juventus vs inter milan

Perubahan Strategi Ini yang Bikin Juventus Jungkalkan Inter Milan

POJOKSATU.ID, TURIN – Juventus sukses menaklukkan Inter Milan pada lanjutan Serie A giornata 15 di Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dini hari WIB. Juve yang sempat tertekan di paruh pertama, tampil beda di babak kedua dan mampu mencetak gol kemenangan.
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengakui bahwa Nerazzurri sempat membuat mereka kerepotan pada babak pertama. Sebelum Mario Mandzukic menjaringkan gol pembeda pada Derby d’Italia edisi ke-239 ini.
BACA JUGA:
Dicari Pasukan Taliban setelah Bertemu Sang Idola, Murtaza Ahmadi: Saya Rindu Messi!
Inilah Kandidat Pemain dan Pelatih Terbaik Liga 1, Wakil Persija dan PSM Bersaing
Jadwal Bola Malam Ini, 8 Desember: Persebaya, Persib, MU Hingga Chelsea Vs City
Pada pertandingan tersebut, Inter memang tampil dominan di babak pertama. Mereka juga banyak menciptakan peluang. Salah satunya lewat aksi Roberto Gagliardini, namun sepakannya dari jarak dekat hanya mengenai tiang.
Allegri sendiri menilai sejumlah peluang berbahaya yang datang dari pemain asuhan Luciano Spalletti itu dianggapnya karena kesalahan penggawa Juventus sendiri.
“Inter menciptakan masalah bagi kami di babak pertama, dibuka oleh Joao Mario dan Gagliardini, jadi kami kesulitan menumbangkan mereka,” ujar Allegri usai pertandingan kepada Sky Sport Italia.
Massimiliano Allegri – Pelatih Juventus (@juventus/twitter)
“Benar bahwa peluang terbesar mereka pada babak pertama disebabkan oleh kami yang dengan mudah memberikan bola kepada mereka,” lanjutnya.
Untuk mengakomodir perlawanan Inter yang berbahaya, Allegri bahkan harus melakukan sedikit perubahan pada strateginya. Dengan perubahan itu, ia menganggap timnya telah membuat Nerazzurri tak berkutik di babak kedua.
“Saya memindahkan Mandzukic ke kiri, Paulo Dybala bermain lebih baik dan kami memberikan perfoma yang sangat berbeda dari segi intensitas dan tekanan. Kami membuat Inter tak berkutik di babak kedua dan menciptakan lebih banyak peluang,” tambahnya.
“Matteo Politano memberikan tekanan, jadi saya mengganti bek sayap untuk mengeluarkan karakteristik terbaik kami dan menutup sisi yang dibutuhkan. Cancelo sedikit kerepotan dengan Politano di babak pertama dikarenakan masalah transisi,” tandasnya.
(fat/pojoksatu)