joko driyono

FIX, PSSI Akhirnya Mau Gelar KLB

POJOKSATU.id, JAKARTA – Usai enggan dan menolak, PSSI akhinya memastikan bakal menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu dekat ini.
Keputusan itu didapat setelah rapat Komite Eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Joko Driyono yang tak lain adalah tersangka pengerusakan barang bukti match fixing, Selasa (19/2/2019) malam tadi.
Penetapan pria yang akrab disapa Jokdri itu sendiri dilakukan oleh Satgas Antimafia. Ia bahkan sudah diperiksa, malam tadi dan masih akan dilanjutkan besok.
Selain itu, Satgas Antimafia juga melakukan penggeledahan di apartemen miliknya di Rusuna, Jakarta Selatan dengan mendapatkan sejumlah barang bukti.
Sejatinya, rapat Komite Eksekutif PSSI itu sudah digelar sejak Senin (18/2) malam. Tapi masih belum ada keputusan yang dibuat.
Berdasarkan informasi yang didapat redaksi, KLB PSSI nantinya memiliki dua agenda.
Agenda pertama, pembentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).
Sedangkan agenda kedua yakni penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

Lusa, Joko Driyono Bakal Kembali Jalani Pemeriksaan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Driyono (Jokdri) diperiksa hampir 20 jam oleh penyidik Satgas Antimafia Bola.
Namun begitu, penyidik menjadwalkan untuk kembali melanjutkan pemeriksaan Plt Ketua Umum PSSI ini guna menyelesaikan pertanyaan lanjutan.
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono menuturkan pemeriksaan terhadap tersangka Joko Driyono akan dilanjutkan pada Kamis (21/2) sekitar pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.
Dirinya menjelaskan, pada pemeriksaan kemarin, Jokdri baru menjawab 17 pertanyaan dari 32 pertanyaan yang disiapkan dalam agenda penyidikan.
Untuk itu, tim penyidik akan memanggil kembali tersangka perusakan barang bukti pengaturan skor itu guna melengkapi proses penyidikan. Dengan begitu, Jokdri belum bisa dilakukan penahanan. Mengingat, proses penyidikan masih berlangsung.
“Satgas Antimafia Bola sudah memeriksa tersangka JD. Dijadwalkan ada 32 pertanyaan yang diagendakan. Baru sampai pertanyaan ke-17, kemudian ditutup pada jam 03.30 WIB,” ujarnya, dilansir JawaPos.
Disebutkan, pemeriksaan terhadap Jokdri berkaitan dengan peristiwa pengamanan barang bukti berupa laptop yang diduga berisi data dugaan kasus pengaturan skor Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.
“Barang bukti itu sedang dalam pengawasan penyidik dan sudah diberi police line,” ujar Argo.
Sementara itu, soal isi laptop yang berusaha diamankan Jokdri melalui ketiga orang suruhannya, Argo enggan memberikan komentar lebih dalam. Menurutnya, mengenai isi laptop akan diuji kebenarannya pada saat persidangan.
“Jam 7 pagi tadi (Jokdri) sudah kembali. Belum ditahan karena belum selesai semua pertanyaannya. Kalau (isi laptop) itu akan dijelaskan di sidang pengadilan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Ini Kata Joko Driyono Usai Diperiksa 20 Jam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hampir 20 jam penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menggarap tersangka Plt Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono.
Jokdri diperiksa sejak Senin (18/2) sekitar pukul 10.00 WIB hingga Selasa (19/2) sekitar pukul 06.53 WIB.
Dalam pemeriksaan, Jokdri mengaku diperlakukan secara profesional.
“Alhamdulillah, Satgas, penyidik bekerja sangat profesional,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Jokdri tak merinci pertanyaan apa saja yang dilayangkan penyidik anti mafia bola itu.
“Saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan, interaksi dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari hingga hari ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola.
Penetapan itu tak lama setelah Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan kediaman Joko Driyono dan juga kantornya.
Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.
(fir/pojoksatu)

