Kecelakaan

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Jose Antonio Reyes, Ini Hasilnya

POJOKSATU.id, SEVILLA – Polisi menyelidiki kecelakaan fatal yang dialami Jose Antonio Reyes. Mantan bintang Arsenal dan Sevilla itu disebut-sebut mengendarai mobil di luar batas kecepatan, hingga 120 kilometer per jam.
Jasad Reyes rencananya akan dimakamkan di kota asalnya, Utrera, Senin (3/6/2019) siang waktu setempat. Sementara polisi akan terus menyelidiki kecelakaan mobil berkecepatan tinggi yang merenggut nyawanya di jalan raya Spanyol..
Fans, simpatisan dan mantan rekan setim di La Liga tiba untuk memberikan penghormatan pada hari Minggu setelah pemain yang juga pernah membela Real Madrid dan Timnas Spanyol itu dibawa ke Stadion Ramón Sánchez-Pizjuan Sevilla.
BACA JUGA: MU Semakin Dekat Dapatkan Bintang Timnas Belgia
Sepupu Reyes, 23 tahun, Jonathan juga meninggal dalam kecelakaan itu. Menurut laporan di Spanyol, pesepakbola itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk menemui istri dan tiga anaknya. Ia pulang setelah latihan, karena belum dipilih oleh klubnya Extremadura untuk bermain melawan Cádiz.
Sementara itu, bek Liverpool Alberto Moreno, menangis di final Liga Champions, mengenakan kemeja bertuliskan “I love you brother”. Moreno dan Reyes bermain bersama di Sevilla sejak 2012, ketika Reyes kembali ke klub masa kecilnya dan pada 2014 keduanya berpisah karena Moreno hijrah ke Anfield.
Keduanya memenangkan Liga Europa bersama Sevilla pada tahun 2014.
Jose Antonio Reyes ketika membela Sevilla.
Putra sang striker, Jose Antonio Reyes Jnr, anak tertua dari tiga bersaudara, juga memberikan penghormatan kepada ayahnya, berterima kasih padanya melalui tulisan surat yang emosional.
Reyes melakukan debut profesionalnya bersama Sevilla pada usia 16, pindah ke Arsenal pada Januari 2004 dengan biaya transfer 17 juta pounds. Dia adalah bagian dari skuad Arsenal yang tak terkalahkan dan memenangkan gelar Liga Premier 2004, mencetak dua gol liga dalam 13 penampilan.
BACA JUGA: Suporter Seksi Nekat Masuk Lapangan, Laga Tottenham Vs Liverpool Terhenti Sejenak
Dia juga membantu Arsenal memenangkan Piala FA dan Community Shield, serta mencapai final Liga Champions 2006.
Presiden Sevilla Pepe Castro mengkonfirmasi peti jasad Reyes itu dibawa ke klub. Ia menyebut pemain berusia 35 tahun itu sebagai “legenda Sevilla”.
Dia berkata: “Kami berduka. Sevilla telah kehilangan salah satu dari kami. Kami sangat terluka,” kata sang presiden.
Sepupu ketiga, bernama Juan Manuel Calderon, berhasil keluar dari kendaraan dan diketahui dirawat intensif setelah dilarikan ke rumah sakit di Sevilla dengan luka bakar serius.
Surat kabar lokal Diario de Sevilla menyebut kendaraan itu telah menjadi bola api, menyatakan Reyes mungkin mengemudi sekitar 120 KM per jam, sekitar 50 KM/jam di atas batas kecepatan. Meskipun kecepatan pastinya belum diketahui sehingga masih dilakukan penyelidikan resmi.
Sebelum pertandingan final Liga Champions kemarin malam antara Liverpool dan Spurs, dilakukan penghormatan untuk Reyes.
(fat/pojoksatu)

