kalteng putra

Menang Tipis, PSM Makassar Lolos ke Babak 16 Besar Piala Indonesia

POJOKSATU.id, MAKASSAR – PSM Makassar menambah daftar tim yang lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia.
Hasil ini didapat setelah PSM menang tipis 1-0 atas Kalteng Putra. Adapun gol tunggal PSM dicetak oleh Eero Markkanen di menit ke-67.
Sebelumnya, di babak pertama keduanya harus puas dengan hasil imbang 0-0.
Hasil ini, melengkapi kemenangan PSM pada pertemuan pertama mereka di kandang Kalteng Putra.
Ketika itu, PSM Makassar menang 2-1. Dengan ini, mereka pun melaju ke babak 16 besar Piala Indonesia dengan aggerat 3-1.
Lolosnya PSM Makassar menambah daftar tim yang lolos. Sebelumnya ada, Tira Persikabo yang unggul aggerat 4-1 dari Semen Padang.
Kemudian, ada Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Bali United, PSS Sleman dan Persija Jakarta.
(zul/pojoksatu)

Datangi Rumah Bos Kalteng Putra, Sandi Sute Minta Maaf dan Kembalikan Uang

POJOKSATU.id, PALANGKARAYA – Sandi Darma Sute menunjukkan sikap ksatrianya dengan mendatangi langsung kediaman CEO Kalteng Putra, Agustiar Sabran, kemarin.
Kedatangan gelandang Persija Jakarta itu untuk menyampaikan permintaan maaf langsung terkait pembatalannya bergabung dengan Kalteng Putra untuk Liga 1 musim 2019.
Di kesempatan itu, Sandi juga menyerahkan uang muka yang telah diterimanya yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya datang ke Kalimantan Tengah untuk meminta maaf ke masyarakat di sini, CEO Kalteng Putra dan juga Gubernur Kalteng,” ucap Sandi usai diterima manajemen klub.
Sandi mengatakan apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Kalteng Putra murni kesalahannya yang tidak teliti sebelum mengambil keputusan.
“Saya minta maaf, kesalahan ini, murni karena keteledoran saya,” ucapnya.
Pihak Kalteng Putra sendiri mengapresiasi langkah Sandi Sute tersebut. Lewat akun resmi klub, bos Kalteng Putra, Agustiar sangat menghargai kedatangan Sandi untuk meminta maaf.
Pihaknya juga meminta sang pemain untuk lebih cermat kedepannya agar tidak mengulangi kejadian seperti itu,
“Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak luput dari kesalahan. Mari kita bicara ke depan, semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua dan kita ambil hikmahnya,” ucap Agustiar lewat akun resmi klub.
“Orang dayak itu pemaaf, mengedepankan musyawarah mufakat, sopan dan santun. sandi datang baik baik dan pulang pun baik baik. Ayo pahari kita bersama-sama menolak Hoax, anti ujaran kebencian dan Anti SARA ! Salam isen mulang….!!!,”
(qur/pojoksatu)

Soal Sandi Sute, Persija Jakarta Tak Salahkan Kalteng Putra

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta menegaskan tidak akan memersoalkan terkait langkah Kalteng Putra menandatangani pemainnya, Sandi Darma Sute.
Persija menilai, apa yang terjadi antara pihaknya dengan tim debutan Liga 1 2019 terkait Sandi Sute murni miss komunikasi.
Sebelumnya, Kalteng Putra telah mengumumkan terkait penandatangani Sandi Sute yang telah memutuskan berpisah dengan manajemen Macan Kemayoran.

Namun belakangan, Sute meralat keputusannya tersebut, karena ia ternyata masih terikat kontrak dengan kampiun Liga 1 2018 itu.
Bos Persija Jakarta, Gede Widiade pun menanggapi persoalan tersebut dengan santai karena ia melihat hanya salah komunikasi saja.
“Kami melakukan negosiasi dengan agen lebih enak. Dan kontrak itu spesifik sama. Ada di kami, pemain, agen, dan PT LIB. Contoh kasus Sandi Sute, di PT LIB ada,” ungkap Gede.
Menurutnya, Persija sudah mematuhi aturan kontrak pemain dari LIB. “Lalu contoh pemain muda, saya kontrak tiga tahun, kenapa? Saya biayai mereka. Kalau jadi, hak saya,” tegas Gede.
“Kalau saya lihat, Kalteng Putra tidak salah, dan saya tidak punya hak menegur Kalteng Putra,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ralat Hengkang, Sandi Sute buat Murka Kalteng Putra

