kerusuhan suporter

Buntut Kerusuhan di SUGBK, Imam Nahrawi Minta Maaf ke Menpora Malaysia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi bertemu Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Syed Saddiq untuk membahas ulah suporter Timnas Indonesia di SUGBK, Senayan, Kamis (5/9) malam.
Sekitar 30 menit berada di kamar hotel tempat Menpora Malaysia itu menginap, Imam Nahrawi menyampaikan permintaan maaf kepada Syed Saddiq.
Tak hanya secara lisan, Imam juga menyampaikan permintaan maaf secara tertulis lantaran laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Kualifikasi Piala Dunia 2022, diwarnai kerusuhan. Pertandingan ini sendiri dimenangkan Harimau Malaya dengan skor 3-2.
Sebelumnya, setibanya di hotel tempat Syed Saddiq menginap, Jumat (6/9) pagi, Imam sempat ngobrol empat mata dengan Ratu Tisha, Sekjen PSSI. Lantas Imam ke kamar Menpora Malaysia itu.
Setelah pertemuan sekira 30 menit, Imam Bharawi tampak keluar membawa surat bersama Syed Saddiq.
“Pagi ini saya mengunjungi Menpora Malaysia untuk menyampaikan permohonan maaf. Atas nama masyarakat Indonesia dan pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya.
Kedatangan Imam itu sebagai usaha memastikan bahwa hubungan kedua negara tetangga tetap baik-baik saja.
“Saya datang sekaligus memastikan insiden semalam tidak akan merusak persabatan Indonesia dan Malaysia. Terus menjaga kondisi ini agar tetap baik. Dan, paling penting adalah oknum suporter yang membuat kerusakan harus ditindak,” tegas Imam.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Usai Indonesia Kalah dari Malaysia, Aparat Dilempar Batu, Berlanjut Hingga Plaza Barat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kerusuhan terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat pertandingan Indonesia melawan Malaysia. Bahkan usai laga yang dimenangkan Harimau Malaya dengan skor 3-2 itu, kericuhan masih berlanjut di dalam dan luar stadion.
Beruntung aparat bisa mengendalikan situasi sehingga kerusuhan tidak berlangsung lebih lama. Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan massa dapat dikendalikan dan secara kondusif kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
“Sementara, seluruh pasukan anti huru hara Polri ditarik mundur. Pasukan Kodam Jaya BKO Polda Metro Jaya di-standby-kan di pagar Plaza Barat SUGBK kompleks,” kata Wahyu di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Wahyu menguraikan bahwa tindakan anarkis pendukung Garuda memuncak usai laga berakhir, tepatnya saat timnas kalah 2-3 dari Malaysia. Suporter Indonesia melempari aparat menggunakan batu dan kayu di dalam stadion.
“Mereka kami dorong keluar hingga saling lempar berlanjut ke Plaza Barat. Polisi menenangkan mereka dengan menembakkan gas air mata,” jelas Wahyu.
Penanganan terhadap massa akhirnya ditangani melalui negosiasi oleh Wahyu bersama unsur Polisi Militer dan pasukan lainnya.
Kini, kata Wahyu, aparat berhasil membawa Timnas Malaysia ke Hotel Mulia, yang merupakan tempat menginap mereka.
“Kami juga fokus mengevakuasi suporter Malaysia ke Bandara Soekarno-Hatta,” terang Wahyu.
Aksi bakar-bakaran sempat terjadi di kawasan GBK pasca kekalahan Indonesia. Suporter Indonesia seperti melampiaskan amarah lantaran tim kesayangannya kalah.
Dalam pertandingan ini, Indonesia sempat unggul cepat melalui gol Alberto Goncalves di menit 12. Namun Malaysia berhasil menyamakan kedudukan melalui kaki Mohamadou Sumareh di menit 36.
Indonesia tidak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Hanya butuh waktu dua menit dari gol Sumareh, Beto Goncalves kembali mencatatkan nama di papan skor.
Malaysia kembali bisa menyamakan skor pad amenit 66 lewat Syafiq Ahmad. Dan petaka terjadi di menit akhir injury time ketika Sumareh mencetak gol keduanya pada laga ini sekaligus memastikan Harimau Malaya menang 3-2.
(rmol/fat/pojoksatu)

Detik-detik Kerusuhan Suporter Saat Indonesia Vs Malaysia di SUGBK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ulah sejumlah oknum suporter yang tidak bertanggung jawab kembali mencoreng persepakbolaan Indonesia. Pada laga internasional yang tentu saja dipantau FIFA, ketika Timnas Indonesia menjamu Malaysia di SUGBK, Kamis (5/9/2019) malam WIB, tribun suporter Malaysia diserang.
Insiden itu terjadi tepatnya pada menit 72 pertandingan perdana putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G. Tiba-tiba saja pelemparan dilakukan oleh oknum suporter tribun atas ke arah tribun suporter Malaysia.
BACA JUGA: Klasemen Sementara Grup G: Dipermalukan Malaysia, Indonesia Langsung Jadi Juru Kunci
Sesaat kemudian, suporter di tribun selatan masuk ke area pinggir lapangan dan berusaha menyerang ke tribun suporter Malaysia.
Pihak keamanan sempat keteteran saat suporter masuk, tapi personel keamanan bantuan kemudian dikerahkan ke dalam untuk menenangkan suporter.
Akibat kejadian ini, laga sempat terhenti sekitar 10 menit. Setelah sebuah bom asap membuat suasana makin panas, pihak keamanan bertindak tegas dan suasana kembali kondusif.

Suporter Malaysia. Mohon maaf. pic.twitter.com/K1CoNqHdpy
— Farabi Firdausy (@abiflip) September 5, 2019

guys please pray for our ekor dekat sana, enough la pakai slogan kitaserumpun tu. enough is enough#HarimauMalaya @FIFAcom pic.twitter.com/2jpURw7mdy
— ຸ (@danishharritz) September 5, 2019

Laga kemudian dilanjutkan kembali, dengan kedudukan 2-2. Ketika pertandingan dilanjutkan, tapi kericuhan kecil di tribun masih sempat terjadi.
Suporter Malaysia sudah hadir di SUGBK jelang laga Indonesia kontra Malaysia, Kamis (5/9/2019) malam WIB. ft/twitter
Pada pertandingan ini, Indonesia tumbang 2-3. Timnas Garuda sempat unggul lebih dulu lewat Beto Goncalves pada menit 12.
BACA JUGA: Indonesia Vs Malaysia: Diwarnai Kerusuhan Suporter, Timnas Garuda Dipermalukan Harimau Malaya
Mohamadou Sumareh yang baru semenit masuk ke lapangan menggantikan Muhammad Hadin bin Azman langsung mencetak gol penyama kedudukan. Tepatnya pada menti 37. Harimau Malaya menyamakan skor menjadi 1-1.