanan. Statusnya sudah tersangka,” ujarnya.
Sebelumnya, Johar digelandang Satgas Antimafia Bola ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari Solo. Ia bawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan dugaan keterlibatannya terkait kasus match-fixing.
Argo menyebutkan, tersangka terancam hukuman lima tahun dan dikenakan pasal Penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
“Bisa dikenakan pasal penipuan, penggelapan, dan suap. Ancamannya bisa di atas lima tahun,” ucap ketua tim media Satgas Antimafia Bola ini.
(qur/pojoksatu)