kecewa

Kecewa dengan Wasit, Pelatih Perseru Serui Sindir Persija

POJOKSATU.id, BEKASI – Perseru Serui makin terdampar di dasar klasemen setelah menelan kekalahan dari Persija Jakarta di laga pekan ke-24 Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (8/10/2018) petang WIB.
Perseru harus menyerah 2-1 di pertandingan tersebut, padahal mereka sempat unggul terlebih dahulu di menit 28 lewat gol Alberto de Paula.
Namun, Macan Kemayoran mampu mengembalikan keadaan untuk kemudian menyegel kemenangan lewat dua gol balasan dari Marko Simic dari titik putih di menit 44 dan gol penentu Rudi Wibowo di menit 80.
Wanderley Junior – Pelatih Perseru Serui (breakingnews.co.id)
Usai pertandingan, pelatih Perseru Serui, Wanderley Junior mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Kekecewaan Wanderley tidak terlepas dari keputusan wasit yang menunjuk titik putih untuk penalti Persija setelah pemain Persija, Osas Saha dijatuhkan pemainnya di kotak terlarang.
“Dari menit awal kami pertahankan emosi, kami pertahankan permainan, kami main sesuai taktik. Tapi, penalti itu sangat aneh, katanya mau main fair play? Mau nonton fair play?” kata Wanderley seperti dikutip dari Goal.
“Mereka tidak perlu menang seperti itu. Mereka bisa unggul dengan gol kedua yang cantik. Mereka memiliki akurasi umpan yang bagus, dan mereka bisa bikin gol,” sebut dia.
Wanderley pun mengaku bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya meski gagal mendapatkan poin.
“Meski Perseru ada di bawah, tapi pemain kami sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan Persija yang merupakan klub besar,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Kecewa, Alasan Ismed Sofyan Ingin Cepat Pensiun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan benar-benar meradang dan dibuat kecewa dengan keputusan sanksi Komdis PSSI terhadapnya.
Ismed diganjar sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan karena dinilai dengan sengaja menendang salah seorang pemain Persib Bandung dalam laga Minggu (23/9/2018) lalu.
Ismed pun mengaku kecewa dan diperlakukan tidak adil dengan hukuman tersebut sehingga berencana gantung sepatu alias pensiun akhir musim ini.
“Saya lelah dihukum tanpa melakukan kesalahan. Ibaratnya orang masuk penjara tapi tidak melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Kekecewaan Ismed juga merujuk pada insiden di laga kontra Persib musim sebelumnya. Ismed mengaku meski tak melakukan kesalahan ia tetap diganjar hukuman.
“Vladimir Vujovic (mantan bek Persib musim lalu) yang jelas-jelas memukul saya dan saya tak membalas sama sekali. Tapi disanksi juga,” keluhnya.
“Jadi menurut saya tidak adil saja. Saya sudah gerah, sudah mikir ke depan. Sudah malas kadang-kadang,” ucapnya.
Ismed sendiri belum memikirkan karirnya setelah pensiun nanti. “Lihat saja ke depan. Lima menit ke depan saja tak tahu apa yang terjadi. Jalani saja,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)