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sandi Darma Sute yang sempat berpamitan dengan Persija Jakarta meralat keputusannya berpisah dengan juara Liga 1 2018 itu.
Pemain berusia 26 tahun itu pun telah membuat klarifikasi kalau dirinya akan tetap bertahan di klub asal ibukota itu untuk kompetisi Liga 1 musim 2019.
Sebelumnya, Sandi Sute sempat menulis kalimat perpisahan di akun Instagram miliknya @sandi.sute21. Ia pun langsung bergabung dengan tim debutan Liga 1 2019, Kalteng Putra.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Sandi Sute, di sini saya ingin mengklarifikasi terkait berita yang beredar belakangan ini. Ini hanya miss komunikasi antara saya dengan pihak manajemen,” sebut Sandi Sute.
“Mohon maaf atas berita selama ini. Pada intinya saya tetap di Persija karena masih terikat kontrak satu tahun,” ungkap sang pemain.
Bersamaan dengan pernyataan tersebut, Sandi pun menghapus unggahan salam perpisahannya itu. Ia mengaku senang dan bangga bisa tetap menjadi bagian dari penggawa Macan Kemayoran.
“Saya mohon maaf kepada manajemen Kalteng (Putra), Persija, dan CEO. Ya, ada miss komunikasi dan saya tidak teliti ternyata masih ada dua opsi (kontrak) suratnya 2018 dan 2019. Saya kira 2018, makanya saya percaya diri datang ke Kalteng karena saya pikir sudah selesai di tahun 2018,” tuturnya.
“Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dengan baik dari pihak manapun. Saya mohon, di sini saya hanya mencari nafkah dan membantu keluarga di Palu. Terima kasih,” demikian tulis Sandi lewat InstaStory.
“Terima kasih buat manajemen Persija karena masih mempercayai saya buat membela klub besar di ibu kota ini. Salam Jakmania,” imbuhnya.
Terkait hal tersebut, pihak Kalteng Putra yang sempat dihubungkan dengan keputusan hengkang Sandi Sute pun dibuat berang.
Mereka menuntut Sandi Sute melayangkan permintaan maaf secara langsung. Pasalnya, seperti dikutip dari Goal, Sandi secara resmi telah diumumkan sebagai rekrutan baru Kalteng Putra untuk kompetisi musim depan.
Eks Bali United itu pun telah menandatangani kontrak selama semusim, dan dikabarkan telah menerima down payment (DP) sebesar 50 persen.
“Berawal dari seorang agen, terjadilah komunikasi via telepon antar sandi sute dengan CEO, pembicaraan berlanjut ke negosiasi nilai kontrak, bahkan karena sandi bercerita tentang musibah yang dialami keluarganya di Palu nilai kontrak pun ditambah atas dasar rasa simpati dan empati CEO kepada Sandi dan keluarga,” demikian pernyataan Kalteng Putra lewat akun resmi klub.
“Tanggal 2 Januari Sandi Sute menujukkan keseriusannya datang ke Palangkaraya bersama istri, bertemu di kediaman CEO Kalteng Putra. Sandi bercerita banyak tentang statusnya sebagai pemain free alias sudah habis masa kontrak dengan klub lamanya. Sandi juga bercerita lagi tentang musibah yang dialaminya kepada CEO, sehingga jika biasanya DP kontrak itu 25% , maka khusus sandi diberikan DP 50%. Bahkan sore harinya Sandi juga sudah bertemu dengan Bapak Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang Palangkaraya,” jelas mereka.
“Pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019 pukul 06.30 WIB, Tanpa ada paksaan dan dalam keadaan sadar, Sandi menandatangani kontrak bersama Kalteng Putra selama 1 tahun,”
“Niat kami mengontrak sandi adalah untuk merangkul bukan ‘membajak’. Tujuan kami khususnya untuk memajukan dan mengangkat persepakbolaan di Kalimantan Tengah Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, tanah berkah dan umumnya untuk memberi warna bagi persebakbolaan tanah air,” papar mereka.
“Sebagai ‘Orang Timur’ yang sopan dan santun, harus bisa menyelesaikan secara baik. sandi diterima di Kalimantan Tengah secara baik-baik, jadi harus secara baik-baik pula datang ke Palangkaraya dan meminta maaf secara langsung kepada CEO Kalteng Putra dalam waktu segera, tidak cukup hanya meminta maaf lewat sosial media, whatsApp atau telepon,”
“Sepakbola itu ajang silaturahmi, disitu kita dapat teman, sahabat dan keluarga. Bagi kami, hilang satu tumbuh seribu. Salam isen mulang….!!!”
(qur/pojoksatu)

Lihat Video Santainya Polisi Nonton Kerusuhan di Laga Persita Vs Kalteng Putra!