PSSI Berencana Bentuk Badan Independen untuk Wasit Profesional

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI berencana membentuk badan independen khusus untuk wasit profesional pada musim depan.
Hal ini diiungkapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Diakuinya, saat ini rencana tersebut dalam tahap penggodokan.
Dijelaskan pria yang akrab disapa Jokdri, tidak mudah membentuk badan independen seperti itu.
Pasalnya, kata dia, harus ada struktur, manajemen berpengalaman, dan juga bahan baku.
“Kami harus sesuaikan dengan yang ada di Indonesia. Seandainya impor memang lebih cepat. Tapi, tidak serta merta membuat kualitas wasit menjadi bagus. Karena itu, menyangkut development-nya,” paparnya, dilansir JPNN.
Dijelaskan, nantinya badan independen akan mengambil alih tugas yang selama ini diserahkan kepada Komite Wasit PSSI.
Mulai dari mengelola manajemen wasit profesional yang ada di Indonesia, penugasan, monitoring, hingga maintenance.
Selain itu juga akan meningkatkan jumlah wasit yang bakal bertugas di kompetisi sepak bola Indonesia bekerjasama dengan operator.
Akan tetapi, badan itu tidak mengurusi development. Misalnya, pemberian sanksi hingga pembuatan sertifikasi.
Artinya, Komite Wasit PSSI tetap punya tugas penting. Komite Wasit juga bertugas mengawasi badan indipenden ini selama mengurusi wasit profesional di Indonesia. “Nantinya juga di badan itu khusus untuk sepak bola wanita dan futsal,” sambungnya.
Badan Indipenden untuk wasit profesional ini juga mendapat perhatian khusus dari FIFA. Sebab, FIFA sudah menyumbangkan dana untuk PSSI khusus development wasit.
“Salah satu note dari FIFA adalah terkait hal ini. sebelumnya kami juga sudah teken MoU dengan federasi sepak bola Jepang karena itu ada (Toshiyuku) Nagi di sini. Jadi, instruktur dan direktur wasit,” paparnya.
Selain itu, PSSI akan me-restart alias merombak Komite Wasit. “Ya, ada perubahan, tidak bisa disebut ganti total. Kami juga harus melihat kompetensi berdasarkan ekperimen mereka juga,” bebernya.
Mereka masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) PT LIB dengan klub-klub pada pertengahan Februari ini. RUPS itu juga jadi penentu bagaimana nantinya SOP terkait Badan Indipenden untuk wasit profesional yang akan dibentuk.
(rid/ham/pojoksatu)

Jokdri Digarap Satgas Antimafia Bola, Begini Reaksi Sekjen PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan federasi sudah sejak lama ingin memberantas skandal pengaturan skor atau match-fixing.
Sebagainya buktinya, Tisha menyebutkan jika PSSI telah bekerja sama dengan FIFA dalam pemberantasan praktik mafia bola tersebut.
“Sejak awal yakni 2017 saya jadi Sekjen, pertama yang jadi fokus adalah memerangi match fixing dan FIFA sudah laporkan hal itu. Oleh karenanya, November 2018 menganugerahi PSSI sebagai satu dari dua federasi terbaik,” ungkap Tisha dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Vigit Waluyo Buka-bukaan Soal Skandal Match-Fixing, Begini Reaksi Jokdri
Diperiksa atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola
Hal tersebut menurutnya tak lepas dari program PSSI yang disusun sejak 2017. “Komitmen kami memerangi match fixing, bisa dicek di laman FIFA bahwa mereka meghargai kami mengenai hal itu dan kami diundang di Doha secara spesial pada November 2018 kemarin,” paparnya.
Tisha sendiri terlihat mendampingi plt Ketum PSSI, Joko Driyono yang harus menjalani pemeriksaan Satgas Antimafia Bola.
Namun, ia mengaku tidak tahu poin-poin apa saja yang ditanyakan penyidik kepada Jokdri. Namun yang pasti Jokdri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus match-fixing laporan Persibara Banjarnegara. “Saya tak tahu pertanyaan penyidik kepada Jokdri,” imbuhnya.
Usai diperiksa, Jokdri mengapresiasi langkah Satgas Antimafia Bola yang juga turut memeriksa dirinya dalam kapasitas sebagai saksi.
“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi referensi bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan terhadap proses yang dilakukan terdahulu, baik kepada terlapor maupun saksi-saksi sebelumnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah memeriksa Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan.
Sementara hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus match-fixing, mulai dari anggota Exco PSSI, Komdis PSSI hingga perangkat pertandingan.
(qur/pojoksatu)

