Jurgen Klopp

Duh, Jurgen Klopp Sebut Liga Negara UEFA Kompetisi Paling Bodoh di Dunia

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp melontarkan kritik pedas pada kompetisi Liga Negara Eropa yang perdana digagas UEFA tahun ini.
Manajer asal Jerman itu bahkan menyebut ajang tersebut sebagai kompetisi paling bodoh di dunia dan berharap para pemainnya tidak cedera selama jeda internasional.
“Jika seseorang mengatakan pada saya setelah delapan laga saya akan mendapat 20 poin, saya akan mengatakannya dengan pertimbangan jadwal ini,” katanya.
“Saya akan mengambilnya, mari kita mulai dengan matchday kesembilan,” sebutnya. “Sayang, anak-anak akan pergi lagi sekarang dan harus bermain di Nations League, kompetisi paling bodoh di dunia sepakbola,”
Kekesalan Klopp sendiri tidaklah berlebihan mengingat ia kehilangan sejumlah pemainnya untuk membela negaranya masing-masing di ajang tersebut.
Padahal, The Reds perlu menjaga ritme untuk kembali ke jalur kemenangan setelah di pertandingan terakhir gagal mengamankan poin penuh dari Manchester City di Alfield.
“Kami harap mereka kembali dengan sehat dan memainkan kompetisi mudah ini, Liga Primer, Liga Champions, dan semua ini,” tandasnya.
Liga negara-negara anggota UEFA itu sendiri baru pertama kali digelar musim 2018/19 ini, yakni sebuah kompetisi sepak bola yang melibatkan timnas dari 55 negara asosiasi UEFA.
Edisi ini diselenggarakan sejak September hingga November 2018 untuk fase liga dan pada Juni 2019 untuk final turnamen.
(qur/pojoksatu)

Jelang Liverpool Vs Man City, Jurgen Klopp Puji Setinggi Langit Guardiola

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Laga sengit dan sarat gengsi akan tersaji di Anfield, Minggu (7/10/2018) malam WIB saat Liverpool menjamu Manchester City.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung sangat ketat mengingat kedua tim kini tengah berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Keduanya kini sama-sama mengemas 19 poin, namun The Citizens berhak berada paling atas karena unggul secara jumlah gol.
Terlalu Dini, Jurgen Klopp Ogah Bicara Peluang Juara

Bagi Liverpool sendiri, laga nanti sedikit diuntungkan karena akan dimainkan dihadapan dukungan penuh suporternya.
Selain itu, Liverpool punya bekal besar jika melihat statistik pertandingan terakhir mereka yang mampu membungkam City tiga kali dari empat pertemuan di semua kompetisi.
Namun begitu, dikemukakan sang manajer, Jurgen Klopp, ia tak ingin menganggap enteng lawannya itu mengingat City ditukangi Pep Guardiola.
Klopp pun memuji Guardiola sebagai manajer terbaik di dunia. “Saya telah mengatakannya beberapa kali, bahwa jika kami tidak menjadi kampiun musim lalu, Manchester City sangat diterima (sebagai juara),” ujar Klopp kepada Sky Sports seperti dikutip dari Goal.
Klopp pun menaruh respek atas pencapaian Guardiola bersama timnya karena telah melakoni musim yang istimewa tahun lalu.
“Saya sangat menghormati itu, bahkan saya menyukai itu. Saya sangat suka menyaksikan mereka,” ujarnya.
“Respek saya untuk Pep Guardiola amat besar, dia manajer terbaik dunia dan oleh karena itu bermain melawan tim asuhannya sangat sulit, tapi juga sangat menarik,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terlalu Dini, Jurgen Klopp Ogah Bicara Peluang Juara

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool tampil cukup apik mengawali Liga Primer Inggris musim 2018/19. The Reds sejauh ini masih kokoh berbagi tempat dengan Manchester City sebagai pemuncak klasemen.
Dari tujuh pertandingan yang telah dilakoni Mohamed Salah dan koleganya, Liverpool tak terkalahkan dan hanya bermain imbang sekali.
Liverpool pun digadang-gadang sebagai salahsatu kandidat kuat juara Liga Primer Inggris musim ini atas performanya yang impresif di lapangan.
Namun, sang manajer, Jurgen Klopp mengaku ogah berbicara peluang juara karena hal itu menurutnya masih terlalu dini.
“Saya tidak berpikir itu masuk akal saat ini untuk memikirkan gelar juara. Ada banyak pertandingan untuk dimainkan,” kata Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.
Liverpool sendiri pekan ini akan menjajal Manchester City di Anfield untuk menegaskan siap pemuncak klasemen sejati saat ini.
“Itu adalah pertandingan kandang melawan Manchester City dan itu adalah pertandingan yang sulit. Tahun lalu mereka benar-benar istimewa dan saya berharap mereka akan seperti ini lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Ungkap Alasan Dirinya Marahi Xherdan Shaqiri

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool tumbang di tangan Chelsea dihadapan pendukungnya sendiri di Anfield Stadium, Kamis (27/9/2018) dini hari WIB di ajang Carabao Cup 2018.
Gelandang asal Belgia, Eden Hazard menjadi pahlawan kemenangan The Blues setelah mencetak gol penentu di menit 85. Sementara dengan hasil minor ini, The Reds pun tersingkir di ajang tersebut.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp pun tak kecewa dengan kekalahan tersebut dan saat laga usai ia langsung menghampiri pemain barunya, Xherdan Shaqiri.

Klopp seperti kecewa dengan performa pemain timnas Swiss itu dan terlihat mengatakan sesuatu dengan tensi tinggi usai laga.
Setelah pertandingan, Klopp menjelaskan apa yang disampaikanya pada Shaqiri karena sang pemain telah membuang kesempatan emas di pertandingan.
Klopp menjelaskan, Shaqiri harusnya memberikan bola sepakan tendangan bebas ke Mohamed Salah yang berdiri tanpa pengawalan pemain Chelsea.
Namun, Shaqiri justru menendangnya langsung dan Liverpool gagal mengejar ketertinggalan gol di pertandingan tersebut.
“Saya berbicara tentang tendangan bebas, yang terakhir. Kami ingin agar Mo (Salah) sedikit lebih lebar, jadi oper bola ke Mo. Jika dia dapat memberinya bola dalam situasi satu lawan satu di situasi terakhir dari permainan itu, mungkin hasilnya akan lain,” ungkapnya seperti dikutip dari Metro.
Klopp menegaskan ia ingin Shaqiri memberikan bola ke Salah saat melakukan tendangan bola, daripada menendang bola langsung ke gawang Chelsea.
“Tapi anak-anak itu, mungkin itu terlalu bising di stadion sehingga tidak mendengar perintah saya lagi,” tandasnya.

Klopp Shaqiri pic.twitter.com/nLo68PBJaT
— MarcaTura (@MarcaTuraNews) September 26, 2018

(qur/pojoksatu)