POJOKSATU.ID, BOGOR – Pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 musim 2018 antara Persita Tangerang kontra Kalteng Putra diwarnai kericuhan. Ironisnya, polisi hanya tampak santai di tribun melihat kerusuhan di lapangan.
Pertandingan ini sendiri digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018) sore.
BACA JUGA:
Laga Persita Vs Kalteng Ricuh: Polisi Cuma Nonton Suporter Pukul Pemain
Luka Modric Raih Ballon D’Or 2018, Kakak Ronaldo: Dunia Ini Busuk, Banyak Mafia!
Jadwal Bola Hari Ini, 4 Desember: Semen Padang Vs PSS Sleman, Watford Vs Man City
Kerusuhan berawal ketika salah satu bek Persita, Amri Alamsyah, menerima kartu kuning kedua sehingga harus keluar lapangan pada menit ke-56.
Kartu merah itu membuat penonton di tribune utara masuk ke lapangan dan menyerang pemain Kalteng Putera.
Mereka dengan leluasa masuk ke dalam lapangan karena tidak ada pihak kepolisian yang menjaga pertandingan tersebut.
Pendukung yang identik dengan warna ungu itu juga terlihat memukul beberapa pemain Kalteng Putra.
Bench wasit yang ada di pinggir lapangan juga dihancurkan oleh suporter Persita. Bahkan ada yang membawa bambu dan melemparkannya ke pemain Kalteng Putra.
Dari video amatir yang diperoleh redaksi Pojoksatu.id, terdengar seorang penonton memprotes sikap aparat kepolisian yang hanya berdiri menonton kerusuhan di tengah lapangan.
Berikut video oknum polisi hanya menonton pemain Kalteng Putra dipukuli suporter Persita:

“Gila, lu liat ni sepak bola Indonesia. Temen gue digebuikin di sana, polisi nonton di sini, gilaa..” ucap seorang suporter dalam video tersebut.
Setelah beberapa menit terjadi kerusuhan, barulah polisi turun tangan dan mengamankan situasi.
Suporter Persita yang masuk ke dalam lapangan langsung berlari keluar dan menyelamatkan diri.
Pertandingan ini sendiri baru saja berakhir dengan kemenangan Kalteng Putra 2-0. Dua gol Kalteng Putra dicetak Dendi Maulana dan I Made Wirahadi di babak pertama.
Dengan demikian, Kalteng Putra berhak tampil di Liga 1 musim 2018. Dua tim promosi lainnya adalah Semen Padang dan PSS Sleman yang akan berebut gelar juara Liga 2 beberapa saat lagi.
(fat/pojoksatu)

Laga Persita Vs Kalteng Ricuh, Polisi Cuma Nonton Suporter Pukul Pemain

POJOKSATU.ID, BOGOR – Pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 musim 2018 antara Persita Tangerang kontra Kalteng Putra diwarnai kericuhan. Namun yang jadi sorotan karena sejumlah anggota polisi tampak hanya menonton kerusuhan itu dari tribun tanpa melakukan pengamanan.
Pertandingan ini sendiri digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018) sore.
BACA JUGA:
Luka Modric Raih Ballon D’Or 2018, Kakak Ronaldo: Dunia Ini Busuk, Banyak Mafia!
Ballon D’Or 2018: Luka Modric, Ronaldo dan Griezmann dalam Angka
Kerusuhan berawal ketika salah satu bek Persita, Amri Alamsyah, menerima kartu kuning kedua sehingga harus keluar lapangan pada menit ke-56.
Kartu merah itu membuat penonton di tribune utara masuk ke lapangan dan menyerang pemain Kalteng Putera.
Mereka dengan leluasa masuk ke dalam lapangan karena tidak ada pihak kepolisian yang menjaga pertandingan tersebut.
Pendukung yang identik dengan warna ungu itu juga terlihat memukul beberapa pemain Kalteng Putra.
Bench wasit yang ada di pinggir lapangan juga dihancurkan oleh suporter Persita. Bahkan ada yang membawa bambu dan kayu lalu melemparkannya ke pemain Kalteng Putra.
Dari video amatir yang diperoleh redaksi Pojoksatu.id, terdengar seorang penonton memprotes sikap aparat kepolisian yang hanya berdiri menonton kerusuhan di tengah lapangan.
“Gila, lu liat ni sepak bola Indonesia. Temen gue digebuikin di sana, polisi nonton di sini, gilaa..” ucap seorang suporter dalam video tersebut.
Setelah beberapa menit terjadi kerusuhan, barulah polisi turun tangan dan mengamankan situasi.
Suporter Persita yang masuk ke dalam lapangan langsung berlari keluar dan menyelamatkan diri.
Pertandingan ini sendiri baru saja berakhir dengan kemenangan Kalteng Putra 2-0. Dua gol Kalteng Putra dicetak Dendi Maulana dan I Made Wirahadi di babak pertama.
(fat/pojoksatu)