Diperiksa Atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri telah menjalani pemeriksaan atas kasus pengaturan skor atau match-fixing oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi atas laporan eks Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.
Lasmi yang buka-bukaanya membongkar praktik mafia bola di pentas sepak bola tanah air sebelumnya mengungkapkan pernah dijanjikan klubnya bisa naik kasta ke Liga 2 asal menyetorkan sejumlah uang.
Vigit Waluyo Bongkar Cara Mafia Bola Bekerja
Namun, ia merasa ditipu karena Persebara Banjarnegara tak bisa naik kasta ke Liga 2 sehingga dia blak-blakan soal adanya kasus suap menyuap tersebut.
Usai diperiksa, Jokdri memberikan apresiasi atas langkah satgas. Dikatakannya, pemanggilan itu sangat bagus agar semuanya jelas terkait kasus pengaturan skor.
Pihaknya juga berjanji akan transparan dan tidak menutup-nutupi semuanya. “Secara umum saya merasa ini bagus juga,” ucapnya.
“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi referensi bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan terhadap proses yang dilakukan terdahulu, baik kepada terlapor maupun saksi-saksi sebelumnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah memeriksa Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan.
Sementara hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus match-fixing, mulai dari anggota Exco PSSI, Komdis PSSI hingga perangkat pertandingan.
(qur/pojoksatu)

Jadi Plt Ketum PSSI, Satgas Antimafia Bola Tetap Garap Jokdri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Driyono telah ditunjuk sebagai plt Ketua Umum PSSI pasca pengunduran diri Edy Rahmayadi dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB.
Edy Rahmayadi memutuskan menanggalkan jabatannya karena mengaku ingin fokus mengurus Sumatera Utara sebagai gubernur.
Sebelum diserahi tampuk kepemimpinan, Jokdri sendiri sempat diperiksa Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri sebagai saksi atas kasus match-fixing atau pengaturan skor.
Jadi Plt Ketum PSSI, Tagar #JokdriOut Menggema di Lini Masa
Satgas sendiri memberikany sinyalemen akan kembali memeriksa Jokdri dan statusnya kini menjadi orang nomor satu di federasi itu tidak akan menghambat pemeriksaan satgas terhadap yang bersangkutan.
“Pemeriksaan kan dilakukan hanya sebagai saksi,” sebut Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono.
Pemeriksaan terhadap Jokdri sediri sedianya dilakukan Kamis (17/1/2019), namun saksi meminta penundaan hingga Kamis (24/1/2019).
Selain Jokdri, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap petinggi PSSI lainnya, anggota Exco PSSI Papat Yunisal, dan Wakil Bendahara Umum PSSI Irfan.
Terkait kasus praktik mafia bola yang tengah ditangani Satgas Antimafia Bola ini sendiri, satgas telah menetapkan sedikitnya 12 orang sebagai tersangka.
Para tersangka itu di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi”Mbah Putih”  Riyanto, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika, mantan anggota Komisi Wasit PSSI, Priyanto, dan wasit Nurul Safarid.
Selain itu, juga ada staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI berinsial ML, tersangka lain berinisial YI, CH, DS, P dan MR, termasuk Vigit Waluyo.
(qur/pojoksatu)