Jose Antonio Reyes Tewas Kecelakaan, Arsenal Berduka

POJOKSATU.id, SEVILLA – Kabar meninggalnya Jose Antonio Reyes menyisakan duka mendalam. Tak terkecuali Arsenal, klub yang pernah dibela pemain 35 tahun itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan striker Arsenal dan Timnas Spanyol, Reyes tewas dalam kecelakaan lalu lintas, Sabtu (1/6/2019) pagi waktu setempat.
Klub Spanyol yang juga mantan klub Reyes, Sevilla mengumumkan bahwa pemilik 21 caps bersama Timnas Spantol itu meninggal akibat kecelakaan mobil.
Reyes menghabiskan musim ini di tim divisi dua Spanyol, Extremadura UD. Marca melaporkan bahwa kecelakaan itu terjadi di Utrera, sebuah kota kecil di Sevilla.
Reyes bermain di Sevilla sejak berusia 16 tahun dan mereka mengkonfirmasi berita duka ini di akun media sosial mereka.
Jose Antonio Reyes ketika membela Sevilla.
“Kami harus menyampaikan berita buruk. Canterano José Antonio Reyes kami yang tercinta telah meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Beristirahatlah dengan tenang.”
Manajemen klub Arsenal juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya mantan penyerangnya itu.
“Semua orang di Arsenal berduka oleh berita mengejutkan bahwa mantan pemain kami Jose Antonio Reyes telah meninggal dalam tabrakan lalu lintas di Spanyol.
“Jose Antonio Reyes: 1983-2019. Beristirahatlah dengan tenang, Jose.” bunyi pernyataan manajmen The Gunners melalui akun twitter resmi klub.
Reyes adalah bagian dari tim Arsenal yang memenangkan Liga Inggris tanpa kekalahan pada musim 2003-04.
Dia memenangkan tiga gelar juara Liga Europa berturut-turut dengan tim masa mudanya (Sevilla) antara 2014 dan 2016.
(fat/pojoksatu)

Curhatan Krisna Adi Darma sebelum Alami Kecelakaan Tragis

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Striker PS Mojokerto Putra (PSMP) Krisna Adi Darma sempat membahas soal sanksi larangan bermain seumur hidup yang diterimanya dari Komdis PSSI sebelum mengalami kecelakaan tragis.
Hal itu sebagaimana diungkapkan sang kaka, Johan Arga yang sebelum kecelakaan itu sempat dikunjungi korban untuk menceritakan soal sanksi tersebut.
“Niat kedatangan Krisna memang untuk konsultasi hukumannya. Dia sudah tahu soal hukuman itu Kamis lalu. Soalnya sanksi kan ditandatangani tanggal 19 Desember. Sebelum disebar PSSI dia juga sudah tahu sanksi itu, makanya dia mencari jalan untuk sanksi itu dan datang ke rumah saya,” tutur Johan.
Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Ini Alami Kecelakaan Tragis
Tragisnya, setelah berkonsultasi dengan dirinya, Johan mendapat kabar jika motor adiknya itu ditabrak truk dalam perjalanan pulang dari rumahnya.
Padahal rencananya, sebut dia, Krisna akan menyelesaikan masalah sanksi tersebut. “Dia tadinya mau merespons soal hukuman seumur hidup dilarang main sepak bola tersebut,” ucapnya.
“Dia baru sadar jam tiga sore tadi, sekitar 13 jam tidak sadar. Setelah hasil CT scan keluar harus dioperasi secepatnya dan jam 18.15 WIB jadwal operasi,” imbuhnya.
Nama Krisna Adi Darma mencuat belakang ini saat PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11) lalu.
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United memiliki peluang menyamakan skor usai mendapat penalti pada menit 87.
Namun, Krisna yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melenceng jauh di sisi kiri gawang, meski kiper Aceh United sudah menjatuhkan diri ke arah yang berbeda.
Komdis akhirnya menyelidiki kasus itu. Krisna Adi kemudian didakwa bersalah melanggar pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, Sabtu (22/12). Hukumannya berat. Dia dilarang bermain di sepak bola Indonesia seumur hidup.
(jpc/qur/pojoksatu)

Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Ini Alami Kecelakaan Tragis

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Kabar tragis datang dari Krisna Adi Darma, pemain PS Mojokerto Putra yang baru saja diganjar sanksi larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI.
Sang pemain dikabarkan mengalami kecelakaan tragis setelah ditabrak truk saat tengah mengendarai sepeda motor.
Kakak korban, Johan arga Pramudya membenarkan insiden tersebut. Kondisi adiknya pun kini koma alias tak sadarkan diri.
“Iya Mas benar, Krisna sekarang kondisinya tak sadar. Dia sedang naik motor tertabrak truk,” kata Johan kepada Jawa Pos.
Johan saat ini sibuk mengurus adiknya yang akan segera menjalani operasi. Menurutnya, luka yang dialami Krisna lumayan parah.
“Ada gumpalan darah di sekitar kepalanya. Sekarang akan menjalani operasi. Lumayan parah, minta doanya,” imbuhnya.
Nama Krisna Adi Darma mencuat belakang ini saat PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11) lalu.
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United memiliki peluang menyamakan skor usai mendapat penalti pada menit 87.
Namun, Krisna yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melenceng jauh di sisi kiri gawang, meski kiper Aceh United sudah menjatuhkan diri ke arah yang berbeda.
Komdis akhirnya menyelidiki kasus itu. Krisna Adi kemudian didakwa bersalah melanggar pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, Sabtu (22/12). Hukumannya berat. Dia dilarang bermain di sepak bola Indonesia seumur hidup.
(jpnn/qur/pojoksatu)