Plt Ketum PSSI Tak Akan Halangi KLB, Asal …

POJOKSATU.id, NUSA DUA – Joko Driyono telah ditunjuk sebagai plt Ketua Umum PSSI pasca pengunduran diri Edy Rahmayadi dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB.
Namun begitu, Jokdri tidak memersoalkan jika di tengah jalan mencuat desakan segera digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum baru yang definitif.
Edy sendiri sedianya akan habis masa jabatannya tahun ini, dan Jokdri akan meneruskan tugas mantan Pongkostrad itu hingga akhir jabatan.
3 Petinggi PSSI yang Didesak Suporter (Juga) Harus Mundur
“Di dalam statuta PSSI pasal 39 ayat 6 disebutkan saat ketum berhalangan maka wakil ketum tertua ambil posisi itu sampai kongres berikutnya,” sebut dia.
Andai nantinya ada KLB, Jokdri sama sekali tak akan menghalangi. Asalkan semua ditempuh sesuai mekanisme yang ada.
“Inisiatif KLB bisa dijaring dari keinginan voters atau exco. Jika diminta KLB, maka harus dijalankan. Saya memiliki tugas meneruskan kekosongan kepemimpinan ini sampai kongres berikutnya,” tuturnya.
“Jika, ada permintaan KLB dalam periode itu, tentu akan dijalankan,” tandasnya.
Sebelumnya, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mendesak PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum definitif.
“Harus ada KLB secepatnya. Kalau ini terus-terus tidak benar nanti. Harus ganti pengurus semuanya, kawan-kawan bicara yang punya suara,” ujar Umuh.
Senada, Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya mengatakan KLB harus diajukan. Selain itu, perbaikan juga harus mencakup adanya pergantian di tingkat anggota Komite Eksekutif atau Exco PSSI.
“Saya kira harus diajukan demi pembaruan PSSI. Tidak ada jalan keluar lain,” ujar Uden Kusuma Wijaya seperti dikutip dari laman Bolalob.
Ditegaskannya, PSSI saat ini dalam kondisi tidak baik karena beberapa anggota Exco terlibat dalam masalah hukum.
“Saya rasa paling rasional adalah mengganti anggota komite eksekutif. Jangan memercayakan organisasi kepada orang-orang lama yang kita tahu terlibat dalam masalah hukum,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

3 Petinggi PSSI yang Didesak Suporter (Juga) Harus Mundur

POJOKSATU.id, NUSA DUA – Edy Rahmayadi telah memutuskan mundur sebagai Ketua PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB.
Belakangan memang mencuat desakan Edy untuk meletakkan jabatannya lewat tagar EdyOut karena dinilai gagal memimpin federasi.
Namun, Gubernur Sumatera Utara itu menegaskan, keputusannya diambil lebih karena kecintaannya terhadap PSSI dan sepakbola tanah air.

Keputusan Edy pun mendapat sambutan meriah dari peserta kongres termasuk sejumlah suporter di luar acara yang tengah melakukan aksi unjukrasa.
Namun, suporter menilai, keputusan Edy harus juga diikuti pengurus lainnya yang juga dinilai gagal memimpin federasi.
Pentolan Bonek Mania, Andi Peci mengapresiasi pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI, namun ia juga meminta anggota lainnnya yang dinilai gagal juga harus mundur.
“Hari ini (kemarin) kita mendengar Edy Rahmayadi telah mengundurkan diri dari Ketua Umum PSSI. Siapapun yang masih bercokol di PSSI, mereka yang sudah lama dan yang sudah gagal memajukan sepakbola Indonesia agar tahu diri dan mundur juga,” tutur Andi dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Di antara para pengurus atau anggota PSSI yang didesak mundur oleh para suporter yang berdemo itu, wakil ketua umum PSSI yang kini bertindak sebagai ketua umum sementara, Joko Driyono, kepala staf ketua umum PSSI, Iwan Budianto, dan sekretaris jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.
Sementara Pentolan Brigaz Bali, suporter Bali United, Ian menuntut Satgas Antimafia Bola mengusut tuntas para pelaku match-fixing termasuk memeriksa sejumlah anggota PSSI.
“Kami mendukung sepenuhnya agar oknum-oknum mafia ditangkap. Kami ucapkan terima kasih kepada Polri,” ujarnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari ketiga petinggi federasi itu untuk menanggapi desakan suporter tersebut.
(qur/pojoksatu)